cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017)" : 32 Documents clear
Penerapan Modul Kimia Berpendekatan Chemoentrepreneurship untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup dan Motivasi Belajar Prayitno, Mohammad Agus; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.542 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.13951

Abstract

Satu tujuan dari SMA/MA adalah mencetak generasi terdidik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kenyataannya banyak lulusan SMA/MA tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga berpotensi menjadi pengangguran. Upaya mempersiapkan lulusan SMA/MA agar siap bersaing dalam dunia kerja sangat diperlukan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan modul CEP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembelajaran Asam Basa dengan menggunakan modul Kimia berorientasi CEP terhadap kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian dilakukan di MAN Rembang dan MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh nilai thitung kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar < ttabel (-1,99). Nilai thitung kecakapan hidup pada aspek komunikasi (-2,06),kerjasama (-3,06), keterampilan menggunakan alat (-2,34), kedisiplinan kerja (-2,54), dan sikap kerja (-2,35). Nilai thitung motivasi belajar (-2,97), dan hasil belajar peserta didik (-7,31). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia dengan menggunakan modul Kimia CEP dapat meningkatkan kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. One of the goals of SMA/MA is scored educated generation to go to college. In fact many SMA/MA graduates is not able to go to college, so the potential to become unemployed. Efforts to prepare SMA/MA graduates to be ready to compete in the world of work is needed. One effort that needs to be done is to implement CEP learning module. This study aims to determine the contribution of learning Acid Alkali using CEP module on life skills, motivation to learn, and learning outcomes of students. This research was conducted in MAN Rembang and MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). This study used a pretest and post test control group design. The research data obtained by observation, documentation, questionnaire, and test. Results showed that tcount life skills, learning motivation, and cognitive results were <ttable -1.99. Tcount life skills in communication aspect was-2.06, cooperation (-3.06), skills in using tools was -2.34, work discipline was -2.54, and work attitude -2.35 , Tcount learning motivation was -2.97, and the cognitive result was -7.31. This study showed that learning with CEP-based Chemistry module can improve life skills, learning motivation, and cognitive result of students.
Analisis Pola Pikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sains Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Literasi Sains Noviani, Yusida; Hartono, Hartono; Rusilowati, Ani
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.506 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14127

Abstract

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh kemampuan berpikirnya yang menentukan bagaimana seseorang memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memahami sesuatu.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola berpikir siswa dalam menyelesaikan soal sains ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi sains siswa. Penelitian dilakukan di SMA N 2 dan SMA N 5 Semarang tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan pada 12 siswa dari kedua sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu diawali dengan memberikan tes menggunakan soal PISA yang berjumlah 10 unit soal dan dilanjutkan dengan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi juga memiliki literasi sains yang tinggi. Dapat disimpulkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi memiliki pola berpikir, mengidentifikasi dan merumuskan masalah, mengidentifikasi bukti dan fenomena ilmiah, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan kesimpulan. Student’s ability in solving a problem is influenced by their thinking ability, which determined their problem solving, making decision, and understanding something. The aim of this research is to describe students’ thinking pattern in solving science problem based on critical and creative thinking ability, and literacy science. The research was doing in two senior high school, those are 2 Senior High School Semarang and 5 Senior High School Semarang period 2016/2017. This research was doinginto 12 students from each school. Data collection techniques using test, interview, and documentation methods. The research did held in two steps, first by giving test using 10 units PISA tests and continued by doing the interview. The result shows mostly students who have high critical and creative thinking ability have high science literacy too. The conclusion is students with high critical and creative thinking ability have thinking pattern such as, identify the problem, identify the evidence and scientific phenomenon, making conclusion, and communicating the conclusion.
Pengembangan Booklet Berdasarkan Kajian Potensi dan Masalah Lokal Sebagai Suplemen Bahan Ajar SMK Pertanian Rahmatih, Aisa Nikmah; Yuniastuti, Ari; Susanti, R.
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.814 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14224

Abstract

Keong mas (Pomaceacanaliculata) hama padi yang banyak ditemukan di Mijen, Kota Semarang, diolah menjadi pupuk organik cair asam amino (pocamino) karena memiliki kandungan protein tinggidan lemak yang rendah. Hal tersebut merupakan kajian potensi dan masalah lokal, dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyusunan bahan ajar kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Bahan ajar yang dikembangkan berbentuk booklet, berukuran kecil dan tipis, berisi penjelasan ringkas, sistematis, dilengkapi gambar/ilustrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan booklet berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian dan menganalisis kelayakan booklet. Penelitian mengunakan desain penelitian dan pengembangan yang diawali riset di lapangan mengenai pengolahan hama keong mas menjadi pocamino. Data yang diambil yaitu analisis kebutuhan lingkungan dan sekolah, data kandungan dan hasil aplikasi pocamino, data kelayakan booklet olehpenilaian ahli dan pengguna dengan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan, pocamino memiliki kandungan unsur hara N, P, K dan asam amino dengan kadar yang beragam. Disimpulkan bahwa booklet yang dikembangkan berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal dinilai layak sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian karena memperoleh skor rata-rata 4,7 dari ahli, skor 89,3% dari tanggapan guru dan 88,87% dari siswa. Golden apple snail (Pomaceacanaliculata) became major pest of rice found in MijenSemarang,used as amino acid organic liquid fertilizer (pocamino) because has high protein and low fat. This study of potential and local problems, can be utilized as source of contextual teaching materials to provide real learning experience for students. The teaching materials developed became booklet, containsbrief explanation, systematic and equipped with pictures/illustrations. The aims of this research are, to describe development of booklet based on the study of potential and local problems as teaching material supplement of fertilizing at SMK Pertanian and analyze feasibility of booklet. This research and development begins with field research on processing golden apple snail into pocamino. Data collected are environmental and school requirement analysis, pocamino content and application data, booklet feasibility by expert and user assessment, with validation sheet. Results showed that pocamino contain N, P, K nutrients and amino acids with varying levels. The conclusion was, bookletthat developed based onstudy of potential and local problems suitable as teaching material supplement of fertilizing in SMK Pertanian, because got average score 4.7 from experts, 89.3% from teachers and 88.87% from students.
Analisis Kesesuaian RPP terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Biologi dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Usman, Usman; Susilowati, Sri Mulyani Endang; Widiyaningrum, Priyantini
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.908 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15198

Abstract

Kesesuaian pelaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil dari implementasi Kurikulum 2013 dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Tangerang pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru pelajaran biologi.   Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaannya tergolong dalam kategori baik, kesesuaian strategi guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa masuk dalam kategori cukup baik, tingkat keterlaksanaan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa termasuk kategori cukup baik dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran memperoleh tanggapan baik. Disimpulkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran biologi di MAN se-Kabupaten Tangerang telah berjalan dengan baik. Suitability of lesson plan (RPP) to the Biology learning implementation in developing of student critical thinking skills necessary to support the successful implementation of Curriculum 2013. The purpose of this study is to know the results of the implementation of Curriculum 2013 in developing the critical thinking skills of students in the subjects of biology. The method used in this study is a qualitative research with case study method. This study took place in Madrasah Aliyah throughout Tangerang regency in the second semester of academic year 2016/2017. Sources of data in this research is a biology teacher. Data collection techniques used consists of observation, interviews, documentation and student questionnaire responses. The results showed correspondence between the RPP and the implementation fall into either category, the suitability of the strategy of teachers in developing the critical thinking skills of students in the category quite well, the level of adherence to the learning those develop critical thinking skills of students categorized as good enough and the students respond to the learning gained good responses. It can be concluded that the implementation of the curriculum in 2013 to develop critical thinking skills in biology at MAN se-Tangerang have been going well.
Analisis Kesulitan Peserta Didik SMA/MA Kabupaten Luwu Timur dalam Memahami Konsep pada Materi Metabolisme Sel Muspikawijaya, Muspikawijaya; Iswari, Retno Sri; Marianti, Aditya
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.772 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15439

Abstract

Persentase penguasaan peserta didik pada soal Ujian Nasional materi metabolisme sel hanya mencapai 64,35 %, hal ini menunjukkan rendahnya penguasaan peserta didik pada materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penguasaan konsep peserta didik terhadap materi metabolisme sel dan faktor penyebab kesulitan peserta didik memahami konsep pada materi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Sampel sekolah dipilih berdasarkan persentase penguasaan peserta didiknya dibawah 70 % terhadap materi soal Ujian Nasional pada materi metabolisme.Narasumber penelitian adalah peserta didik, guru Biologi dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan konsep, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep peserta didik pada materi metabolisme sel masih rendah. Peserta didik mengalami kesulitan belajar materi metabolisme sel. Peserta didik kesulitan memahami istilah ilmiah, reaksi kimia yang terlibat pada proses respirasi sel dan fotosintesis serta konsep yang dianggap abstrak. Peserta didik juga kesulitan dalam menyelesaikan soal analisis serta mengaitkan hubungan antara konsep. Kesulitan tersebut disebabkan oleh intensitas belajar peserta didik yang rendah, strategi pembelajaran yang diterapkan masih berpusat pada guru serta sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang belum memadai. Percentage of learners’ mastery about cell metabolism material in National Examination only reaches 64.35% on National level, it indicated the low level of learners’ mastery of this material. This study aims to analyze the difficulties of learners in understanding the concept of cell metabolism material; analyze the learners’ mastery of concepts and instructional strategies that are applied by teachers. The research used qualitative approach of case study design. The school is selected based on the percentage of learners’ mastery about metabolism material in National Examination that indicated under 70%.The research subjects are learners, Biology teachers and vice principals of the curriculum field. Data were collected through concept mastering tests, questionnaires, interviews, and documentation. The study showed that the learner’s mastery of the concept on cell metabolism material is still low. The learners have difficulty in learning cell metabolism material. The learners difficult to understand the scientific terms, chemical reactions that involved in cell respirationprocess, photosynthesis and concepts that are considered as the abstract material. The learners difficult to answer analysis questions and correlate the concepts relation. Those difficulties were caused by the low of learning intensity, teacher-centered strategy, and non-adequate facilities and infrastructure that support teaching learning process.
Analisis Kompetensi Guru Biologi Berdasarkan Persepsi Siswa SMA di Kota Semarang Widyastuti, Novi; Widiyaningrum, Priyantini; Lisdiana, Lisdiana
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.818 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15535

Abstract

Kompetensi guru biologi merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar biologi di Sekolah. Guru biologi wajib memenuhi standar kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Persepsi siswa terhadap kompetensi guru merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku siswa dalam pebelajaran, sehingga penelitian mengenai persepsi siswa terhadap kompetensi guru biologi penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional guru biologi berdasarkan persepsi siswa SMA di kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan model sequential explanatory. Data kualitatif berperan untuk membuktikan, memperdalam, dan memperluas data kuantitatif sebelumnya. Sumber data berasal dari 346 siswa kelas XI MIPA di 12 SMA di Kota Semarang. Pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara serta dokumentasi. Disimpulkan bahwa bahwa kompetensi guru biologi di Kota Semarang cukup baik. Siswa mempersepsikan kompetensi pedagogik guru biologi sebesar 73%, kompetensi kepribadian sebesar 74%, kompetensi sosial 75%, dan kompetensi profesional sebesar 73%. Kompetensi yang dirasa kurang baik yaitu menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Competence of biology teachers is an important factor in determining the success of teaching and learning process in school. Biology teachers are required to meet pedagogic, personality, social and professional standards competence. Student perceptions on teacher’s competence is one of the main factors that influence student’s behavior in learning, so research about student’s perception on biology teacher’s competence is important. This research aims to analyze the pedagogic, personality, social, and professional competence of biology teachers based on the perception of high school students in Semarang city. Type of the research is mixed methods using sequential explanatory model. Qualitative data to prove, deepen and expand the previous quantitative data. The data source comes from 346 students of XI MIPA class in 12 SMA in Semarang City. Data collection using questionnaires, interviews and documentation. The results showed that the competence of biology teachers in the Semarang city is quite good. Students perceived pedagogical competence of biology teacher based on 73%, personality level 74%, and social competence 75%. Competence that is considered less good that presents itself as an honest person, noble character, and role model for learners and society.
Identifikasi dan Analisis Miskonsepsi pada Materi Ikatan Kimia Menggunakan Instrumen Tes Diagnostik Three-Tier Setiawan, Doni; Cahyono, Edy; Kurniawan, Cepi
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.638 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan instrumen tes diagnostik three-tier yang digunakan untuk analisis dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa di sekolah, (2) menerapkan hasil tes sebagai dasar identifikasi faktor miskonsepsi, dan (3) merumuskan model pembelajaran remedial untuk meremediasi miskonsepsi. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian R&D dengan model 4D, yaitu define, design, develop dan disseminate. Dalam penelitian ini dilakukan sampai tahap develop. Hasil uji kelayakan instrumen menunjukkan bahwa validitas isi termasuk kategori layak dengan reliabilitas 0,58. Tingkat kesulitan tinggi untuk pertanyaan 4 dan 5 sementara yang lainnya tergolong sedang, dan nilai daya beda (D) > 0,20. Selanjutnya, ikatan kovalen menunjukkan persentase miskonsepsi yang paling tinggi (26,29%), sedangkan bentuk molekul menunjukkan persentase terkecil (8,74%). Dapat diidentifikasi bahwa faktor yang menyebabkan kesalahpahaman adalah metode pembelajaran yang tidak tepat dan konsepsi awal siswa. Hasil dari formula pembelajaran remedial untuk mengatasi miskonsepsi siswa adalah pembelajaran conceptual change. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil analisis miskonsepsi dapat digunakan untuk mengembangkan program pembelajaran remedial yang dapat memperbaiki miskonsepsi siswa. The consecutive aims of the research were to develop the three-tier diagnostic test instrument used for analysis and identify the students` misconception, to apply the test results for underlying the misconception factors, and to formulate remedial learning models for remediating misconceptions. The research was designed as method of R&D with 4D model, define, design, develop and disseminate. In this research is done until develop stage. The results of instrument feasibility test shows that the validity of the contents is categorized as feasible with reliability of 0.58. The difficulty level of are high for question #4 and #5 while the other classified as moderate with items discrimination value (D) > 0.20. In advance, the kovalen bond shows the highest misconception percentage (26.29%), while the molecular shape shows the smallest percentage (8.74%). It can be identified that factors causing misconceptions are inappropriate learning methods and early conceptions of students. Then, the result of remedial learning formulae for overcoming students` misconception is conceptual change learning. These results suggest that the results of misconception analysis can be used to develop a remedial learning program that can remediate students` misconceptions.
Pemahaman Konsep-Konsep pada Materi Tumbuhan Akibat Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing Berbantuan Multimedia Herebire, Markus Oktovianus; Retniningsih, Amin; Ridlo, Saiful
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.367 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15657

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan pemahaman konsep siswa kategori kemampuan awal tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan sebelum dan setelah mendapatkan perlakuan metode inkuiri terbimbing berbantuan multimedia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest tanpa kelas kontrol, yakni: one group pretest-posttest design dengan dua kelas sampel. Sampel yang digunakan adalah kelas X1 dan X3 SMA Negeri Benlutu sebanyak 37 orang. Data yang dikumpulkan berupa skor pretest, skor posttest dan data observasi. Analisis data menggunakan teknik multivariate analysis of variance (manova) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc yang menunjukkan hasil pemahaman konsep siswa sebelum mendapatkan perlakukan metode inkuiri terbimbing berbantuan multimedia perbedaan signifikan pada ketiga kelompok kategori kemampuan awal siswa; setelah mendapatkan perlakuan metode inkuiri terbimbing berbantuan multimedia menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep pada siswa kelompok kategori kemampuan awal tinggi, sedang maupun kategori rendah. Enam fase sintak metode inkuiri dengan bimbingan guru, multimedia pembelajaran dan lembar diskusi, memberikan dukungan kepada siswa dalam meningkatkan pemahaman konsep materi tumbuhan. Metode inkuiri terbimbing berbantuan multimedia mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa dari kemampuan awal rendah. This study is aimed at examining the difference of the students’ understanding based on the basic level which is categorized as high, medium and low before and after getting the treatment through guided inquiry method using multimedia. This study used quantitative approach with experiment. This study used pretest-posttest design without control class (group) in which one group pretest-posttest design by using two classes sample. The sample used is grade X1 and X3 which consist of 37 students in Benlutu Senior High School. The data gathered are in the form of pretest score, posttest score and observation. The data is analyzed by using multivariate analysis of variance (manova) technique and then continued by using post hoc test which show the result of students’ understanding before getting treatment though guided inquiry method using multimedia. There is no significant difference between on the students’ understanding which are high, medium and low after getting treatment through guided inquiry method using multimedia. Six phases of inquiry method by teacher’s guidance, discussion sheet and multimedia learning can give support to the students to improve the understanding on the materials about plant. This method (guided inquiry method using multimedia) can improve students’ understanding.
Ability Improvement and Critical Literacy With Science Textbook Literacyof Buffer Solution Lubis, Syafrina Yani; Rusilowati, Ani; Jumaeri, Jumaeri
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.257 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.16014

Abstract

The goals of this study is to test the increasing of ability, critical literacy and to describe the ability profile and critical literacy profile of the students using  science text book based on scientific literacy  buffer solution. The type of this research is a mixed methode with Concurrent Triangulation model.  Science text book based on scientific literacy  used in this study met the valid criteria with score 3,75. Increased ability with N-gain achievement of 0.79 with high achievement criteria. Based on the one-party t test with α = 5% and descriptive analysis, it was found that the improvement of ability and critical literacy using science text book based on scientific literacy is better than using BSE teaching materials. Aspects of science as a body of knowledge has increased 83%,  science as way of investigation has increased 74%, science as way of thinking has increased 82%, and interaction of science,, technology, society and environment has increased 81%. Increased critical literacy with N-gain achievement of 0,76 by the criteria of achievement level high. Aspects of reading comprehension have improved 85%, and aspects of using information from reading material have increased 70%. It can be concluded that there is an increase of ability and critical literacy of the students using science text book based on scientific literacy of buffer solution. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji peningkatan ability dan critical literacy serta mendeskripsikan profil ability, dan critical literacy siswa menggunakan bahan ajar berbasis literasi sains materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan model Concurrent Triangulation. Bahan Ajar berbasis literasi sains yang digunakan pada penelitian ini memenuhi criteria sangat valid dengan perolehan skor 3,75. Peningkatan ability dengan capaian N-gain sebesar 0,79 dengan criteria tingkat pencapaian tinggi. Berdasarkan uji t satu pihak dengan α = 5% dan analisis deskriptif, diperoleh bahwa peningkatan ability dan critical literacy menggunakan bahan ajar berbasis literasi sains lebih baik di bandingkan menggunakan bahan ajar BSE. Aspek sains sebagai batang tubuh pengetahuan mengalamipeningkatan83%, sains sebagai penyelidikan hakikat sains mengalami peningkatan 74%, sains sebagai cara berpikir mengalami peningkatan 82%, dan hubungan sains, teknologi, masyarakat dan lingkungan mengalami peningkatan 81%. Peningkatan critical literacy dengan capaian N-gain sebesar 0,76 dengan criteria tingkat pencapaian tinggi. Aspek memahami bacaan mengalami peningkatan 85%, dan aspek menggunakan informasi dari bahan bacaan mengalami peningkatan70%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan ability dan critical literacy siswa yang menggunakan bahan ajar berbasis literasi sains materi larutan penyangga.
The Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Science Pocket Book untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Sikap Terhadap Sains Satrianingsih, Cici Juni Puput; Haryani, Sri; Dewi, Novi Ratna
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.185 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.16529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model PBL berbantuan Science Pocket Book untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan siswa sikap terhadap sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, kelas VIII B sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, lembar angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji N-gain kemampuan kognitif kelas eksperimen sebesar 0,49 termasuk dalam kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,26 termasuk dalam kategori rendah. Peningkatan kemampuan kognitif dan sikap terhadap sains menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Kemampuan kognitif menunjukkan angka koefisien korelasi  0,78 dan hasil analisis dari observasi  sikap terhadap sains juga menunjukkan koefisien korelasi yang diperoleh adalah  0,72 untuk data angket dan 0,76 untuk data observasi yang berarti bahwa adanya hubungan yang kuat antara model PBL berbantuan science pocket book dengan kemampuan kognitif dan sikap terhadap sains . Hasil analisis uji determinasi untuk mengetahui besarnya pengaruh model PBL berbantuan science pocket book menujukkan bahwa kontribusi terhadap kemampuan kognitif sebesar 68,89% dan sikap terhadap sains 51,84 untuk data angket dan 57,76% untuk data observasi. Dapat disimpulan bahwa model PBL berbantuan science pocket book pada materi zat aditif makanan berpengaruh positif terhadap kemampuan kognitif dan sikap terhadap sains. The purpose of this study to determine the effect of learning model PBL assisted Science Pocket Book to improve student’s cognitive aspect dan attitudes toward student science. This research is an experimental research with Nonequivalent Control Group Design design. Sampling was done by purposive sampling, class VIII B as experiment class while class VIII A as control class. Data were collected using observation sheet, questionnaire, and test. The N-gain test of attitudes toward science of the experimental class of 0.32 is included in the medium category and the control class of 0.21 is included in the low category. The influence of PBL model in the media science pocket book on cognitive ability is seen from biserial correlation analysis 0.78  and result of analysis attitude questionnaire to science also shows the value of correlation coefficient obtained is r = 0.72 for questionnaire and 0.76 for observation which means that there is influence or a strong relationship. The result of determination test analysis to know the influence of PBL model with the help of science pocket book showed that on cognitive ability equal to 68.89% and attitude toward science 51.84% for questionnaire and 57.76 for observation. It can be concluded that PBL assisted science pocket book on food additiveves positive influences students’ cognitive ability and attitude toward science.

Page 1 of 4 | Total Record : 32