cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 1 (2020)" : 21 Documents clear
PENGARUH PERAN LEMBAGA KARYA MASYARAKAT MANDIRI DOMPET DHUAFA DALAM PENGELOLAAN ZAKAT UNTUK KEMANDIRIAN PENERIMA MANFAAT PROGRAM Muhtadi, Muhtadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.4852

Abstract

AbstractThis research is about the role of the Dompet Dhuafa Independent Community Work Institute on the independence of program beneficiaries in the process of community empowerment in the productive economy based on zakat. This research approach is quantitative with survey methods. Variable X is the role of the Independent Work Society Institute and the Y variable is behavior change for the independence of program beneficiaries. The results of this study show that the role of the Independent Community Work Institutions (the role of the facilitator, the role of educators and the technical role) of behavior change is close to 40%. This is indicated by the results of the SPSS determination coefficient (R2) of 0.382. This effect is very significant (significant) as indicated by the probability 0.00 **. The influence of the role of the Independent Community Works Institution is very significant for behavioral change for the independence of program beneficiaries.Keywords: zakat, dompet dhuafa.AbstrakPenelitian ini mengenai peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa terhadap kemandirian penerima manfaat program pada proses pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi produktif berbasis zakat. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Variabel X adalah peran Lembaga Karya Masyaraka Mandiri dan variabel Y perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program. Hasil dari penelitian ini bahwa Peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri (peran fasilitator, peran pendidik dan peran teknis) terhadap perubahan perilaku hampir mendekati 40 %. Hal ini ditunjukkan dengan hasil SPSS koefisien determinasi (R2) sebesar 0,382. Pengaruh ini sangat nyata (signifikan) yang ditunjukkan dengan probabilitas 0,00**. Pengaruh peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri sangat nyata bagi perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program.Kata kunci: zakat, dompet dhuafa.
STRATEGI DAKWAH PADA PENGIKUT TAREKAT KHALIDIYAH WA NAQSABANDIYAH DI MASJID KWANARAN KUDUS Aida, Bakhita
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.492 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5570

Abstract

AbstractTarekat khalidiyah wa naqsabandiyah develops rapidly, but researchers find problems that arise in internal religious practices of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, including: 1) The number of members participating in suluk is only half of the total members; 2) Majority of the followers of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah are the elderly. The purpose of this research is to find out the da'wah strategy in the congregation of khalidiyah wa naqsabandiyah to overcoming problems. The subject of his research was the congregation of the khalidiyah wa naqsabandiyah at the Kwanaran Kudus Mosque. The method in this study is interviews, observations, uses social learning theory and da?wah bil hal. The results of research on to overcoming the problems is to use transformative da'wah, which is to provide direct community assistance in the form of preaching activities Ershad al-Islam. The method used is the dialog method, the applicative method and the exemplary method. Recommendations: 1) Question and answer intersperse and balance lectures to reduce misunderstandings of the mad'u; 2) Applicative methods that emphasize the practice of prayer and reading the Qur'an with sorogan; 3) The exemplary method by involving students of Pondok Yanbu'ul Qur?an in suluk as a companion and role model.Keywords: Khalidiyah wa naqsabandiyah; transformative da'wa; irsyad al-Islam; suluk.AbstrakTarekat khalidiyah wa naqsaabandiyah berkembang pesat, namun peneliti menemukan permasalahan yang muncul pada internal praktik keagamaan tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, diantaranya : 1) Jumlah anggota yang mengikuti kegiatan khalwat atau suluk pada tarekat ini hanya setengah dari jumlah keseluruhan anggota, yaitu 240 dari 450 anggota; 2) Pengikut tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah mayoritas adalah lanjut usia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui strategi dakwah yang tepat pada jamaah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah dalam mengatasi masalah pada jama?ah. Subjek penelitiannya adalah jama?ah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus. Metode pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi serta menggunakan teori pembelajaran sosial dan dakwah bil hal. Hasil penelitian tentang strategi dakwah dalam mengatasi permasalahan jama?ah tarekat adalah menggunakan dakwah transformatif, yaitu melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan berbentuk kegiatan dakwah Irsyad al-Islam. Metode yang digunakan adalah metode dialog, metode aplikatif dan metode keteladanan. Rekomendasi dalam menghadapi permasalahan meliputi: 1) Tanya jawab menyelingi dan mengimbangi ceramah untuk mengurangi kesalahpahaman para mad?u; 2) Metode aplikatif yang menekankan materi praktek shalat dan membaca Al-Qur?an dengan sistem sorogan; 3) Metode keteladanan dengan melibatkan santri putri Pondok Yanbu?ul Qur?an dalam suluk sebagai pendamping dan teladan kepada anggota tarekat.Kata Kunci: Khalidiyah wa naqsabandiyah; dakwah transformatif; irsyad al-Islam; suluk.
EFEKTIVITAS DAKWAH MELALUI PROGRAM KULIAH SUBUH DI MUHAMMADIYAH KOTA GORONTALO Kango, Andries; Jefri, Jefri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.163 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5219

Abstract

AbstractDa'wah needs to be developed in a systematic, systematic, planning, organizing, directing, and supervising process, which in the modern context is called Da'wah management. One of the da'wah activities is the dawn lecture organized by Muhammadiyah Gorontalo City. The organization certainly aims to achieve better results and not fail. Therefore it needs to be well organized. On this basis the researchers conducted research related to the effectiveness of da'wah through the dawn lecture program organized by Muhammadiyah Gorontalo City. This research is a descriptive qualitative study using a da'wah approach, sociology and management. Data collection techniques are done through observation, interviews and documentation. While the validity of the data uses triangulation techniques. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the da'wah process in the Muhammadiyah dawn lecture program in Gorontalo City, and to find out the supporting and inhibiting factors of this program. The results of the study that preaching through the dawn lecture program in the City of Gorontalo Muhammadiyah based on the Qur'an and Hadith. The program has a planning flow that is deliberating in forming an effective and efficient work program, organizing in accordance with the organizational structure in general, there are two parts in the preaching of dawn lectures in the Muhammadiyah City of Gorontalo, namely internal and external, evaluation in general a process for determining or making decisions to what extent program objectives have been achieved. The inhibiting factors are only found in unfavorable weather and difficult to find addresses, because the people who ask are different so the addresses are different. The supporting factors are the commitment of the organizers of the Gorontalo City Muhammadiyah organization, the members of the dawn lecture itself and the cost / funds, as well as from the local government.Keywords: Da'wa, management functions, Muhammadiyah. AbstrakDakwah perlu dikembangkan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu secara sistematis, yang dalam konteks modern dinamakan manajemen dakwah. Aktivitas dakwah salah satunya yakni kuliah subuh yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Organisasi tentu bertujuan mencapai hasil yang lebih baik dan tidak gagal. Oleh karena itu perlu terorganisir dengan yang baik. Atas dasar ini peneliti melakukan penelitian terkait efektivitas dakwah melalui program kuliah subuh yang diadakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan dakwah, sosiologi dan manajemen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan proses dakwah pada program kuliah subuh Muhammadiyah Kota Gorontalo, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program ini. Hasil penelitian bahwa dakwah melalui program kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo berdasarkan Al-Qur?an dan Hadits. Adapun program ini memiliki alur perencanaan yaitu bermusyawarah dalam membentuk program kerja yang efektif dan efisien, pengorganisasian sesuai dengan struktur organisasi pada umumnya, penggerakkan dalam dakwah kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo ada dua bagian yakni internal dan eksternal, evaluasi secara umum suatu proses untuk menentukan atau membuat keputusan sejauh mana tujuan program yang telah tercapai. Adapun factor penghambat hanya terdapat pada cuaca yang kurang mendukung dan alamat yang sulit untuk ditemukan, karena yang meminta orang berbeda sehingga alamat pun berbeda-beda. Adapun faktor pendukung terdapat pada komitmen para pengurus organisasi Muhammadiyah Kota Gorontalo, jamaah kuliah subuh itu sendiri dan biaya/dana, serta dari kalangan pemerintah setempat.Kata kunci: Dakwah, fungsi manajemen, Muhammadiyah.
DESAIN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN BERBASIS KKNI JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN WALISONGO SEMARANG Umriana, Anila
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.7 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.6009

Abstract

AbstractThis article is a result of research with the Developmental Research Approach with the aim to produce the Design of PPL based on KKNI of BPI FDK Department of UIN Walisongo Semarang. The research is devided into two steps, they are pre-development and development. Pre-development consist of the purpose formulating and begining study through need assessment. The development step is conducted by formulating PPL design based on need assessment result. The research restriction is producing prototype product as PPL design with the base of KKNI. The design has two products which has its excellence each. The description of design consists of; definition, purpose, target, time allocation and standard/ criterion. The result of the research is supposed to be the material and suggestion to BPI department in conducting PPL program.Keywords: PPL design, KKNI, BPIAbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian dengan pendekatan Developmental Research dengan model Borg and Gall yang bertujuan menghasilkan desain Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berbasis KKNI pada Jurusan BPI FDK UIN Walisongo Semarang. Hal ini penting dilakukan mengingat adanya perubahan kurikulum 2010 yang berbasis KTSP menjadi kurikulum 2015 yang berbasis KKNI. Tahapan penelitian terbagi menjadi dua, yaitu pra pengembangan dan pengembangan. Tahap pra pengembangan meliputi perumusan tujuan dan studi pendahuluan melalui need assesment. Tahap pengembangan dilakukan dengan merancang desain PPL berdasarkan hasil need assesment. Pembatasan penelitian ini hanya sampai menghasilkan prototipe produk berupa Desain PPL berbasis KKNI. Desain yang dihasilkan ada dua bentuk, yang memiliki keunggulan masing-masing. Deskripsi desain meliputi; Definisi, Tujuan, Target, Alokasi Waktu, dan Standar/Kriteria. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan dan masukan bagi Jurusan BPI dalam pelaksanaan program PPL.Kata kunci: Desain PPL, KKNI, Jurusan BPI  
PONDOK PESANTREN DAN DAKWAH POLITIK: KAJIAN HISTORI PONDOK PESANTREN HASYIM ASY’ARI BANGSRI JEPARA Asiyah, Siti; Chasanudin, Arif
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.179 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5296

Abstract

AbstractPolitical Da'wah at the Islamic boarding school (pesantren) is an interesting theme that needs to be discussed. Many people have a perception that Islamic boarding school and Political Da'wah are separated from each other. The purpose of this study was to analyze the efforts of Hasyim Asy'ari Islamic Boarding School in embed political da'wah to students and the role of caregivers in applying political da'wah towards students and the community. This research was conducted with a historical qualitative approach. The results of this study are, Islamic Boarding School Hasyim Asy'ari in an effort to embed Political Da'wah to students by (1) learning about leadership and politics in pesantren, (2) conducting leadership training, (3) applying political culture. In addition, the role of caregivers (pengasuh) in carrying out Political Da'wah to students (santri) is seen in religious teaching by embedding spiritual, moral and social values as a provision for students to face social life. The role of caregivers in carrying out political da'wah to the public is by serving as an official in the government, caregivers are able to provide knowledge to the public about the importance of politics and the political system of the country, the role of government in making policies, and participation in political activities (balanced between rights and obligations as citizens), so that the public is aware of the importance of politics and is able to choose leaders who are competent and trustworthy.Keywords: Islamic boarding school, da?wa, politicsAbstrakDakwah Politik yang di lakukan di pondok pesantren menjadi tema menarik yang perlu dibahas karena banyak orang memiliki persepsi bahwa pondok pesantren dan dakwah politik memiliki sekat yang tidak mampu disatukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap upaya Pondok Pesantren Hasyim Asy?ari dalam penanaman dakwah politik kepada santri serta peran pengasuh dalam menerapkan dakwah politik kepada santri dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitattif historis. Hasil kajian ini membuktikan bahwa, Pondok Pesantren Hasyim Asy?ari dalam upaya penanaman dakwah politik kepada santri dengan cara (1) melakukan pembelajaran tentang kepemimpinan dan politik di pesantren, (2) mengadakan pelatihan kepemimpinan, (3) menerapkan budaya politik. Selain itu, peranan pengasuh dalam melakukan dakwah politik kepada santri dapat dilihat dalam mengajarkan pendidikan agama dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, moral dan sosial kemasyarakatan sebagai bekal santri dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Adapun peranan pegasuh dalam melakukan dakwah politik kepada masyarakat yaitu dengan mengabdikan diri sebagai pejabat di pemerintahan, pengasuh mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya politik dan sistem politik negara, peran pemerintah dalam membuat kebijakan, serta pasrtisipasi dalam kegiatan politik (seimbang antara hak dan kewajiban sebagai warga negara), sehingga masyarakat sadar akan pentingnya politik dan mampu memilih pemimpin yang kompeten dan amanah. Kata kunci: Pondok Pesantren, dakwah, politik
MASJID, KHUTBAH JUMAT, DAN KONSTRUKSI REALITAS KEAGAMAAN DI RUANG PUBLIK: STUDI TENTANG MATERI KHUTBAH JUMAT DI MASJID-MASJID KOTA SURAKARTA Mibtadin, Mibtadin; Hedi, Fathol
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.256 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5297

Abstract

AbstractThis research is about the material or sermons content in Surakarta mosques in which there is an indication of hate speech if it is viewed from the analysis discourse and its implications for the religious diversity of worshipers in each mosque. Is there an element of hate speech in sermons in several mosques in the city of Surakarta? what are the implications of the Friday sermon on the diversity of society? This research is a descriptive qualitative research, data collection is done by observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was performed with interactive analysis including: data reduction, data delivery; and drawing conclusions. Sermons are words that contain religious advice and information. Sermon material serves to strengthen the religious narrative of pilgrims. In general, the Friday sermon material does not contain indications of hate speech. The implication of Friday sermons on worshipers is to provide perspective and point of view so that it will affect the religious life of worshipers so they can be tolerant and respectful to groups outside of themselves.Keywords: Friday sermon, hate speech, religious diversityAbstrakPenelitian ini mengenai materi atau konten khutbah yang ada di masjid-masjid Surakarta didalamnya ada indikasi mengandung unsur ujaran kebencian jika dilihat dari diskursus analisis serta implikasinya terhadap keberagamaan jamaah di setiap masjid. Apakah ada unsur ujaran kebencian pada khutbah di beberapa masjid a di Kota Surakarta? bagaimana implikasi khutbah Jumat terhadap keberagamaan masyarakat? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan interaktif analisis meliputi: reduksi data, penyampaian data; dan penarikan kesimpulan. Khutbah merupakan perkataan yang mengandung nasehat dan informasi keagamaan. Materi khutbah berfungsi untuk penguatan narasi keagamaan jamaah. Secara umum, materi khutbah Jumat yang ada tidak mengandung indikasi ujaran kebencian. Implikasi khutbah Jumat pada jamaah adalah memberikan perspektif dan cara pandang sehingga akan berpengaruh terhadap kehidupan beragama jamaah sehingga bisa bersikap toleran dan menghargai kepada kelompok di luar dirinya.Kata Kunci: Khutbah jumat, ujaran kebencian, keberagamaan
EKSPRESI KEBERAGAMAN ONLINE: MEDIA BARU DAN DAKWAH Asmar, Afidatul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.624 KB) | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5298

Abstract

AbstractThis paper explain how diversity expression of dakwah in new media. Today, media makes many preachers and mad?u use new media facilities, including internet media where content to Islam is packaged in stories of everyday life and given with funny things. this strategy attracts many interested people on both sides of the preacher and the mad'u themselves. Da'wah is the one of the activities aimed at inviting others in kindness, reminiscent of the end of the day, while new media is a tool used to invite others to better paths. In other developments the question arises regarding human imagination about God and the path of understanding spirituality experiencing setbacks or impoverishment in the digital age. Will the path of God's search for this generation of media cause visitors to the place of worship to recede, the preaching of the Scriptures is not heard, and the spirit of the religious community was down. Is the ?new media gedia generation? aware or not ?deify? ?virtual God?. This research uses a case study on the response of preachers and people related to the expression of diversity in using new media, so that how to interpret the message in the social media content Instagram, Facebook, Twitter and YouTube which is a unity of the internet world.Keywords: Religion, new media, dan da?wahAbstrakTulisan ini berupaya menjelaskan bagaimana dakwah dengan ekspresi keberagaman pada media baru saat ini. Dewasa ini media membuat banyak pendakwah maupun mad?u memanfaatkan fasilitas media baru, diantaranya media internet dimana konten-konten ke Islaman yang dikemas dengan santai dalam cerita kehidupan sehari-hari serta dibumbuhi hal-hal lucu. Strategi ini banyak menjaring peminat pada kedua sisi baik pendakwah maupun para mad?u itu sendiri. Dakwah adalah salah satu kegiatan yang bertujuan mengajak orang lain dalam kebaikan, mengingatkan terhadap hari akhir, sedangkan media baru adalah alat yang digunakan untuk mengajak orang lain kejalan yang lebih baik. Pada perkembangan lain muncul pertanyaan terkait imajinasi manusia tentang Tuhan dan jalan pemahaman spritualitas mengalami kemunduran atau pemiskinan di era digital. Apakah jalan pencarian Tuhan generasi media ini akan menyebabkan pengunjung tempat ibadah surut, pemberitaan Kitab Suci tidak didengar, dan spirit komunitas keagamaan tatap muka meredup. Apakah ?generasi media baru? ini sadar atau tidak mulai : ?menuhankan? ?Tuhan-tuhan virtual?. Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap respon pendakwah dan umat terkait ekspresi keberagaman didalam menggunakan media baru, sehingga bagaimana memaknai pesan dakwah yang terkandung didalam konten-konten media sosial Instagram, facebook, twitter maupun youtube yang merupakan satu kesatuan dunia internet.Kata kunci: Agama, media baru, dan dakwah.
Pengaruh Peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dalam Pengelolaan Zakat untuk Kemandirian Penerima Manfaat Program Muhtadi, Muhtadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.4852

Abstract

This research is about the role of the Dompet Dhuafa Independent Community Work Institute on the independence of program beneficiaries in the process of community empowerment in the productive economy based on zakat. This research approach is quantitative with survey methods. Variable X is the role of the Independent Work Society Institute and the Y variable is behavior change for the independence of program beneficiaries. The results of this study show that the role of the Independent Community Work Institutions (the role of the facilitator, the role of educators and the technical role) of behavior change is close to 40%. This is indicated by the results of the SPSS determination coefficient (R2) of 0.382. This effect is very significant (significant) as indicated by the probability 0.00 **. The influence of the role of the Independent Community Works Institution is very significant for behavioral change for the independence of program beneficiaries. Penelitian ini mengenai peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa terhadap kemandirian penerima manfaat program pada proses pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi produktif berbasis zakat. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Variabel X adalah peran Lembaga Karya Masyaraka Mandiri dan variabel Y perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program. Hasil dari penelitian ini bahwa Peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri (peran fasilitator, peran pendidik dan peran teknis) terhadap perubahan perilaku hampir mendekati 40 %. Hal ini ditunjukkan dengan hasil SPSS koefisien determinasi (R2) sebesar 0,382. Pengaruh ini sangat nyata (signifikan) yang ditunjukkan dengan probabilitas 0,00**. Pengaruh peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri sangat nyata bagi perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program.
Strategi Dakwah pada Pengikut Tarekat Khalidiyah wa Naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus Aida, Bakhita
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5570

Abstract

Tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah develops rapidly, but researchers find problems that arise in internal religious practices of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, including: 1) The number of members participating in suluk is only half of the total members; 2) Majority of the followers of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah are the elderly. The purpose of this research is to find out the da'wah strategy in the congregation of khalidiyah wa naqsabandiyah to overcoming problems. The subject of his research was the congregation of the khalidiyah wa naqsabandiyah at the Kwanaran Kudus Mosque. The method in this study is interviews, observations, uses social learning theory and da’wah bil hal. The results of research on to overcoming the problems is to use transformative da'wah, which is to provide direct community assistance in the form of preaching activities Ershad al-Islam. The method used is the dialog method, the applicative method and the exemplary method. Recommendations: 1) Question and answer intersperse and balance lectures to reduce misunderstandings of the mad'u; 2) Applicative methods that emphasize the practice of prayer and reading the Qur'an with sorogan; 3) The exemplary method by involving students of Pondok Yanbu'ul Qur’an in suluk as a companion and role model.Keywords: Khalidiyah wa naqsabandiyah; transformative da'wa; irsyad al-Islam; suluk.Tarekat khalidiyah wa naqsaabandiyah berkembang pesat, namun peneliti menemukan permasalahan yang muncul pada internal praktik keagamaan tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, diantaranya : 1) Jumlah anggota yang mengikuti kegiatan khalwat atau suluk pada tarekat ini hanya setengah dari jumlah keseluruhan anggota, yaitu 240 dari 450 anggota; 2) Pengikut tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah mayoritas adalah lanjut usia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui strategi dakwah yang tepat pada jamaah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah dalam mengatasi masalah pada jama’ah. Subjek penelitiannya adalah jama’ah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus. Metode pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi serta menggunakan teori pembelajaran sosial dan dakwah bil hal. Hasil penelitian tentang strategi dakwah dalam mengatasi permasalahan jama’ah tarekat adalah menggunakan dakwah transformatif, yaitu melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan berbentuk kegiatan dakwah Irsyad al-Islam. Metode yang digunakan adalah metode dialog, metode aplikatif dan metode keteladanan. Rekomendasi dalam menghadapi permasalahan meliputi: 1) Tanya jawab menyelingi dan mengimbangi ceramah untuk mengurangi kesalahpahaman para mad’u; 2) Metode aplikatif yang menekankan materi praktek shalat dan membaca Al-Qur’an dengan sistem sorogan; 3) Metode keteladanan dengan melibatkan santri putri Pondok Yanbu’ul Qur’an dalam suluk sebagai pendamping dan teladan kepada anggota tarekat.
Efektivitas Dakwah melalui Program Kuliah Subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo Kango, Andries; Jefri, Jefri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5219

Abstract

Da'wah needs to be developed in a systematic, systematic, planning, organizing, directing, and supervising process, which in the modern context is called Da'wah management. One of the da'wah activities is the dawn lecture organized by Muhammadiyah Gorontalo City. The organization certainly aims to achieve better results and not fail. Therefore it needs to be well organized. On this basis the researchers conducted research related to the effectiveness of da'wah through the dawn lecture program organized by Muhammadiyah Gorontalo City. This research is a descriptive qualitative study using a da'wah approach, sociology and management. Data collection techniques are done through observation, interviews and documentation. While the validity of the data uses triangulation techniques. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the da'wah process in the Muhammadiyah dawn lecture program in Gorontalo City, and to find out the supporting and inhibiting factors of this program. The results of the study that preaching through the dawn lecture program in the City of Gorontalo Muhammadiyah based on the Qur'an and Hadith. The program has a planning flow that is deliberating in forming an effective and efficient work program, organizing in accordance with the organizational structure in general, there are two parts in the preaching of dawn lectures in the Muhammadiyah City of Gorontalo, namely internal and external, evaluation in general a process for determining or making decisions to what extent program objectives have been achieved. The inhibiting factors are only found in unfavorable weather and difficult to find addresses, because the people who ask are different so the addresses are different. The supporting factors are the commitment of the organizers of the Gorontalo City Muhammadiyah organization, the members of the dawn lecture itself and the cost / funds, as well as from the local government. Dakwah perlu dikembangkan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu secara sistematis, yang dalam konteks modern dinamakan manajemen dakwah. Aktivitas dakwah salah satunya yakni kuliah subuh yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Organisasi tentu bertujuan mencapai hasil yang lebih baik dan tidak gagal. Oleh karena itu perlu terorganisir dengan yang baik. Atas dasar ini peneliti melakukan penelitian terkait efektivitas dakwah melalui program kuliah subuh yang diadakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan dakwah, sosiologi dan manajemen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan proses dakwah pada program kuliah subuh Muhammadiyah Kota Gorontalo, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program ini. Hasil penelitian bahwa dakwah melalui program kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Adapun program ini memiliki alur perencanaan yaitu bermusyawarah dalam membentuk program kerja yang efektif dan efisien, pengorganisasian sesuai dengan struktur organisasi pada umumnya, penggerakkan dalam dakwah kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo ada dua bagian yakni internal dan eksternal, evaluasi secara umum suatu proses untuk menentukan atau membuat keputusan sejauh mana tujuan program yang telah tercapai. Adapun factor penghambat hanya terdapat pada cuaca yang kurang mendukung dan alamat yang sulit untuk ditemukan, karena yang meminta orang berbeda sehingga alamat pun berbeda-beda. Adapun faktor pendukung terdapat pada komitmen para pengurus organisasi Muhammadiyah Kota Gorontalo, jamaah kuliah subuh itu sendiri dan biaya/dana, serta dari kalangan pemerintah setempat.

Page 1 of 3 | Total Record : 21