cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PEWARISAN BENTUK, NILAI, DAN MAKNA TARI KRETEK Mulanto, Joko
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.686 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9601

Abstract

Tari Kretek merupakan salah satu tarian khas yang lahir dari Kabupaten Kudus. Tari Kretek diciptakan berdasarkan pada proses pembuatan rokok kretek. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pewarisan bentuk, nilai, dan makna Tari Kretek dan  bagaimana proses pewarisan itu terjadi sehingga terjaga kelestariannya?  Lokasi  penelitian  adalah Sanggar Seni Puring Sari Kabupaten Kudus. Sasaran yang diteliti adalah asal-usul Tari Kretek, bentuk penyajian Tari Kretek, nilai dan makna tari Kretek serta pola dan proses pewarisannya. Penelitian ini  menggunakan       pendekatan              kualitatif   yang  memiliki          sifat     deskritif. Pengumpulan          data  dilakukan    dengan        teknik       observasi,              wawancara,  dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalis dengan dua cara yaitu analisis intraestetik  dan  analisis  ekstraestetik.  Hasil  penelitian   menunjukkan  bahwa pewarisan  tari  Kretek  dilakukan  melalui  proses  pembelajaran  yang  memuat imitasi, identifikasi, dan sosialisasi dengan dilaksanakan secara terprogram dan teratur di Sanggar Seni Puring Sari.  
PERKEMBANGAN KESENIAN TONG TEK GRUP ELSHINTA DI DESA TAYU KULON PATI Kusumadewi, Murtisa Sulistin
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.943 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9602

Abstract

Pokok Permasalahan yang diajukan yaitu: (1) Bagaimana Bentuk Pertunjukan Seni Kerakyatan Tong Tek Grup Elshinta; (2) Bagaimana Perkembangan Kesenian Tong Tek Grup Elshinta di Desa Tayu Kulon Kecamatan Tayu Kabupaten Pati dari tahun 2007-sekarang. Tujuan Penelitian yaitu: (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Seni Kerakyatan Tong Tek Grup Elshinta; (2) Untuk mengetahui Perkembangan Kesenian Tong Tek Grup Elshinta Di Desa Tayu Kulon Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  kualitatif, karena pada dasarnya penelitian ini berupa kata-kata dan gambar, hasil wawancara, dan dokumentasi. Teknik Keabsahan Data dengan teknik Triangulasi yang meliputi sumber, metode dan data. Teknik pengumpulan data, teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sejak awal terbentuknya tahun 2007, penampilan kesenian ini cukup sederhana. Kostum dan peralatannya relatif sederhana dan terkesan apa adanya karena pada hakikatnya kesenian ini muncul karena para nelayan haus akan hiburan setelah bekerja keras di laut.Namun hal itu merupakan daya pikat tersendiri dan menimbulkan keunikan yang mencerminkan masyarakat Tayu. Bentuk pertunjukan yang di sajikan dalam kesenian ini melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan pertunjukan, tahap pelaksanaan pertunjukan dan tahap pasca pertunjukan. Kesenian yang semula untuk menyalurkan bakat dan sebagai sarana pergaulan muda-mudi, mulai sekitar tahun 2011 sampai sekarang kesenian ini mulai dikomersilkan. Adanya pemasukan dana dari ?tanggapan?, maka peralatan Tong Tek juga semakin modern. Tong Tek yang semula dipentaskan  di jalan raya di desa Tayu Kulon sebagai pengisi salah satu acara yang diadakan desa Tayu Kulon, mendapatkan apresiasi yang baik dari warga desa Tayu Kulon maupun warga desa lain. Hal itu bisa dibuktikan dari banyaknya permintaan atau dalam istilah daerah Pati ?tanggapan? Grup Tong Tek Elshinta untuk mengisi acara seperti sedekah bumi, acara sunatan, pawai daerah baik di daerah Pati maupun di daerah lain seperti Jepara, Kudus, Blora dan Rembang. Grup Tong Tek Elshinta pernah memenangkan beberapa lomba yang diadakan di Kabupaten Pati. Tampilan yang menarik dengan adanya tarian serta  iringan musik utama kentongan dari bilah-bilah bambu dan drum bekas adalah keunikan yang menjadi ciri Grup Elshinta. 
PENANAMAN NILAI ESTETIS MELALUI PEMBELAJARAN TARI CIPAT CIPIT BAGI SISWA TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA SLB NEGERI JEPARA Silvia Kusuma Dewi, Ema
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9604

Abstract

Abstrak Penanaman nilai estetis ialah suatu proses untuk menumbuhkan rasa sadar keindahan. Salah satu materi pembelajaran ekstrakurikuler tari di SLB Negeri Jepara ialah tari Cipat cipit. Tujuan penelitian adalah untuk memahami proses ekstrakurikuler tari dan bentuk penanaman nilai estetis tari Cipat cipit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran  menggunakan empat metode yaitu demonstrasi, ceramah, latihan dan penugasan. Metode khusus dalam penyampaian materi adalah penggunaan bahasa isyarat untuk siswa tunarungu dan menggunakan kata-kata yang mudah diingat bagi siswa tunagrahita. Hasil proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari siswa tunarungu dan tunagrahita, siswa mampu menarikan tari Cipat cipit secara mandiri serta dapat memahami nilai estetis dalam tari Cipat cipit. Saran yang diberikan peneliti (1) Kepada guru tari sebaiknya memperlihatkan video tari terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai (2) Kepada kepala sekolah supaya semua guru pengampu di SLB Negeri Jepara berlatar belakang pendidikan luar biasa
PERTUNJUKAN BARONGAN GEMBONG KAMIJOYO KUDUS Dwi Wahyuningsih, Endah
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.465 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9605

Abstract

Barongan adalah sejenis binatang yang menyerupai singa untuk memberikan hiburan dikalangan anggota masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Barongan merupakan pertunjukkan yang dinanti-nanti karena biasa di mainkan sebagai tanggapan pada hajatan Sunatan, Perkawinan, Tujuhbelas Agustusan dan sebagainya. Terutama yang mempunyai anak yang hendak diruwat. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: bagaimana bentuk pertunjukan dan nilai-nilai dari pertunjukan Barongan Gembong Kamijoyo di Desa Dersalam Kabupaten Kudus. Nilai-nilai yang terkandung dalam seni pertunjukan meliputi nilai keindahan, nilai hayati, nilai ilmu pengetahuan, nilai keterampilan, dan nilai religius.   Abstract Barongan is a kind of animal which look likes a lion. Barongan is usually performing for amusement, especially for villagers.barongan is one of the most a waited because its performed for som Prties, such as for wedding, tujuh belasan (independence day), and so on. Most children who will be ?ruwat? have Barongan performance. The research problem of this study is: how are the performance and the values of Barongan Gembong Kamijoyo in Desa Dersalam of Kudus Regency. The values of this art are the values of art, literal values, scientific values, and the values of religious.   
KAJIAN KOREOGRAFI TARI WANARA PARISUKA DI KELURAHAN KANDRI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Putri Nuur Wulansari, Putri Nuur Wulansari
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.204 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9606

Abstract

 Abstrak   Kesenian tradisional di Jawa Tengah beraneka ragam jenis dan bentuknya. Salah satunya adalah tari Wanara Parisuka di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, yang merupakan identitas dari Goa Kreo. Sebuah tari tidak terlepas dari bentuk koreografinya. Oleh karena itu, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan bentuk koreografi tari Wanara Parisuka di kelurahan Kandri kecamatan Gunungpati kota Semarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan serta mengkaji koreografi tari Wanara Parisuka di kelurahan Kandri kecamatan Gunungpati kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian koreografi tari Wanara Parisuka mencakup proses dan bentuk. Proses dikaji dalam eksplorasi gerak kera, improvisasi secara spontan, dan komposisi dengan pelengkap tari. Bentuk dikaji dalam ragam gerak, pola lantai, iringan, tata rias, tata busana/kostum, dan properti. Sajian dari tari Wanara Parisuka dengan menonjolkan karakter dari para monyet Kreo. Berdasarkan hasil penelitian proses penciptaan tari Wanara Parisuka merupakan bentuk kreatifitas seniman dengan mengeksplor potensi lingkungannya terinspirasi gerak-gerak binatang kera di hutan Goa Kreo agar tidak kalah dengan kesenian daerah, pengaplikasian penari dari ragam gerak tari Wanara Parisuka yang kurang sesuai, kostum tari Wanara Parisuka dikembangkan agar menambah keserasian dalam bentuk menyerupai kera.
APRESIASI TERHADAP KETOPRAK “SAPTA MANDALA” DALAM LAKON “SRI HUNING MUSTIKO TUBAN” BAGI MASYARAKAT NGABLAK PATI Miqdadiyyah, Samahir
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.408 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9608

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana apresiasi terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam lakon Sri Huning Mustiko Tuban bagi masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati sedangkan sub masalahnya adalah bagaimana bentuk pertunjukkan Ketoprak Sapta Mandala dan bagaimana tanggapan masyarakat Desa Ngablak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dan tanggapan masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan pendekatan induktif untuk mengambil kesimpulan secara menyeluruh dalam penelitian, dari setiap data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban di Desa Ngablak Kabupaten Pati dipentaskan pada siang hari, Unsur-unsur di dalam Pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala meliputi: (1) tema, (2) lakon, (3) adegan sisipan, (4) penokohan, (5) iringan, (6) rias dan busana, (7) sarana dan prasarana dan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngablak mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia memberikan tanggapan terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam Lakon Sri Huning Mustiko Tuban. Hal ini terbukti bahwa: (1) anak-anak, senang dengan Ketoprak Sapta Mandala, (2) remaja, kebanyakan dari remaja kurang suka dengan Ketoprak dan lebih senang menonton dangdut, (3) orang tua, lebih menyukai ketoprak dari pada dangdut, (4) lansia, lansia kurang paham dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban, mereka nonton Ketoprak hanya untuk hiburan semata.  
APRESIASI TERHADAP KETOPRAK “SAPTA MANDALA” DALAM LAKON “SRI HUNING MUSTIKO TUBAN” BAGI MASYARAKAT NGABLAK PATI Miqdadiyyah, Samahir
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.408 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9609

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana apresiasi terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam lakon Sri Huning Mustiko Tuban bagi masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati sedangkan sub masalahnya adalah bagaimana bentuk pertunjukkan Ketoprak Sapta Mandala dan bagaimana tanggapan masyarakat Desa Ngablak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dan tanggapan masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan pendekatan induktif untuk mengambil kesimpulan secara menyeluruh dalam penelitian, dari setiap data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban di Desa Ngablak Kabupaten Pati dipentaskan pada siang hari, Unsur-unsur di dalam Pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala meliputi: (1) tema, (2) lakon, (3) adegan sisipan, (4) penokohan, (5) iringan, (6) rias dan busana, (7) sarana dan prasarana dan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngablak mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia memberikan tanggapan terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam Lakon Sri Huning Mustiko Tuban. Hal ini terbukti bahwa: (1) anak-anak, senang dengan Ketoprak Sapta Mandala, (2) remaja, kebanyakan dari remaja kurang suka dengan Ketoprak dan lebih senang menonton dangdut, (3) orang tua, lebih menyukai ketoprak dari pada dangdut, (4) lansia, lansia kurang paham dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban, mereka nonton Ketoprak hanya untuk hiburan semata.  
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI TARI KRIDHA JATI DI SANGGAR HAYU BUDAYA KELURAHAN PENGKOL JEPARA Khutniah, Nainul; Eny Iryanti, Veronica
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.786 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9615

Abstract

Tari Kridah Jati merupakan tari khas kota Jepara yang menggambarkan  kegiatan keseharian sebagian besar masyarakat Jepara sebagai pengrajin ukir, dan merupakan kegiatan mengukir tersebut menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat Jepara. Sejak terciptanya tari Kridha Jati pada tahun 1996, tari Kridha Jati tidak serta merta bisa langsung dikenal semua masyarakat jepara , dan juga tidak mampu menarik minat para generasi  muda  untuk  mempelajari  tari  tersebut.  Penelitian  ini  mengambil  subjek  Upaya  Mempertahankan Eksistensi  tari  Kridha  Jati.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk   mengetahui  dan  mendiskripsikan  Upaya mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Kecamatan JeparaKabupaten  Jepara.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Upaya  yang  dilakukan  oleh  pihak  sanggar  dan kerjasama  sanggar  dengan  pihak  PEMDA Jepara, Dinas Pariwisata Jepara dan Sekolah tempat Endang Murtining Rahayu mengajar ekstra. Selain itu, penelitian ini memaparkan ragam gerak tari Kridha Jati, iringan tari Kridha Jati serta aspek pertunjukan yang meliputi tata rias dan tata bus ana tari Kridha Jati. Temuan lain yaitu Eksistensi Tari Kridha Jati, sebagai tari khas kota Jepara dan difungsikan sebagai penyambutan tamu, tari Kridha Jati sering dipertunjukan dalam  acara-acara penting yang diadakan oleh pihak PEMDA dan Dinas Pariwisata.
EKSISTENSI YANI SEBAGAI KOREOGRAFER SEXY DANCE Siswantari, Heni; Lestari, Wahyu
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.175 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9616

Abstract

Segala sesuatu yang memiliki eksistensi mudah dikenal orang jika memiliki   keistimewaan  atau keunikan  hingga  menjadi  lebih  menarik   dibanding   orang    lain.  Eksistensi  memiliki  peran penting dalam  dunia  hiburan,  tak   terkecuali  dalam  bidang  seni  tari.  Sexy  dance merupakan wujud perkembangan seni tari modern menjadi salah satu bentuk pemanfaatan fisik  perempuan sebagai daya tarik dunia hiburan. Penelitian ini mengambil  subjek Yani yang berperan sebagai koreografer sexy  dance.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  dan  mendeskripsikan eksistensi  Yani sebagai  koreografer sexy dance dan proses pembentukan koreografi sexy dance yang dibuat  oleh Yani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yani  memiliki bakat dan syarat untuk menjadi seorang koreografer           yang       professional. Proses koreografi               dilakukan melalui tahapan   tari   hingga membentuk sebuah karya sexy dance. Selain itu, penelitian ini mamaparkan aspek pertunjukan yang meliputi   tata   rias,   tata   busana   dan   lighthing.  Temuan  lain  yaitu peran  Yani  sebagai  pemimpin kelompok  Seven  Soulmate  dengan  pembuatan  kostum  dan musik    pengiring    secara    mandiri, pembuatan  jadwal  latihan,  manajemen  keuangan  secara terorganisir serta keikutsertaan kelompok Seven   Soulmate   dalam  kompetisi  antar  kelompok sexy   dance.   Penelitian  ini   diharapkan   mampu  membuka  pandangan  masyarakat  agar  lebih mengapresiasi sexy dance dan tidak bersikap stereotype terhadap profesi sexy dancer.  
BARONGAN JOGO ROGO DALAM TRADISI SELAPAN DINO Efendi, Junarto; Kusumastuti, Eny
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.507 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9617

Abstract

The ceremony selapan dino is traditional ceremonies exercised regularly by villagers Gabus Pati starch every friday night wag e. Friday wage was a day of being believable villagers Gabus as days of difficult to obtain rejeki, so we needed held a ceremony selapan dino which aims to launch rejeki. The ceremony selapan dino to be held every 35 days, by villagers Gabus. The ceremony selapan dino in an hereditary manner alw ays performing barongan  jogo  rogo   as  requirement  of   the  organizing  of   ceremonies  selapan  dino.   The  subjects  in  research  is:  how  do  you  study textual  and contextual the art of barongan jogo rogo in the tradition of selapan dino in the village of Gabus Pati starch. Textual study focused on the form of a show barongan jogo rogo in selapan dino, the study of contextual focused on function barongan jogo rogo in selapan dino. A me thod of research used in this research using methods qualitative.  The technique of collecting data covering  the technique of observation, the technique of interviews and engineering  documentation.  Engineering  analysis  of  data  in   research   is  the  reduction  of  data,  presentation  of  data  and the  wi thdrawal  of   the conclusion. Research revealed that the art of barongan jogo rogo in the village of Gabus Pati starch appear around 1980 which was initiated by the father  who  was.  Textual  study  art  barongan  jogo  rogo  in  selapan  dino  focused  on  form  consisting   of  a  theme, a  performer  (  inv estors  ), accompaniment ( vote ) place stage, motion, a way ( fashion, dressing, the property and the offerings ) and the audience. An art form barongan jogo rogo in selapan dino different with a gig barongan jogo rogo served as a whole. Barongan jogo rogo in the tradition of selapa n dino served in the form of mobile convoy village of Gabus. Study contextual the art of barongan jogo rogo in selapan dino can be known that baro ngan jogo rogo serves as a means of a ritual. The function of a ritual namely as a means of turning balah and ruwatan.A  form of turning balah villagers Gabus namely by  giving  wisit  to  barongan  one  goes  home,  while   the  aim  of  turning  balah  to  villagers  Gabus  escape from  calamity  misfortune;   distress  and obstruction. A form of ruwatan villagers Gabus namely mengarak barongan roving village as figures of protector of villagers Gabus. Suggestions in this research are villagers Gabus must remain hold staging barongan jogo rogo on tradition selapan dino as a form of love tow ards art barongan and efforts to the preservation of culture. Culture and tourism agency should be more can promote tradition selapan dino to other region via the internet, salebaran or newspapers so that tradition selapan dino can known to the territory of another

Page 9 of 33 | Total Record : 328