cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
RESPON ESTETIS ANAK TERHADAP KESENIAN BARONGAN SINDHUNG RIWUT DI KABUPATEN BLORA
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.25846

Abstract

strak Penelitian ini mengkaji tentang Respon Estetis Anak Terhadap Pertunjukan Kesenian Barongan Sindhung Riwut Di Kabupaten Blora. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan bentuk respon estetis anak terhadap kesenian Barongan di Kabupaten Blora. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian bentuk pertunjukan kesenian Barongan didukung oleh aspek pendukung, yaitu: pelaku, gerak, iringan, tata rias, tata busana, properti, tata suara, tata lampu dan tempat pentas. Bentuk respon estetis penonton anak dilihat dari karakteristik penonton atau latar belakang anak, proses berapresiasi penonton anak yang sangat antusias menonton pertunjukan dengan datang sebelum dimulai agar dapat tempat duduk, bentuk respon estetis yang diekspresikan, penonton anak memunculkan gerak dari pemain Singo Barong dan Bujang Ganong serta menggunakan iringan dan busana seadanya dengan halaman rumah sebagai tempat bermain. Simpulan respon yang dimunculkan anak-anak di Kabupaten Blora memiliki tanggapan yang positif, anak-anak lebih berekspresif dengan adanya Kesenian Barongan. Anak-anak memiliki bakat untuk menjadi pemain kesenian Barongan selanjutnya.
Tari Hadrah Sebuah Kajian Nilai Islami Pada Grup "Laskar Baabul Mustofa" Di Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.25993

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan tentang bentuk pertunjukan tari Hadrah dan nilai Islami pada pertunjukan tari Hadrah grup “Laskar Baabul Mustofa” di Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, struktur koreografi, dan etik dan emik, dengan fokus penelitian nilai Islami pada pertunjukan tari Hadrah grup “Laskar Baabul Mustofa” di Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mengenali dan mendeskripsikan komponen-komponen pertunjukan tari, memahami hubungan antara komponen pertunjukan, dan melakukan interpretasi berdasarkan konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pertunjukan tari Hadrah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup. Nilai Islami pada tari Hadrah dapat dilihat melalui aspek visual dan aspek auditif. Aspek visual meliputi gerak, pelaku, tata rias, tata busana, tempat pertunjukan, tata lampu, tata suara, properti, dan penonton. Sedangkan aspek auditif terdiri dari instrumen musik dan syair. Dari aspek-aspek tersebut terdapat bentuk pertunjukan dan mengandung nilai Islami bagi pelakunya dan bagi masyarakat pendukungnya. Kata kunci: Tari Hadrah, Bentuk Pertunjukan, Nilai Islami Abstract The purposes of this study are to know, describe, and explain the form of Hadrah dance performance and Islamic value on Hadrah group dance performance named “Laskar Baabul Mustofa” at Bulusari Village Bulakamba District Brebes Regency. The approaches used in this study are descriptive qualitative, choreography structure, and ethic and emik, focusing on Islamic value on Hadrah group dance performance named “Laskar Baabul Mustofa” at Bulusari Village Bulakamba District Brebes Regency. The techniques of data collection are observation, interviews, and documentation. The analysis of the data by recognizing and describing the components of dance performance, understanding the relationship of the components of dance performance, and interpretation based on the concept. The results of the study show that the forms of Hadrah dance performance are divided into three forms such as opening, main part, and closing. The Islamic value on Hadrah dance could be seen through visual aspects and auditive aspects. The visual aspects are motion, dancer, makeup, dressing, the place of performance, lighting, sound systems, property, and audience. While the auditive aspects are musical instruments and poetry. From those aspects contain performance form and Islamic value for the dancers and for the supporting community. Keywords: Hadrah Dance; Performance; Islamic value
EKSISTENSI AGNES SEBAGAI PENARI LENGGER
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.26396

Abstract

Agus Widodo atau yang dikenal dengan Lengger Agnes merupakan salah satu Lengger lanang yang eksis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil sebagai penari Lengger, kegiatan pelatihan Agnes, dan aktivitas pertunjukan Lengger Agnes. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangsulasi teknik, dan triangulasi waktu.Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah Eksistensi Lengger Agnes dapat dilihat dari Profil Agus Widodo Sebagai Penari Lengger, Pelatihan dan Aktivitas Pementasan. Profil Agnes sebagai penari Lengger meliputi Latar belakang keluarga, Riwayat pendidikan dan Laku yang dijalankan oleh Agus Widodo untuk menjadi seorang Lengger. Pelatihan yang dilakukan oleh Agnes terhadap peserta latihan dilakukan di Sanggar Mranggi Laras pimpinan Agus Widodo. Aktivitas pementasan yang dilakukan oleh Lengger Agnes dilakukan dalam acara ngunduh mantu, hajatan, wayangan, festival, orkes calung. Lengger Agnes tidak hanya bisa menari tetapi juga bisa nyindhen. Terdapat elemen pertunjukan yaitu pelaku, gerak, iringan, rias, busana, tempat pertunjukan dan penonton. Kesimpulan hasil penelitian adalah eksistensi Agnes sebagai penari Lengger masih terus berjalan dan Lengger Agnes selalu berusaha untuk menyesuaikan pertunjukan sesuai selera serta kebutuhan masyarakat. Kata kunci: Eksistensi, Lengger, Aktivitas Pertunjukan
PROSES PENCIPTAAN TARI TANI MELATI DESA KALIPRAU KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG KARYA BAYU KUSUMA LISTYANTO
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.26633

Abstract

Abstrak Tari Tani Melati merupakan tarian khas Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang ditarikan berpasangan.Tari Tani Melati menggambarkan aktivitas masyarakat petani pesisir pantai utara jawa (pantura) terutama di desa Kaliprau yang beranjak, bergegas, dan berangkat ke ladang setiap pagi untuk memetik, menyortir dan meronce bunga melati. Tari tani melati mempunyai keunikan dibagian tata busana. Digunakan untuk menggambarkan identitas desa Kaliprau kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang yaitu motif batik tulis dengan corak dan warna kuncup bunga melati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tari tani melati dari segi proses penciptaan, bentuk penyajian dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan Tari Tani Melati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan koreografis. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penciptaan didapatkan dari penemuan ide, proses garap yang meliputi tahap eksplorasi, tahap improvisasi, tahap komposisi. Bentuk tari terdiri dari struktur tari dan beberapa elemen yaitu tema, iringan, tata busana, tata rias, properti. faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan tari tani melati terdiri dari faktor lingkungan, keterampilan, identitas, orisinalitas dan apresiasi. Kata Kunci: proses penciptaan, bentuk tari, tari tani melati Abstract Tani Melati dance is a typical dance of Kaliprau village in Ulujami sub-district, Pemalang regency which is danced in pairs, but can be dance singly, in groups, or in mass. Tani Melati dance shows the activities of Java north coast farmers, especially in Kaliprau village, who get up, hurry, and go to the fields every morning to pick, sort and string jasmine flowers. Tani melati dance has a unique part of fashion. It is used to describe the identity of Kaliprau village in Ulujami sub-district, Pemalang district, which is a batik motif with shades and colors of jasmine flower buds. This research to describe Tani Melati dance in terms of the creation process, presentation form and the factors that affect the process of creating Tani Melati dance. This research used descriptive qualitatif method with a choreographic approach. Data collection techniques were obtained from observation, interview, documentation, and data validation technique using source triangulation technique. Data analysis was carried out by qualitative descriptive with the steps of data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research show that the creation process is derived from the discovery of ideas, the work process which includes exploration stage, improvisation stage, and composition stage. The form of dance consists of dance structure and several elements, including accompaniment, costume, makeup, property. The factors that affect the process of creating Tani Melati dance consist of environmental factors, skills, identity, originality and appreciation. Keywords: creation process, form of dance, tani melati dance
PROSES GARAP KOREOGRAFI TARI RUMEKSA DI SANGGAR TARI DHARMO YUWONO KABUPATEN BANYUMAS
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.26637

Abstract

Tari Rumeksa merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Ibu Kustiah dan tim. Proses penciptaan tari Rumeksa terinspirasi dari kesenian Lengger Banyumasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan bentuk koreografi tari Rumeksa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian koreografis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa koreografi tari Rumeksa meliputi proses koreografi dan bentuk koreografi. Proses koreografi terdiri dari proses penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Bentuk koreografi meliputi judul, pola garap, gerak, iringan, tata rias, tata busana dan properti. Tari Rumeksa memiliki keunikan yaitu gerakan tari Rumeksa terdiri dari gerakan tari lenggeran, baladewan dan ebeg/jaranan. Dilengkapi dengan pemakaian busana jeblosan guna mempermudah dalam melakukan gerakan, tanpa menghilangkan kesan feminim dan menggunakan iringan calung Banyumas membuat tari Rumeksa terkesan lincah, meriah, dan memiliki daya tarik tersendiri.
PEMBARONG WANITA DALAM KELOMPOK BARONGAN SAMIN EDAN
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.27171

Abstract

Pembarong wanita adalah penari wanita yang menarikan tokoh Barongan dengan menggunakan properti topeng Barongan dalam kesenian Barongan Kabupaten Blora. Pembarong wanita dalam kelompok Barongan Samin Edan di Semarang merupakan fenomena unik dimana belum dijumpai pada kelompok Barongan umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan Barongan Samin Edan dan penampilan pembarong wanita. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data dengan metode triangulasi teknik, triangulasi waktu dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa bentuk pertunjukan Kelompok Barongan Samin Edan serta aspek-aspek penampilan pembarong wanita yakni bakat, ketrampilan, dan sarana/media. Bentuk perunjukan Kelompok Barongan Samin Edan di dalamnya memiliki elemen-elemen pertunjukan seperti; tema, alur dramatik, gerak, penari, pola lantai, ekspresi wajah / polatan, tata rias, tata busana, tata iringan / musik, tempat pertunjukan, properti, dan tata cahaya.
Proses Penciptaan Tari Patholan di Kabupaten Rembang
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v8i1.29167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan Tari Patholan di Kabupaten Rembang. Tari Patholan merupakan tari kreasi yang ide dasarnya dari pathol sarang atau biasa disebut gulat yang bertemakan hiroik (kepahlawanan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskripstif, dengan pendekatan koreografis. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Patholan merupakan tari berpasangan yang ditarikan oleh penari laki-laki. Proses penciptaan Tari Patholan meliputi tahap eksplorasi yaitu penjajagan tentang gerak gulat, tahap improvisasi yaitu pencarian gerak bantingan, dan komposisi yaitu penggabungan gerak menjadi tari utuh. Bentuk pertunjukan Tari Patholan meliputi tema, gerak, penari, musik/iringan, tata rias, tata busana, pentas, tata lampu, dan properti. Faktor – faktor yang mempengaruhi proses penciptaan Tari Patholan terdiri dari, lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan, identitas, orisinalitas, dan apresiasi.
Suwitri : Inspirator dan Kreator Tari Topeng Panji Gaya Tegal
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v8i2.29536

Abstract

Penelitian ini mengacu pada bagaimana Suwitri sebagai inspirator dan kreator dalam mengimplementasikan karakter tokoh panji, dan bagaimana Suwitri mengimplementasikan karakter tokoh panji. Tari Topeng Panji Gaya Tegal selalu ditarikan oleh seorang perempuan, hal tersebut bertolak belakang dengan karakter tokoh panji, sehingga pusat penelitian utama adalah peran Suwitri dalam membentuk karakter tokoh panji. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan bagaimana upaya Suwitri mendalami karakter tokoh panji dalam Tari Topeng Panji Gaya Tegal, dan mendeskripsikan peran Suwitri sebagai inspirator dan kreator terhadap pembentukan karakter tokoh dalam Tari Topeng panji Gaya Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perolehan data lapangan kemudian diolah dan dituliskan dalam metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan Suwitri dapat mengimplementasikan karakter panji dengan baik meskipun Suwitri seorang perempuan, bakat sebagai pewaris Tari Topeng Tegalan dari keluarga, kepribadian yang kelaki-lakian, serta kegemarannya menarikan karakter putra merupakan faktor keberhasilan Suwitri dalam mengimplementasikan karakter panji. Faktor sumber daya manusia (laki-laki) yang tidak mau menekuni dunia seni tari dengan pola pikir bahwa tari merupakan dunia perempuan dan laki laki hanya sebagai fasilitas pendukung pertunjukannya menjadi faktor utama mengapa Tari Topeng Panji Gaya Tegal selalu ditarikan oleh penari perempuan
Fenomena Erotis Tari Gondorio dalam Kesenian Reog Gondorio Grup Indah Priyagung Laras Kabupaten Grobogan
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v8i1.30260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Gondorio dari segi bentuk pertunjukan, dan fenomena erotis Tari Gondorio. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan emik-etik. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperiksa dengan triangulasi Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Hasil dari penelitian mengemukakan bentuk tari Gondorio meliputi komponen verbal (berupa sastra tembang dan parikan) dan komponen non verbal (berupa tema, gerak, penari, ekspresi wajah, rias, busana, iringan, panggung, properti, dan pencahayaan). Fenomena Erotis Tari Gondorio dapat dianalisis dari bentuk gerak, mimik wajah, sikap tubuh, sentuhan, suara, dan kalimat.
Kesenian Kuda Lumping di Paguyuban Genjring Kuda Lumping Sokoaji: Kajian Enkulturasi Budaya
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v8i1.30418

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan enkulturasi budaya dengan kajian pokok bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Sokoaji dan proses enkulturasi budaya di Paguyuban Genjring Sokoaji. Metode penelitian kualitatif digunakan peneliti untuk mengkaji enkulturasi budaya dengan menggunakan pendekatan antropologi prehistori dan pendekatan etik emik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi/kesimpulan. Penelitian ini menjelaskan bahwa proses enkulturasi di Paguyuban Genjring Sokoaji terjadi secara turun-temurun melalui keluarga, lingkungan, dan pembelajaran. Anggota Paguyuban Genjring Sokoaji mengenkulturasi kesenian Kuda Lumping secara tradisional dan melalui proses pembelajaran informal.