cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016" : 6 Documents clear
PREVALENSI ISOLAT MRSA PENGHASIL PANTON-VALENTINE LEUKOCIDIN PADA PASIEN ICU RUMAH SAKIT TERSIER Linosefa Linosefa; Delly Chipta Lestari; Ardiana Kusumaningrum; Anis Karuniawati; Andi Yasmon
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.517 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p1-10.2016

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi MRSA penghasil Panton-Valentine leukocidin (PVL) dan pola kepekaannya. Sampel penelitian adalah isolat MRSA dari 315 pasien Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSUPNCM) selama tahun 2011 dan 2014, dengan melakukan identifikasi, uji kepekaan dan uji molekuler terhadap isolat tersebut. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 59% dari koloni MRSA yang ditemukan masih sensitif terhadap antibiotik golongan selain β-laktam, sehingga masih dapat diduga sebagai community-associated MRSA (CA-MRSA). CA-MRSA sepertinya mulai ditransmisikan di fasilitas kesehatan. Uji molekuler terhadap isolat MRSA memberikan hasil 8,3% isolat MRSA menghasilkan PVL. Berdasarkan tipe pola kepekaannya isolat MRSA penghasil PVL tersebut masih dapat digolongkan sebagai CA-MRSA. MRSA penghasil PVL ditemukan di RSUPNCM sebagai kolonisasi. Surveilan perlu dilakukan untuk memahami interaksi antara MRSA di komunitas dan rumah sakit, terutama untuk mengurangi transmisi di fasilitas kesehatan.
TERAPI ANTIVIRAL PADA SIROSIS HATI DEKOMPENSATA TERKAIT INFEKSI VIRUS HEPATITIS B Fadrian Fadrian
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.199 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p35-41.2016

Abstract

Hepatitis B masih merupakan masalah kesehatan global. Diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terpapar virus hepatitis B (VHB) dan lebih dari 350 juta diantaranya menjadi kronik. Sirosis hati, gagal hati, dan karsinoma hati dapat terjadi pada 15-40% penderita dengan infeksi virus hepatitis B kronik. Pada saat ini sekitar 1 juta kematian per tahun akibat penyakit hati berhubungan dengan VHB. Terapi antiviral pada sirosis hati dekompensata terkait VHB merupakan suatu tantangan dalam pengobatan. Tujuan terapi pada pasien sirosis hati dekompensata terkait VHB diantaranya penekanan replikasi virus, serokonversi HBeAg, pembalikan dekompensasi hati, dan pengurangan risiko kanker hati. Terapi antiviral diindikasikan pada semua pasien sirosis hati dekompensata jika DNA VHB terdeteksi, terlepas dari kadar ALT atau status HBeAg. Terapi antiviral pilihan adalah nucleosida/tida analog, seperti lamivudine, telbivudine, adefovir dipifoxil, tenofovir, entecavir. Lama pengobatan biasanya seumur hidup, dan penghentian terapi dipertimbangkan apabila terdapat risiko reaktivasi virus, perburukan dekompensasi hati, dan regresi histologis.
ANALISIS EKSPRESI TRANSPORTER ZINK (ZNT-1) SEBAGAI FAKTOR PROGNOSIS ADENOKARSINOMA PROSTAT Feriandri Utomo; Nurjati Chairani Siregar; Ria Kodariah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.629 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p11-20.2016

Abstract

Penurunan kadar Zink (Zn) berkorelasi dengan peningkatan skor Gleason adenokarsinoma prostat, dan rendahnya Caspase-3 (eksekutor apoptosis). Ekspresi ZIP-1 (importer Zn) turun pada adenokarsinoma prostat. Korelasi ZnT-1 (eksporter Zn), ZIP-1 dan Caspase-3 diduga berpotensi menjadi faktor prognosis adenokarsinoma prostat. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi ekspresi ZnT-1, ZIP-1, Caspase-3 dan skor Gleason adenokarsinoma prostat. Studi retrospektif analitik potong lintang dilakukan pada 14 kasus adenokarsinoma prostat skor Gleason ≤7 dan 16 kasus dengan skor Gleason >7. Ekspresi ZnT-1 dinilai dengan metode imunohistokimia. Analisis tambahan dilakukan untuk melihat korelasi ZnT-1, ZIP-1 dan Caspase-3. Hasil penelitian didapatkan ZnT-1 pada skor Gleason >7 lebih rendah daripada skor Gleason ≤7. ZnT-1 berkorelasi dengan skor Gleason. ZnT-1 berkorelasi dengan ZIP-1 pada skor Gleason >7. ZIP-1 berkorelasi dengan Caspase-3 pada skor Gleason ≤7. ZIP-1 berkorelasi kuat dengan Caspase-3 pada skor Gleason 8. Penelitian ini menyimpulkan rendahnya ekspresi ZnT-1 dan ZIP-1 berpotensi menjadi faktor prognosis adenokarsinoma prostat.
Preface and ToC - Vol 39, No 1 (2016) Redaksi MKA
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.525 KB)

Abstract

ASUPAN GULA HARIAN DARI BAHAN-BAHAN PELENGKAP MASAKAN Evelyn Loanda; Ay Ly Margaret; Jenny Hidayat
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.404 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p21-27.2016

Abstract

Asupan gula penting untuk dibatasi dalam diet sehari-hari. Hal ini dapat menjadi upaya preventif maupun terapi penyakit diabetes mellitus. Asupan gula tambahan maksimal yang dianjurkan per hari 24 gram. Gula yang berada dalam bahan-bahan pelengkap masakan seperti kecap manis, saos sambal, dan saos tiram selama ini tidak diperhitungkan sebagai asupan gula yang harus dibatasi. Peneliti berpendapat bahan-bahan pelengkap masakan tersebut berpengaruh terhadap asupan gula harian. Kuesioner dibagikan kepada 65 subjek penelitian secara random di RW 13 Perum Bumi Dirgantara. Data konsumsi bahan pelengkap masakan harian diperoleh dari hasil kuesioner tersebut. Peneliti juga mengambil 5 sampel dari masing-masing jenis bahan pelengkap masakan secara random. Kadar gula masing-masing sampel diukur dengan metode asam sulfat - UV spektrofotometri 315 nm. Diperoleh hasil gula yang terdapat pada bahan pelengkap masakan per sendok teh adalah sebagai berikut saos tomat (0,58 gram), saos sambal (0,74 gram), saos tiram (0,85 gram), kecap manis (0,88 gram). Konsumsi gula dari bahan pelengkap masakan rata-rata per hari sebesar 0,1354 gram. Jumlah gula dari bahan pelengkap masakan tidak berperan besar dalam peningkatan asupan gula harian. Bagaimanapun konsumsi bahan makanan pelengkap masakan secara berlebihan tidak direkomendasikan.
PERBEDAAN PERUBAHAN FUNGSI HEMOSTASIS SAAT STABILISASI PREEKLAMSIA BERAT/EKLAMSIA 24 JAM POSTPARTUM Hudila Rifa Karmia; Yusrawati Yusrawati; Hafni Bachtiar
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.66 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p28-34.2016

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan perubahan temuan fungsi hemostasis saat stabilisasi antara preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan yang tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum. Pada subyek penelitian yaitu wanita preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum dan memenuhi kriteria inklusi (16 pasien per kelompok) dilakukan pemeriksaan laboratorium fungsi hemostasis di Labor Patologi Klinik RSUP M. Djamil Padang. Perbedaan perubahan temuan fungsi hemostatik pada kedua grup dianalisa dengan menggunakan t-test. Dari penelitian didapatkan perbedaan temuan fungsi hemostasis pada saat stabilisasi antara preeklamsia berat/eklamsia yang mengalami dan yang tidak mengalami perbaikan 24 jam postpartum adalah trombosit 40.000 + 39.653/ml banding -5.250 + 58.915/ml (p=0,016), PT -0,144 + 1,083 detik banding 0,038 + 1,549 detik (p=0,074), APTT -0,275 + 3,938 detik banding 1,55 + 4,99 detik (p=0,260), dan D-dimer 0,319 + 1,34 ug/L banding 0,7125 + 2,018 ug/L (p=0,521). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang bermakna secara statistik kadar trombosit kelompok yang mengalami perbaikan dibandingkan kelompok yang tidak mengalami perbaikan. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar PT, APTT, dan D-Dimer antara kelompok yang mengalami perbaikan dan kelompok yang tidak mengalami perbaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue