cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
kemampuan biodegradasi bakteri selulolitik pada ekosistem mangrove Fiki Harjuni; Nursyirwani .; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.835 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1519

Abstract

Bakteri selulolitik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan menghidrolisis kompleks selulosa menjadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menjadi glukosa dimana bakteri selulolitik telah banyak dikaji potensinya dalam memproduksi enzim selulase yang telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang pertanian, perikanan, industri dan kedokteran . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan miroba selulolitik, mengetahui waktu optimum produksi enzim selulolitik dan bagaimana kemampuan degradasi bakteri selulolitik terpilih terhadap serasah mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2019 di Laboratorium Mirobiologi Laut Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei dan dilanjutkan dengan analisis di laboratorium.  Data diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran parameter lingkungan di lapangan, dan analisis sampel di laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi, seleksi (Identifikasi mikroba pada sedimen hutan mangrove Stasiun Kelautan Dumai), diperoleh 24 isolat yang memiliki kemampuan tumbuh dalam media yang mengandung CMC dengan aktifitas seluloliti tertinggi terdapat pada isolat BS.ST2.8. Hasil karakteristik isolat bakteri selulolitik secara fenotip dan genotip diketahui bahwa ketiga isolat tersebut adalah B. toyonensis. Enzim selulase terbanyak dihasilkan oleh isolat bakteri BS.ST2.8 terjadi pada jam ke -78 setelah inkubasi. Dari hasil uji lebih lanjut dengan menggunakan beberapa dosis enzim selulase isolat BS.ST2.8 terhadap substrat serasah mangrove diketahui bahwa secara umum dapat mendegradasi serat kasar pada serasah mangrove pada dosis 50%  penurunan fraksi serat NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa.
STOK KARBON LAMUN THALLASIA HEMPRICHII DAN SEDIMEN PULAU BINTAN KEPULAUAN RIAU Rizki Aulia Ansari; Tri Apriadi; Agung Dhamar Syakti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.596 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1478

Abstract

Penelitian ini mengenai stok karbon lamun T.hemprichii dan sedimen Pulau Bintan Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan karbon pada lamun T.hemprichii dan sedimen pulau Bintan Kepulauan Riau. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode transek kuadrat yang dilakukan pada 2 stasiun yaitu stasiun Teluk Bakau dan stasiun Busung. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kerapatan lamun T.hemprichii memengaruhi nilai biomassa lamun T.hemprichii dan tinggi rendahnya nilai biomassa dan kerapatan lamun T.hemprichii  dapat memengaruhi stok karbon lamun T.hemprichii. Secara keseluruhan stok karbon lamun T.hemprichii pada stasiun Teluk bakau (2007,14 14gC/m2'> ) lebih tinggi dibandingkan stasiun Busung  (1979,98 14gC/m2'> ). Nilai stok  karbon pada sedimen di stasiun Busung (3269 Mg/ha) lebih tinggi dibandingkan dengan Teluk Bakau (2400,64 Mg/ha).
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ronal Kurniawan; Henni Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1613

Abstract

Penggunaan tumbuhan sebagai alternatif suplemen pakan memiliki kelebihan, salah satunya bersifat bio-degradable dan ramah lingkungan, serta mudah ditemukan di alam, seperti kunyit, temulawak, dan kencur. Tumbuhan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta meningkatkan laju pertumbuhan dan sistem imun ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dari penambahan suplemen herbal pada pakan buatan dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2019, di Waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (dosis suplemen 100 mL/kg pakan), P2 (200 mL/kg), P3 (300 mL/kg). Ikan dipelihara dengan padat tebar 75 ekor/m3, panjang 7 cm dan bobot 6 g, serta dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan penambahan suplemen herbal mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin. Dosis pemberian suplemen herbal sebesar 200 mL/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin terbaik, menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 119,08 g, laju pertumbuhan spesifik 4,86%/hari, panjang mutlak 15,45 cm, konversi pakan 1,21, efisiensi pakan 82,93% dan tingkat kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang mendukung untuk pertumbuhan ikan patin, yaitu suhu berkisar antara 26,9-30,2oC, oksigen terlarut berkisar antara 4,3-6,1 mg/L, dan pH berkisar antara 6,1-6.8.
Tingkat Kematangan Gonad, Gonadosomatik Indeks dan Hepatosomatik Indeks Ikan Sembilang (Plotosus sp.) di Teluk Pulau Bintan wiwin kusuma atmaja putra; Tri . Yulianto; Shavika . Miranti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kematangan gonad, nilai gonadosomatik dan hepatosomatik indeks ikan sembilang di Perairan Teluk Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei lapang di teluk pulau Bintan dengan jumlah sampel 30 ekor setiap stasiun (total jumlah ikan sebanyak 120 ekor). Parameter penelitian adalah bobot tubuh, panjang, gonadosomatik indeks, hepatosomatik indeks dan tingkat kematangan gonad. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad, gonadosomatik, dan hepatosomatik indeks adalah teluk kampong bugis (TKG I-III, 0.21%, 1.45%), Madong (TKG 0-III, 0,75%, 1.33%), Tembeling (TKG I-III, 0,48%, 1,42%), Dompak (TKG 0-II, 0.18%, 1.08%) dan Pengujan (TKG 0-III, V, 0.38%, 1.35%)
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KAKAP PUTIH Lates calcarifer, Bloch DENGAN PEMBERIAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDA Surnawati .; Nurliah .; Fariq Azhar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.891 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1449

Abstract

Kakap Putih Lates calcarifer, Bloch merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting sebagai ikan konsumsi. jumlah pakan yang dihabiskan dalam kegiatan budidaya ikan kakap putih pada tahap pendederan sekitar 50-60%. Lactobacillus casei merukan jenis bakteri asam laktat yang terdapat di dalam probiotik dan dapat mneghasilkan enzim yang mampu menghidrolisis bahan pakan yang lebih komleks menjadi bahan yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh benih ikan kakap putih. Penambahan probiotik pada pakan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk dapat mengefesiensi jumlah pakan dalam kegiatan pemeliharaan ikan kakap putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 27 Maret-27 April 2019, bertempat di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri adari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P1 dosis 0% (control), P2 0.5%, P3 1% dan P4 2%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% melalui program SPSS dan uji lanjut Tukey untuk mengetahui perlakuan terbaik. Parameter yang diamati meliputi SGR, pertumbuhan mutlak, tingkat kelangsungan hidup, FCR dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian probiotik memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan spesifik dan berat mutlak, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup dan FCR. Dosis terbaik, yaitu 2% yang dapat memberikan pertumbuhan optimum terhadap benih ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch).
PENINGKATAN POTENSI REPRODUKSI IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) JANTAN MELALUI INDUKSI HORMONAL Tuti Puji Lestari; . . Farida; Abi Fahrurrazi; Nur Kur'ani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.443 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1849

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat meningkatan waktu maturasi dan nilai maturasi induk ikan cupang jantan yang diinduksi melalui oral. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan da 3 ulangan. Dosis hormone terdiri atas 5 taraf yaitu: 0,00 mL.kg-1 induk; 0,50 mL.kg-1 induk; 1,0 mL.kg-1 induk; 1,50 mL.kg-1 induk; dan 2,0 mL.kg-1 induk. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 ekor ikan jantan dengan bobot 1,00-3,15 g dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Ikan diberi pakan dua kali sehari (pagi dan sore) secara at satiation selama 7 minggu. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: waktu maturasi, maturase, morfologi gonad dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone oodev melalui oral dapat meningkatkan kinerja reproduksi lebih baik (240%) dibandingkan induksi tanpa hormon. induksi hormone dalam pakan dapat menghasilkan induk matang 100%. Dengan demikian, induksi hormon 1,16 mL.kg-1 induk dapat menginduksi 2,4 kali lebih cepat.Kata kunci:Betta splendens, maturasi, Oodev, oral
Struktur jaringan insang ikan jambal siam yang diberi pakan mengandung tepung kunyit Sri Wahyuni; Morina Riauwaty; Windarti .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.232 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1462

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan, serta mampu meningkatkan sistem imun ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat struktur jaringan yang diberi pakan mengandung tepung kunyit sebelum dan setelah diuji tantang bakteri A. hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2019 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf, yaitu Kn (pemberian pakan tanpa diberi tepung kunyit dan tanpa diinfeksi bakteri A. hydrophila), Kp (Pemberian pakan tanpa diberi tepung kunyit dan diinfeksi bakteri A. hydrophila), P1 (tepung kunyit dengan dosis 0,5 g/kg pakan), P2 (dosis 0,7 g/kg pakan),P3 (dosis 0,9 g/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jaringan insang ikan jambal siam yang diberi penambahan tepung kunyit dalam pakan dalam keadaan normal dan setelah diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila mengalami beberapa kerusakan. Dosis terbaik penambahan tepung kunyit pada pakan adalah 0,7 g/kg pakan (P2) hanya mengalami kerusakan berupa hyperplasia dan deformasi lamella dengan kategori normal dan skor HAI 1,33.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL BIJI MANGGA HARUMANIS (Mangifera indica L) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Edwardsiella tarda Destriman Laoi; Iesje Lukstyowati; Henni Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.73 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1844

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak etanol biji mangga harumanis (M.indica L), sensitivitas ekstrak etanol biji mangga harumanis, yang dapatmenghambatpertumbuhanbakteri E. tardadanLethaldosis50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikanPatin (Pangasius hypopthalmus) berukuran 7-9 cm. Biji mangga di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Dosis ekstrak etanol biji mangga yang digunakan adalah 10000, 9000, 8000, 7000, 6000, 5000, 4000, 3000, 2000, 1000, dan Oxytetracyclin sebagai control. Hasil uji fito kimia ekstrak etanol biji mangga adalah tanin, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Hasil Uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rftanin 0,78 cm, flavonoid 0,48 cm., terpenoid 0,56 cm,  dan saponin 0,44 cm. Ekstrak etanol biji mangga mampu menghambat bakteri E. tarda hingga dosis 200 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,44 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak etanol biji mangga harumanis dengan rata-rata 278 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak etanol biji mangga harumanis terhadap ikan patin (P. hypopthalmus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 140,74 ppm.
SENSITIVITY OF PINEAPPLE PEEL (Ananas comosus) EXTRACT AGAINSTEdwardsiella tarda BACTERIA Muhammad Azaldin; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.568 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1847

Abstract

ABSTRAK Kulit nanas (Ananas comosus) merupakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba / antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Edwardsiella tarda adalah patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dari ekstrak kulit nanas (A.comosus) dalam menghambat pertumbuhan E.tarda dan Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Konsentrasi ekstrak kulit nanas yang digunakan adalah 100%-10% dan sebagai kontrol antibiotik oxytetracycline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas dari kulit nanas terhadap E. tardaberkisar antara 6,13 mm - 14,78 mm dan pada konsentrasi 18% ditetapkan sebagai nilai MIC dengan kepadatan bakteri 265,33 CFU/mL. Kata Kunci : Ekstrak Kulit Nanas(Ananas comosus), Edwardsiella tarda, Sensitivitas, Minimum Inhibitory Concentration
UJI SLIDE AGLUTINASI UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT ENTERIC SEPTICEMIA OF CATFISH (ESC) PADA IKAN PATIN (Pangasius pangasius) Nanang Muhson; Iesje Lukistyowati; Windarti .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.167 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1476

Abstract

Aglutinasi merupakan reaksi antibodi dan antigen dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan test kit untuk mendeteksi keberadaan bakteri yang menyebabkan penyakit ikan dengan cepat. Untuk memahami apakah reaksi antigen-antibodi E. ictaluri dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC), sebuah penelitian telah dilakukan dari September hingga Desember 2018. Antibodi diproduksi dari kelinci yang diimunisasi E. ictaluri yang tidak aktif (dosis bertingkat, periode 4 minggu, 0,5; 1; 2; dan 3 ml / minggu masing-masing). Serum Antibodi dipanen pada minggu ke-5. Antibodi itu kemudian digunakan untuk mendeteksi keberadaan E. ictaluri pada ikan yang terinfeksi. Sepuluh ikan patin diinfeksi dengan E. ictaluri aktif (1 ml, 106CFU / ikan, injeksi intraperitoneal). Tiga hari setelah infeksi dan ikan menunjukkan gejala penyakit ESC, isolat E. ictaluri diambil dengan mengekstraksi hati dan ginjal dan kemudian isolat tersebut ditanam di media TSA selama 24 jam. Isolat E. ictaluri kemudian disebarkan dalam kaca slide, dan dicampur dengan antibodi E. ictaluri. Reaksi antigen-antibodi itu dipelajari. Reaksi positif ditunjukkan oleh adanya butiran, sedangkan reaksi negatif tidak menghasilkan butiran-butiran seperti pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antigen E. ictaluri yang dikumpulkan dari ikan yang terinfeksi ESC bereaksi positif terhadap antigen E. ictaluri dan butiran terbentuk dalam waktu 1 menit setelah antigen - antibodi direaksikan. Antibodi E. ictaluri menunjukkan reaksi negatif terhadap antigen bakteri lain. The accuracy of Rapid Diagnostic Test based antigen – antibody agglutination is identic with the result of E. ictaluri detection using PCR. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Uji Aglutinasi Slide dapat digunakan sebagai Tes Diagnostik Cepat untuk mendeteksi penyakit ESC pada ikan patin.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue