cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20894953     EISSN : 2775815X     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2012)" : 9 Documents clear
PENGGUNAAN METODE KAGAN UNTUK ANALISIS KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN PADA WILAYAH SUNGAI (WS) WAE-JAMAL DI PULAU FLORES Krisnayanti, Denik Sri; Bunganaen, Wilhelmus; Kedoh, Jacob
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.784 KB)

Abstract

ABSTRAKData stasiun hujan sangat penting dalam analisis hidrologi suatu Wilayah Sungai (WS). Tujuan setiappengukuran curah hujan suatu lokasi adalah untuk memperoleh data yang benar-benar mewakili lokasi tersebut.Dalam melakukan pengukuran curah hujan terdapat beberapa pertimbangan antara lain adalah bagaimanamenentukan lokasi jaringan kerja alat penakar tersebut agar dapat mewakili daerah yang dikehendaki gunamenghitung curah hujan suatu area.Untuk mengetahui ketelitian perkiraan hujan pada WS Wae-Jamal metode yang digunakan adalah metodeKagan.Wilayah Sungai Wae-Jamal terletak di Propinsi NTT khususnya Pulau Flores. WS Wae-Jamal mempunyailuas 6623,55 km2 dan memiliki jumlah stasiun yang aktif adalah 7 buah stasiun.Hubungan jarak dan besarnya curahhujan yang ditunjukan oleh koefisien korelasi untuk hujan harian diperoleh 0,412 dan curah hujan bulanan 0,123.Kedua nilai koefisien korelasi ini, menunjukkan korelasi yang lemah antar stasiun hujan dalam WS Wae-Jamalsehingga akan menghasilkan data hujan yang kurang akurat. Besarnya kesalahan perataan dengan jumlah 7 stasiunpada WS Wae-Jamal sebesar 11,242 % untuk curah hujan harian dan untuk curah hujan bulanan kesalahannyasebesar 13,809 %. Dari data curah hujan harian, untuk kesalahan 10% diperoleh jumlah stasiun sebanyak (n) = 10buah dengan kerapatan = 662,355 km2/stasiun dan untuk kesalahan 5% jumlah stasiun yang diperoleh (n) = 36 buahdengan kerapatan = 183,988 km2/stasiun, sedangkan curah hujan bulanan diperoleh jumlah stasiun sebagai berikut,kesalahan 10% menghasilkan jumlah stasiun sebanyak (n) = 15 buah dengan kerapatan = 441,57 km2/stasiun dankesalahan 5% diperoleh jumlah stasiun hujan sebanyak (n) = 55 dengan kerapatan = 120,428 km2/stasiun
KOMPOSIT BETON-PROFIL LIP CHANNEL UNTUK MENCEGAH TEKUK LATERAL-TORSIONAL Loe, Ridwan Rinaldo; Pah, Jusuf J. S.; Wahyuningsih, Tri Mardiyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.808 KB)

Abstract

ABSTRACTLip channels profile usually failed before reaching its maximum loaddue to torsional. To avoid this problem, usually lateral support isprovided to the profile. One of the solution is by filling the profile withconcrete material (composite). The purpose of this research is to knowthe bending strength ratio of lip channels profile to lip channels-concretecomposite. The specimens in this research is lip channelsC85x40x8x0.90, C85x40x8x0.65, C75x40x10x0.75, C75x40x10x0.65and two pieces of composite beams of 85x40x1100 mm with two piecesof composite beams 75x40x1100 mm. Beside the bending strength testas the main test, additional test should be runned by concretecompression test using 12 pieces of 150x150x150 cube and 12 pieces oflip channels. Based on this research, it is found that the bending strengthof the lip channels (P-1) and composite beam (K-1) are 262.06 MPa and366.35 MPa each. The result means that there is 1.40 (39.80%)increasing in bending strength. For P-2 the bending strength is 268.64MPa while K-2 is 453.60 MPa or increased 1.69 (68.85%). For P-3bending strength is 180.90 MPa while K-3 is 364.75 MPa, increased 2.02(101.63%). For P-4 the bending strength is 207.59 MPa while K-4 is430.05 MPa, increased 2.07( 107.16%). ABSTRAKUmumnya profil lip channel mengalami kegagalan sebelum mencapaibeban maksimum karena lebih dahulu mengalami puntir. Untukmencegah hal tersebut, diberi sokongan lateral pada profil. Alternatifyang ingin diteliti yaitu dengan cara mengisi material beton (komposit).Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnyaperbandingan kapasitas lentur profil lip channel dengan komposit betonprofillip channel. Benda uji dalam penelitian ini berupa profil lipchannel C85x40x8x0,90, C85x40x8x0,65, C75x40x10x0,75,C75x40x10x0,65 dan balok komposit dengan ukuran 85x40x1100 mmsebanyak 2 buah, serta 75x40x1100 mm sebanyak 2 buah. Disampingpenelitian utama yaitu pengujian kapasitas lentur profil lip channel danbalok komposit, dilakukan pengujian tambahan, diantaranya untukmengetahui mutu beton maka dilakukan pengujian kuat tekan betondengan benda uji kubus berukuran 150x150x150 mm sebanyak 12 buahdan pengujian kuat tarik profil lip channel untuk mengetahui besar kuattarik profil sebanyak 12 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperolehkapasitas lentur pada baja profil yang tidak dicor beton (P-1) dan yangdicor beton (K-1) masing-masing sebesar 4000 N dan 12000 N. Dengandemikian terjadi peningkatan 3,00 kali atau 200,00%. Untuk P-2kapasitas lenturnya 3000 N sedangkan K-2 13000 N atau mengalamipeningkatan sebesar 4,33 kali (333,33%). Untuk P-3 kapasitas lenturnya2000 N sedangkan K-3 9000 N sehingga mengalami peningkatan 4,50kali (350,00%). Untuk P-4 nilai kapasitas lenturnya 2000 N sedangkanK-4 10000 N sehingga mengalami peningkatan 5,00 kali (400,00%).
PERENCANAAN LAPIS TAMBAHAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE HRODI (RUAS JALAN MELOLO – WAIJELU) Kumalawati, Andi
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.728 KB)

Abstract

ABSTRACTThe condition of street damage at route of Melolo – waijelu (Km 53+130, Km68+133) shown about: soft crake, surging counter, and decline surface. All of thoseare resistance factor for user trafic road that can becaused the negative impact ondevelopment region aroud. This paper is aimed to explain the design thickness layerof overlay. The design process is using Hot Rolled Overlay Design for Indonesia(HRODI) method and outline of design activity consist on: collecting data, and dataanalyze. The results that found were shown about overlay thickness layers arevarying, started from 3 cm, 7 cm, until 9 cm are composite on HRS (Hot RolledSheet) type and ATBL (Asphalt Treated Base Leveling).ABSTRAKKondisi jalan yang rusak pada ruas jalan Melolo – Waijelu (Km 53+130, Km 68+133)yang nampak : patahan halus, kepingan bergelombang dan turunnya permukaan jalan.Semua hal tersebut diakibatkan faktor perlawanan dari pengguna jalan yang dapatmengakibatkan dampak negatif pada pengembangan daerah sekitar. Tulisan inimenjelaskan tentang perencanaan ketebalan lapis permukaan jalan. Prosesperencanaan ini menggunakan metode Hot Rolled Overlay Design for Indonesia(HRODI), dimana metode dan garis besar aktivitas perencanaan terdiri dari :pengumpulan data dan analisis data. Hasilnya memperlihatkan bahwa ketebalan lapispermukaan (lapis tambahan) jalan diperoleh hasil yang bervariasi, dimulai dari 3 cm,7 cm sampai 9 cm adalah campuran HRS (Hot Rolled Sheet) dan ATBL (AsphaltTreated Base Leveling).
PERBANDINGAN METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM PENILAIAN KONDISI PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN KALIURANG, KOTA MALANG) Bolla, Margareth Evelyn
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.655 KB)

Abstract

ABSTRAKPenilaian kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untukmenentukan jenis program revaluasi yang perlu dilakukan. Dua metode yang dapatdigunakan dalam melakukan penilaian kondisi jalan adalah metode Bina Marga danmetode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkannilai kondisi ruas jalan Kaliurang berdasarkan kedua metode tersebut.Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupahasil survey kerusakan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode BinaMarga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih dari 7, sedangkan metode PCImerangking kondisi perkerasan dari nilai 0 hingga 100.Hasil evaluasi kondisi ruas jalan Kaliurang dengan metode Bina Marga danmetode PCI ternyata menghasilkan penilaian yang relatif sama, yaitu kondisi ruas jalantersebut masih dalam kondisi wajar namun memerlukan pemeliharaan dan perbaikan.ABSTRACTThe assessment of pavement condition is needed to establish the appropriatemaintenance program. The methods that usually used to evaluate pavement condition arethe method of Bina Marga and PCI (Pavement Condition Index) method. This study aimsto assess the pavement condition of Kaliurang street with these two methods beingcompared.This study used field research in which the primary data was the result ofpavement condition survey. The priority of pavement maintenance of Bina Marga methodrated from 0 to more than 7, while the PCI rated from 0 to 100.The evaluation results of either Bina Marga or PCI method indicate that thepavement of Kaliurang street still has fair performance but needs some maintenance andrehabilitation.
KAJIAN EXPERIMENTAL DAN NUMERIK DESAIN PERANCANGAN ELEMEN BATANG PROFIL L BERBAHAN FERROCEMENT SEBAGAI PENGGANTI ELEMEN RANGKA KUDA-KUDA ATAP RINGAN BERBAHAN KAYU ATAU BERBAHAN BAJA Cornelis, Remigildus
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.547 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji secara numerik dan eksperimen desain rancanganelemen batang profil L berbahan ferrocement sebagai elemen pengganti untuk rangkabatang kuda-kuda kayu untuk atap rumah sederhana. Penelitian ini dilakukan berdasarkankajian mekanikal elemen batang profil L yang memungkinkan untuk digunakan padarangka kuda-kuda sederhana. Kajian numerik yang dilakukan adalah menggunakanmetode elemen hingga dengan memanfaatkan software ADINA SAP 2000, sedangkankajian eksperimental dilakukan dengan membuat model rangka kuda-kuda sederhana.Hasil kajian numerik yang diperoleh menunjukkan bahwa keruntuhan material masihdominan adalah keruntuhan tekan dimana tidak ada pengaruh faktor panjang elemenbelum dan diperoleh Safety Factor (SF)>3,0. Hasil kajian menunjukkan bahwa hasilkajian numerik hampir mendekati pengujian secara experimental dimana untuk bebanringan, rancangan ini dapat dimungkinkan digunakan untuk konstruksi atap atau rangkabatang yang mengalami beban yang kecil (sederhana)
KAJIAN SISTEM IRIGASI SPRINKLER DI DESA OESAO KABUPATEN KUPANG SPRINKLER IRRIGATION SYSTEM STUDY IN THE OESAO VILLAGE DISTRICT OF KUPANG Kiik, Vincensius Paskalis; Nasjono, Judi K.; Udiana, I Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.621 KB)

Abstract

ABSTRAKProvinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang baru menggunakan teknologiIrigasi sprinkler. Dari penggunaan teknologi yang baru khususnya untuk masyarakat Oesao maka halyang dievaluasi adalah koefisien keseragaman (CU), debit sprinkler, cara penyiraman menggunakansistem sprinkler, dan kehilangan energi pada jaringan sprinkler . Berdasarkan jaringan sprinkler yangtelah dipasang pada Daerah Oesao peneliti telah memperoleh hasil berdasarkan penelitian yaknitekanan pada lokasi penelitian digolongkan dalam tekanan menengah. Koefisien keseragaman (CU)dari jaringan sprinkler adalah 46,89% ini maka dapat diartikan bahwa penyiraman menggunakansprinkler memiliki keseragaman penyiraman yang tidak baik karena lebih rendah dari 85,00%. Debitsprinkler yang diperoleh adalah sebesar 0,0119 m3/dtk. Cara pengoperasian sprinkler yang ada padaDesa Oesao adalah sprinkler yang dioperasikan secara masing-masing atau satu demi satu.Kehilangan energi 3,2414 m dan energi total pompa untuk mencapai titik pengamatan adalah11,023m.ABSTRACTThe province of East Nusa Tenggara province is one of the new sprinkler irrigation technology.From the use of new technologies, especially for people Oesao then it is evaluated uniformitycoefficient (CU), discharge sprinkler, how to use the watering sprinkler systems, and energy loss onthe network sprinkler. Based on the sprinkler network that has been posted on the Regional Oesaoinvestigators have obtained results based on research that is the pressure at the study site isclassified in the intermediate pressure. Uniformity coefficient (CU) of the sprinkler network is46.89% , it means that watering using sprinklers have a uniform watering is not good because it islower than 85.00%. Sprinkler discharge was obtained at 0.0119 m3/dtk. The operation of the existingsprinkler to sprinkler Village Oesao is operated individually or one by one. Energy loss of 3.2414 mand total pump energy to reach the observation point is 11.023 m. Energy loss of 3.2414 m and totalpump energy to reach the observation point is 11.023 m.
ENERGY DISSIPATION OF ECCENTRICALLY-BRACED-FRAME (EBF) WITH DIFFERENT LEVEL OF ECCENTRICITY Pah, Jusuf J. S.; Oematan, Yanes E.
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.226 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at eliciting the form of relation that exists between level ofeccentricity (e/L) and energy dissipation (Ed) of an Eccentrically Braced Frame (EBF).It continued a previous research that studied relative stiffness of an EBF. Three sets ofEBF specimen were analysed by the merit of SAP2000 v9.0.1 computer-software toobtain range of inelastic drifts and its corresponding range of lateral loads. Specimensvary in level of eccentricity (e/L) and bay to height ration (h/L). Prior to it, a formulathat calculates energy dissipation of a lateral resistant structure as product of lateralloads and the corresponding drifts was developed and used throughout the research forthe purpose of quantifying Ed. Each specimen was alternatively loaded in directionconfronting and concurring the bracing component. It was found that there was nosignificant difference in the form of relation between e/L and Ed, when lateral loadapplied confronting bracing component from when the same load applied concurringbracing component. Forms of each graph that relates e/L to Ed was presented andshown to consists of two parts, divided at e/L = 0.2; suggesting that e/L = 0.2 might bethe point where level of eccentricity and relative stiffness of an EBF reach optimum.Mathematical equations for the relation between e/L and Ed of an EBF were thendeveloped. In spite of this, an inconsistency with the prevalent theory was observed,hence the relations between e/L and Ed concluded so far were contested until furtherresearches be made for clarification.
PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON PEMBERAT PIPA MINYAK/GAS LEPAS PANTAI Dasalaku, Anggrainy P. W.; Sina, Dantje A. T.; Bella, Rosmiyati A
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.292 KB)

Abstract

ABSTRAKPasir besi merupakan potensi alam yang terdapat di Pantai Pasalai Malli, KecamatanMamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam jumlahyang sangat banyak yaitu mencapai 100 juta ton. Pasir besi memiliki bobot yang beratsehingga dapat dimanfaatkan sebagai agregat halus pada beton pemberat pipa. Hasilpenelitian, dengan metode ACI memperoleh berat jenis dan kuat tekan beton pemberatsebesar 2722.868 kg/m3 untuk kekuatan 38.14 MPa. Beton ini memenuhi persyaratanabsorpsi beton pemberat di bawah 5% yaitu maksimum 4.29%.
KAJIAN KRITERIA PEMILIHAN SUBKONTRAKTOR OLEH KONTRAKTOR UTAMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS(AHP) Messah, Yunita A.; Krisnayanti, Denik Sri; Radja Pono, Rohi D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.604 KB)

Abstract

ABSTRACTThe development of the construction process has increased rapidly, where the maincontractor who already get the contract further give it to the subcontractors. This isdue to the complexity of a construction job, so the main contractor requiresspecialist contractors for certain jobs requiring special skills. To obtain suchcompetent subcontractors, it is a must to select the appropriate subcontractors. Inselecting the competent subcontractors, the main contractors assign each individualcriterion. Due to the selection process, it is important for the main contractors toknow and identify the most influential criterion of the subcontractors. This researchis conducted by the main contractors who live in Kota Kupang, East NusaTenggara. The method and data analysis are using AHP method supported byexpert choice software. Subcontractor selection are divided into six aspects: generalaspects, financial aspects, technical aspects, managerial aspects, safety aspects andaspects of the company's reputation. As a result, aspect that influences the selectionof subcontractors is the financial aspect. While the criteria that influence the valueof criteria deals and sub criteria with the lowest value.ABSTRAKProses pelaksanaan konstruksi semakin berkembang, dimana kontraktor utamayang mendapatkan kontrak (pekerjaan) selanjutnya memecah pekerjaan tersebutdan membagi (menyerahkan) kepada subkontraktor. Hal ini disebabkan olehsemakin kompleks suatu pekerjaan konstruksi, sehingga kontraktor utama sebagaipelaksana konstruksi membutuhkan kontraktor spesialis khusus untuk pekerjaanpekerjaantertentu yang membutuhkan keahlian khusus.Untuk mendapatkansubkontraktor yang berkompeten, maka perlu diadakan pemilihansubkontraktor.Dalam pemilihan subkontraktor, tiap kontraktor utama menetapkankriterianya masing-masing.Oleh karena itu perlu untuk mengetahui kriteria-kriteriayang paling berpengaruh di dalam pemilihan subkontraktor oleh kontraktorutama.Penelitian ini dilakukan pada kontraktor utama dengan jenis perusahaanBadan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan Swasta Nasional yangberdomisili di wilayah Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur.Adapunteknik pengolahan dan analisa data menggunakan metode AHP dengan memakaibantuan software expert choice. Ketentuan pemilihan subkontraktor dibagi dalam 6aspek yaitu: aspek umum, aspek keuangan, aspek teknis, aspek manajerial, aspekkeselamatan kerja dan aspek reputasi perusahaan. Dari setiap aspek tersebutterangkum beberapa kriteria dan sub kriteria yang mendukung.Dari hasil penelitiandapat diketahui bahwa aspek yang berpengaruh dalam pemilihan subkontraktoroleh kontraktor utama dengan jenis perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah aspek keuangan dengan bobot 31,6% dan kriteria yang palingberpengaruh adalah kriteria nilai penawaran dengan bobot 14,5% dengan subkriteria nilai penawaran terendah dengan bobot 12,4%. Sedangkan aspek yangberpengaruh dalam pemilihan subkontraktor oleh kontraktor utama dengan jenisperusahaan Swasta Nasional adalah aspek keuangan dengan bobot 27,1% dankriteria yang paling berpengaruh adalah kriteria nilai penawaran dengan bobot9,7% dengan sub kriteria nilai penawaran terendah dengan bobot 9,1%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9