cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20894953     EISSN : 2775815X     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 14 Documents clear
PENGARUH BAHAN TAMBAHAN TERHADAP KUAT TEKAN, BERAT, DAN SERAPAN AIR BATA RINGAN CLC Pah, Jusuf J. S.; Uly, Patrisia S. B. M.; Widodo, Theodorus
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.133 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui nilai kuat tekan bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete) dengan penambahan admixture dan Untuk mengetahui berat dan nilai serapan air bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete) dengan penambahan admixture. Analisa yang dilakukan terhadap data-data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan bahan tambahan (additive) pada bata ringan jenis CLC. Analisa dalam penelitian ini dilakukan dengan metode statik deskriptif yaitu dengan menganalisa hasil pengujian laboratorium yang dibuat dalam bentuk grafik pengujian kekuatan tekan bata ringan CLC dan serapan air bata ringan CLC. Selain itu akan dianalisis pula perbedaan kuat tekan dan serapan air bata ringan CLC setelah diberi tambahan bahan tambahan (additive).The objectives of this research was to obtain the value of compressive strenght, volume weight and water absorption of Cellular Lightweight Concrete (CLC) light brick concrete with addition of admixture. The analysis that had been conducted on the data obtained in this research showed that  effect of adding additive to light brick type CLC with addition of admixture. Research of this analysis done descriptive statistical method that is by analyzing result of laboratory test which made in graphical form of compressive strenght test and CLC light water absorption, Also analysed in this study were the difference of compressive strength and light water absorption of CLC with  additive.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR TERHADAP POLA TANAM DAN LUAS AREAL IRIGASI DAERAH IRIGASI SIAFU Bunganaen, Wilhelmus; Karbeka, Noh S.; Hangge, Elsy E.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.113 KB)

Abstract

Irigasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan air dengan menggunakan bangunan pengambilan dan saluran pembawanya. Daerah irigasi Siafu berada di pulau Timor tepatnya di Desa Hoibeti, Kecamatan Kot?olin Kabupaten Timor Tengah Selatan, di mana secara geografis lokasi penelitian terletak pada koordinat 124°04?00?? BT dan 9°28?13??LS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan air yang ada pada bangunan pengambilan terhadap lahan potensial yang ada di Daerah Irigasi Siafu. Metode yang digunakan dalam analisis ketersediaan air yaitu metode pengukuran dengan current meter, sedangkan untuk menganalisis kebutuhan air dan luas lahan tanam menggunakan Metode F.J Mock. Setelah dilakukan analisis luas tanam maksimal di Daerah Irigasi Siafu sebesar 151,80 ha dengan debit air sebesar 0,38 m3/dtk sedangkan debit air yang tersedia pada bangunan pengambilan sebesar 0,62 m3/dtk. Sehingga disimpulkan bahwa ketersediaan air Daerah Irigasi Siafu cukup untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan potensial, serta pola tanam rencana yaitu Padi ? Padi ? Palawija di mulai dengan penyiapan lahan pada bulan April periode - I (pertama).Irrigation is an effort to get water by using retrieval buildings and carrier channels. The Irrigation area is on the island of Timor, precisely in the village of Hoibeti, Kot'olin District, Timor Tengah Selatan Regency, where the geographic location of the study is located at coordinates 124°04'00 'BT and 9°28'13' LS. This study aims to evaluate the availability of water available in building picking on potential land in the Siafu Irrigation Area. The method used in the analysis of water availability is the measurement method with the current meter, while for analyzing water requirements and planting area using the F.J Mock Method. After on analysis of the maximum planting area in the Siafu Irrigation Area is 151.80 ha with a discharge water of 0.38 m3/sec while the water flow available in the building is 0,62 m3/sec. From these results it can be concluded that the water availability of the Siafu Irrigation Area is sufficient to meet the water needs of potential land, as well as the planned cropping pattern, namely Rice - Rice - Crops starting with land preparation in April - I (first) period.
ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN TAKSI BANDARA EL TARI KUPANG Rizal, Andi H.; Kumalawati, Andi; Udiana, I Made; Karels, Dolly W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.532 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk  mengidentifikasi faktor - faktor yang mempengaruhi permintaan akan jasa taksi, mengetahui tingkat kebutuhan taksi Bandara El Tari Kupang, serta menghitung sensitivitas respon individu dalam memilih moda taksi terhadap kebutuhan perjalanan dari dan ke bandara. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah cara Multiple Classification Analysis (MCA). Studi ini juga mencoba memperoleh gambaran potensi penggunaan taksi pada beberapa kondisi hipotesis, hal ini dilakukan dengan disain eksperimen  Stated Preference, yang dianalisis dengan pendekatan multi regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil probabilitas penumpang pesawat yang jumlah harian rata-rata 2.236 orang penumpang, peluang yang menggunakan taksi sebesar 28,57% dengan waktu siklus operasi sopir taksi yaitu 2  jam, sehingga terdapat 7 - 8 periode per hari. Maka dipeoleh jumlah kebutuhan angkutan taksi pada saat ini adalah sebanyak 87 unit taksi, sedangkan kebutuhan angkutan taksi dan dengan asumsi minat penumpang pesawat akan taksi, hasil periode waktu kembali (cyrcle time) dari sopir taksi yang sama, maka diperoleh proyeksi kebutuhan 10 tahun ke depan yakni tahun 2029, angkutan taksi sebesar 117 unit taksi.This study aimed at identifying factors that influence the demand of taxi services, obtaining level of demand of taxi services at the El Tari Airport of Kupang and determining the sensitivity of  individual response in choosing the taxi transport mode for trip to and from the airport. It made use of the Multiple Classification Analysis (MCA) method to seek for the potency of taxi usage at a number of hypothesis, which was experimentally analysed on the Stated Preference statistical method, using multi regression. Result shows that over the probabilistic daily average passenger of 2,236 persons, the chance for taking taxi is 28.57% at 2 hours cycle of driver operation. Based on that it was be concluded that the demand of taxi services is 87 units, whereas for 10 years in the future (year 2029) the projected demand will be 117 units.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN RUANG PENDIDIKAN PADA FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNDANA Frans, John H.; Bella, Rosmiyati A.; Lada, Iechlas B.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.87 KB)

Abstract

Fakultas Sains dan Teknik (FST) adalah salah satu fakultas di bawah naungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Dalam periode 2006-2017 jumlah mahasiswa FST meningkat menjadi 4047 mahasiswa. Namun dengan adanya peningkatan jumlah mahasiswa tidak diikuti dengan penambahan gedung perkuliahan. Keadaan itu menuntut penyediaan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statis dan analisis matematis. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh ketersediaan ruang kuliah di FST Undana pada tahun 2017 adalah sebanyak 47 ruang dengan total luas ruang kuliah sebesar 2918 m2 dan kebutuhan ruang kuliah di FST Undana pada tahun 2017 adalah sebanyak 58 ruang dengan total luas ruang kuliah sebesar 6071 m2. Untuk tahun 2022 kebutuhan jumlah dan luas ruang kuliah di FST adalah sebanyak 97 ruang dengan total luas ruang kuliah sebesar 10684 m2 dan untuk tahun 2027 sebanyak 130 ruang dengan total luas ruang kuliah sebesar 14950 m2.The Faculty of Science and Engineering (FST) is one of the faculties under the auspices of the University of Nusa Cendana (Undana). In the period 2006-2017 the number of FST students increased to 4047 students. But with the increase in the number of students not followed by the addition of lecture buildings. This situation requires the provision of adequate infrastructure to support the learning process in accordance with the National Standards for Higher Education. The analytical method used is static analysis and mathematical analysis. Based on the results of the analysis, the availability of lecture rooms at Undana FST in 2017 is 47 rooms with a total lecture area of 2918 m2 and the need for lecture rooms at Undana FST in 2017 is 58 rooms with a total lecture area of 6071 m2. For the year 2022 the number and area of lecture rooms at FST is 97 rooms with a total lecture area of 10684 m2 and for 2027 there are 130 rooms with a total lecture area of 14950 m2.
PERBANDINGAN NILAI EKIVALENSI KENDARAAN RINGAN TIME HEADWAY METHOD DAN PKJI 2014 PADA SIMPANG APILL KUPANG Bolla, Margareth E.; Chandra, Kavin J.; Utomo, Sudiyo; Rizal, Andi H.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.66 KB)

Abstract

Arus lalu lintas dinyatakan dalam satuan kendaraan ringan dengan konversi yang disebut  nilai ekivalensi kendaraan ringan (ekr) yang terdapat dalam PKJI 2014. Nilai ekr untuk saat ini ditetapkan dari penelitian secara empiris yang dilaksanakan pada tahun 1991 sampai tahun 1996 sehingga nilai ekr tersebut tidak relevan dengan kondisi lalu lintas saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekr pada simpang APILL di simpang 4 El Tari dan Kirab kota Kupang dengan menggunakan metode time headway untuk membandingkan  nilai tersebut dengan ketetapan pada PKJI 2014, serta menganalisis kinerja simpang. Hasil analisis menunjukkan perbedaan antara nilai ekr hasil analisis dengan PKJI 2014, dimana dengan metode time headway didapat ekr untuk Kendaraan Berat (HV) 6,61 dan untuk Sepeda Motor (MC) 0,59. Analisis  kinerja pada simpang Kirab menghasilkan nilai derajat kejenuhan rata-rata simpang 1,21, panjang antrian maksimum 164,54 meter pada pendekat Frans Seda 2 (FS2) dan tundaan rata-rata simpang 215,52 det/skr dengan tingkat layanan pada level F yaitu kategori tingkat pelayanan terburuk, sedangkan untuk simpang El Tari menghasilkan nilai derajat kejenuhan rata-rata simpang 1,21, panjang antrian maksimum 214,19 meter pada pendekat El Tari (ET) dan tundaan rata-rata simpang 229,44 det/skr dengan tingkat layan pada level F yaitu kategori tingkat pelayanan terburuk.Traffic flow is expressed in units of light vehicles with a conversion value called the passenger car unit (pcu) value that can be found in IHCG 2014. The current pcu value is determined from empirical research conducted from 1991 to 1996 so that it is not relevance with current traffic conditions. This research with the aim to analyzing the pcu value at the signalised intersection at the 4 intersection  of El Tari and Kirab in Kupang city by using the time headway method to compare these values with the provisions in the IHCG 2014, also analyze intersection performance. The results shows that differences in value of the analysis with IHCG 2014, where the value for Heavy Vehicles (HV) is 6.61 and for Motorcycles (MC) is 0.59. The performance analysis at the Kirab intersection produces the average degree of saturation value at the intersection is 1.21, the maximum queue length is 164.54 meters in the Frans Seda 2 approach (FS2) and t.e average delay intersection is 215.52 sec/pcu atF service level which is the worst service level category, while for the El Tari?s intersection produce the average degree of saturation value at the intersection is 1.21, the maximum queue length is 214.19 meters in the El Tari approach (ET) and the average delay of intersections is 229.44 sec/pcu at F service level which is the worst service level category.
SIMULASI POLA TATA TANAM DAERAH IRIGASI RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Lungan, Maria D. A.; Karels, Dolly W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.828 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Raknamo terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Luas potensial DI Raknamo sebesar 1323 Ha dengan luas fungsional sebesar 854 Ha. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Desa Raknamo adalah bercocok tanam. Namun karena dipengaruhi kondisi iklim di mana curah hujan tahunan sebesar 960 mm/tahun, menyebabkan masyarakat di Desa Raknamo cukup sulit mendapatkan air untuk bercocok tanam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tata tanam yang efisien yang sesuai dengan ketersediaan air DI Raknamo saat musim hujan maupun kemarau. Dalam penelitian ini digunakan data klimatologi dan data curah hujan selama 15 tahun (2002-2016) yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Lasiana, peta situasi, luas areal potensial, dan peta jaringan DI Raknamo. Debit andalan dihitung berdasarkan Metode F.J. Mock dan diperoleh sebesar 0,79-3,45 m³/det. Neraca air dihitung berdasarkan selisih antara debit andalan dengan kebutuhan air irigasi. Kebutuhan air irigasi untuk pola tanam padi-padi-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 2 dengan sebesar 0 - 2,43 m³/det. Untuk pola tanam padi-palawija-palawija yang direkomendasikan ialah simulasi 4 dengan kebutuhan air irigasi sebesar 0 - 1,80 m³/det.The Raknamo Irrigation Area is located in Raknamo Village, Amabi Oefeto District, Kupang Regency. The potential area in Raknamo is 1323 Ha with a functional area is 854 Ha. Most of the livelihoods of the people in Raknamo Village are farming. However, due to climatic conditions where annual rainfall is 1200 mm / year, it is difficult for the community in Raknamo Village to get water for farming. Therefore this study aims to determine the efficient cropping pattern. In this study used data in the form of climatology data and rainfall data for 15 years (2002-2016) obtained from Lasiana Climatology Station, Kupang, as well as situation maps, potential area, and network maps Raknamo Irrigation Area obtained from BWS Nusa Tenggara II. The main discharge rate is calculated based on the F.J method. Mock and obtained  0.79-3.45 m³ / sec. Water balance is calculated based on the difference between the mainstay debit and irrigation water needs. The amount of irrigation water requirements for cropping pattern rice-rice-secondary crops recommended is simulation 2 with a value of irrigation water needs is 0 - 2.43 m³ / sec. Recommended cropping pattern rice-secondary crops-secondary crops is simulation 4 with irrigation water needs is 0 - 1.80 m³ / sec.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN TRANSPORTASI PADA KOMPLEKS PASAR KASIH KOTA KUPANG Frans, John H.; Hunggurami, Elia; Johannis, Semuel A. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.228 KB)

Abstract

Pasar Tradisional memiliki intensitas kunjungan yang besar. Tarikan itu sendiri dipengaruhi banyak variabel. Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna membuat model dari tarikan pergerakan tata guna lahan dan tarikan pergerakan bebasis rumah pada Kompleks Pasar Kasih di Kota Kupang. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengumpulan data untuk tarikan pergerakan tata guna lahan akan diperoleh dengan teknik survey kendaraan dan pengumpulan data untuk tarikan pergerakan berbasis rumah akan menggunakan teknik kuisioner. Hasil analisis regresi linear pada penelitian ini adalah Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c ? 11,649 dan Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n ? 2,200, dengan Y1 adalah tarikan pergerakan kendaraan dalam satuan mobil penumpang, Y2 adalah intensitas kunjungan ke Pasar, X1b adalah jumlah pedagang sayur dan buah, X1c adalah jumlah pedagang daging dan ikan, X2b adalah jenis kelamin pengunjung, X2d adalah penghasilan perbulan, dan X2n adalah kelengkapan barang di pasar.Traditional market have huge intensity of visits. The attraction itself have influenced by many variables. Therefore, the purpose of this research is to make a model from the trip attraction of the land use and the movement attraction with home-based on Pasar Kasih housing in Kupang city. This modelling have done by use the multiple linear regression analysis. The data gathering for the movement attraction of the land use have done by using the vehicle survey method and the data gathering for the movement attraction with home-based have done by using the questionnaire method. The result of this research is Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c ? 11,649 and Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n ? 2,200, with Y1 is the transportation trip attraction in passenger car unit, Y2 is the intensity of visits in market, X1b is the number of vegetable and fruit traders, X1c is the number of meat and fish traders, X2b is gender of visitors, X2d is the monthly income, and X2n is completeness of commodities on the market.
ANALISIS GEOMETRIK JALAN DENGAN CIVIL 3D DAN SIG PADA UNIVERSITAS NUSA CENDANA Frans, John H.; Sir, Tri M. W.; Wanggur, Klaudius
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.72 KB)

Abstract

Jalan merupakan sarana penunjang kegiatan akademik dalam kawasan kampus UNDANA. pertumbuhan jumlah mahasiswa meningkat tiap tahunnya yang berdampak pada volume kendaraan terus bertambah. Analisis geometrik  bermanfaat dalam memberikan lebar jalur jalan ideal sesuai dengan kriteria perencanaan geometrik jalan. Selisih elevasi pengukuran menggunakan total station dan menggunakan GPS adalah sebesar -2,283 m. Analisa kapasitas jalan nilai derajat kejenuhan dari segmen 1 sebesar 1.339, segmen 2 0.571, segmen 3 0,311, segmen 4 0.252. Analisa geometrik jalan segmen yang memenuhi standar perencanaan hanya pada segmen 2 dengan lebar jalan 7 m. Analisis alinyemen horisontal pada sebelas tikungan yang ada perlu adanya pelebaran perkerasan di tikungan. Tikungan PI 1 membutuhkan pelebaran perkerasan sebesar 1,390 m, tikungan PI 2 2,286 m, tikungan PI  2,270 m, tikungan PI 4 3,495 m, tikungan PI 5 3,495 m, tikungan PI 6 membutuhkan pelebaran perkerasan sebesar 3,000 m, tikungan PI 7 membuthkan pelebaran perkerasan 2,875, tikungan PI 8 2,838 m, tikungan PI 9 2,382 m, tikungan PI 10 2,920 m, tikungan PI 11 1,795 m. Dari ketiga cara analisis geometrik diberikan rekomendasi peningkatan geometrik jalan pada kawasan kampus UNDANA. Lebar jalan 7 m, lebar lajur 3,5 m, lebar trotoar 2,5 m.Road is a means of supporting academic activities within the UNDANA campus area. the growth in the number of students increases every year which impacts on the volume of vehicles continues to grow. Geometric analysis is useful in providing the width of the ideal road path according to the geometric planning criteria of the road. Measurement elevation difference using total station and using GPS is -2,283 m. Road capacity analysis the degree of saturation value of segment 1 is 1,339, segment 2 is 0.571, segment 3 is 0.311, segment 4 is 0.252. Segment road geometric analysis that meets the planning standard is only in segment 2 with a road width of 7 m. Horizontal alignment analysis of the eleven bends required widening of the pavement around the corner. Bend PI 1 requires pavement widening of 1,390 m, bend PI 2 2,286 m, bend PI 2,270 m, bend PI 4 3,495 m, bend PI 5 3,495 m, bend PI 6 requires widening of pavement by 3,000 m, bend PI 7 requires widening of pavement 2,875 , PI 8 curve 2,838 m, bend PI 9 2,382 m, bend PI 10 2,920 m, bend PI 11 1,795 m. Of the three methods of geometric analysis, recommendations were given for increasing the geometric path of the UNDANA campus area. The width of the road is 7 m, the width of the lane is 3.5 m, the width of the sidewalk is 2.5 m.
KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL DI TTU, BELU, MALAKA DAN SABU-RAIJUA Krisnayanti, Denik S.; Hangge, Elsy E.; Sae, Yan C. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1901.612 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari pulau-pulau yang berukuran besar maupun kecil seperti Pulau Timor dan Pulau Sabu Raijua yang merupakan lingkupan daerah (semi-arid) atau daerah semi kering. Penelitian ini dilakukan pada 4 Kabupaten di Pulau Timor yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai koefisien limpasan menggunakan analisis matematis, menggunakan grafik Puslitbang dan menggunakan aplikasi berbasis sistem informasi geografis. Cara analisis menggunakan perhitungan evapotranspirasi metode Penman dan perhitungan debit metode F. J. Mock. Cara perhitungan grafik menggunakan data curah hujan dan data kemiringan lahan. Berdasarkan hasil perhitungan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran limpasan pada Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yaitu nilai matematis 0,71 - 0,86, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,29 ? 0,55. Kabupaten Belu yaitu nilai matematis 0,44 - 0,71, grafik Puslitbang 0,62 dan SIG 0,31 ? 0,60. Kabupaten Malaka yaitu nilai   matematis 0,44 - 0,70, grafik Puslitbang 0,44 dan SIG 0,30 ? 0,57.  Kabupaten Sabu Raijua yaitu nilai matematis  0,00 - 0,06,  grafik   Puslitbang 0,62 dan SIG 0,12 ? 0,48.East Nusa Tenggara province consists of large and small islands such as Timor island and SabuRaijua island which are semi-arid region. This research is done in 4 districts on Timor island namely Timor Tengah Utara (TTU) district, Belu district, Malaka district, and SabuRaijua district.The purpose of this research is to determine the difference of run off coefficient value using mathematical analysis, Puslitbangchart and geographic system information application. The method of analysis using the calculation of evapotranspiration  by Penman method and the calculation of discharge by F. J. Mock method. How to calculate the graph using rainfall data and slope data. Based on the results of calculations to obtain runoff flow coefficient values in Timor Tengah Utara District (TTU), namely the mathematical value of 0.71 - 0.86, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.29 - 0.55. Belu Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.71, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.31 - 0.60. Malaka Regency is a mathematical value of 0.44 - 0.70, Puslitbang graph 0.44 and GIS 0.30 - 0.57. SabuRaijua Regency is a mathematical value of 0.00 - 0.06, Puslitbang graph 0.62 and GIS 0.12 - 0.48.
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA GEDUNG KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA KUPANG Tanelaph, Maria; Lay, Yeremias E.; Loden, Onisius; Bria, Theresia A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketersediaan air bersih untuk setiap pemakai pada gedung Kearsipan dan gedung Perpustakaan kota Kupang, untuk mengetahui rancangan dan instalasi yang tepat pada gedung tersebut, serta untuk mengetahui berapa jumlah anggaran biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perencanaan instalasi air bersih pada gedung tersebut. Setelah dilakukan analisis perhitungan, maka total penggunaan air bersih pada Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang yaitu ; 1,68 m3/hari. Dengan kebutuhan pengisian mobil tangki air, dapat diisi 1 minggu sekali, dengan jumlah 2 mobil tangki air sekali isi. Dengan waktu pompa untuk memenuhi kapasitas tandon berkapasitas 1100 liter sebanyak 3 buah yaitu 7 jam. Total biaya yang diperlukan dalan perencanaan instalasi penyedian air bersih pada Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang yaitu Rp 113,360,000.00 ( Seratus Tiga Belas Juta Tiga Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah).This research aimed at assessing the level of water availability for the demand of potable water in the building of Archive Office and of the City Library of Kupang, and heretofore, seek to offer the design of water supply installation for the respective buildings, with its resulting cost estimates. Results of the analysis showed that total water demand for both the Archive Office and the City Library is 1.68 m3/day. It also showed that the demand can be served by way of operating 2 water tanker trucks to convey water to both of the buildings once per week. Three water reservoir, each in the capacity of 1100 litre should be put into operation, the infilling of which is done by operating three units of pump that operate for 7 hours. Total cost for the resulting designed water supply installation system for both of the buildings, the Archive Office and the City Library, is in the value of Rp. 113,360,000.00 (One Hundredths Millions Three Hundredths and Sixty Thousands Rupiahs).

Page 1 of 2 | Total Record : 14