cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PENAMBAHAN OODEV DAN TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN UNTUK MEMPERCEPAT WAKTU MATURASI DAN BOBOT INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma teminckii) farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.472 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.922

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengevaluasi peran nutrient Curcuma longa (kunyit) dan hormon Oodev yang ditambahkan dalam pakan terhadap waktu maturasi dan bobot induk ikan biawan Helostoma teminckii. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yang terdiri atas 6 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan,faktor pakan terdiri atas 2 jenis pakan yaitu: pakan kontrol (pakan komersil 35%) pakan ditambah tepung kunyit 3 %.kg-1. Sedangkan faktor hormon terdiri atas tiga taraf yaitu: 0,0 mL.kg-1 induk, 0,5 mL.kg-1 induk dan 1.0 mL.kg-1 induk. Ikan uji yang digunakan sebanyak 126 ekor ikan betina dengan berat 10-30 g dan sudah mencapai TKG dua. Ikan diberi pakan tiga kali sehari (07.00, 12.00 dan 17.00 WIB) secara at satiation selama 8 minggu. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: waktu maturasi dan pertambahan bobot induk. Berdasarkan hasil pengamatan penambahan oodev dan tepung kunyit dalam pakan untuk menginduksi pematangan gonad ikan biawan (helostoma teminckii) menyebabkan hampir semua induk bunting 100% dengan masa pemeliharaan selama 6-8 minggu pada perlakuan Pkod 1.0, PkTod 1.0, Pkod 0.5 dan PkTod 0.5. Kemudian Presentase peningkatan bobot induk tertinggi 41.80% dengan nilai bobot gonad 61.72% dan daging 25.80%.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Adi Pranata; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.943 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.707

Abstract

Ikan gurame Osphronemus gouramy Lac. adalah salah satu komoditas budidaya air tawar yang tergolong dalam famili ikan labirin (Anabantidae). Ikan ini tersebar di kawasan tropis mulai dari India sampai Semenanjung Malaya dan Indonesia. Ikan gurame bernilai ekonomi penting dan harganya di pasar cukup tinggi. Menurut Anonimous (2006). Penelitian ini bertujuan mengetahui padat tebar yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan gurame, Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan padat tebar yaitu A (4 ekor/liter), B (6 ekor/liter), C (8 ekor/liter), D (10 ekor/liter) dan E (12 ekor/liter) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Padat tebar  yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat spesifik  dan panjang spesifik serta kelangsungan hidup larva ikan gurame. Dari hasil penelitian diperoleh data padat tebar  untuk pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang spesifik dan kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan A (4 ekor/liter) yaitu pertumbuhan berat spesifik sebesar 3,66 %, panjang spesifik sebesar 3,12 % dan kelangsungan hidup sebesar 85,83% .Padat penebaran yang rendah akan memberikan pertumbuhan bobot yang baik, karena tingkat persaingan rendah dalam hal makanan dan oksigen, dan juga berhubungan dengan kualitas air, bahwa rendahnya pertumbuhan pada larva ikan gurame pada padat penebaran yang relatif tinggi disebabkan oleh kualitas air yang menurun akibat dari pengaruh akumulasi sisa-sisa makanan. Ikan yang dipelihara dengan kepadatan rendah cenderung memiliki pertumbuhan panjang relatif tinggi, ini disebabkan oleh minimnya kompetisi dalam mencari pakan ataupun dalam memperebutkan ruang gerak.Kata kunci: larvaikangurami, padatpenebaran, pertumbuhan
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DIPELIHARA PADA WARNA WADAH YANG BERBEDA Rachimi .; Farida .; Hidayatullah .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.029 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.485

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan tiga kali  ulangan dengan warna wadah perlakuan antara lain adalah perlakuan A  (transparan),  B (biru), C (hijau), D (kuning), E (orange). Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva  ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda dapat disimpulkan bahwa perlakuan E (orange) memberikan hasil yang tertinggi. Hasil penelitian perlakuan E (orange) adalah pertumbuhan berat (0,554%), pertumbuhan panjang (6,208%), kelangsungan hidup (71,67%) dan tingkah laku larva yang terbaik. Kata kunci : Ikan  tengadak,  larva, pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan, rotifer warnaWadah
RESPON PEMBERIAN DOSIS MINYAK SEREH (Cymbopogon citratus) UNTUK ANESTESI IKAN BOTIA (Chromobotia Macracanthus Bleeker) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Saplidan Zamri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.534 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.696

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dosis yang optimal selama pembiusan dengan minyak sereh pada ikan botia dengan transportasi sistem tertutup.Pelaksanaan Penelitian ini diawali dari laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak kabupaten Kubu Raya menggunakan transportasi darat pada pukul 07.00 WIB kemudian menuju kabupaten Pemangkat setelah itu menuju ke kabupaten Sambas dan kembali lagi ke laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak di Pontianak, kabupaten Kubu raya pada pukul 20.00 WIB  dan penelitian ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 8 febuari 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan dosis minyak sereh yang dipergunakanantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (1ml/L), C (2ml/L), dan D (3ml/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahtingkah laku ikan selama penelitian, masa induksi dan sedatif, kelangsungan hidup dan kualitas air.Hasil penelitian ini menunjukkan respon dan tingkah laku ikan botia setelah menggunakan pembiusan minyak sereh menunjukan gejala ikan mulai panik, operculum agak cepat, aktifitas mulai melamban, serta respon ikan melemah pada saat minyak sereh mulai bereaksi. Kecenderungan konsentrasi pembiusan yang paling efektif untuk pengangkutan ikan botia dengan ukuran 3-5 cm adalah perlakuan B dengan dosis 1 ml/L dengan kelangsungan hidup rata-rata 76%.Kata kunci :minyak sereh, anestesi, ikan botia
PENGARUH PENAMBAHAN MAGGOT (Hermetia illucens) DALAM RANSUM PAKAN BUATAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Paulinus Paul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.147 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui persentase penambahan maggot yang optimal dalam formulasi pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak serta Balai Riset Standarisasi Industri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan persentase penambahan tepung maggot antaralain adalah perlakuan A (kontrol), B (Penambahan tepung maggot 10%), C (penambahan tepung maggot 20%), D (penambahan tepung maggot 30%), E (penambahan tepung maggot 40%). Parameter yang diamati meliputi Retensi protein (RP), Laju pertumbuhan spesifik (SGR), Rasio konversi Pakan (FCR)  Kelangsungan Hidup (SR) dan Pengukuran  parameter kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung maggot sebanyak 20% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,36%, retensi protein sebesar 16,94%, rasio konversi pakan sebesar 1,05%, dan kelangsungan hidup 100% yang berbeda sangat nyata (P<0,05) dengan penambahan tepung maggot 10%, 30%, 40% dan tanpa penambahan tepug maggot (kontrol). Kata kunci : tengadak, jumlah penambahan, pakan, tepung maggot.
PENGARUH BIOREMEDIASI TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI(LITOPENAEUS VANNAMEI)YANG DIPELIHARA DALAM BAK BETON purnamawati .; mohammad idham shilman; susilawati .; budiman .; slamet tarno
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.632 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1315

Abstract

Penggunaan bioremediasimerupakan salah satu cara untuk memperbaiki lingkungan budidaya dan menekan penyakit pada budidaya udang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukankonsentrasibioremediasi yang terbaik terhadap sintasandan pertumbuhan udang vannamei(Litopenaeus Vannamei). Penelitian ini dilakukan di Hatchery Udang,Center of Technology (COT), Politeknik Negeri Pontianak. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi bioremediasi 2,6 mL/m3/3 hari dan konsentrasi 2,0 mL/m3/3 hari.Udang vannamei berukuran panjang awal rata-rata0,65±0,10 cm dan bobot awal rata-rata 0,8±0,01 g dipelihara dalam bak beton ukuran4 x 3 x 1,5 mdengan padat tebar rata-rata 300ekor/m2, selama 60 hari.Udang diberi pakan pellet komersial dengan kadar protein ± 40%, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan dosis 8% per bobot rata-rata biomas.Hasilpenelitian menunjukan bahwa pemberian bioremediasi dengan kosentrasi 2,0 mL/m3/3 hari menghasilkannilai rata-rata sintasan, laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pemanfaatan pakan berturut-turut adalah 75,03%, 5,75%/hari dan 39,8%. Ketiga variabel tersebutmemberikan pengaruh yang tidak berbeda signifikan bila dibandingkan dengan konsentrasi 2,6 mL/m3/3 hari.Kata kunci: Litopenaeus vannamei, bioremediasi, bak beton.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) Eko Prasetio; Eka Indah Raharjo; Ispandi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.028 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.722

Abstract

Ikan jelawat adalah ikan asli indonesia yang terdapat di Kalimantan dan Sumatra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah padat tebar yang tepat yang menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik. Penelitian ini dilaksanakaan di laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak pada bulan Maret sampai April 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel pengamatan selama penelitian meliputi Laju pertumbuhan panjang dan berat harian, rasio kenversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Rata-rata laju pertumbuhan panjang harian yang terbaik pada perlakuan A (1.28% ± 0.10), B (0.85% ± 0.06) and C (0.72 % ± 0.06). Rata-rata laju pertumbuhan berat harian yang terbaik (3.35% ± 0.16), B (2.29% ± 0.08) and C  (1.79% ± 0,09). Rasio konversi pakan yang terbaik adalah pada perlakuan A (1.43 ± 0.10), B (1.99 ± 0.15) and C (2.63 ± 0.20). Kelangsungan hidup yang terbaik yaitu perlakuan A (82.50% ± 2.89), B (70.00% ± 2.04) and C (58.33% ± 3.04). Kata kunci: padat tebar,jelawat, panjang harian, berat harian, rasio konversi pakan kelangsungan hidup
SUBSTITUSI FERMENTASI BUNGKIL KELAPA SAWIT DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) Farida .; Eka Indah Raharjo; Arnis Maylinda Sari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.19 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.686

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan fermentasi bungkil kelapa sawit dalam pakan buatan.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan.Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : bungkil kelapa sawit 12%, Perlakuan B : fermentasi bungkil kelapa sawit 15%, Perlakuan C : fermentasi bungkil kelapa sawit 18%, Perlakuan D : fermentasi bungkil kelapa sawit 21%. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifikberat, laju pertumbuhan harianpanjang, konversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air sebagai penunjang.Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit menghasilkan respon yang baik terhadap pertumbuhan ikan gurami. Pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit 18% (perlakuan C), memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan dengan rata – rata laju pertumbuhan spesifik berat 1.502%, laju pertumbuhan harian panjang 4.06%, nilai konversi pakan rata – rata 3.48 dan kelangsungan hidup rata – rata 90%.Kata Kunci : Fermentasi Bungkil Kelapa Sawit, Ikan Gurami, Laju PertumbuhanThe study aims to determine the use of fermentation residue oil palm in artificial feed .Research using a completely randomized design ( CRD ), which consists of 4 treatment three replications.The composition of the treatment is the treatment  A : 12 % of palm oil cake , Treatment B : fermented palm oil cake 15 % , Treatment C : fermented palm oil cake 18 % , Treatment D : fermentation residue palm oil 21 %.This research was conducted for 60 days to determine the specific growth rate of heavy , long daily growth rate , feed conversion , survival and quality of water as a supporter.The results showed the artificial feeding with fermented palm cake to produce a good response to the growth of carp.Feeding artificially by fermentation cake palm oil 18 % ( treatment C ) , gives the best results with a growth rate with the average - average growth rate of the specific weight of 1.502 % daily growth rate long- 4:06 % , the value of feed conversion average - average 3:48 and median survival - average of 90 % .Keywords : Fermentation Palm Kernel Oil, Fish carp, Growth Rate
PENGARUH CACING SUTRA (Tubifex sp) DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN TOMAN (Channa micropltes CV.) Eva Setiawati; Eko Dewantoro; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.737 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.269

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi dan efesiensi yang terbaik dalam pemberian pakan sehingga diketahui pertumbuhan yang optimal terhadap benih toman. Frekuensi yang berbeda dalam pemberian pakan memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan harian dan efisensi pakan terhadap benih toman. Frekuensi yang berbeda dalam pemberian pakan pada perlakuan D merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan harian (2,02%) dan efesiensi pakan (11,94%) paling tinggi dari perlakuan lainnya.Kata Kunci: Toman, Pertumbuhan, Cacing Sutra
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila rika wati; eka indah raharjo; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.59 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1010

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap kelangsungan hidup ikan biawan (Helostoma teminchii) yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/l), B (KP 0g/l dan tanpa injeksi bakteri), C (0,2 g/l larutan temulawak), D (0,4 g/l larutan temulawak) dan E (0,6 g/l larutan temulawak). Ikan uji dilakukan perendaman selama 7 hari sebelum uji tantang dan di amati selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi patogenitas (gejala klinis), perubahan bobot, dan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gejala klinis ikan pasca infeksi diantaranya radang, radang dan hemoragi, tukak, dan sembuh. Pemberian larutan temulawak melalui perendaman  memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan biawan pasca infeksi, yaitu  pada perlakuan (E) dengan dosis 0,6 g/l dengan nilai perubahan bobot 1,97 gram dan kelangsungan hidup 93,33 %.

Page 4 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue