Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Teknik Pembuatan Kolam Terpal Ramah Lingkungan Untuk Produksi Usaha Perikanan Budidaya Di Desa Rasau Jaya Tiga Eka Indah Raharjo; Fenni Supriadi; Gunarto Gunarto
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.186 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1119

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih Mitra membuat dua kolam terpal masing-masing kelompok mitra dengan panjang 400 cm, lebar 300 cm dan tinggi 100 cm. Kemudian panjang 200 cm, lembar 150 cm dan tinggi 100 cm.  Metode kegiatan yang diterapkan adalah pelatihan dalam bentuk diskusi yang terarah dan disertai dengan demontrasi atau praktek secara langsung dalam pembuatan kolam  terpal. Kegiatan ini melibatkan 3 (tiga) kelompok Mitra secara aktif mulai dari kegiatan persiapan alat dan bahan, pemotongan bahan, pembuatan rangka, pembentukan terpal, dan perakitan kolam terpal. Melalui kegiatan tersebut, kelompok Mitra berhasil membuat dua unit kolam terpal masing-masing kelompok yang siap digunakan untuk produksi usaha budidaya ikan air tawar.implementation of PKM activities is good communication and smoothly between PKM team and partners.
Pelatihan Teknik Pengolahan Ikan Lele Asap Dengan Alat Pengasap Ikan Portable Bagi Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pontianak Tenggara dan UMKM Kota Pontianak Eka Indah Raharjo; Dedi Hariyanto
Al-Khidmah Vol 3, No 2 (2020): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v3i2.2599

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih kelompok masyarakat membuat produk ikan lele asap menggunakan alat pengasap ikan portable di masing-masing kelompok masyarakat dengan panjang alat 30 cm, lebar 20 cm dan tinggi 65 cm. Metode kegiatan yang diterapkan adalah 2 tahap yaitu tahap pertama dengan cara caramah (penyuluhan dan diskusi yang terarah) dan tahap kedua disertai dengan demontrasi atau praktek secara langsung dilapangan dalam pembuatan produk ikan lele asap menggunakan alat pengasap ikan portable. Kegiatan ini melibatkan 4 (empat) kelompok masyarakat secara aktif mulai dari kegiatan persiapan alat dan bahan, sampai ke proses pengolahan ikan lele menjadi ikan lele asap. Melalui kegiatan tersebut, kelompok masyarakat berhasil membuat produk ikan lele asap di masing-masing kelompoknya yang siap packaging sebagai usaha alternatif untuk di konsumsi dan dipasarkan secara meluas.
PENGARUH KOMBINASI MEDIA AMPAS KELAPA SAWIT DAN DEDAK PADI TERHADAP PRODUKSI MAGGOT (Hermetia illucens) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Abah Muhamad
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.679 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.702

Abstract

ABSTRAK Maggot  merupakan  larva  dari  serangga  Black  soldier  fly  (Hermetia  illucens),  memiliki kandungan protein kasar cukup tinggi berkisar antara 30-45%, mengandung asam lemak esensial (linoleat dan linolenat) dan 10 macam asam amino esensial, Kelebihan lain maggot black soldier fly  ini dibandingkan dengan serangga yang umumnya adalah dari segi kebersihan  lalat  ini  tidak seperti  lalat rumah dan pakan utama black soldier fly adalah sari bunga. Kelebihan dari maggot black  soldier  fly  adalah  memiliki  kandungan  anti  mikroba  dan  anti  jamur,  sehingga  tidak membawa  agen  penyakit. Maggot  dapat  digunakan  sebagai  bahan  substitusi  tepung  ikan  dan dapat  diberikan  dalam  bentuk  segar  pada  ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media ampas kelapa sawit dan dedak padi yang tepat terhadap produksi maggot. Sedangkan untuk manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ampas kelapa sawit dan dedak padi terbaik terhadap jumlah produksi maggot. Serta sebagai sumber informasi untuk para petani ikan dalam melakukan usaha budidaya maggot.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut : Perlakuan A : ampas sawit 50% dedak padi 50%, Perlakuan B: ampas kelapa sawit 25% dedak padi 75%, Perlakuan C : ampas kelapa sawit 75% dedak padi 25%, Perlakuan D : ampas kelapa sawit 85% dedak padi 15%. Hasil penelitian kombinasi media ampas kelapa sawit dan dedak padi berdasarakan hasil Analisis Varian (ANAVA) menunjukan bahwa kombinasi media pada perlakuan A 50 % amapas kelapa sawit dan 50 % dedak padi menghasilkan rata-rata produksi maggot terbaik yaitu 262,67 gram, sedangkan hasil uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan multipel range test menunjukan adanya perbedaan yang nyata terhadap berat produksi maggot antar kombinasi yang digunakan dalam penelitian. Kandungan nutrisi maggot tebaik terdapat pada perlakuan B dengan protein kasar 50,03%, air 76,44%, abu 8,61 %, lemak kasar 20,57 % dan serat kasar 8,45 %. Kata Kunci : maggot, ampas kelapa sawit, dedak padi, produksi
PENGARUH SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura) Akhmad Rasyid Redha; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.872 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan kelabau ditetaskan dalam suhu air yang berbeda. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan suhu inkubasi telur yaitu A (Suhu inkubasi 26°C), B (Suhu inkubasi 28°C), C (Suhu inkubasi 30°C) dan D (Suhu inkubasi 32°C) dengan sebanyak tiga kali. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu inkubasi berbeda memberikan pengaruh terhadap kecepatan perkembangan embrio ikan kelabau dan juga memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap daya tetas telur ikan nila. Rata-rata daya tetas telur ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan C (88,33%). Kata Kunci : Suhu, Perkembangan Embrio, Daya Tetas Telur,Ikan Kelabau
PENGGUNAAN AMPAS TAHU dan KOTORAN AYAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MAGGOT (Hermetia illucens) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Muhammad Arief
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.651 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.692

Abstract

ABSTRAKMaggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. sebagai pakan ikan maggot memiliki dua fungsi yaitu sebagai salah satu sumber protein yang dapat mensubtitusi tepung ikan dan sebagai pellet altematif yaitu maggot dapat langsung diubah menjadi pellet. Istilah "maggot" mulai dikenal pada pertengahan tahun 2005. Maggot dapat tumbuh pada bahan organik yang membusuk di wilayah temperate dan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media ampas tahu  dan kotoran ayam  yang  baik  terhadap produksi maggot. Sedangkan untuk manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ampas tahu dan  kotoran ayam  terbaik terhadap jumlah produksi maggot. Serta sebagai sumber informasi untuk para petani ikan dalam melakukan budidaya maggot sebagai pakan alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: Perlakuan A. ampas tahu 100%; B. ampas tahu 50% kotoran ayam 50%; Perlakuan C. ampas tahu 75% kotoran ayam 25%; Perlakuan D. ampas tahu 25% kotoran ayam 75%. Hasil penelitian kombinasi media ampas tahu dan kotoran ayam berdasarakan hasil Analisis Varian (ANAVA) menunjukan bahwa kombinasi media pada perlakuan B ampas tahu 50% kotoran ayam 50%,  menghasilkan rata-rata produksi maggot terbaik yaitu 76,60 gram, sedangkan hasil uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan multipel range test menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata terhadap berat produksi maggot antar kombinasi yang digunakan dalam penelitian. Kandungan nutrisi maggot tebaik terdapat pada perlakuan B dengan protein kasar 34,34%, air 4,51%, abu 25,65 %, dan lemak kasar 3,54 %. Kata Kunci : maggot, ampas tahu, kotoran ayam, produksi ABSTRACT Maggot is an organism derived from eggs black soldier who experienced a metamorphosis in the second phase after phase before the egg and pupa which then turns into adult flies. as fish feed maggot has two functions: as a source of protein that can be substituted for fish meal and as an alternative pellets that maggot can be directly converted into pellets. The term "maggot" became known in mid-2005 Maggot can grow on decaying organic matter in temperate and tropical regions. The purpose of this study was to determine the combination of media tofu and feses chicken was good against maggot production. As for the benefits of this research was to determine the percentage of tofu and feses chicken is the best of the amount of production maggot. As well as resources for fish farmers in doing maggot farming as an alternative feed.  This study uses a completely randomized design (RAL) with 4 treatments three replications. The treatment used is as follows: Treatment A: tofu 100%, B: tofu 50% feses chicken 50%, Treatment C: tofu 75% feses chicken 25%, Treatment D: tofu 25% feses chicken 75% ,. The results of the study media combinations tofu and feses chicken on the terms of the results of variant analysis (ANOVA) showed that the combination of media in treatment B tofu and feses chicken 50% to 50%, resulting in an average production of maggot best is 76.60 grams, while the results of a further test with Duncan's multiple range test multiple range test showed that there was a very real difference to the weight of maggot production between the combination used in the study. The content of nutrients contained in the best maggot treatment B with 34.34% crude protein, water 4.51%, ash 25.65% and 3.54% crude lipid. Keywords: maggot, tofu, feses chicken, production
PENGARUH PEMBERIAN DEDAK HALUS FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN IKAN JELAWAT(Leptobarbus hoevvenii Blkr) hendry yanto; Rachmat Hutomo Setiawan; eka indah raharjo; farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.463 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kadar dedak halus fermentasi yang sesuai dan terbaik terhadap laju pertumbuhan harian dan tingkat kelangsungan hidup ikan jelawat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu kadar dedak halus tidak fermentasi 10% (A), kemudian10% dedak halus fermentasi (B),  20% (C), 30% (D) dan 40% (E). Analisis statistic menggunakan analisis ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya digunakan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak halus fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap retensi protein, retensi lemak, laju pertumbuhan harian, dan efesiensi pemanfaatan pakan (P<0,05). Pakan dengan kadar 30% dedak halus fermentasi menghasilkan laju pertumbuhan harian (3,03%) dan efesiensi pemberian pakan (55,93%) dan kelangsungan hidup (100%) adalah yang terbaik untuk ikan jelawat.
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN TURI ( Sesbania grandiflora ) DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) yuni tri dea vega; eka Indah Raharjo; farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.95 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penggunaan tepung daun turi yang terbaik dan sesuai dalam komposisi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012) dengan 4perlakuan dan 3 kali ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : Tepung daun turi  0 % dalam pakan (kontrol), Perlakuan B : Tepung daun turi  15% dalam pakan , Perlakuan C : Tepung daun turi  30 % dalam pakan dan Perlakuan D : Tepung daun turi  45 % dalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat dan panjang spesifik, konversi pakan, kelangsungan hidup, retensi protein,retensi lemak serta kualitas air sebagai faktor penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung daun turi 30 % pakan menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik pada benih ikan gurami dengan berat rata – rata 3,80 % dan panjang rata – rata 3,40 %. Untuk nilai konversi pakan menghasilkan nilai rata – rata 2,56,kelangsungan 
EFEKTIFITAS EKSTRAK RUMPUT LAUT (Sargassum polycystum) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Iwan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.073 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis rumput laut (Sargassum polycystum) sebagai anti bakteri  pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi  bakteri Aeromonas hydrophila secara optimal. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas panjang 8-15cm dengan kepadatan 10 ekor/akuarium, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi ekstrak Sargassum polycystum antara lain adalah, perlakuan A (control), B (9%), C (12%), D (15%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Uji in vitro, gejala klinis, kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, kelangsungan hidup dan Kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum polycystum dengan dosis 15% dapat di jadikan sebagai anti bakteri pada ikan mas.Kata kunci: Sargassum polycystum, Aeromonas hydrophila, anti bakteri
PERGANTIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) TURN FEED ON THE GROWTH AND SURVIVAL OF FISH LARVAE CARP (Osphronemus gouramy) Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan; Darmawan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.347 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.687

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pergantian pakan. penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah sebagai berikut : Perlakuan A : eguchi 10 hari dan infusoria 10 hari, Perlakuan B : infusoria 10 hari dan eguchi 10 hari, Perlakuan C : Eguchi 20 hari, Perlakuan D : Infusoria 20 hari dan Perlakuan E : campuran eguchi 50% dan Infusoria 50% selama 20 hari. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifik bobot, laju pertumbuhan mutlak panjang, kelangsungan hidup dan kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pergantian pakan alami dengan pakan buatan menghasilkan respon yang baik dalam pertumbuhan larva ikan gurami. Pergantian pakan buatan (eguchi) dengan pakan alami (infusoria)(perlakuan A) memberikan hasil terbaik dengan rata – rata laju pertumbuhan spesifik bobot 5,3256%, rata – rata laju pertumbuhan mutlak panjang 5.70 mm dan rata – rata kelangsungan hidup 78.89%.  Kata Kunci : Infusoria, Eguchi, Larva Ikan Gurami, Laju Pertumbuhan ABSTRACT Research was aimed to determine the change of feed. research using completely randomized design consisting of 5 treatments and 3 replications. The composition of the treatment is as follows: Treatment A: Eguchi 10 days and infusoria 10 days, Treatment B: infusoria 10 days and Eguchi 10 days, Treatment C: Eguchi 20 days, Treatment D: Infusoria 20 days and Treatment E: a mixture of Eguchi 50% and infusoria 50% for 20 days. This research was conducted for 20 days to determine the specific growth rate weight, the absolute growth rate of long survival and quality of water as supporting data. The results showed turnover natural feed with artificial feed to produce a good response in the growth of larval carp. Substitution of artificial feed (Eguchi) with natural food (infusoria) (treatment A) gives the best results with the average - average specific growth rate 5.3256% weighted, averageabsolute growth rate, average length of 5.70 mm and survival rate 78.89% . Keywords : Infusoria, Eguchi, Fish larvae Gurame, Growth Rate
PENGARUH PEMBERIAN KALSIT DENGAN KADAR YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI Daphnia sp. Rosa Samhari; Hastiadi Hasan; Eka indah raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.295 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur kalsit yang optimal untuk mempertahankan kestabilan pH air pada media pemeliharaan Daphnia sp. agar dapat menghambat peningkatan kadar amonia dalam air pengkulturan, sehingga populasi kutu air dapat terus belanjut secara parthenogenosis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl. Ahmad Yani 111 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi kapor kalsit (CaCO3) antara lain adalah, perlakuan A (control), B (200g/L), C (250g/L), dan D (300g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan Populasi Daphnia sp. secara umum, Populasi Daphnia sp. Jantan, Populasi Daphnia sp. Matting, Populasi Daphnia sp. bertelur normal (parthenogenesis),  Persentase Jumlah Ephipia Daphnia sp dan Kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan kapur kalsit pada kosentrasi 200 mg/L dapat memperkecil rentang pH serta menekan peningkatan NH3, sehingga populasi Daphnia sp. dapat ditingkatkan. Hal ini dikarenakan kecilnya jumlah populasi Daphnia sp jantan dan Daphnia sp matting serta besarnya jumlah populasi Daphnia sp. yang berproduksi secara prathenogenesis. Kata kunci : Kalsit (CaCO3),Perkembangan Populasi, Daphnia sp.