cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PROSES PEMBELAJARAN TARI RANTAYA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 13 MAGELANG Rosalina Susanti, Helmi; Kusumastuti, Eny
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.946 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9618

Abstract

Rantaya tari dasar tari Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami: (1) Rantaya tari proses pembelajaran di SMPN 13 magelang, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar Rantaya tari  di  SMP  N  13  Magelang.  Metode  penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan  data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik  analisis data menggunakan tiga langkah, reductinng data, servering data dan mengambil kesimpulan atau verivication data. Menggunakan teknik  data  adalah  triangulasi sumber, triangulasi teknik,  dan waktu triangulasi. Nilai rantaya tari proses pembelajaran di kelas VII SMP N 13 Magelang terdiri dari tiga langkah, mereka membuka, utama, dan penutup. Proses belajar terdiri dari 7 pertemuan. Nilai belajar Rantaya tari dapat dilihat dari kognitif, afektif, dan psikomotorik. Didukung dan supportted faktor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rantaya proses belajar tari meliputi tiga langkah, mereka membuka, utama, dan penutup. Nilai dapat dilihat dari kognitif, afektif dan  psikomotorik. Saran dari penelitian ini memberikan kepada siswa: (1)  Untuk memberikan motivasi bagi siswa untuk meningkatkan apresiasi mereka dan terutama orang-orang siswa dan tari, (2) guru Seni akan lebih baik  jika memberikan apresiasi kepada siswa dan meminta kepada siswa  untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam tari di sekolah
PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMP NEGERI 1 BATANGAN KABUPATEN PATI Dyah Ayu K, Rakanita; Malarsih, Malarsih
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.992 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9619

Abstract

This study aims to identify and describe the process of learning the art of dance in the subjects of art and culture in SMP N egeri 1   Pati Bars Bars district. This study used a qualitative approach, the target location  peneletian in SMP  Negeri 1 Pati Bars district.  Data  analysis  techniques  by  reducing,  presenting  data  and  infer  all  the  information  correctly.  The  results  in the learning  process  SMPN1  dance  bars  in  the  teaching  and  learning   activities   to  implement  the  learning  stages such   as preparation,   delivery,   training,   and   performance.   Dance   teachers  implementing  these   stages  in   order   to improve  student learning outcomes and the effectiveness of the time. The factors that affect the learning process of dance is a factor  suppor ting and inhibiting factors.  From the results of the research described the conclusion can be drawn in the learning process SMPN1 Bars activities include the activities of the learning process, preliminary, activities, core and cover. In addition, teacher s also use audio-visual media like Laptop, LCD, Projectors and VCD Cassette Dance. Suggestions relating to the process of learning the art of dance culture in SMP eri 1 District Bars Bars are For teachers in the use of audio -visual media enhanced user creativity, so  that   students  do  not  feel  bored  at  dance   lessons.  Infrastructure  needs  plus  room   art   glass  wall,  in  order  to facilitate  the students in the dance practice. Students are expected to have their own dance VCD, so can be used for self -study.
MAKNA SIMBOLIK TARI SONTOLOYO GIYANTI KABUPATEN WONOSOBO Kusumawardani, Ida
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.997 KB) | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9620

Abstract

Sontoloyo dance is a traditional dance that became the basis of  the dance mask dance Leng- ger Giyanti. This dance contains a mockery of  the fragility of  the ruler as well as religious symbols of  Islam. The purpose of  this study to understand and describe the symbolic mea- nings that exist in Sontoloyo dance. This study is qualitative and descriptive research. The collection of data using observation techniques, interviews and documentation. Data analysis was performed by means of  data reduction, data presentation, the validity of  the data using triangulation of  data and drawing conclusions. The results show that dance is a traditional dance popular Sontoloyo depicting the valor of soldiers. Dance Sontoloyo have symbolic mea- ning contained in the motion, songs, property and accompanying music. Motion used in the dance Sontoloyo is: mincet, lampah sekar, jinjitan, golekan, ngencek, blows and move sekar pacak Gulu. Dance has some symbolic meaning, that is: religious meaning, the meaning of solidarity and mutual cooperation, the meaning of knights and responsibilities, as well as the meaning of satire against the ruling. Sontoloyo accompaniment of dance has a meaning: the compactness   and   the   knights,   and   responsibility,   and   innuendo.    Sontoloyo   dance makeup implies: valor and courage, beauty and  neatness. Sontoloyo fashion dance has a meaning:  a person?s  status,  accuracy,  authority,  and  valor,  satire  and  beauty.  Fashion colors have mea- ning:  a  protest  against  the  arbitrariness  of   the  authorities,  sarcasm, happiness, anger  and turmoil liver.
PENANAMAN NILAI ESTETIS MELALUI PEMBELAJARAN TARI CIPAT CIPIT BAGI SISWA TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA SLB NEGERI JEPARA Ema Silvia Kusuma Dewi, Ema Silvia Kusuma Dewi
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.411 KB) | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9622

Abstract

Abstrak Penanaman nilai estetis ialah suatu proses untuk menumbuhkan rasa sadar keindahan. Salah satu materi pembelajaran ekstrakurikuler tari di SLB Negeri Jepara ialah tari Cipat cipit. Tujuan penelitian adalah untuk memahami proses ekstrakurikuler tari dan bentuk penanaman nilai estetis tari Cipat cipit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran  menggunakan empat metode yaitu demonstrasi, ceramah, latihan dan penugasan. Metode khusus dalam penyampaian materi adalah penggunaan bahasa isyarat untuk siswa tunarungu dan menggunakan kata-kata yang mudah diingat bagi siswa tunagrahita. Hasil proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari siswa tunarungu dan tunagrahita, siswa mampu menarikan tari Cipat cipit secara mandiri serta dapat memahami nilai estetis dalam tari Cipat cipit. Saran yang diberikan peneliti (1) Kepada guru tari sebaiknya memperlihatkan video tari terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai (2) Kepada kepala sekolah supaya semua guru pengampu di SLB Negeri Jepara berlatar belakang pendidikan luar biasa.
KOREOGRAFI TARI GEOL DENOK KARYA RIMASARI PARAMESTI PUTRI Yuni Astuti, Yuni Astuti
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.954 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9623

Abstract

Abstrak Koreografi merupakan kegiatan penyusunan tari dan untuk menyebutkan hasil susunan tari. Dalam proses koreografi terdapat beberapa proses yaitu proses penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Seorang penata tari disebut juga Koreografer tari. Tari Geol Denok adalah karya tari yang diciptakan oleh seorang koreografer bernama Rimasari Paramesti Putri, karya tar ini awal diciptakan untuk lomba Denok yang diselenggarakan oleh Bentol Sejati pada tahun 2009.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan deskripsi bentuk koreografi tari Geol Denok Rimasari Pramesti Putri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan mendeskripsikan bentuk koreografi Tari Geol Denok karya Rimasari Paramesti Putri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan menggunakan pendekatan koreografis, dimaksudkan untuk mendeskripsikan serta menguraikan tentang ?Kajian Koreografi Tari Geol Denok?, hasil penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan data berupa kata-kata, gambar, dan perilaku yang diamati, serta angka-angka yang menunjukkan kuantitas, dengan demikian, sifat kualitatif ini mengarah pada mutu kedalaman uraian.Karya tari Geol Denok merupakan karya tari menceritakan tentang wanita muda atau remaja atau anak di kota Semarang tarian ini mencerminkan kelincahan para wanita atau denok yang sedang beranjak dewasa. Gerak yang digunakan dalam tari Geol Denok berhubungan dengan aspek tenaga, ruang dan waktu memiliki bentuk yang bervariasi dan dipadukan dengan kostum yang bersayap sehingga menambah keistimewaan tari geol denok ini. Tari Geol Denok menggunakan jenis rias korektif yang hanya memperteal garis-garis wajah tanpa merubah karakter asli dari penari.Saran untuk penata tari Geol Denok untuk lebih mengembangkan karya tarinya dan mengenalkan pada masyarakat kota Semarang sehingga dapat dikenal dan dijadikan sebagai salah satu tarian khas Semarang.
PERANAN SANGGAR PURING SARI DALAM MELSTARIKAN TARI KRETEK DI DESA BARONGAN KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Ikha Sulis Setyaningrum, Ikha Sulis Setyaningrum
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.393 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9624

Abstract

Abstrak Tari tradisi suatu bangsa merupakan bentuk seni pertunjukan perlu untuk dilestarikan. Salah satu cara melestarikan yaitu melalui Peranan Sanggar di masyarakat. Sanggar Puring Sari merupakan sanggar yang terdapat di Kabupaten Kudus. Sanggar Puring Sari sebagai wadah penciptaan Tari Kretek dan memiliki peranan untuk melestarikan Tari Kretek tersebut. Berdasarkan paparan tersebut rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk Sajian Tari Kretek di Sanggar Puring Sari (2) Bagaimana peranan Sanggar Puring Sari dalam melestarikan Tari Kretek. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami (1) bentuk sajian Tari Kretek di Sanggar Puring Sari, (2) peranan Sanggar Puring Sari dalam Melestarikan Tari Kretek. Manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis yaitu Bagi peneliti, dapat memberi wawasan tentang Tari Kretek yang diciptakan dan dilestarikan di Sanggar Puring Sari dan manfaat praktis dapat memberikan sumbangan pikiran pada penelitian lebih lanjut dalam melestarikan tari ?Kretek?. Lokasi dan sasaran penelitian yang dipilih peneliti adalah Sanggar Puring Sari yang berada di Desa Barongan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang merupakan pusat penciptaan, pelatihan dan pelestarian Tari Kretek di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi, sintesisasi dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
PEMBELAJARAN TARI TOPENG ENDEL DI SMA NEGERI 1 KRAMAT KABUPATEN TEGAL Tri Toni Wulandari, Tri Toni Wulandari
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.403 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9625

Abstract

Abstrak Pembelajaran Tari Topeng Endel di SMA Negeri 1 Kramat merupakan pembelajaran seni tari yang memberikan pengalaman berkesenian. Pada kelas X guru memberikan materi tari tradisional daerah setempat yaitu Tari Topeng Endel sebagai bentuk pelestarian kesenian daerah sehingga siswa mengenal dan mampu  menarikannya. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah siswa yang seringkali kesulitan dalam menangkap materi yang diberikan guru serta tempat ukegiatan belajar mengajar yang kondisinya sudah rusak dan jauh. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Kramat, Kabupaten Tegal; (2) Untuk menemukan faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung proses pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Kramat, Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data dengan trianggulasi yaitu sumber, metode dan teori. Hasil  penelitian menunjukan proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Kramat dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yaitu guru membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP, sedangkan Pelaksanaan pembelajaran meliputi guru melaksanakan pembelajaran mengacu pada tujuan, bahan pembelajaran, metode, media/alat, dan evaluasi, sedangkan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seni tari yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu guru membuat silabus dan RPP sedangkan faktor penghambat yaitu siswa yang kurang cepat dalam menangkap materi pembelajaran serta lokasi ruang praktek yang jauh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni tari pada kelas X di SMA Negeri 1 Kramat berjalan lancar dengan hasil baik. Saran bagi guru seni tari agar dapat memberikan metode yang lebih jelas agar siswa mudah menerima materi pembelajaran. Bagi sekolah diharapkan menyediakan ruang praktek dan ruang ganti untuk kegiatan pembelajaran.
PEMBELAJARAN TARI KREASI BUNGONG JEUMPA PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI SEMARANG Ferawati, Yusnita
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.584 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9626

Abstract

Pembelajaran tari Bungong Jeumpa merupakan salah satu materi pelajaran seni tari yang diajarkan pada anak tunarungu yang berada di SLB Negeri Semarang. Tunarungu adalah ketidakmampuan untuk mendengar, pada proses pembelajaran seni tari yang diberikan pada anak tunarungu adalah untuk merangsang kemampuan ketunaan siswa saja. Guru yang mengajarkan dan yang mendampingi harus ekstra sabar dalam mengajarkan atau memberi materi serta membetulkan disetiap gerakan yang salah atau kurang tepat.Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi yaitu untuk menggambarkan suasana belajar mengajar dalam kelas.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori.Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis data interaktif, yang dibagi dalam 4 tahap,meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan verifikasi atau kesimpulan.Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian adalah pembelajaran tari BungongJeumpa pada anak tunarungu banyak mengalami kendala. Setiap pertemuannya selalu mengalami peningkatan untuk pembelajaran tari BungongJeumpa dalam aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.. Saran yang diberikan oleh peneliti antara lain bagi guru seni tari dapat meningkatkan kualitas dalam proses belajar mengajar dan lebih banyak memberikan motivasi pada siswa dalam pelajaran seni tari. Bagi sekolah agar dapat menambah guru mata pelajaran seni tari untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran seni tari untuk siswa berkebutuhan khusus.
PERANAN SANGGAR TARI KALOKA TERHADAP PERKEMBANGAN TARI DI KOTA PEKALONGAN Kania Rizki Salsabila, Kania Rizki Salsabila
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.488 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9627

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikanperanan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari khususnya tari tradisional dan tari kreasi di Kota Pekalongan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penulisan hasil penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Tari Kaloka memiliki peranan terhadap perkembangan tari di Kota Pekalongan. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari di Kota Pekalongan dilakukan melalui aktivitas sanggar yang terkait dengan kegiatan penggarapan, pelatihan, dan pementasan tari. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari secara kualitatif dapat dilihat dari kegiatan penggarapan tari. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari secara kuantitatif dapat dilihat dari kegiatan pelatihan dan pementasan tari.
EKSISTENSI KETOPRAK WAHYU MANGGOLO DI KARESIDENAN PATI DESY PUTRI WAHYUNINGSIH Desy Putri Wahyuningsih, Desy Putri Wahyuningsih
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.883 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9628

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi grup kesenian ketoprak Wahyu Manggolo di Karesidenan pati yang meliputi Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Rembang. Ketoprak Wahyu Manggolo adalah salah satu ketoprak yang ada di Kabupaten Pati.Ketoprak Wahyu Manggolo dipimpin oleh Bapak Sarjimin.Ketoprak Wahyu Manggolo lahir di desa Pelem Gede, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati pada tanggal 14 Maret 2007.Ketoprak Wahyu Manggolo merupakan ketoprak yang eksis di Kabupaten Pati.Jadwal pentasnya sangat padat.Hal itu dikarenakan oleh faktor internal dan faktor eksternal.Di dalam faktor internal dan faktor eksternal itu terdapat faktor penghambat dan faktor pendukung.

Page 10 of 33 | Total Record : 328