cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
RELIGIA
ISSN : 14111632     EISSN : 25275992     DOI : -
Religia is a periodical scientific journal with ISSN Print: 1411-1632; Online: 2527-5992 published by the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Pekalongan. This journal specializes in the study of Islamic sciences (Islamic Theology, Philosophy and Islamic thought, Tafsir-Hadith, Science of Da'wah, and Sufism). The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic scholarship disciplines to publish their research results after the selection mechanism of the manuscript, the review of the partner bebestari, and the editing process. The Religia Journal is published in April and October each year. This journal has been indexed in a reputable national indexing agency.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1: April 2011" : 16 Documents clear
KAIDAH KEBAHASAAN DALAM MEMAHAMI AL QUR’AN Ahmad Nurul Kawakip
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.32

Abstract

Abstract: The article is intended mainly for understanding al-Qurantext stuctures (al-qowaid al-lughat). One of the distinguishingcharacteristic of al-Qur’an is the language style and structure. Forthis purpose, the article focuses on twelve important points of alqowaid.All of the most important point of these qowaid are explainedand also examples on each part. The article is written for introductionstudy, therefore further work on al-Qur’an language style isnecessary.Tulisan ini dimaksudkan secara khusus untuk memahami struktur teksal-Qur’an (al-qawaid al-lughat). Salah satu karakteristik al-Qur’anyang membedakannya dari yang lain adalah gaya dan strukturbahasanya. Untuk itu, tulisan ini difokuskan pada dua belas poin pentingal-qawaid. Semua poin yang sangat penting dari al-qawaid inidijelaskan dan diberi contoh pada masing-masing bagian. Tulisan iniditulis sebagai studi pengantar, untuk itu, studi lebih jauh tentang gayabahasa al-Qur’an masih diperlukan.
ETIKA BISNIS KOMUNITAS TIONGHOA MUSLIM YOGYAKARTA (Kajian atas Etos Kerja Konfusianisme dalam Perspektif Islam) Muhammad Shulthoni
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.33

Abstract

Abstract: The success of Chinese Muslim entrepreneurs in businessis a well-known fact. On one side, there are explicit or implicitregulations in Jogjakarta (Java), discouraging the ethnic Chinese fromworking in non-commercial sectors. Their only opportunity to makea living is business. But, on the other side, their success warrantsnotice that even though the businessmen run their business withscientifical management, actually they have dependence on theirculture, ethics, and religious beliefs. This is because business is amobile activity. Business without reliable ethics can not succeedreliably. If business is a kind of human activity, business ethics can beperceived as a reflection of the actors in their behaviors.Through descriptive and interpretative approaches, this study reachedthe following conclu-sions: firstly, the Chinese Muslim entrepreneursof Jogjakarta are dependent on the constructs of business ethics whichcontain work ethos, hard work, thrift, honesty, and trust. Thosecharacteristics are then implemented in their business activities.Therefore, they have awareness in implementing business ethics inorder to engage in business as long as their life. They do their businesswith high self-discipline, self-confidence, diligence, industriousness,and hard work from the younger years in order to have highconsciousness to run their business in their maturity.Secondly, it can be said that Islamic teachings, for Chinese Muslimentrepreneurs of Jogjakarta, have a significant role in constructingtheir business ethics. These indications can be seen in their business activities and their perceptions. Its teachings are perceived as a sourceof motivation in economic behaviors. Even though their business ethicscannot be said to derive from religious teachings only, but rather thatsuch ethics progress along with the socio-cultural, socio-economicand socio-political developments of the community.Keberhasilan pengusaha muslim Cina dalam dunia bisnis merupakansebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Di satu sisi, terdapatperaturan eksplisit ataupun implisit di Yogyakarta (Jawa) yangmengecilkan semangat mereka untuk bekerja di bidang non-komersial.Satu-satunya peluang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnyaadalah bisnis. Di sisi yang lain, keberhasilan mereka ini semakinmenyatakan bahwa meskipun mereka menjalankan bisnisnya denganilmu manajemen, kenyataannya mereka memiliki ketergantungan padabudaya, etika dan kepercayaan agama mereka. Ini karena bisnismerupakan aktivitas yang mobile. Bisnis tanpa etika yang reliabletidak bisa mengantarkan pada kesuksesan. Jika bisnis merupakansebuah aktivitas manusia, etika bisnis bisa dianggap sebagai sebuahrefleksi aktor-aktornya dalam peri laku mereka.Melalui pendekatan deskriptif dan interpretatif, studi ini sampai padakesimpulan berikut: pertama, pengusaha muslim Cina Yogyakartatergantung pada konstruk etika bisnis yang mengandung etos kerja,kerja keras, sikap hemat, kejujuran dan kepercayaan. Karakteristikini kemudian diimplementasikan dalam kegiatan bisnis mereka. Karenaitu, mereka memiliki kesadaran dalam mengimplementasikan etikabisnis untuk masuk dalam dunia bisnis sepanjang hidup mereka.Mereka melakukan bisnis mereka dengan disiplin diri, percaya diri,rajin, tekun, dan kerja keras yang tinggi sejak usia muda supayamemiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan bisnis merekamenurut kedewasaan mereka.Kedua, bisa dikatakan bahwa ajaran Islam, bagi pengusaha muslimCina Yogyakarta, memiliki peran yang signifikan dalam membentuketika bisnis mereka. Indikasinya bisa dilihat dalam kegiatan danpersepsi bisnis mereka. Ajaran-ajaran ini dirasakan sebagai sebuahsumber motivasi dalam peri laku ekonomi, meskipun etika bisnismereka tidak bisa dikatakan bersumber dari ajaran agama saja,namun lebih sebagai etika yang berkembang mengikuti perkembangansosio-kultural, sosio-ekonomi, dan sosio politik masyarakat.
REKONSEPSI EKONOMI ISLAM DALAM PERILAKU DAN MOTIVASI EKONOMI Rinda Asytuti
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.34

Abstract

Perilaku ekonomi pada dasarnya dilatarbelakangi olehmotivasi dan motivasi dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilakukeagamaan bagi umat beragama.Agama sebagai perangkat kepercayaan dan tuntunan hidup muslimseyogyanya mendasari dan memaknai perilaku ekonomi seorangmuslim. Prilaku ekonomi muslim telah digariskan dengan jelas yaknimenghindari Riba, Gharar, dan Maysir juga perilaku—perilakuspekulasi demi kepentingan pribadi.Sejauh mana motivasi mempengaruhi perilaku ekonomi Manusia danbagaimana Islam membahas motivasi ekonomi manusia, tulisan iniberusaha membahasnya dengan menggunakan paradigama ekonomiIslam.Human economic behavior is basically influenced by their motivation,and their motivation is influenced by their knowledge and religiousbehavior. Therefore, Moslems should make their religion (read: Islam)be their guidance to lead their economic behavior. Some of rules thatthey have to obey are to avoid riba, gharar, maysir, and anyspeculations for their own interest. This paper will discuss how farthe motivation influences human economic behavior from Islamiceconomic paradigm.
PENGELOLAAN LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH BERBASIS TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) Kuat Ismanto
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.35

Abstract

Salah satu persoalan yang muncul dalam pengelolaankeuangan syari’ah adalah model tata kelola (manajemen) yangdigunakan masih sama dengan manajemen lembaga keuangankonvensional pada umumnya. Oleh karena itu diperlukan inovasi dalampengelolaannya. Implementasi Total Quality Management (TQM)pada lembaga keuangan syariah diharapkan mampu meningkatkankinerja dan kualitas lembaga tersebut. Implementasi TQM padalembaga keuangan syari’ah dititikberatkan pada proses perbaikanterus-menerus dengan memegang teguh nilai-nilai syari’ah. Denganimplementasi tersebut lembaga keuangan syari’ah lebih mengedepankanmutu/kualitas daripada persoalan agama.One of the problems appearing in Islamic finance management isthat the management system used by the Islamic finance institutionsis the same as the conventional ones. Therefore, it is necessary tomake innovation in Islamic finance management. The implementationof Total Quality Management (TQM) in Islamic finance institutionsis expected be able to improve their performance and quality. Thisimplementation is focused on continuous repairing process by holdingon shari’a values. By this implementation, the Islamic financeinstitutions will focus on quality more than religious matter.
ISTIQOMAH DAN KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM Muhammad Harfin Zuhdi
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.36

Abstract

Seorang muslim dengan tingkat keimanan kepada Allahdan istiqomah yang tinggi akan selalu konsisten dalam perilakunya.Artinya dia akan berperilaku taat hukum, konsisten denganidealismenya dan tidak pernah meninggalkan prinsip yang dia pegangmeskipun dia harus berhadapan dengan resiko maupun tantangan.Selanjutnya, seorang muslim yang konsisten akan dapat mengontroldirinya dan mengendalikan emosinya dengan baik. Dia tetap konsistendengan komitmennya, dan juga memiliki pikiran positif, dan tidak pernahkembali ke belakang meskipun dia dalam situasi yang betul-betultertekan. Gaya perilaku ini bisa menciptakan kepercayaan diri,integritas, dan kemampuan mengendalikan stress yang kuat. Dengandemikian, citra diri seorang muslim adalah sesuatu yangmerepresentasikan tentang dirinya. Artinya sejauhmana diamengevaluasi kualitas dirinya sebagai seorang muslim, keimanannyakepada Allah, dan perbuatan terbaiknya berdasarkan pada ajaranajaranIslam. Evaluasi ini tentunya jarang dilakukan karenamengandung unsur bias subyektif yang tinggi, namun ini merupakansalah satu ajaran Islam yang prinsip karena setiap muslim seharusnyamengevaluasi dirinya sebelum ia nantinya dievaluasi di hadapan Allah.Moslem with high belief in Allah and high “istiqamah” will have aconsistency in his attitude. It means that he will conduct accord withthe law, consistent with his ideals and never leave his principal althoughhe should face many risks and challenges.Consistent Moslem will be able to control his self and effectivelymanage his emotion. He is still consistent with his commitment, andalso has positive thinking, and never return to the back although instressful situation. This style of attitude eventually can create strongself-confidence, integrity and skill to manage the stress.Thus, self image of a Moslem is a representing of Moslem about hisself. It means how far does he evaluates quality of his self as aMoslem, his faith in Allah and his best doing based on Islamicteachings. This evaluation of course is hardly to be conducted becauseit has high subjective bias, but it is one of principal Islamic teachingsbecause every Moslem should evaluate his self before he will beevaluated in front of Allah.
PENAFSIRAN FILSAFAT MISTIS AYAT SAJDAH (Kajian Pemikiran Ibnu ‘Arabi) Ismail Ismail
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.37

Abstract

Sujud al-Tilawah pada ayat sajdah memiliki kualifikasikhusus. Ibnu ‘Arabi, dengan metode isyari (kiasan), membuatpersilangan makna zhahir dan makna bathin dalam koridor filosofisuntuk memperoleh makna terdalam dari sebuah teks ayat-ayat sajdah.Menurutnya, semua ayat dari ayat sajdah berisi dua tema dasar,yaitu atribusi diri kepada Allah swt, bahwa hanya Dia dengan segenapkekuatan, kesempurnaan dan kemuliaan, dan bahwa Dia adalah YangWajib dan Layak dijadikan objek sujud dan dipatuhi oleh semuamakhluk, dengan masing-masing “dimensi spiritual” dalaminterkorelasinya.Sujud tilawah in sajdah verses has a specific qualification. IbnArabi used ishari method to get deep meaning of the text of sajdahverses. To him, all sajdah verses contain two basic theme; they arethe attribute of Allah that He is the only one who has all strength,perfectness, and magnificence, and the attribute that He is the onlyone that must be worshipped and obeyed by all creatures.

Page 2 of 2 | Total Record : 16