cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)
ISSN : 25982087     EISSN : 25982095     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Current Pharmaceutical Sciences is a scholarly journal and expects to Publish articles related to the science of pharmaceutical science became the main focus of the problem at this time. This journal may publish research results as well as the results of theoretical studies and reviews. JCPS has had an ISSN print version 2598-2087 and has an online version 2598-2095 since Vo. 1 No.1 year 2017.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2023): March" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIDIABETES DAN ANTIHIPERTENSI Muslimah Arniyanti; Farah Syahidah Afsyah Abdila; Jelita Ahmaria Sabil; Veren Yuliana Saputri; Lailiyah Maulidatul Hasanah; Mukhamad Su'udi
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 2 (2023): March
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan dua penyakit degeneratif. Mengkudu (Morinda citrifolia.) merupakan tanaman obat tradisional dengan kandungan manfaat yang banyak seperti antioksidan jenis xeronin dan senyawa scopoletin. Kandungan antioksidan buah mengkudu tergolong sedang dengan nilai 104,73 ± 4,56 µg/mL. Xeronin berfungsi sebagai antidiabetes dan antihipertensi. Xeronin bekerja sama dengan insulin menurunkan kadar gula darah tubuh secara signifikan. Ekstrak buah mengkudu juga mengandung senyawa scopoletin yang berfungsi sebagai agen spasmolitik nonspesifik dengan kemampuan menurunkan tekanan darah baik pada hewan uji tikus wistar maupun manusia. Hasil pada hewan uji tikus wistar didapatkan penurunan tekanan darah sistolik mencapai 16,71 ± 3,95 dan diastolik mencapai 21,49 ± 7,90. Sedangkan pada manusia didapatkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik menjadi 149,44 mmHg dan diastolik 92,22 mmHg.
OPTIMASI ASAM STEARAT DAN TRIETANOLAMIN PADA SEDIAAN HAND SANITIZER CREAM EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.)) Elaina Elaina; Sri Hartati Yuliani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 2 (2023): March
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centella asiatica (L.) adalah salah satu tanaman yang mengandung senyawa triterpenoid dengan aktivitas antibakteri dan diprediksi memiliki potensi antivirus. Pada penelitian ini, ekstrak pegagan digunakan sebagai bahan aktif formulasi hand sanitizer cream dan bentuk sediaan krim dipilih karena memiliki komponen yang mampu melembapkan kulit sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kulit kering. Krim terdiri dari fase minyak, fase air, serta komponen emulgator untuk menurunkan tegangan permukaan agar kedua fase tercampur membentuk krim yang stabil. Emulgator dengan jumlah optimal dapat menghasilkan krim dengan sifat fisik baik sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah optimal dari emulgator yaitu asam stearat dan trietanolamin serta pengaruhnya terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan hand sanitizer cream ekstrak pegagan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan menggunakan metode desain faktorial. Analisis data menggunakan software Design Expert Version 13 (free trial) dengan dua faktor dan dua level yaitu asam stearat (6,4 gram dan 9,4 gram) dan trietanolamin (2,5 gram dan 3,2 gram). Respons yang dianalisis adalah viskositas, daya sebar, pH, dan pergeserannya dengan uji two-way ANOVA tingkat kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh adalah asam stearat dan trietanolamin berpengaruh pada viskositas, daya sebar, dan pH. Diperoleh area optimum pada rentang jumlah asam stearat 6,4-9,4 gram dan trietanolamin 2,5-3,0 gram.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN HANDWASH DARI EKSTRAK KELAKAI (Stenochlaena palustris (BURM.F) BEDD.) Rahmawati Rahmawati; Raudatul Patimah; Herda Ariyani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 2 (2023): March
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya penyebaran kasus Covid-19 saat ini menjadikan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebagai salah satu kewajiban untuk menekan penyebarannya. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai bahan aktif sabun handwash sering dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tanaman Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd.) sebagai bahan aktif dalam formulasi sabun handwash dan diuji aktivitas antibakterialnya terhadap bakteri Escherichia coli. Tanaman Kelakai dimaserasi dengan etanol 70% dan dilakukan skrinning fitokimia terhadap ekstrak yang dihasilkan. Ekstrak Kelakai kemudian diformulasikan dalam sabun handwash dan diuji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi menggunakan media Nutrien Broth dan dilanjutkan dengan uji penegasan menggunakan media Nutrien Agar. Hasil randemen ekstrak dari Kelakai adalah sebesar 12,07%. Ekstrak etanol Kelakai menunjukkan adanya kandungan fenolik, flavonoid, saponin, terpenoid, steroid, alkaloid dan tanin. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) formulasi sabun handwash ekstrak Kelakai teramati pada konsentrasi 30%. ABSTRACT The growth of Covid-19 cases currently, generating the importance of washing hands with soap to suppress its spread. Herbal plants utilization as active ingredients in handwash soap is often carried out. This study aims to utilize Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd.) as an active ingredient in handwash soap formulations and evaluate its antibacterial activity against Escherichia coli bacteria. Kelakai was macerated using 70% ethanol and extract Kelakai was subjected to phytochemical screening. Kelakai extract was then formulated in handwash soap and evaluated for antibacterial activity with dilution method using Nutrien Broth and followed by a confirmation test using Nutrient Agar. The yield of the extract from Kelakai was 12.07%. The ethanol extract of Kelakai showed the presence of phenolics, flavonoids, saponins, terpenoids, steroids, alkaloids and tannins. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of the Kelakai extract handwash soap formulation was observed at a concentration of 30%.
PROFIL TERAPI ANTIANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL PERIODE TAHUN 2020 Adnan Adnan; Anzili Winda Nur Azizah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 2 (2023): March
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia dapat terjadi pada pasien yang menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK). 80-90% pasien PGK yang menjalani hemodialisis (PGK-HD) mengalami anemia yang disebabkan terjadinya penurunan kapasitas produksi eritropoietin. Terdapat beberapa macam terapi anemia yang bisa digunakan untuk terapi, seperti eritropoiesis stimulating agent (ESA), asam folat, zat besi dan Vitamin B12. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil terapi antianemia pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan kriteria inklusi adalah pasien PGK dengan hemodialisis, dengan atau tanpa komplikasi, mendapat terapi antianemia, dan usia di atas sama dengan 17 tahun. populasi yang digunakan adalah rekam medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul periode tahun 2020. Terdapat 82 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dengan distribusi terbanyak untuk usia 55-64 tahun sebanyak 37 (45,1%), jenis kelamin laki-laki laki-laki sebanyak 56 (68,3%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 34 (41,5%), frekuensi hemodialisis 2 kali seminggu sebanyak 53 (64,6%), terapi asam folat tunggal sebanyak 39 (47,6%), terapi kombinasi Asam Folat dan Transfusi PRC sebanyak 17 (20,7%). Kesimpulan dari penelitian ini terapi yang paling banyak digunakan adalah terapi asam folat tunggal sebagai antianemia. Kata kunci: Anemia pada PGK, Terapi Anemia, Hemodialisis
The Description Of The Level Of Knowledge About Traditional Turmeric-Tamarind Herbal Drink As A Swamedication Of Dymenorore In Adolescent Women In Batang District Indonesia Hasna Nuansa Sasadara; Annisa Krisridwany; Vella Lailli Damarwati; Salmah Orbayinah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 6 No 2 (2023): March
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-medication is an individual's effort to treat a disease that is experienced without medical assistance. Adolescent girls with a history of dysmenorrhea often do pharmacological therapy such as the use of pain relievers with a limited level of knowledge, while there are alternatives to self-medication, namely non-pharmacological therapies such as the use of herbal medicine, turmeric tamarind herbal drink, which is easily obtained and also has many benefits in treating dysmenorrhea to describe the level of knowledge about the herbal medicine turmeric tamarind as a self-medication for dysmenorrhea among adolescents in Batang District Indonesia using a non-experimental observational research design with a cross-sectional approach conducted in Batang District, Central Java in October 2021-February 2022. The population in this study, which are adolescent girls in Batang District who are currently studying for Junior High School, Senior High School with total of 5,705 respondents. The number of samples were 105 respondents. The data analysis used is the presentation technique. Based on the characteristic of respondents, most of the respondents (54.3%) belonged to the category of middle adolescents (13-15 years), and most of the respondents' education level were currently pursuing high school education (65.7%). The level of knowledge shows that most respondents have a high level of knowledge (95.2%), 2.9% respondents have a moderate level of knowledge, and 1.9% respondents have a low level of knowledge. Respondents in Batang District have a high level of knowledge or understand

Page 1 of 1 | Total Record : 5