cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Bentuk dan Fungsi Tari Jenang Desa Kaliputu Kabupaten Kudus
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22098

Abstract

Tari Jenang merupakan kesenian dari Kabupaten Kudus khususnya berasal dari Desa Kaliputu Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk Tari Jenang dan fungsi yang dimiliki Tari Jenang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bentuk Tari Jenang terdiri atas tiga tahapan, yakni awal, inti, dan akhir. Tanda masuk dimulai dari musik awalan yang mengiringi tari dengan jalan step. Inti dari Tari Jenang ditandai dengan ragam gerak kreasi dan ragam gerak mengepak/membungkus jenang. Penutup gerak Tari Jenang ditandai dengan ragam gerak sembahan akhir dan berjalan meninggalkan panggung. Elemen dasar tari terdiri atas gerak, ruang, dan waktu. Elemen pendukung tari terdiri atas penari, tata busana, tata rias, musik, dan properti. Selain bentuk, Tari Jenang juga memiliki fungsi atau kegunaan yaitu sebagai hiburan. Kata Kunci : Tari Jenang, Bentuk, Fungsi
Kajian Dinamika Pertunjukan Tari Rumeksa di Kota Purwokerto
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22223

Abstract

Tari Rumeksa adalah tari kreasi baru yang tujuan penciptannya untuk melestarikan lengger yang hampir punah. Tari Rumeksa mempunyai dinamika sehingga mempunyai daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kajian dinamika pertunjukan Tari Rumeksa dengan metode kualitatif dengan pendekatan estetis koreografis serta pendekatan etik dan emik. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis tari berdasarkan teori Adshead. Teknik keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika gerak Tari Rumeksa muncul karena menggunakan intensitas, level, arah hadap, volume, dan tempo yang bervariasi sehingga dinamis. Iringan mempunyai dinamika karena menggunakan irama dados dan irama tanggung yang memberikan kesan meriah. Penataan rias, busana, tata teknik pentas, properti, dan pelaku yang mendukung pertunjukan Tari Rumeksa membuat kesan dinamis sehingga tidak monoton. Kesimpulan bahwa dinamika Tari Rumeksa merupakan variasi yang terdapat pada elemen pertunjukan khususnya gerak, iringan dan tata busana agar Tari Rumeksa memiliki daya tarik sehingga menghasilkan kesan lincah, meriah, dan dinamis. Kata Kunci: Dinamika, Bentuk Pertunjukan, Tari Rumeksa
Proses Pembelajaran Tari Sebagai Upaya Pengenalan Nilai Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 2 Ungaran
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis proses pembelajaran tari sebagai upaya dari guru mengenalkan nilai karakter peserta didik di SMP Negeri 2 Ungaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan pedagogik dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan proses pembelajaran seni tari di SMP Negeri 2 Ungaran meliputi perencanaan, pelaksanaan dan hasil/evaluasi. Perencanaan terdapat 2 langkah yaitu merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan proses pembelajaran terdapat 7 komponen yang mendukung yaitu tujuan, guru, peserta didik, metode, materi, media dan evaluasi. Kegiatan proses pembelajaran terdapat 3 tahap yaitu kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Proses pembelajaran seni tari mengenalkan dan menumbuhkan beberapa nilai karakter peserta didik. Karakter yang dikenalkan terdapat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu Kompetensi Inti 2 meliputi jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, percaya diri dan motivasi internal, dan toleransi. Kata Kunci : Nilai, Karakter, Pembelajaran, Siswa, Tari
Studi Komparasi: Tari Topeng Ireng Magelang Dengan Tari Topeng Ireng Boyolali
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali yang meliputi tiga aspek yaitu bentuk pertunjukan, koreografi tari dan fungsi tari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dari penelitian menunjukan terdapat perbedaan antara Topeng Ireng Desa Warangan Kabupaten Magelang dengan Topeng Ireng Desa Tarubatang Kabupaten Boyolali. Dilihat dari aspek bentuk pertunjukannya, Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali memiliki perbedaan yaitu pada pelaku, gerak, tata rias, tata busana/kostum dan properti. Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali memiliki persamaan fungsi yaitu sebagai hiburan, seni pertunjukan, dari segi ekonomi sebagai penambah penghasilan, dan media pendidikan. Kata Kunci: Komparasi, Tari Topeng Ireng, Magelang dan Boyolali
Kajian Koreografi Tari Lembu Sena di Desa Ngagrong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22793

Abstract

Tari Lembu Sena merupakan salah satu tari kerakyatan yang ide penciptaannya terinspirasi dari ikon Boyolali yaitu lembu atau sapi. Tari Lembu Sena diciptakan oleh Bapak Warsito atas permintaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali yang menginginkan adanya penggalian potensi lain dibidang kesenian. Masalah yang dikaji adalah proses koreografi dan bentuk koreografi Tari Lembu Sena di Desa Ngagrong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan koreografis. Teknik pengumpulan data Tari Lembu Sena menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian kajian koreografi Tari Lembu Sena mencakup proses dan bentuk koreografi. Adapun proses koreografi yang dilakukan seperti eksplorasi, improvisasi dan komposisi sedangkan bentuk koreografinya yang meliputi tema, judul, pola garapan, gerak, jumlah penari, iringan, pola lantai, tata rias dan busana, bentuk panggung serta tata lampu yang digunakan saat penampilan Tari Lembu Sena. Berdasarkan hasil di atas, Tari Lembu Sena merupakan suatu bentuk karya seni yang memiliki korelasi dengan ikon Boyolali dimulai dari penggasan ide penciptaan, pemilihan gerak tari serta tahap merealisasikan wujud sapi secara utuh pada tata rias dan busananya. Kata Kunci : Lembu, Koreografi, Tari Lembu Sena
Eksistensi Tari Ronggeng Bugis di Sanggar Pringgadhing
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22794

Abstract

Tari Ronggeng Bugis temasuk tarian jenaka, yang lucu dan menghibur. Berbeda dengan tari Ronggeng lain, tari Ronggeng Bugis ditarikan oleh laki-laki, selain itu keberadaan tari Ronggeng Bugis sendiri sudah diakui oleh masyarakat Cirebon kota dan Cirebon barat. Masalah penelitian yaitu Bagaimana Eksistensi Tari Ronggeng Bugis di Sanggar Pringgadhing Plumbon Cirebon. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui, dan mendeskripsikan bagaimana eksistensi tari Ronggeng Bugis di Sanggar Pringgadhing Plumbon Cirebon.Teknik pengumpulan data melalui observasi mengenai tempat penelitian dan bentuk pertunjukan tari Ronggeng Bugis, kemudian wawancara dengan beberapa sumber yaitu ketua sanggar, dinas pariwisata dan budaya Kabupaten Cirebon, kepala sekolah, penari, pelatih, dan penonton. dan dokumentasi penelitian maupun dokumentasi peneliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Ronggeng Bugis di Sanggar Pringgadhing masih eksis dan dikenal oleh masyarakat Cirebon. dengan pembuktian adanya pementasan tari Ronggeng Bugis sampai tahun 2017 ini. Serta adanya kerjasama dengan instansi pemerintahan seperti dinas kebudayaan dan sekolah, dengan tujuan melestarikan kebudayaan Cirebon dan sebagai sarana pendidikan. Kata Kunci : eksistensi, tari ronggeng
Bentuk Pertunjukan Tari Kubro Siswo Arjuno Mudho Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22810

Abstract

Abstrak Tari Kubro Siswo merupakan tari tradisional kerakyatan yang muncul, tumbuh, dan berkembang di kalangan masyarakat, khususnya Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui dan mendeskripsikan Bentuk Pertunjukan yang terdapat dalam tari Kubro Siswo Grup Arjuno Mudho di Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tari Kubro Siswo Grup Arjuno Mudho memiliki tiga segmen atau bagian dalam pertunjukannya yakni Pembuka, Inti atau Theleng, dan Penutup. Pada akhir masing-masing segmen pasti ada aba-aba dalam baris-berbaris seperti Siap, Lencang Depan, dan Berhadap-hadapan. Biasanya setiap peralihan segmen dari inti ke penutup ada atraksi atau proses kesurupan yang tidak semata-mata hanya sebagai hiburan namun memiliki makna tersendiri yaitu sebagai interaksi antara manusia dengan roh nenek moyang yang hadir dalam pertunjukan. Bentuk Pertunjukan Tari Kubro Siswo dapat diketahui melalui aspek-aspek yang terdapat di dalamnya yakni meliputi Pelaku, Ragam Gerak, Tata Busana, Musik Iringan, Tempat Pertunjukan, Waktu Pertunjukan, serta unsur pendukung jalannya pertunjukan meliputi Sesaji dan Proses Kesurupan atau Trance. Kata Kunci : Bentuk Pertunjukan, Tari Kubro Siswo
Perkembangan Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo Generasi Ke-6 Sampai Generasi Ke-7 Desa Solokuro Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22896

Abstract

Kesenian Jaran Jenggo merupakan kesenian arak-arakan pengantin khitanan dengan menggunakan kuda atau jaran yang diiringi musik jedor. Kesenian Jaran Jenggo mulai mengembangkan diri dari generasi ke-6 hingga kini memasuki generasi ke-7 akibat perubahan sosial yang terjadi karena tuntutan aspek pola pikir modern, pendidikan, dan ekonomi. Menjadikan Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo membuat inovasi bentuk kesenian agar tidak monoton. Perubahan inilah yang memotivasi Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo mengembangkan bentuknya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan bentuk Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo dari generasi ke-6 sampai generasi ke-7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Sosiologi Seni untuk mengkaji pengaruh perkembangan masyarakat kepada seniman dalam menciptakan bentuk Kesenian Jaran Jenggo agar terlihat lebih menarik. Perubahan sosial, membuat Kesenian Jaran Jenggo akhirnya mulai bangkit dengan inovasi bentuk seperti gerak, iringan, kostum dan rias, bahkan penambahan tahapan yaitu berupa tahap pamitan yang diawali pada Generasi ke-6 hingga menjadi bentuk baru dan dilanjutkan serta dikembangkan kembali hingga saat ini memasuki Generasi ke-7. Kesenian Jaran Jenggo Aswo Kaloko Joyo telah menemukan tingkat pemikiran yang cukup matang dalam menghadapi tantangan perubahan, dengan adanya perkembangan membuat Kesenian Jaran Jenggo tetap harus selalu meningkatkan mutu dan kualitas bentuk kesenian yang mereka miliki
Tari Melinting Tari Melinting di Masa Lalu dan Masa Kini
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v8i1.24899

Abstract

Tumbuh kembang Tari Melinting yang notabane milik masyarakat Lampung menjadi menarik diperhatikan terutama merujuk pada tujuan dan fungsinya saat ini yang terus berubah. Perubahan-perubahan tersebut dapat terlihat dan dibandingkan dengan bentuk awalan tarian tersebut hidup. Secara rinci terdapat perbedaan dalam penyajian tari Melinting baik dari segi fungsi, bentuk, maupun maknanya. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan perkembangan dan perubahan bentuk tari melinting sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Metode yang digunakan untuk mengungkap perkembangan dan perubahan bentuk tari Melinting yakni metode deskriptif kualitatif. Perkembangan dan perubahan bentuk Tari Melinting dapat dilihat pada tiap elemen seni pertunjukan mulai dari aspek penari, gerak, pola lantai, tata rias, busana, iringan musik, penonton dan elemen pendukung lainnya. Perkembangan dan perubahan yang terjadi merupakan upaya pemerintah dan seniman Lampung dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya dan kearifan lokal.
NILAI MORAL PADA KESENIAN BUNCIS DI DESA TANGGERAN KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v7i2.25540

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskrisikan mengenai tiga aspek nilai moral pada Kesenian Buncis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan sosiologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data berdasarkan model Milles and Huberman. Hasil penelitian mengenai nilai religius pada Kesenian Buncis terdapat dalam sejarah, bentuk pertunjukan dan keadaan masyarakat seni. Bentuk pertunjuk meliputi: pola pertunjukan dan elemen-elemen pertunjukan. Nilai religius terdiri dari: sikap percaya kepada Tuhan, toleransi, kerukunan hidup, cinta damai, bersahabat. Nilai gotong royong tercermin dari rasa solidaritas sosial para pelaku seni, kerjasama, tanggung jawab, toleran, peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, kerja keras, dan kreatif baik dalam kehidupan bermasyarakat, latihan dan pertunjukan. Nilai cinta tanah air terlihat dari semangat kebangsaan, menghargai prestasi dan cinta damai, serta semangat dalam melestarikan warisan budaya dengan cara berkesenian dan berlatih. Kata Kunci: Nilai moral; Kesenian Buncis