cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PEMANFAATAN SILASE JEROAN IKAN NILA SEBAGAI SUMBER BAHAN PENYUSUN PAKAN BUATAN PADA BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii ) Muhammad Fahri; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.505 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.488

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase dari silase jeroan ikan nila dalam pembuatan ransum pakan sehingga menghasilkan pertumbuhan dan kelansungan hidup benih ikan biawan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret- April dilaboratorium basah (Wet Lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan lama pelaksanaan selama 50 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) denagan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menurut Hanafiah, (1993). Adapun perlakuan yang digunakan sebagai berikut: Perlakuan A, pakan tanpa silase jeroan ikan nila (kontrol), Perlakuan B, pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 20% dari berat total pakan, Perlakuan C, Pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 30% dari berat total pakan, Perlakuan D, pakan dengan perentase silase jeroan ikan nila 40% dari berat total pakan. Ikan uji di masukan ke dalam aqurium sebanyak 15 ekor dengan ukuran 8-12 cm Pakan uji yang digunakan mengandung protein 35% pemberian pakan untuk benih ikan biawan sebanyak 5% dari berat tubuh dengan frekuensi sebanyak 3 kali sehari,  hasil penelitian menunjukan retensi protein, retensi lemak, konsumsi pakan harian, pertumbuhan harian, efesiensi pakan dan kelansungan hidup ikan menunjukan antar perlakuan berbeda sangat nyata (P < 0.01). perlakuan C dengan kandungan silase jeroan ikan nila sebesar 30% memberikan nilai tertinggi untuk  laju pertumbuhan  harian 1,13% dan efesiensi pakan 23,78% Kata kunci: Ikan Biawan, Silase Jeroan Ikan Nila, Pakan
PENGARUH SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGANHIDUP BENIH IKAN LAMPAM (puntius schwanenfeldii) Sandra Saputra; Hastiadi Hasan; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.893 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.227

Abstract

Ikan lampam  Puntius schwanenfeldii  merupakan salah satu jenis ikan komoditas lokal dari Provinsi Kalimantan Barat yang hidupdi air tawar dan mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan, Ikan lampam akan terancam punah akibat penangkapan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, hal ini dapat dilihat dari hasil produsi pada tahun 2000–2004 yang mengalami penurunan dari 3.864,60 ton menjadi hasil produksi 2.214 ton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 Ulangan, dengan perlakuan suhu yang masing-masing A 27o C, B 29o C, C 31o C dan D 33o C. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan variabel pengamatan berupa laju konsumsi harian, retensi protein dan lemak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan serta derajat kelangsungan hidup. Analisis data menggunakan uji sidik ragam dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) dan uji regresi. Laju konsumsi harian yang paling tinggi baik terdapat pada perlakuan A (89,43) walaupun dari uji lanjut menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata dengan perlakuan C dan D sebesar (79,08 dan 81,53). Hasil uji korelasi retensi protein 78,5% dan retensi lemak 76%. Laju pertumbuhan harian SGR yang paling baik adalah perlakuan B (2,87%). Rata-rata konversi pakan yang paling rendah didapat pada perlakuan B (1,43), hubungan suhu dengan konversi pakan yaitu 88% garis regresi berbentuk polynomial dengan suhu optimum 30,2o C. Derajat kelangsungan hidup yang paling tinggi didapat pada perlakuan A dan B (100%), serta korelasinya yaitu 99% dan diperoleh suhu optimum sebesar 28,4o C. Kata kunci : Suhu, Pertumbuhan, Ikan lampam, puntius schwanenfeldii
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN TURI ( Sesbania grandiflora ) DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) yuni tri dea vega; eka Indah Raharjo; farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.95 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penggunaan tepung daun turi yang terbaik dan sesuai dalam komposisi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012) dengan 4perlakuan dan 3 kali ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : Tepung daun turi  0 % dalam pakan (kontrol), Perlakuan B : Tepung daun turi  15% dalam pakan , Perlakuan C : Tepung daun turi  30 % dalam pakan dan Perlakuan D : Tepung daun turi  45 % dalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat dan panjang spesifik, konversi pakan, kelangsungan hidup, retensi protein,retensi lemak serta kualitas air sebagai faktor penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung daun turi 30 % pakan menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik pada benih ikan gurami dengan berat rata – rata 3,80 % dan panjang rata – rata 3,40 %. Untuk nilai konversi pakan menghasilkan nilai rata – rata 2,56,kelangsungan 
PENGARUH KEDALAMAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Didik Susanto; Rachimi .; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.957 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kedalaman air yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan baung. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan kedalaman air yaitu A (15 cm), B (20 cm), C (25 cm) dan D (30 cm) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman air yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak serta kelangsungan hidup larva ikan baung yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data kedalaman air untuk pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hiduup yang terbaik pada perlakuan A(15 cm) yaitu berat mutlak sebesar 0,32 g, panjang mutlak sebesar 1,79 cm dan kelangsungan hidup sebesar 64,75% . Kata Kunci : kedalaman air, Laju Pertumbuhan mutlak, Kelangsungan Hidup, ikan baung
PENGARUH BEBERAPA JENIS PAKAN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN KOI (Cyprinus carpio) Eka Indah Raharjo; Farida .; Troy Pantun Tampubolon
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.492 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.701

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan koi. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan pemberian pakan yaitu A (tubifex), B (Artemia), C (Chlorella sp), dan D (Chlorella) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis pakan alami memberikan pengaruh sangat nyata  terhadap pertumbuhan berat spesifik dan panjang spesifik serta kelangsungan hidup larva ikan koi yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data pemberian pakan untuk pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang spesifik dan kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan  B (Artemia) yaitu berat spesifik sebesar 19,14%, panjang spesifik sebesar 5,12 %, dan kelangsungan hidup sebesar 69,33.Kata Kunci: pakan alami, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, larva ikan koi
KOMBINASI PENYUNTIKAN HORMON HCG DAN OVAPRIM TERHADAP OVULASI DAN DAYA TETAS TELUR IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Friska Novitasari; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.234 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penyuntikan HCG dan Ovaprim  terhadap ovulasi dan daya tetas telur tertinggi  pada ikan tengadak sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi baru untuk  pembudidayaan ikan khususnya ikan tengadak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : HCG 0 IU/kg+ovaprim 0,5 ml/kg(kontrol), Perlakuan B : HCG 350 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg C : HCG 450 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg D : HCG 550 UI/kg+ovaprim0,5ml/kg. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan HCG 550 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg mampu mempersingkat waktu pemijahan 7,43jam dan daya tetas telur sebesar 88%. Kata Kunci : HCG dan Ovaprim, Ikan Tengadak, Ovulasi, Daya tetas.
DEPURASI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN BUNGKIL KELAPA TERHADAP KADAR GLUKOSA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) hastiadi hasan; farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.509 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1313

Abstract

Meningkatnya kadar logam timbal (Pb) dalam sistem lingkungan dapat berdampak pada kondisi perairan dan organisme, seperti ikan. Secara alamiah, ikan berusaha untuk menghindar dari paparan logam berat, dan bila sudah tidak memungkinkan untuk menghindar, maka sistem pertahanan tubuh akan menetralisir dampaknya. Dampak berkepanjangan menyebabkan stress dan meningkatkan kadar glukosa darah, sehingga pada level tertentu, tingginya kadar glukosa darah pada ikan dapat digunakan sebagai indikator bahwa ikan terpapar timbal. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian ini untuk  mengetahui depurasi timbal (Pb) menggunakan bungkil kelapa terhadap kadar glukosa darah ikan nila. Penelitian ini bertujuan menganalisis depurasi timbal (Pb) menggunakan bungkil kelapa terhadap kadar glukosa darah ikan nila. Perlakuan dalam penelitian ini adalah  kontrol (100% pakan komersial), 10% bungkil kelapa+90% pakan komersial, 20% bungkil kelapa+80% pakan komersial, 30% bungkil kelapa + 70% pakan komersial. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan yaitu:  pembuatan dan analisis proksimat pakan uji; persiapan wadah dan media pemeliharaan; injeksi Pb pada ikan uji secara intraperitoneal; pengujian pakan perlakuan, sampling dan analisis data. Dari hasil pengamatan diperoleh kadar glukosa darah pada ikan nila menunjukkan nilai yang berbeda.  Setelah diinjeksi, kadar glukosa darahnya mengalami peningkatan sebesar 87-129,67 mmol/l hingga hari ke-5 kemudian terjadi penurunan pada hari ke-15. Sedangkan respon makan pada hari ke-5 masih rendah yaitu sebesar 14,67%-27,11%. Hari  ke-15 respon makan  digolongkan kedalam respon makan sedang yaitu sebesar 55,87%-63,82%.Kata kunci : ikan nila, timbal, glukosa darah, respon makan
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TOHOR (CaO) PADA MEDIA BUDIDAYA BERSALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Didin Anggoro Putra
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.423 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.689

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan kapur CaO pada media budidaya bersalinitas 4 ppt yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang terbaik pada lobster air tawar. Rancangan acak lengkap yang digunakan dengan 4 perlakuan, yaitu tanpa larutan CaO (kontrol) dan menggunakan CaO (30), (60),(90) ml/L dengan 3 ulangan. Hasil pengamatan pertumbuhan selama 30 hari masa pemeliharaan benih lobster air tawar diketahui bahwa penambahan kapur CaO dalam media pemeliharaan bersalinitas 4 ppt berpengaruh terhadap pertambahan  rata-rata berat dan panjang benih lobster air tawar. Laju pertumbuhan berat dan panjang benih lobster air tawar berkisar antara 2,85%–4,44% dan 1,07%–1,21%. Tingkat kelangsungan hidup selama penelitian mencapai 100% dari setiap perlakuan. Jumlah benih lobster air tawar yang moulting berkisar antara 15–21 ekor selama penelitian. Kandungan CaO yang terbaik untuk media pemeliharaan udang lobster air tawar 30 ml/L. Kata kunci : Kapur Tohor, Lobster Air Tawar ABSTRACT This study aimed at determining the additional dose of calcium oxide (CaO) on 4ppt salinity farming media to the maximum crayfish (Cherax quadricarinatus) growth and development. This study used 4 treatments of completely random design. They were CaOnon solution, CaO (30), (60), (90) ml/L with three repetitions. The observation of the growth   conducted in 30 days shows that the addition of calcium oxide (CaO)  on 4ppt salinity farming media effects on the significant increase of  the crayfish (Cherax quadricarinatus) weight and length. The growth rate of the crayfish fingerlings weight and length ranged between 2.85% and 1.07% -4.44% -1.21%. The survival rate during the treatment  reached 100% of each treatment. The number of moulting  crayfish fingerlings ranged from 15-21 during the treatment. In addition, the CaO content is considered as the proper content  for maintenance crayfish growing media at 30 ml/L Keywords: Calcium Oxide, Crayfish
PENGARUH GETAH PEPAYA (Carica papaya L.) KERING TERHADAP DERAJAT PEMBUAHAN DAN PENETASAN TELUR IKAN JAMBAL SIAM (Pangasius hypothalamus) indra sukma saputra indra; Rachimi .; Eka Indah Raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.679 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.261

Abstract

Terbatasnya ketersediaan benih ikan jambal siam tidak terlepas dari permasalahan yang ada pada pembenihan ikan. Meskipun ikan tersebut sudah dapat dipijahkan secara alami namun cukup rendahnya jumlah telur yang menetas dari seluruh telur yang telah dibuahi. Derajat penetasan telur ikan patin berkisar antara 30-60%, hal ini disebabkan karena telur ikan jambal bersifat adhesif atau memiliki daya rekat sehingga telur menumpuk pada salah satu areal pemijahan. Gumpalan telur menghambat masuknya oksigen pada telur sehingga bisa menghambat perkembangan telur dan akan berdampak terhadap daya tetas telur akan kecil. Lapisan lendir ini juga merupakan media ideal bagi pertumbuhan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum getah pepaya kering dalam meningkatkan derajat pembuahan dan penetasan telur ikan jambal siam (Pangasius hypothalamus). Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variance) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan pencucian telur yaitu A (control), B (10 ppm) C (20 ppm) dan D (30 ppm) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan papain kasar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap derajat pembuahan dan  daya tetas telur. Rata-rata derajat pembuahan dan daya tetas telur ikan jambal siam tertinggi terdapat pada perlakuan D (97,22 % dan 77,50%). Kata Kunci : papain kasar, derajat pembuahan, daya tetas telur, ikan jambal siam
PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENGINDUKSI PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma temminkii) farida farida; Singgih Gunarsa; hastiadi hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.316 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1019

Abstract

Pertumbuhan populasi ikan biawan di alam sangat tergantung pada strategi reproduksi dan respon dari perubahan lingkungan. Penangkapan ikan di perairan umum cenderung tidak terkendali, karena hasil tangkapan merupakan prioritas bagi nelayan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan populasi. Maka dari itu, untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya penambahan tepung kunyit dan Oodev. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dosis tepung kunyit dan hormon oodev yang ditambahkan dalam pakan terhadap pematangan gonad ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (kunyit 3%/kg pakan+Oodev 0,5 ml/kg pakan) dan perlakuan C (kunyit 3%/kg pakan+Oodev 1 ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: Gonad Somatik Indeks (GSI), Hepato Somatik Indeks (HSI), pertambahan bobot mutlak, proksimat pakan dan gonad, histologi gonad, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai GSI, HSI, pertambahan bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup pada induk ikan biawan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil histologi gonad yang dilihat dari persentase nilai GSI, HSI, proksimat pakan dan gonad bahwa gonad pada induk ikan biawan mengalami perkembangan gonad selama 8 minggu pemeliharaan. Hasil histologi menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit 3%/kg+Oodev 0,5 ml/kg pakan mampu mempercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur sudah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain.

Page 11 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue