cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2019)" : 9 Documents clear
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Penggunaan Lahan di Sekitar Danau Limboto Tahun 1991 – 2017 (Studi Kasus di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo) Indriani Umar; Agam Marsoyo; Bakti Setiawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.22464

Abstract

Danau Limboto merupakan salah satu asset sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Gorontalo dengan luas awal danau ±7.000 Ha tahun 1932 yang pada bagian selatan danau berbatasan langsung dengan Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Tahun 1991 luas Danau Limboto berkurang menjadi ±3.644,5 Ha dan pada tahun 2017 menyusut lagi menjadi ±2693,9 Ha. Hal tersebut memicu perubahan penggunaan lahan di sekitar Danau Limboto yang mana sebesar ±93,47 Ha lahan bekas penyusutan danau di wilayah Kecamatan Batudaa berubah penggunaannya.  Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi jenis perubahan penggunaan lahan sekitar danau di Kecamatan Batudaa, dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan sekitar danau di Kecamatan Batudaa.  Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deduktif dengan menggunakan metode analisis overlay peta citra Landsat wilayah sekitar Danau Limboto menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menggambarkan jenis perubahan penggunaan lahan di sekitar danau dari tahun 1991 sampai dengan 2017. Penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan variabel-variabel dari teori yang telah ada yang kemudian disesuaikan dengan hasil observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan sekitar Danau Limboto di Kecamatan Batudaa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 26 tahun (1991 – 2017), terjadi perubahan penggunaan lahan danau sekitar Danau Limboto di Kecamatan Batudaa sebesar ±72,05 Ha menjadi lahan pertanian, ±12,93 Ha menjadi lahan perkebunan, ±8,14 Ha menjadi lahan permukiman, dan ±0,35 Ha menjadi kawasan wisata. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan tersebut yaitu pendapatan masyarakat, adanya lahan kosong, kebijakan pemerintah, harga lahan, aksesibilitas, sistem keluarga, dan nilai sejarah.
Kolaborasi Stakeholder Kelurahan dalam Perencanaan dan Pembangunan melalui Integrasi Informasi Geografis Erma Fitria Rini; Hakimatul Mukaromah; Murtanti Jani Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23842

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi geografis menjadi salah satu strategi dalam proses perencanaan kawasan yang berkelanjutan. Dinamika pemanfaatan ruang dapat terekam dan konflik keruangan karena data yang overlap dapat diminimalisir. Pengembangan sistem informasi geografis yang baik memerlukan kolaborasi antar stakeholder di tingkat kelurahan sebagai unit formal terkecil perencanaan kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi stakeholder di Kelurahan Jagalan dan Kelurahan Sudiroprajan dalam perencanaan dan pembangunan melalui integrasi informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada kolaborasi antar stakeholder kelurahan dalam perencanaan melalui integrasi informasi geografis. Kedua kelurahan belum memiliki sumberdaya manusia yang cakap dalam mengoperasikan sistem informasi geografis dan juga belum memiliki perangkat keras dan perangkat lunak dengan spesifikasi yang cukup untuk mengembangkan basis data geospasial kelurahan. Aparat kelurahan masih menggunakan teknik konvensional untuk membangun basis data kelurahan dan belum ada keterlibatan masyarakat sebagai pengguna ruang kota. Disisi lain, aparat kelurahan dan masyarakat di kedua kelurahan memiliki kemauan dan potensi kapasitas individu untuk diberikan pelatihan dalam mengoperasikan dan mengembangkan basis data geospasial kelurahan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman di Wilayah Pesisir Kabupaten Purworejo Azizah Pika; Ana Hardiana; Paramita Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.22962

Abstract

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Salah satu arahan pemanfaatan ruang di wilayah pesisir adalah sebagai zona permukiman. Permukiman pesisir yang riskan dengan bencana alam menjadi tantangan tersendiri bagi pemukim untuk beradaptasi dan memahami tata cara hidup di lingkungan tersebut. Hasil penginderaan jarak jauh citra satelit Google Earth menunjukkan adanya pertumbuhan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di wilayah pesisir berdasarkan sintesa teori adalah kondisi fisik, pemahaman kebencanaan, sosial demografi, aksesibilitas, prasarana, sarana, peluang ekonomi, pengembangan kawasan, harga tanah, dan sistem waris. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis overlay peta untuk data sekunder dipadukan dengan analisis skoring untuk data primer. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Sementara analisis skoring dilakukan dengan cara menghitung skor dari hasil kuesioner skala likert untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan permukiman dan menentukan tingkatan dari faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo mengalami perkembangan luas kurang lebih sebesar 460 hektar. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkatan faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman berdasarkan analisis skoring dimulai dari urutan pertama hingga terakhir yaitu sosial demografi, sarana, kondisi fisik, sistem waris, aksesibilitas, pengembangan kawasan, peluang ekonomi, harga tanah, pemahaman kebencanaan, dan yang terakhir prasarana.
Kajian Kerentanan Bencana pada Kawasan Berisiko Banjir DAS Pepe Hilir, Surakarta Aisha, Mutiara; Miladan, Nur; Utomo, Rizon Pamardhi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23136

Abstract

Kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta termasuk dalam kawasan berisiko banjir dengan tingkat kerawanan banjir sedang sampai sangat tinggi yang ditentukan melalui data genangan dan data fisik alam oleh DPUPR tahun 2016. Risiko bencana banjir dibagi menjadi kerawanan dan kerentanan terhadap banjir. Kajian mengenai kerentanan pada kawasan berisiko banjir ini dapat menjadi masukan dalam mengidentifikasi kerugian fisik, sosial, dan ekonomi yang disebabkan oleh bencana banjir serta dapat menjadi pertimbangan terkait prioritasi evakuasi kawasan pada kawasan yang tingkat kerentannya lebih tinggi. Kerentanan merupakan keadaan yang ditimbulkan manusia dari proses fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kerentanan  terhadap bencana terbagi menjadi kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder didapat dari survey data ke lembaga BPS dan BAPPPEDA, serta dilakukan observasi dan penggunaan citra satelit untuk mendapatkan  data primer berupa digitasi persil bangunan untuk menentukan kerentanan fisik pada kawasan penelitian. Data primer dan sekunder diolah dengan teknik analisis skoring.  Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta memiliki kerentanan fisik yang tinggi dengan kerentanan sosial yang rendah, serta ekonomi yang rendah sampai sedang. Sehingga kerentanan rata-rata pada kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta termasuk dalam klasifikasi kerentanan rendah sampai sedang. Kata Kunci: Kerentanan Fisik, Sosial, Ekonomi, Kawasan Berisiko Banjir;
Hubungan Spasial dalam Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat AR. Rohman Taufiq Hidayat; Muhammad Dito; Gunawan Prayitno
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.29346

Abstract

Kerawanan pangan berdampak pada stabilitas sosial ekonomi wilayah. Populasi provinsi jawa barat tumbuh 1,54% setiap tahun nya tanpa diikuti peningkatan produksi pangan secara linear. Kondisi ini berpeluang memicu kekurangan persediaan beras dan kerawan pangan. Pada tingkat provinsi, kota/kabupaten dapat bekerja sama untuk mencapai ketahanan pangan. Oleh sebab itu, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi status ketahanan pangan kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan indikator WFP dan Permentan no 65 tahun 2010. Indikator tersebut berjumlah 9 indikator dan menggunakan konsep swasembada pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 25 kota dan kabupaten berada pada kondisi sangat tahan pangan. Hanya 2 kota/kabupaten yang memiliki status tahan pangan. 8 kota/kabupaten memiliki hubungan yang tinggi yang berpusat di Kabupaten Sumedang (hot spot dengan Gi * 1.6021). Sedangkan 19 kabupaten/kota memiliki low value dan berpusat di Kabupaten Cirebon (Cold spot dengan Gi* value * - 1.67778). Kota/kabupaten dapat menggunakan hasil pengelompokan tersebut untuk mencapai mempertahankan dan memperbaiki status ketahanan pangan dengan cara kerjasama antar wilayah. Terutama dalam hal pemenuhan ketersediaan beras
Faktor-faktor yang Mempengatuhi Peran Aktivitas Pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Manggarai Barat Yoseph Stefianus Hironimus; R. Rijanta; Doddy Aditya Iskandar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23280

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat merupakan wilayah yang paling berdampak dari hadirnya Taman Nasional Komodo sebagai salah satu destinasi, dari 7(tujuh) keajaiban dunia. Wilayah ini menjadi satu-satunya pintu masuk bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi obyek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten Manggarai Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan model eksploratif. Pembahasan peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Manggarai Barat dilakukan dengan cara menyimpulkan hasil wawancara yang dilakukan kepada setiap responden tentang pertanyaan penelitian. Pertumbuhan ekonomi dilihat dari peran pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Domestik Regional bruto dan Angka partisipasi angkatan kerja yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Kemudian, diidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses keterkaitan diantara kedua variabel melalui triangulasi data dari hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten Manggarai Barat terdiri dari : Pengembangan kawasan wisata, Kesiapan daerah, Kepemilikan modal, Sumber Daya, Karakteristik pariwisata, Fungsi kontrol pemerintah, dan Karakteristik masyarakat.Kata Kunci: Peran, Aktivitas Pariwisata, pertumbuhan ekonomi
Pengaruh Karakter Spasial Pola Hulu Hilir Pertanian Padi Organik Terhadap Peningkatan Ekonomi Pedesaan, Gempol, Klaten Martha Dwi Nugrahaeni; Istijabatul Aliyah; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.22600

Abstract

Analisis spasial terfokus pada identifikasi karakter spasial dan pola spasial. Teori Von Thunen menjelaskan hubungan antara karakter spasial yang terbentuk dalam kegiatan ekonomi pertanian. Hulu hilir pertanian padi organik meliputi karakter spasial pola pengadaan bahan baku, budidaya, dan pasar. Pertanian organik memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi pedesaan. Perkembangan pertanian organik di Desa Gempol dari tahun 2016 - 2018 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Desa Gempol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap peningkatan ekonomi pedesaan. Metode yang digunakan adalah analisis spasial, analisis skoring, dan regresi linear berganda. Berdasarkan analisis spasial diketahui bahwa, pola pengadaan bahan baku dilakukan secara terpusat dengan proses pendistribusian melalui Karang Taruna dan Wanita Tani; pola lokasi budidaya adalah pola menggerombol, dan pola pasar yang terbentuk adalah menyebar. Berdasarkan analisis skoring, karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik memiliki pengaruh yang kuat. Analisis peningkatan ekonomi pedesaan dilakukan dengan teknik skoring. Peningkatan ekonomi yang terjadi di Desa Gempol dari Tahun 2016-2018 adalah peningkatan tinggi. Analisis dengan software SPSS digunakan untuk mengetahui pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap peningkatan ekonomi pedesaan. Selain itu pada peningkatan ekonomi pedesaan komponen pendapatan dilakukan analisis dengan Microsoft Excel karena data yang homogen. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa tingkat pengaruh karakter spasial pola hulu hilir pertanian padi organik terhadap jejaring ekonomi pertanian, jumlah tenaga kerja, upah tenaga kerja, biaya, serta pendapatan adalah pengaruh kuat.
Modal Sosial, Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Desa Ngadireso, Indonesia Prayitno, Gunawan; Maulida RF, Baiq; Nugraha, Achmad T
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.30018

Abstract

Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, memiliki potensi pertanian sebagai daerah subur dan sumber air yang memadai. Akan tetapi ketahanan pangan masih merupakan persoalan bagi desa ini, karena kebanyakan masyarakat bekerja sebagai petani dengan kepemilikan lahan terbatas atau bahkan tanpa lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bagaimana tipologi desa serta mengidentifikasi bagaimana modal sosial berpengaruh terhadap pertanian berkelanjutan. Hasil analisa tipologi desa menunjukkan desa termasuk dalam tipologi desa pertanian. Berdasarkan analisa ketahanan pangan dengan metode komposit diperoleh nilai aspek ketersediaan 0:57 (cukup baik), sedangkan aspek aksesibilitas pangan dan pemanfaatn pangan memiliki nilai yang sama 23,91 (kurang baik). Sedangkan hasil perhitungan indeks komposit indikator ketahanan pangan, diperoleh nilai indeks 0,77 yang menunjukkan bahwa Desa Ngadireso termasuk dalam desa rawan pangan. Hasil analisa modal sosial menunjukkan pengaruh yang kuat dari jaringan sosial dan norma. Hubungan yang terbentuk antara modal sosial dengan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan menunjukkan bahwa jaringan sosial dan norma-norma yang terkait dengan ketahanan pangan memiliki nilai-nilai positif dan signifikan, sementara keamanan pangan dan pertanian berkelanjutan memiliki nilai-nilai positif. Modal sosial memberikan nilai positif terhadap pertanian berkelanjutan, artinya semakin tinggi modal social akan mendorong masyarakat untuk untuk tetap mempertahankan pertanian di desa yang mendorong pertanian berkelanjutan.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Sampah di Kota Surakarta Berdasarkan Persepsi Masyarakat Pengguna Bank Sampah Bayu Vigintan Yuswi; Paramita Rahayu; Ana Hardiana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/region.v14i2.22950

Abstract

Jumlah penduduk berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan. Volume sampah yang terus meningkat menjadi permasalahan kota besar di Indonesia, begitu juga Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta telah menetapkan kebijakan dalam RTRW Kota Surakarta tahun 2011 – 2031 untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan melalui penetapan program bank sampah pada tahun 2014. Pada tahun 2017, tercatat lebih dari setengah jumlah total bank sampah di Kota Surakarta kinerjanya tidak optimal dibandingkan sejak awal dicetuskan. Kegagalan mengelola sampah kota bukan hanya disebabkan kelemahan teknis, kurangnya dukungan finansial, lembaga pengelola yang kurang efisien, atau sistem yang kurang sempurna. Masyarakat adalah faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya kegiatan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja bank sampah di Kota Surakarta berdasarkan persepsi masyarakat pengguna bank sampah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deduktif untuk menguji teori terhadap kondisi nyata. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mendapatkan data terkait persepsi masyarakat pengguna bank sampah. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi kinerja bank sampah di Kota Surakarta berdasarkan persepsi masyarakat pengguna bank sampah adalah ketersediaan sarana wadah sampah dengan pemisahan organik dan organik pada setiap rumah guna memilah antara sampah yang bisa dijual atau tidak. Keuntungan ekonomi, kesadaran, dan pendapatan masyarakat menjadi faktor lokasi yang mempengaruhi kinerja bank sampah. Bank sampah akan memiliki kinerja cenderung baik apabila didukung dengan adanya kelompok masyarakat yang sadar manfaat bank sampah dan memiliki pendapatan menengah kebawah. Bank sampah yang berada pada lingkungan kelompok masyarakat tersebut cenderung memiliki kinerja baik karena meskipun keuntungan ekonomi yang berikan bank sampah hanya sedikit, masyarakat tetap memanfaatkan bank sampah sebagai pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Page 1 of 1 | Total Record : 9