Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Pemilihan Lokasi dalam Mendorong Peningkatan Kondisi Sosial dan Ekonomi Pedagang Keliling di Sekitar Kawasan Pasar Nangka, Kota Surakarta Rahayu, Murtanti Jani; Putri, Rufia Andisetyana; Rini, Erma Fitria; Suminar, Lintang; Amalia, Adinda
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.49907

Abstract

Pedagang keliling sebagai bagian dari kegiatan ekonomi informal memberikan kontribusi yang tidak kecil baik sebagai tools bagi masyarakat bawah untuk menavigasi kondisi sosial ekonominya maupun bagi kondisi lingkungan, karena pedagang keliling menjadi salah satu representasi dari hubungan kota dengan wilayah hinterlandnya, tumbuhnya jiwa wirausaha dan meminimalkan pergerakan masyarakat dalam berbelanja. Pedagang keliling mendatangi konsumennya dengan berhenti di banyak titik yang umumnya merupakan ruang publik yang mendekati guna lahan tertentu tanpa menimbulkan konflik pemanfaatan ruang, karena hanya berhenti sesaat, tanpa ada ruang yang diakuisi seperti halnya pedagang kaki lima. Setiap titik henti yang menjadi lokasi dagang para pedagang keliling memiliki karakteristik yang memberikan berpengaruh terhadap bentuk aktivitas yang terjadi baik dari segi sosial maupun ekonomi. Ruang publik menjadi pilihan lokasi berdagang oleh para pedagang keliling karena pada dasarnya tingginya mobilitas di kawasan sehingga dapat memberikan banyak keuntungan. Melalui teknik analisis korelasi Spearman, ditemukan bahwa pendapatan bersih yang diperoleh para pedagang keliling menjadi variabel dominan yang memiliki hubungan erat/berkorelasi positif dengan variabel karakteristik lokasi titik henti pedagang keliling diantaranya jenis tata guna lahan aktivitas utama yang ditempati, jarak titik henti, tingkat keamanan, kenyamanan, dan kebersihan.
Kajian Konsep Kawasan Ramah Lansia Perkotaan Indriani Suroto, Fitri; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
REKSABUMI Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v3i1.7767.2024

Abstract

The elderly population is projected to grow rapidly in the coming years, particularly in developing countries such as Indonesia. So, this means that the need for areas that are friendly for the elderly must be fulfilled to support the formation of healthy and independent elderly people. Elderly-friendly areas are also needed to create an inclusive environment without sacrificing the rights of other groups. The diverse needs of the elderly mean that an area must be adapted to the limitations of the elderly so that it can accommodate them. Knowing the suitability of an area for the elderly-friendly concept is important for realizing the Age Friendly City (AFC) concept. Therefore, this research aims to determine the suitability of an area for the elderly-friendly concept using a scoring method for elderly-friendly components. Data was obtained through field observations, questionnaires, and relevant literature studies. Based on the results of the scoring analysis of 6 elderly-friendly variables, there are 5 variables whose indicators perfectly match the elderly-friendly components. The research results also show that the research area is suitable for the elderly-friendly concept.
Kualitas Lingkungan Permukiman yang Terdampak Urbanisasi di Pusat Kota Berdasarkan Pendekatan Liveable City El Innasya Aulidya Putri; Permana, Raden ChrisnaTrie Hadi; Rahayu, Murtanti Jani
REKSABUMI Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v3i1.9382.2024

Abstract

Fenomena perkembangan perkotaan yang terjadi tidak bisa dihindari dan telah memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan penduduk perkotaan. Kondisi ini dialami oleh Kota Depok dengan penduduk yang terus berdatangan untuk tinggal menetap karena kemudahan aksesibilitas menuju Kota Jakarta serta kualitas lingkungan yang baik dan nyaman. Keterbatasan ruang muncul sebagai akibat dari fenomena kepadatan penduduk serta permukiman yang terus berkembang. Peningkatan kepadatan penduduk menurunkan kualitas lingkungan pemukiman baik fisik maupun sosial sehingga muncul kekumuhan dan ketidaklayakan permukiman. Pada konteks pembangunan perkotaan yang telah diamanatkan secara global maupun nasional keberlanjutan dan kelayakan permukiman harus diutamakan karena kota harus memberikan kenyamanan kepada penduduknya. Penelitian ini berfokus pada bagaimana urbanisasi mempengaruhi livabilitas kualitas lingkungan permukiman. Penilaian livabilitas melalui pendekatan liveable city dilakukan dengan mengevaluasi empat dimensi: dimensi sosial, dimensi ekonomi, dimensi fisik lingkungan, dan dimensi fungsional. Tujuan penelitian ini adalah; (1) mengidentifikasi karakteristik wilayah yang terurbanisasi; (2) Mengidentifikasi kondisi kualitas lingkungan permukiman melalui pendekatan liveable city; (3) Mengetahui pengaruh urbanisasi terhadap kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa analisis skoring dan analisis regresi ordinal. Hasil skoring menunjukkan Kawasan Margonda mengalami dinamika urbanisasi dengan kategori tinggi dan berdampak pada kualitas lingkungan permukiman dengan kategori sedang. Sedangkan hasil analisis regresi ordinal menunjukkan kualitas lingkungan secara signifikan dipengaruhi oleh dinamika urbanisasi yang meliputi kepadatan penduduk, proporsi guna lahan permukiman dan pola permukiman penduduk.
Perubahan Pergerakan Dalam Penggunaan Layanan Online Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Pratiwi, Sevina Eka; Andini, Isti; Rahayu, Murtanti Jani
REKSABUMI Vol 3 No 2 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v3i2.9608.2024

Abstract

E-government is the answer to the problem of movement density that occurs in urban areas. The application of E-government can change face-to-face service delivery to become completely online. This is able to reduce the number of movements that occur and has a direct impact on reducing the density of movements in urban areas. This research aims to determine the level of change in people's movements in accessing government services after the implementation of E-government. Research using these 8 variables shows results in the form of the level of change that occurs. The research results show that there are significant changes in the movements carried out by the community before and after the implementation of E-government and show a high level of movement reduction.
Perubahan Tahapan Proses pada Revitalisasi Perkotaan di Kelurahan Mojo, Surakarta Hidayat, Aditya Wahyu; Andini, Isti; Rahayu, Murtanti Jani
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v1i4.3212

Abstract

Proses revitalisasi perkotaan merupakan suatu proses penataan ruang secara terencana. Di dalam proses revitalisasi, banyak terdapat hierarki proses dimana proses yang terjadi pada lingkup internal jarang terlihat walaupun memiliki pengaruh terhadap keberhasilan yang tinggi. Seperti halnya terdapat pada Lokus Penataan RW 01 Mojo, Surakarta yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Penelitian ini membahas mengenai perubahan proses tersebut dimana terdapat proses formal yang menjadi acuan utama, serta penambahan proses informal baru yang menjadi pembahasannya. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu variabel proses revitalisasi, variabel jenis tahapan proses, dan variabel perubahan pada proses. Hal tersebut dilakukan dengan analisis koding dan deskriptif secara mendalam pada setiap variabelnya. Penelitian ini menghasilkan perubahan pada proses revitalisasi pada studi kasus dengan hasil terdapat proses informal tambahan yang terbentuk diantara proses formal yang telah direncanakan dikarenakan dua faktor, yaitu faktor stakeholder dan faktor urgensi.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
DIGITALISASI DATA SPASIAL DESA MELALUI APLIKASI ARCGIS SEBAGAI BENTUK ADAPTASI PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KEBIJAKAN BIG DATA Rahayu, Murtanti Jani; Rahayu, Ayu Retining; Fitrianto, Dito Suryo
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18664

Abstract

Program satu data merupakan program yang berupaya untuk mengintegrasikan informasi geospasial untuk memaksimalkan pemanfaatan informasi spasial serta mempermudah pembagian dan penggunaan informasi geografi untuk kemajuan kawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, dalam implementasi program ini terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan aparatur kelurahan dalam penggunaan teknologi berbasis geospasial dan belum adanya database terkait data spasial. Tantangan ini terjadi pada Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, tepatnya pada Kelurahan Baluwarti, Gajahan, dan Kelurahan Pasar Kliwon. Sehingga diperlukan strategi peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam penggunaan teknologi berbasis geospasial. Strategi ini dapat dilakukan melalui digitalisasi data dan informasi desa berbasis arcgis. Metode yang dilakukan meliputi observasi, wawancara, dan praktik. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa program yang meliputi penyusunan system informasi geografis dan metadata kelurahan, seperti data administrasi wilayah, data infrastruktur dan data spasial kelurahan lainnya serta memberikan pelatihan pemutakhiran/update dan penggunaan data berbasis arcgis. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan database terkait data spasial, pemetaan potensi dan masalah desa serta kemampuan kepada aparatur kelurahan dalam penggunaan aplikasi arcgis.
Pengembangan Wisata Berkelanjutan Melalui Penghijauan Sarana Penunjang Wisata di Desa Sumberdodol Kabupaten Magetan Andini, Isti; Rahayu, Paramita; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Murtanti Jani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s519gg80

Abstract

Pariwisata merupakan magnet yang meningkatkan aktivitas manusia pada tapak atraksi. Pada banyak kasus, perkembangan pariwisata berdampak pada penurunan kualitas lingkungan alami. Pembangunan sarana pada atraksi wisata berarti merubah tutupan lahan dari tutupan non-terbangun menjadi terbangun yang menurunkan kemampuan tapak untuk menyerap air dan mempertahankan kualitas udara dan suhu. Oleh karena itu, upaya penghijauan diperlukan dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan. Desa Sumberdodol merupakan salah satu desa di Kabupaten Magetan yang dikembangkan menjadi salah satu desa wisata melalui pengembangan Smart Fisheries Village. Terdapat beberapa atraksi yang ditawarkan dengan lokasi yang cukup berdekatan. Hal ini mendorong dibangunnya lokasi kantong parkir dengan luas yang cukup besar. Kondisi saat ini, kantong parkir tersebut belum memiliki penghijauan yang cukup terutama pada jalur pedestrian. Melalui kegiatan pengabdian yaitu penghijauan pada sarana pendukung atraksi wisata tersebut, diharapkan perwujudan wisata berkelanjutan di Desa Sumberdodol dapat terwujud. Pengabdian ini akan menjadi kontribusi langsung dari Universitas Sebelas Maret melalui Pusat Inforamsi dan Pengembangan Wilayah yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pola Aktivitas Pengunjung Sektor Informal pada Ruang Publik pasca Revitalisasi Alun-Alun Utara Kota Surakarta Tasywiq, Ahmad Miqdad Mu'afi; Rahmah, Afifah; Rahayu, Murtanti Jani
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/uniplan.v6i1.89377

Abstract

Sektor informal memegang peranan penting dalam dinamika perkotaan, termasuk di Alun-Alun Utara Surakarta, yang memengaruhi pola aktivitas pengunjung berdasarkan waktu, lokasi, dan jenis usaha. Pasca revitalisasi, regulasi baru mengharuskan pelaku sektor informal untuk lebih tertib dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aktivitas pengunjung sektor informal di Alun-Alun Utara Surakarta pasca revitalisasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan teknik observasi pemetaan perilaku dan analisis kepadatan kernel untuk memahami dinamika interaksi antara pengunjung dan pelaku sektor informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aktivitas dipengaruhi oleh waktu, lokasi, dan fungsi kawasan, dengan kepadatan tertinggi terjadi pada malam hari libur di zona timur Alun-Alun Utara Surakarta yang menjadi pusat kuliner setelah aktivitas sektor formal berhenti. Fenomena ini mencerminkan efisiensi pemanfaatan ruang publik melalui pembagian waktu dan ruang antara kedua sektor tersebut. Dengan demikian, revitalisasi Alun-Alun Utara telah meningkatkan kualitas estetika dan fungsional ruang publik, meskipun memerlukan adaptasi dari sektor informal.  
Kesesuaian Konsep Livability pada Permukiman disekitar Tempat Pembuangan Akhir Pratama, Muhammad Ihsya Anugrah; Rahayu, Murtanti Jani; Suminar, Lintang
REKSABUMI Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v4i1.12325.2025

Abstract

Livability is the comfort of residing in an environment (Lynch, 1998) and reflects the quality of life in settlements. Areas around the Putri Cempo Landfill, though violating PUPR Ministerial Regulation No.3/2013 and facing environmental and health issues, remain a livelihood source for low-income migrants. This study analyzes the suitability of the Livability concept based on seven components (economy, health, environment, infrastructure, safety, community participation, and building conditions) using a quantitative descriptive method through field observations, questionnaires (100 respondents), and weighting analysis. Results show a Livability score of 74.42 (moderately suitable), with optimal achievements in safety (97.5), building conditions (96.5), and health (95), but low scores in environmental quality (20.75) due to air pollution and limited community participation (36.5). Most residents rely on the informal sector (62%) with incomes ≥IDR 2.5 million/month (72%), while basic infrastructure is adequate except for GOS (12%). Although 95% of respondents reported no severe health issues, environmental risks persist. The conclusion emphasizes the need for integrated interventions to improve air quality, expand public spaces, and strengthen community participation to achieve sustainable settlements aligned with Livability principles.