cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA SENI TARI PADA SISWA KELAS VIII SMP DALAM MATA KULIAH TARI PENDIDIKAN DI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Lokasari, Novian Murti
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.254 KB) | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1811

Abstract

NILAI-NILAI ISLAMI DALAM PERTUNJUKAN TARI SUFI PADA GRUP “ KESENIAN SUFI MULTIKULTUR” KOTA PEKALONGAN Opsantini, Rista Dewi
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.535 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.3969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk pertunjukan dan nilai-nilai Islami dalam pertunjukan tari sufi pada grup Kesenian Sufi Multikultur Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan fokus penelitian nilai-nilai islami dalam pertunjukan tari sufi pada grup Kesenian Sufi Multikultur Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai islami tari sufi dapat dilihat melalui aspek visual dan aspek auditif. Aspek visual meliputi gerak, tata rias, tata busana, properti, dan tempat pertunjukan. Sedangkan aspek auditif terdiri dari instrumen musik dan syair. Dari aspek-aspek tersebut mempunyai makna filosofi dan mengandung nilai-nilai Islami bagi pelakunya dan bagi masyarakat pendukungnya. The aim of this research is to know, describe, and analyze the performance and islamic  values is sufi dance performance a case of sufi multicultural art group in Pekalongan city. The research usingqualitative method with focuses on islamic values in sufi dance performance a case ofsufi multicultural aet group in Pekalongan city. The submitted of data technique is using observation and documentation. Analize the technique data with reduce, serve data and summary all off the information correctly. The result of the research showed that the islamicvalues of sufi dance can be seen in visual and auditive aspect. Visual aspect are movement, make up dress up, property and the performance?s place. While auditive aspects consist of music instrument and poem. From that aspect have philosophiesmeaning and islamic values for the actors and for the citiez that support it.
REKONSTRUKSI TARI KUNTULAN SEBAGAI SALAH SATU IDENTITAS KESENIAN KABUPATEN TEGAL Aprilina, Finta Ayu Dwi
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.48 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4053

Abstract

Tari Kuntulan mengalami perubahan dikarenakan tuntutan jaman yang semakin maju dan dibutuhkannya suatu penyajian baru sesuai dengan selera di Kabupaten Tegal. Menganalisis secara rinci koreografi dan perkembangan Tari Kuntul Tegalan, maka terdapat berbagai hal yang perlu dikaji berkaitan dengan proses penciptaannya, mulai dari latar belakang penciptaan, proses garap dan elemen-elemen gerak secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan langkah-langkah dalam analisis data yaitu pendeskripsian dan pengenalan komponen-komponen, memahami hubungan antara komponen, menginterpretasi dan melakukan evaluasi. Proses rekonstruksi meliputi eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Aspek-aspek komposisi yang meliputi gerak, ruang dan waktu. Hasil rekonstruksi Tari Kuntul Tegalan ialah perkembangan kualitatif dan kuantitatif yaitu menghasilkan tari kreasi baru yang berpijak pada tradisi dan gerak yang dihasilkan lincah, dinamis dan menarik perhatian masyarakat. Hal tersebut dinamakan perkembangan difusi untuk penyebaran pementasan Tari Kuntulan, dari kelompok guru melalui pelatihan Tari Kuntul Tegalan ke anak didik. Sedangkan perkembangan evolusi pergeseran fungsi dari tari tradisional menjadi tari kreasi baru. Maka dari itu Tari Kuntul Tegalan dapat dikenal oleh masyarakat Tegal sebagai salah satu identitas kesenian Kabupaten Tegal. The Kuntulan Dance experience changes due to the demands of more advanced age and the need for a new presentation in accordance with the tastes in Tegal regency. Analyzing the detail choreography and the development of this dance, there are various things that need to be studied related to the process of creation, which begins with the creation of the background, the process of work and the elements of overall motion. This study used a qualitative approach. Location of research in the Department of Tourism and Culture of Tegal. Data collection techniques used in the study were observation, interview and documentation. While the steps in the data analysis, namely the description and the introduction of components, understanding the relationships between components, interpret and evaluate. The reconstruction process includes exploration, improvisation and composition. Aspects of composition that includes motion, space and time. Heron Dance moor reconstruction results are qualitative and quantitative developments that resulted in the creation of a new dance that is grounded in tradition and the resulting motion agile, dynamic and attract public attention. It is called the development of diffusion for staging deployment Kuntulan Dance, from a group of teachers through training Heron Dance moor to students. While the evolution of traditional dance function shift into a new dance creations. Therefore Dance moor egrets can be recognized by the public as one of Tegal Tegal artistic identity.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KREASI TARI DI KELAS 8H SMP NEGERI 1 TAMAN MELALUI METODE DRILL Suwaji, Suwaji
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.276 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik yang belum mampu memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran Seni Tari pada kompetensi dasar mengekspresikan jenis tari daerah setempat. Permasalahan disini adalah bagaimana metode Drill dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kreativitas tari  di kelas 8 H SMP Negeri 1 Taman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ?Penelitian Tindakan Kelas? (classroom action research), karena itu maka pengambilan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pra siklus/ kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Dengan menggunakan metode Drill maka kegiatannya dimualai dengan : perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengumpulan data (observation), menganalisi data untuk mengetahui sejauh mana kelebihan dan kelemahan tindakan tersebut (refleksi). Hasil penelitian hasil belajar seni tari kompetensi dasar mengekspresikan jenis tari daerah setempat di kelas 8H SMP Negeri 1 Taman.. Hasil penelitian observasi peserta didik dalam proses pembelajaran tidak tegang, tidak takut, dan lebih percaya diri, serta bisa menerima siapapun yang menjadi kelompok kerja/tim, interpersonalnya meningkat, aktif dan bisa bekerja sama, toleransi sehingga tepat waktu dalam mengerjakan tugas. This research is motivated learners who have not been able to meet the completeness criteria Minimal ( KKM ) for Dance subjects on the basis of competence to express the type of local dance Based on the above issues : Is the Drill method can improve the learning outcomes of students in learning dance in 8th grade Junior High School 1 H Park.The method used in this study were used in this study is a " Research Class Action " (classroom action research) , because it was then the data collection is done in several stages of pre cycle / initial conditions , the first cycle and second cycle . By using the Drill dimualai activities with : planning ( planning) , execution ( action ) , data collection ( observation) , analyzed the data to determine the extent of the pros and cons of the action (reflection) .The results of the study results to learn the art of dance to express the type of basic competency in the local dance class 8H 1 Park Junior High School .  . The results of observational studies of learners in the learning process is not tense , not fear , and more confident , and could not accept anyone into working groups / teams , increased interpersonal , active and able to work together , so that the tolerances on time in doing the task.
EVALUASI PEMBELAJARAN SENI TARI PADA SISWA SMP NEGERI 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Aryani, Lelyana
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.276 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4061

Abstract

Evaluasi Pembelajaran Seni Tari adalah sebagai upaya mengetahui pemahaman siswa dari materi pembelajaran yang diberikan oleh guru seni tari dalam proses nilai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Wiradesa kabupaten Pekalongan tahun ajaran 2013/2014, dan aktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi pelaksanaan pembelajaran seni tari yang mendukung dan menghambatdi SMP Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Lokasi penelitian dan sasaran penelitian yang dipilih adalah SMP Negeri 1 Wiradesa yang berada di Kelurahan Pekuncen Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan yang merupakan satu-satunya sekolah faforit dan sudah menggunakan kurikulum baru. Dalam penelitian ini jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni pelaksanaan evaluasi pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Wiradesa melalui ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam penilaian autentik dengan penilaian observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, penilaian jurnal, dan penilaian portofolio, pada ranah keterampilan siswa menyusun tarian berdasarkan aspek tenaga, ruang, dan waktu. Evaluation of Learning Dance is an effort to determine student understanding of the learning material provided by the teacher of dance in the process value. The purpose of this study was to describe the implementation of evaluation of learning the art of dance in SMP Negeri 1 Wiradesa Pekalongan district academic year 2013/2014, and actor-evaluation of the factors affecting the implementation of learning dance and menghambatdi supporting SMP Negeri 1 Wiradesa Pekalongan. Location of the study and research objectives is selected SMP Negeri 1 Wiradesa is located in the Village District of Wiradesa Pekuncen, Pekalongan which is the only school faforit and have been using the new curriculum. In this study the type of research uses descriptive qualitative research methods. Source of data used is based on the observation, interviews, and documentation. Analysis using data reduction, data display, and conclusion. The results of the evaluation study of learning dance at SMP Negeri 1 Wiradesa through the realm of knowledge, attitudes, and skills in authentic assessment with observation assessment, self-assessment, peer assessment, assessment of the journal, and portfolio assessment, students put the skills in the realm of dance based on aspects power, space, and time.
PERANAN OLAH TUBUH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DALAM TARI PADA ANAK-ANAK SMP NEGERI 01 KARANGKOBAR Setianingsih, Yuli
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.932 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4063

Abstract

Untuk menunjang keterampilan gerak tari pada siswa SMP Negeri 01 Karangkobar perlu adanya latihan olah tubuh secara teratur dan benar sebelum pelatihan tari berlangsung, sehingga tubuh dapat disiapkan secara maksimal untuk melakukan aktivitas tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan Proses latihan pembelajaran tari di SMP Negeri 01 Karangkobar, dan Untuk mengetahui dampak yang terjadi setelah anak-anak melakukan pelatihan olah tubuh. Lokasi penelitian dan sasaran penelitian yang dipilih peneliti adalah SMP Negeri 1 Karangkobardansiswa-siswa SMP Negeri 01 Karangkobarkelas VIIB,yang berlokasi di JL. Raya leksana,Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Dalam penelitian ini jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. To support dance movement skills in students of SMP Negeri 01 Karangkobar need for fitness exercises regularly and correctly prior dance training took place, so that the body can be prepared optimally for dance activities. The purpose of this study was to understand and explain the process of learning dance training in SMP 01 Karangkobar, and to determine the impact that occurred after the children doing fitness training. Location of the study and research objectives selected researchers is SMP Negeri 1 Karangkobardansiswa-students of SMP Negeri 01 Karangkobarkelas VIIB, which is located at JL. Kingdom LEKSANA, district. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, In this study the type of research uses descriptive qualitative research methods. Source of data used is based on the observation, interviews, and documentation. Analysis using data reduction, data display, and conclusion.
PROSES KOREOGRAFI TARI BLAKASUTA Ardiansah, Ardiansah
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.359 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4066

Abstract

Koreografi tari Blakasuta merupakan karya tari baru yang digarap oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Sendratasik melalui mata kuliah koreografi. Idenya berasal dari ungkapan masyarakat di kabupaten Banyumas yang menggambarkan sikap keterusterangan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitianiniadalahtahapan proses koreografitariBlakasuta serta faktor pendorong dan penghambatnya. Adapun tujuanpenelitianadalah; 1) Mengetahui proses komposisi, koreografi, iringan, tata rias busana TariBlakasuta; 2) Inginmengetahui faktor pendukung dan penghambatproses koreografi tari Blakasuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koreografi tariBlakasutameliputi dua aspek, yaitu aspek pokok koreografi dan aspek pendukung koreografi. Aspek pokok koreografi terdiri dari; 1) Proses penemuan ide; 2) Pembuatan Konsep; 3) Eksplorasi; 4) Komposisi; 5)Improvisasi. Sedangkan aspek pendukungantara lain gerak, tenaga, iringan,waktu, tata rias busana. Semua proses itudigunakanhinggamenghasilkankaryatariBlakasuta. Blakasutachoreography dance is a new creation dance created by collegian of SendratasikEducation Department of Choreography course.  This dance inspired from the utterance of  Banyumas society  that describing. The problem of this  research was the process of choreography Blakasuta dance and supporting factors also retarded factors of this choreography dance process.  The aim of this research was 1) to know process composition, choreography, music, make up and the clothes of Blakasuta dance; 2) to know the supporting and retarded factors in the choreography process of Blakasuta . The result of this research showed that choreography process of Blakasuta dance consist of two important aspects, they were the main aspect and supporting aspect of choreography.  The main aspect of choreography consists of 1) the process of idea; 2) draffing;  3) Exploration; 4) composition; 5) Improvisation.. Whilesupporting aspectsof choreographyincludemotion, energy, space, andtime, makeup and clothes.   All processes wereusedtoproduce aBlakasuta dance.
PERAN SANGGAR SENI KALOKA TERHADAP PERKEMBANGAN TARI SELENDANG PEMALANG DI KELURAHAN PELUTAN KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG Mirdamiwati, Shara Marsita
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.124 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan peran Sanggar Seni Kaloka terhadap perkembangan Tari Selendang Pemalang di Kabupaten Pemalang. Tari Selendang Pemalang merupakan tarian khas Kabupaten Pemalang yang telah diciptakan oleh seniman Pemalang yaitu Koestoro pada tahun 1985. Perkembangan Tari Selendang Pemalang pada masa ke masa membuat Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan penghargaan Kepada Tari Selendang Pemalang, sebagai Tari Khas Kabupaten Pemalang melalui Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pemalang pada tanggal 17 September 2012. Sanggar Seni Kaloka merupakan tempat dimana Tari Selendang Pemalang mulai diajarkan kepada masyarakat Kabupaten Pemalang. Upaya-upaya perkembangan Tari Selendang Pemalang terus dilakukan Sanggar Seni Kaloka melalui  pembelajaran di Sanggar dan di sekolah-sekolah serta pementasan di berbagai acara penting di Kabupaten Pemalang maupun diluar Kabupaten Pemalang. The purpose of this study is to demonstrate the role of Studio Art Kaloka against the development of Selendang Pemalang dance in Pemalang. Selendang Pemalang dance is the typical dance of Pemalang that has been created by the artist Pemalang he is Koestoro in 1985. The development of Selendang Pemalang dance at the time to make the Goverment of Pemalang rewards to Selendang Pemalang dance , as a typical Pemalang dance through the decision letter of Pemalang regency on September 17, 2012. Studio Art of Kaloka is the place where Selendang Pemalang start taught to community in Pemalang regency. The efforts of development Selendang Pemalang dance continue to do Studio Art of Kaloka through learning in Studio and in School as well as performance in a wide range of an important event in Pemalang regency as well as in outside Pemalang regency.
PEMBELAJARAN TARI TENUN SANTRI DI SANGGAR SURYA BUDAYA KABUPATEN PEKALONGAN Putri, Shella Tiara
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.818 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan Pembelajaran Tari Tenun Santri  di Sanggar Surya Budaya Kabupaten Pekalongan. Tari Tenun Santri merupakan tarian khas Kabupaten Pekalongan yang telah diciptakan oleh seniman Pekalongan yaitu Cahya Ari Safira pada tahun 2013. Tari Tenun Santri menceritakan adat kebiasaan atau budaya Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri yang berpenduduk pada umumnya memeluk agama Islam dan diajarkan membuat kain tenun yang merupakan salah satu unggulan dari Kabupaten Pekalongan. Sanggar Seni Surya Budaya merupakan tempat dimana Tari Tenun Santri mulai diajarkan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Upaya-upaya perkembangan Tari Tenun Santri terus dilakukan Sanggar Surya Budaya melalui  pembelajaran di Sanggar dan di sekolah-sekolah serta pementasan di berbagai acara penting di Kabupaten Pekalongan maupun diluar Kabupaten Pekalongan.  The purpose of this study is to sow learning of Tenun Santri Dance in Surya Budaya Studio Art Pekalongan. Tenun Santri dance is the typical dance of Pekalongan that has been created by the artist Pekalongan She is Cahya Ari Safira in 2013.  Tenun Santri Dance tell about culture of Pekalongan district as Santri?s City which the most of population embrace Islam and taught to make woven fabric who is seeded of Pekalongan district. Surya Budaya Studio Art of is the place where Tenun Santri start taught to community in Pekalongan regency. The efforts of development Tenun Santri dance continue to do Studio Art of Surya Budaya through learning in Studio and in School as well as performance in a wide range of an important event in Pekalongan regency as well as in outside Pekalongan regency.
STRATEGI KONSERVASI KESENIAN TRADISI (STUDI KASUS KESENIAN BARONGAN EMPU SUPO DI DESA NGAWEN KABUPATEN BLORA) Endik Guntaris, Endik Guntaris; Lanjari, Restu
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.238 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9589

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk pertunjukan dan strategi konservasi yang dilakukan grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan pertunjukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan fokus penelitian strategi konservasi kesenian tradisi yang dilakukan oleh grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan bentuk pertunjukannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang diterapkan pada grup kesenian Barongan Empu Supo adalah mengembangkan bentuk pertunjukannya yang di bagi menjadi dua sub yaitu pengembangan aspek-aspek pertunjukan dan penyebaran pertunjukannya. Pengembangan aspek-aspek pertunjukan meliputi, pemain, gerak, iringan, rias dan busana, sampai dengan tempat pertunjukannya, dan penyebaran pertunjukannya meliputi dua hal yaitu perluasan wilayah pengenalannya serta frekuensi pertunjukannya. Strategi yang sudah diterapkan oleh grup Barongan Empu Supo, menjadikan grup Barongan Empu Supo mampu menarik minat para pendukungnya dan menjadi seni pertunjukan yang pantas untuk dipertunjukan pada era masa kini.

Page 8 of 33 | Total Record : 328