cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
BENTUK DAN FUNGSI KESENIAN TRADISIONAL KRANGKENG DI DESA ASEMDOYONG KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG Nurul Amalia, Nurul Amalia
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.569 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9629

Abstract

Abstrak Bentuk dan fungsi kesenian tradisional Krangkeng di Desa Asemdoyong. Kesenian Krangkeng merupakan kesenian yang terdiri dari banyak unsur akrobatis, yang membuat kesenian ini lebih menarik dari kesenian lain adalah pada gerakan-gerakannya. Kesenian Krangkeng memadukan antara gerak tari, olahraga, ilmu bela diri, dan gerak akrobatik yang dikemas menarik sehingga dapat menarik penonton untuk menyaksikan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui bentuk pertunjukan kesenian Krangkeng di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, (2) Mengetahui fungsi kesenian Krangkeng di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertunjukan kesenian Krangkeng terdidri dari dua babak, yaitu 1). Babak pendahuluan, yang berupa tari-tarian, 2). Babak inti, yang berupa demonstrasi kekebalan tubuh. Fungsi kesenian Krangkeng antara lain: 1). Sebagai sarana ritual, 2). Sebagai sarana hiburan, 3). Sebagai alat propaganda keagamaan, dan 4). Sebagai alat penutur kebaikan
PEMBELAJARAN TARI KUPU-KUPU PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 1 KARANGSARI KECAMATAN PUNGGELAN RinaPujiastuti, RinaPujiastuti
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9630

Abstract

ABSTRAK SD Negeri 1 Karangsari merupakan sekolah yang memiliki materi Tari Kupu-kupu yang diajarkan menggunakan metode demonstrasi dan imitatif. Tujuan penelitian ini adalah Menjelaskan dan mendiskripsikan proses pembelajaran tari kupu-kupu pada siswa kelas I SD N 1  Karangsari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah Pembelajaran Tari Kupu-kupu pada siswa kelas I SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan terdiri dari beberapa komponen yaitu guru, siswa, bahan ajar, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, alat pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, sumberbelajar, evaluasi. Pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pra pembelajaran, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran Tari Kupu-kupu pada siswa kelas I SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan dikatagorikan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek kognitif dilihatdari kemampuan siswa dalam mengingat, menghafal, dan memahami tarian. Aspek afektif meliputi tingkat mengenal gerak tari, merespon, menghargai. Aspek psikomotorik dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menirukan gerak, ketepatan dalam gerak, merangkaikan gerak dan melakukan gerak secara wajar.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN SENI TARI KELAS XI IS 1 DI SMA NEGERI 1 MAGELANG Enggaring Tyas, Aprilia
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.398 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9631

Abstract

  Permasalahan yang dikaji yaitu bagaimanakah penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran seni tari kelas XI IS 1 di SMA Negeri 1 Magelang dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran seni tari di kelas XI IS 1 di SMA Negeri 1 Magelang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pijakan referesi penerapan pendekatan saintifik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Seni Tari Kelas XI IS 1 Di SMA Negeri 1 Magelang, menggunakan 3 tahapan umum, yaitu tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan yang terdiri dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, membuat jejaring, dan terakhir tahapan evaluasi. Pembelajaran seni tari melewati 3 (tiga) langkah yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pendekatan saintifik juga memiliki faktor yang mendukung dan menghambat dalam penerapan yang dibagi dari segi internal dan eksternal.Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat penulis berikan adalah kepada SMA Negeri 1 Magelang agar guru perlu menyesuaikan alokasi waktu, siswa harus lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar, serta diadakannya tempat khusus untuk menari sehingga proses pembelajaran seni tari tidak terganggu oleh acara sekolah.
KONFLIK KELOMPOK MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN DOLALAK SEKAR ARUM DUSUNCAPAR KULON, KECAMATAN LEKSONO, KABUPATENWONOSOBO Eska Novita Prastiwi, Eska Novita Prastiwi
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.918 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9632

Abstract

Abstrak Masyarakat Dusun Capar Kulon merupakan suatu masyarakat yang mayoritas beragama Islam, namun pada kenyataanya Islam pada masyarakat Dusun Capar Kulon terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu abangan, santri serta priyayi. Di Dusun Capar Kulon terdapat Kesenian Dolalak Sekar Arum yang memodifikasi Dolalak Purworejo. Adanya perbedaan pendapat mengenai rangkaian pementasan Kesenian Dolalak Sekar Arum menjadikan konflik terhadap kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon. Masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk konflik kelompok masyarakat terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum dan faktor apa yang menjadikan sumber konflik kelompok masyarakat terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum di Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana bentuk dan faktor apa yang menjadikan sumber konflik kelompok masyarakat abangan, santri serta priyayi terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan untuk Group kesenian Dolalak Sekar Arum lebih mempertimbangkan waktu pementasan kesenian Dolalak dan kostum kesenian Dolalak agar tidak menjadikan konflik kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, kemudian untuk kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon diharapkan untuk menghormati dan memahami kebudayaan serta kepercayaan kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.
TARI SRIMPI GUITAR KARYA TIEN KUSUMAWATI (KAJIAN KOREOGRAFI) Rizky Putri Septi Handini, Rizky Putri Septi Handini
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.421 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9641

Abstract

Abstrak Tari Srimpi Guitar karya Tien Kusumawati merupakan suatu karya seni tari yang dibuat melalui imajinasi koreografer dengan membuat karya tari yang memiliki unsur tradisi menjadi sebuah karya tari baru yang dikolaborasikan dengan suara petikan gitar yang disukai koreografer sebagai musik pengiring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Srimpi Guitar berbeda dengan tari Srimpi pada umumnya pada segi penggunaan gitar ukulele sebagai properti tari dan petikan gitar klasik sebagai musik pengiringnya. Gerak tradisi yang ada di dalam tari Srimpi Guitar dibuat suatu koreografi dengan durasi 5 menit 35 detik, tanpa mengurangi kaidah (pakem) dan urutan pola gerak tari tradisi, walaupun gerak dalam tari Srimpi Guitar tidak mewakili tokoh batak, gulu, dhada dan buncit seperti tari Srimpi pada umumnya, hanya di dalam koreografinya masih mempertahankan konsep mata angin melalui pola prapatan
NILAI ESTETIS PERTUNJUKAN KESENIAN SINTREN RETNO ASIH BUDOYO Fatmawati Nur Rohmah, Fatmawati Nur Rohmah
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.402 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9642

Abstract

ABSTRAK Nilai estetis pertunjukan kesenian Sintren dapat dilihat dari sisi pemain (penari Sintren, Bodor, pawang, sinden, pemusik) dan penonton dalam satu arena pertunjukan.Selain itu, keindahan pertunjukan kesenian Sintren dapat dilihat dari penampilan penari Sintren yang pada saat menari tidak sadarkan diri dan adegan yang menjadi keunggulan dalam pertunjukan yaitu balangan, temoan, nunggang jaran dan mburu Bodor.Keindahan yang lain dapat dilihat dari perlengkapan pertunjukan kesenian Sintren, yaitu kurungan, sampur, jaranan dan sesaji.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan menganalisis nilai estetis yang terkandung dalam pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.Sumber data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian nilai estetis pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo adalah pertunjukan dilaksanakan dipelataran dan tidak ada batasan antara pemain dan penonton.Penampilan kesenian Sintren terbagi menjadi tiga bagian yaitu awal pertunjukan, inti pertunjukan dan akhir pertunjukan yang memiliki 10 adegan dan 15 ragam gerak.Pertunjukan dilengkapi oleh beberapa properti seperti kurungan, sampur, jaranan dan sesaji. Nilai estetis pertunjukan dapat dilihat dari adegan-adegan unggulan pertunjukan, yaitu adegan temoan dimana penari Sintren membawa nampan berjalan kearah penonton untuk meminta sumbangan, balangan dimana penonton membalang sampur yang berisi uang kepada penari Sintren dan seketika Sintren pingsan, nunggangjaran dimana penari Sintren menaiki Bodor yang berperan sebagai kuda, mburuBodor dimana penari Sintren menghalang-halangi Bodor yang hendak pergi meninggalkan penari Sintren.
METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO SETIYOWATI, MULYO
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9658

Abstract

Sanggar  merupakan  tempat  pelatihan  dalam  jenis  pendidikan  nonformal.  Sanggar Dharmo Yuwono merupakan salah satu sanggar yang terletak di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pembelajaran di  Sanggar  Dharmo  Yuwono  khususnya  kelas  terampil  menggunakan  metode  SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis), metode ini milik Bahasa Indonesia yang diadopsi pada tari, sehingga harus diikuti metode imam/ meniru. Metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis)   lebih   memperhatikan   kreativitas   dan   keaktifan   siswa.   Hasil   penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran pada kelas terampil ada 3 tahap yaitu 1) bagian awal siswa diberikan apersepsi yaitu guru  menerangkan sekilas tentang tari yang akan dipelajari,  2)  bagian  inti  pengajar  menerapkan  metode  SAS  yang  dipadukan  dengan metode imam, pada tahap struktural siswa diberikan materi secara keseluruhan dan siswa ikut menari di belakang pengajarnya, tahap analitis siswa mampu  mendemonstrasikan ragam gerak yang sudah diajarkan secara penggal per penggal, dan tahap sintesis gerakan digabungkan menjadi satu materi yang diajarkan pada hari tersebut, 3) bagian  penutup siswa terbagi menjadi 3 atau 4 orang untuk maju bergantian evaluasi tari yang diajarkan dan  guru  memberikan  masukan  kepada  siswa,  serta  faktor  yang  mendukung  dan menghambat   pelaksanaan   metode   SAS   (Struktur,   Analitis,   dan   Sintesis)   dalam pembelajaran  seni  tari  di  kelas  terampil  Sanggar  Dharmo  Yuwono  Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pengajar lebih memperhatikan lagi dari cara mengatur waktu supaya tidak terburu-buru dalam menjelaskan materi. Pengajar dan siswa lebih meningkatkan kerjasama dengan baik misalnya diusahakan berangkat tepat waktu, sehingga  waktu  dapat dimanfaatkan secara efektif. Pada alat pendukung pembelajaran, tape  recorder yang  sudah  lama  dipakai  bisa  digantikan  dengan  yang  baru  guna meningkatkan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.   Kata kunci: Metode, Pembelajaran, Sanggar
TARI JATHILAN SEBAGAI TERAPI PADA PENDERITA REHABILITAN GANGGUAN JIWA Febyulan P.A, Eshry
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.394 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9711

Abstract

Tari Jathilan merupakan salah satu kesenian kerakyatan yang digunakan sebagai salah satu media terapi pada pasien rehabilitan gangguan jiwa (Skizofrenia) dalam upaya penyembuhan kejiwaan pasien di Rumah Sakit Jiwa Magelang.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses terapi tari dan menjelaskan manfaat yang ditimbulkan pada rehabilitan gangguan jiwa (Skizofrenia).  Penelitian kualitatif  pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian dengan mendeskripsikan proses terapi  yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup serta manfaat dari terapi tari yaitu memperbaiki koordinasi gerak pasien, konsentrasi berfikir, menyalurkan energi positif pada tubuh pasien, meningkatkan kemandirian pasien.   ABSTRACT Jathilan dance is one of the popular arts are used as a medium of therapy in patients rehabilitant mental disorders (schizophrenia) in an effort to cure psychiatric patients at the Mental Hospital Magelang.. The aim of research to describe the process and explain the benefits of dance therapy inflicted on rehabilitant mental disorders (schizophrenia). Qualitative research data was collected through observation, interviews and documentation. The validity of the data used techniques using triangulation method. The results that descripstion of therapy process includes introductory, core and cover and than the benefits of dance therapy patients to fix motoric coordination, concentration of thinking, channeling positive energy to the patient's body, increasing the independence of the patient.  
NILAI ESTETIS PERTUNJUKAN TRADISIONAL JATHILAN TUO DI DESA KABUPATEN MAGELANG Susanti, Widya; lanjari, restu
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.448 KB) | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan nilai estetis apa yang terkandung dalam pertunjukan tradisional Jathilan Tuo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan estetis koreografi, pendekatan estetika, dan pendekatan emik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Adshead. Teori tersebut adalah mengenali dan mendeskripsikan komponen-komponen pertunjukan, memahami hubungan antara komponen pertunjukan, melakukan interpretasi gerak pertunjukan, dan melakukan evaluasi. Aspek bentuk yang meliputi gerak dalam pertunjukan tradisional Jathilan Tuo menggunakan gerak yang bertempo pelan seperti gerak paten, tanjak kanan, perangan dan onclang dengan menggunakan intensitas tenaga yang sedikit dan volume ruang yang kecil, serta gerak yang bertempokan cepat seperti gerak sirig dan lampah tigo dengan intensitas tenaga yang besar dan volume ruang yang lebar dengan iringan musik berupa gamelan Jawa serta tambahan alat musik simbal-krecek yang bertempo pelan dan cepat, serta dipadu padankan dengan tata rias menggunakan rias korektif yang memperjelas garis pada wajah dan di lengkapi dengan tata busana Jawa lengkap yang digunakan para penari Jathilan Tuo sehingga pertunjukan tradisional Jathilan Tuo terkesan ritmis, dinamis dan kesan kegagahan terlihat pada pertunjukannya.  
RELEVANSI ANTARA BENTUK PENYAJIAN TARI INLA DENGAN FUNGSINYA DI MASYARAKAT Asra, Rezky Gustian
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.422 KB) | DOI: 10.15294/jst.v9i1.35981

Abstract

This inla dance is unique in that the dancers who perform this inla dance must do what they usually call "SMS" which is Smile, Singing, and Passion. Many inla dance works now do not eliminate "SMS", but add embodiments of expressions of sadness, anger, crying, evil and so on. The concept of "SMS" is intended to provide happiness and provide positive energy for the audience. The purpose of this research is to find out the development of Inla dance. In addition, it is also to find out how the Inla dance functions in society. The source of this research data was obtained from literature study, collection of documents relating to the object of research, direct observations (active participation), video observations (passive participation), interviews and other sources to obtain data in the making of this paper. In this study the author also uses a sociological perspective based on the theory of functionalism by Talcot Parsons on Social Action Systems. The function of Inla dance in society is to be able to provide positive energy from the dance that is given. The positive energy that comes from the SMS concept that is brought from each Inla dance. Inla dance also has cultures that are different from dance in general. One of them is recommended to be vegetarian. Because Inla's vision is to protect, love, and glorify life.   Keywords: SMS Concept,  Inla dance, dance function

Page 11 of 33 | Total Record : 328