cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender
ISSN : 20858353     EISSN : 25025368     DOI : -
Core Subject :
Muwazah adalah jurnal kajian gender dengan ISSN Print: 2085-8353; Online: 2502-5368 yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gender (PSG) IAIN Pekalongan. Kata Muwazah berasal dari bahasa Arab yaitu (??????) yang memiliki arti kesetaraan. Jurnal ini fokus pada isu-isu aktual dan kontemporer yang berkaitan dengan kajian gender lokalitas dalam berbagai perspektif. Redaksi mengundang para ilmuwan, sarjana, professional, praktisi dan peneliti dalam berbagai disiplin ilmu yang konsern terhadap kajian gender berupa analisis, aplikasi teori, hasil penelitian, terjemahan, resensi buku, literature review untuk mempublikasikan hasil karya ilmiahnya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bebestari, dan proses penyuntingan. Jurnal ini terbit setahun dua kali setiap bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2018)" : 14 Documents clear
Pengembangan Spiritualitas dalam Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Gender dalam Perspektif Islam masfifah masfifah
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1289

Abstract

paper ini membahas tentang pengembangan spritualitas dalam pendidikan dan pelatihan berbasis gender dalam perspektif Islam. Pembahasan meliputi pemahaman terhadap wacana kesetaraan gender dalam perspektif Islam, dan pengembangan spiritualitas dalam pendidikan dan pelatihan berbasis gender dalam Islam. Kesimpulan dalam kajian ini menunjukan bahwa eksistensi kaum perempuan dalam perspektif Islam adalah sejajar dan setara dengan kaum laki-laki dalam hal persaudaraan, kasih sayang, tolong menolong dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kegiatan politik. Namun karena struktur dan sifat fisik serta biologis antara laki-laki dan perempuan adalah berbeda maka fungsinyapun tentu juga berbeda secara kodrati. Oleh karena itu sangat tidak adil apabila dalam semua bidang kehidupan, perempuan harus dipersamakan dengan laki-laki dan atau sebaliknya. Dalam pendidikan dan pelatihan, sikap spiritual dapat diintegrasikan dalam setiap tema atau konsep yang akan dipelajari bersama peserta pendidikan dan pelatihan. Materi pendidikan dan pelatihan yang berupa teori, konsep, fakta, dan temuan penelitian dikaitkan dengan kitab suci (al-Qur’an) dan al-Hadist agar dapat menimbulkan kesadaran bahwa ada zat yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Gender dan Perceraian: Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Bekasi Mazroatus Saadah
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1314

Abstract

This study explores the causes of divorce in Pengadilan Agama Bekasi, as well as the relation with gender issues. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques with interviews, observation and literature studies. Analysis techniques using interactive models. The results show that the factors causing the divorce are economic factors, irresponsible husbands' factors, domestic factors of abuse, factors of infidelity and polygamy. The higher the gender awareness of a woman, the higher of the divorce case. This gender awareness is usually owned by women who have higher education, women who are aware of their rights and obligations, independent women, and who are aware of husband and wife relations.
Pelabelan Gender Perempuan Jawa dalam Novel Kartini dan Urgensinya untuk Pembelajaran Era Global Haniah Haniah; Herman J Waluyo; Retno Winarni
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1322

Abstract

Javanese is one of the famous culture that owned by Indonesia. As one of the culture that enough reckoned , javanese had a wide range of science .Not only the mosaic customs and any kind of a ceremony that he had, but the woman too. This study was a qualitative research aiming to describe negative labeling/ stereotype existing inside javanese women. Used a technique of analysis contents and interview, researchers will processing the data in the form of quotations novel with three stages: reduction , display data and data verification. The result of research showed that there were several negative labels. Firstly, men are considered as smarter than women, so that can be family’s more pride. Secondly, women having protruding breast are equivalent to ledhek or prostitute. Thirdly, gelung/sanggul (hair bun) is a symbol of women’s beauty. Fourthly, women producing sound of smacking lips during eating are just like animal. Fifthly, kitchen becomes basic standard of ability of taking care of husband and future household. .As part of science, feminism need to introduced to school through language class. Keywords: Stereotype, Java’s woman, Kartini
Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan dalam Kancah Panggung Politik di Indonesia Eko Setiawan
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1337

Abstract

The reality of the lack of women's role on the political stage has led many to have built important commitments as social reconstruction to increase women's chances of being more active in the political stage. To realize these objectives various laws and regulations have been created to provide opportunities for women to take an active role in politics. The appearance of women in the political stage in various regions has shown a shift in the political paradigm that wants gender equality where there is a demand for women and men to have equal opportunity in politics.

Page 2 of 2 | Total Record : 14