cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
PROSES DAN BENTUK “MEWUJUDNYA” KOTA SOLO BERDASARKAN TEORI CITY SHAPED SPIRO KOSTOF Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5782

Abstract

Teori city shaped menyebutkan bahwa pola-pola struktur ruang perkotaan mewujud melalui proses-proses sosial, ekonomi, dan politik-administratif. Proses tersebut kemudian menyampaikan makna dari arsitektur dan mewujud dalam bentuk struktur pola ruang, tata guna lahan dan karakter arsitektur bangunan yang secara keseluruhan menggambarkan citra kota. Kota Solo adalah salah satu kota yang memiliki sejarah panjang dalam proses pembentukannya. Diawali dari Desa perdikan, Desa Sala,  yang ramai dengan lalu lintas barang dari Bandar Beton di tepi Sungai Bengawan Solo sebagai bandar perdagangan di lintasan urat-nadi perdagangan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian mewujud sebagai kota kerajaan (Kuthonegoro) setelah pusat Kerajaan Mataram dipindah dari Kartasura ke Solo. Ketika Belanda menjajah Indonesia maka Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke dalam urusan pemerintahan Keraton Surakarta. Surakarta kemudian berkonsep spatial Kota Jawa Kolonial, yaitu perpaduan antara kota modern dengan jalan militer dan rel kereta api yang menghubungkan kota dengan hinterlandnya dengan konsep Kuthonegoro di dalam wilayah inti Keraton Surakarta . Setelah Indonesia merdeka maka Surakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk kota. Sejarah panjang yang dilalui Kota Solo inilah yang kemudian mempengaruhi wujud arsitektur Kota Solo.
TINGKAT KESIAPAN KOMPONEN WISATA KREATIF JAYENGAN KAMPOENG PERMATA BERDASARKAN STAKEHOLDER Suryono, Lintang Praharyaning; Astuti, Winny; Rahayu, Murtanti Jani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5784

Abstract

Jayengan Kampoeng Permata is a village ofgem merchant Banjar community which is now being planned to become a creative tourism destination. This study aims to determine how the level of readiness of creative tourism components Jayengan Kampoeng Permata by stakeholders. This study uses a deductive-quantitative method. The sampling technique used purposive sampling with JKP’sstakeholders as the interviewees. JKP’s readiness level was somewhat prepared. Components that contributed the highest value to lowest for readiness of JKP are creative tourism community, infrastructure, attractiveness, external institutions, tourists and internal institutional. The results showed that the readiness of people not guarantee readiness Jayengan Kampoeng Permata as a creative tourism destination, fascination owned Jayengan Kampoeng Permata has not been able to invite tourists, the readiness of JKP’s infrastructure sufficient not been able to attract tourists, internal institutional role in supporting preparedness Jayengan Kampoeng Permata and external institutions as external factors readiness JKP.
PENGARUH BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN RUANG KOTA SALA SEJAK PERPINDAHAN KRATON SAMPAI DENGAN PELETAKAN MOTIF DASAR KOLONIAL Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5786

Abstract

Kota Surakarta atau sering dikenal dengan sebutan Kota Sala adalah salah satu kota yang pernah mengalami dualisme kepemimpinan antara Kraton Surakarta dan Kolonial Belanda. Hal ini kemudian berpengaruh pada pola-pola bentukan ruang kota yang sampai sekarang masih jelas terlihat di setiap sudut ruang-ruang kotanya, tergambar jelas dalam wujud bangunan sebagai simbol-simbol budaya penguasa saat itu. Menurut Kuntowijoyo, budaya dibedakan menjadi dua, yaitu nilai dan simbol. Nilai merupakan budaya yang tidak kasat mata, sedangkan simbol adalah budaya yang kasat mata dan melibatkan nilai dalam perwujudannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengaruh budaya dalam pembentukan ruang kota sebagai bentuk dari simbol budaya. Metode penelitian menggunakan deskripitf kualitatif. Sehingga analisis dilakukan dengan memaparkan berbagai sumber peta dan tulisan, dan hasil pengamatan di lapangan kemudian hasilnya dideskripsikan. Hasil temuan menunjukkan bahwa dualisme kepemimpinan di Solo sangat berpengaruh pada pola bentukan ruang. Artinya nilai-nilai budaya yang dibawa dari masing-masing penguasa mempengaruhi pola bentukan ruang kotanya yang merupakan wujud dari simbol-simbol budaya penguasa, seperti Beteng Vastenburg merupakan simbol Pemerintah Kolonial dan alun-alun sebagai simbol Kraton Surakarta.
HUBUNGAN KARAKTER AKTIVITAS DAN KARAKTER BERLOKASI PKL DI KOTA SURAKARTA Murtanti Jani Rahayu; Rina Wulandari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5774

Abstract

PKL sebagai bagian dari sektor informal mempunyai karakteristik aktivitas berbeda dengan pedagang sektor formal. Selain itu, PKL juga memiliki karaktersitik khusus dalam memilih lokasi berdagang. Dengan alasan-alasan tertentu, PKL memilih lokasi yang tepat untuk menjaga keberlangsungan usaha dagang/pelayanan mereka yang sesuai dengan persepsi yang dimiliki. Karakteristik berlokasi PKL memiliki hubungan dengan karakteristik aktivitasnya, antara lain: luas tempat berdagang, jenis sarana dagang, lama berjualan dalam sehari, lama transaksi, jumlah konsumen, dan asal konsumen. Sedangkan karakteristik berlokasinya terdiri dari 4 hal yaitu jenis aktivitas yang didekati, pola pengelompokkan usaha, sifat layanan, dan kedekatan dengan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakter berlokasi PKL dengan karakter aktivitasnya. Untuk mengetahui hubungan tersebut dilakukan analisi crosstab. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan bahwa aktivitas yang dilakukan PKL akan berpengaruh terhadap keputusan PKL dalam berlokasi. Hal ini terlihat pada hubungan yang terjalin antara jenis aktivitas yang didekati PKL dengan jenis sarana dagang, jumlah konsumen, dan asal konsumen; hubungan antara pola pengelompokkan PKL dengan luas tempat berdagang dan lama transaksi; sifat layanan PKL yang berhubungan dengan jenis sarana dagang, luas tempat berdagang, dan asal konsumen; dan hubungan antara kedekatan dengan konsumen dengan jumlah konsumen.
KAJIAN PERENCANAAN KOTA PADA GEDUNG BEKAS RSJ MANGUNJAYAN, SRIWEDARI, SURAKARTA Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5776

Abstract

Kota dan bagian-bagiannya adalah suatu sistem tatanan yang menggambarkan bagaimana pandangan hidup masyarakatnya ditata dan tercermin dalam penggunaan ruang-ruang kotanya. Banyak hal bisa dibaca dari tatanan ruang sebuah kota, mulai dari kerjasama ataupun konflik dari berbagai kelompok yang mendiaminya, hubungan masyarakat warga dan elit-elitnya serta struktur ekonomi dari kehidupan kota dan faktor-faktor kehidupan yang mempengaruhi perkembangan kota tersebut. Kajian ini akan melihat bagaimana konstelasi hubungan dan posisi bangunan-bangunan di dalam ruang Kota Surakarta, khususnya hubungan antara berbagai peristiwa dengan pembangunan eks bangunan RSJ Mangunjayan, Taman Sriwedari dan RS Kadipolo pada era pemerintahan Paku Buwono X. Metode yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menjabarkan  suatu keadaan melalui studi literature terhadap tulisan, fakta sejarah, foto dan peta yang berhubungan dengan pembangunan RSJ Mangunjayan dan menggambarkan kedudukan RSJ Mangunjayan di dalam struktur Kota Kolonial di Surakarta pada masa itu.
KAJIAN PLACE ATTACHMENT DI KAMPUNG PECINAN TAMBAK BAYAN TENGAH, KOTA SURABAYA R Dimas Widya Putra
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5780

Abstract

Sungai Kalimas bersama dengan sungai Pegirikan merupakan dua struktur yang berperan penting dalam membentuk permukiman di Kota Surabaya. Di sepanjang tepian sungai Kalimas dan sungai Pegirikan ini terdapat permukiman-permukiman awal yang kini disebut sebagai kampung lama. kampung lama (permukiman awal) di kota Surabaya pada mulanya mengandalkan keberadaan sungai Kalimas dan sungai Pegirikan sebagai sumber kehidupan dan transportasi. Salah satu dari kampung lama tersebut adalah Tambak Bayan,  Tambak Bayan merupakan kampung dengan etnis tionghoa yang masih bertahan di tengah perkembangan jaman. Kampung yang terbentuk setelah ratusan tahun ini masih bertahan dalam pesatnya pertumbuhan perekonomian pada Kota Surabaya. Di dalam kampung Tambak Bayan banyak masyarakat yang memiliki keterikatan emosi yang kuat terhadap kampung. Tujuan penelitian ini yaitu identifikasi nilai sosial-budaya, budaya bermukim masyarakat, dan keterkaitan antara struktur dan fungsi bagian wilayah Kota Surabaya. metode penelitian yang digunakan yaitu mengunakan analisis deskriptif – kualitatif yang diperoleh melalui index chart untuk mengetahui aspek keterkaitan warga kampung terhadap Tambak Bayan dan teknik analisis diachronic reading digunakan untuk menelusuri aspek perubahan kampung. Dari serangkaian hasil analisis menunjukkan bahwa keterikatan tempat dipengaruhi oleh faktor kekerabatan berupa akar keluarga dan kedekatan posisi kampung terhadap faktor tarikan, antara lain : pasar dan tempat bekerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 6