cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii Blkr.) YANG DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila arini resti fauzi; hastiadi hasan; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.411 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1316

Abstract

 Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr.) merupakan ikan lokal yang mulai dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah yang sering muncul dalam budidaya ikan jelawat adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik untuk mengobati ikan sakit dapat menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, dan berbahaya jika di konsumsi manusia. Salah satu pengobatan alternatif pada ikan yaitu menggunakan daun kembang sepatu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik daun kembang sepatu pada ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Ekstrak daun kembang sepatu dihasilkan dari proses maserasi menggunakan etanol pro-analisis. Ikan jelawat diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu/ml. Pengobatan ikan jelawat menggunakan ekstrak daun kembang sepatu yang telah dicampur ke dalam pakan. Masing-masing pakan diberi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu yang berbeda, perlakuan A (0%) B (5%), C (10%), D (20%), dan E (40%). Dari hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak daun kembang sepatu memberi pengaruh terhadap immunostimulan ikan jelawat. Ekstrak daun kembang sepatu juga mampu menyembuhkan luka pada ikan jelawat pasca uji tantang bakteri Aeromonas hydrophila. Konsentrasi terbaik ekstrak daun kembang sepatu pada ikan jelawat yaitu 40% dengan kelangsungan hidup sebesar 83,33±5,77. Kata kunci: Ikan Jelawat, Daun Kembang Sepatu, Bakteri Aeromonas hydrophila, Etanol
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP HEMATOLOGI IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Eko Prasetio; Muhammad Fakhrudin; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.736 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.721

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Morile Aeromonad Sepricemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan yang mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan jelawat (Lebtobarbus hoeveni). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (10 ppt 10 g/kg pakan serbuk), D (20 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk). Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi gejala klinis, respon makan, pertambahan bobot, organ dalamdan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran sel darah merah, sel darah putih, hematokrit dan haemoglobin menunjukan hasil terbaik perlakuan serbuk lidah buaya  40 ppt. Sedangkan pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Pemberian serbuk lidah buaya melalui pakan memeberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain.  Kata kunci: Lidah buaya, Ikan Jelawat , Aeromonas hydrophila,Organ Dalam, Kelangsungan Hidup
Pengaruh Konsentrasi Minyak Sereh (Cimbopogon Citrates Dc Stapf) Terhadap Kelangsungan Hidup Pada Anestesi Benih Ikan Ringau (Datnioides Mescrolepis) Dengan Metode Transportasi Tertutup Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Khoiron Id’ham
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi minyak sereh yang optimal sebagai pembiusan pada pengangkutan ikan ringau dengan metode transportasi tertutup. Penelitian ini di awali dari desa selimbau kabupaten Kapuas Hulu menggunakan transportasi darat dan berakhir di laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak di kabupaten Kubu Raya dan penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 14 jam pada bulan juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi minyak sereh yang dipergunakan adalah perlakuan. A, tanpa pembiusan (kontrol), Perlakuan B, Konsentrasi minyak sereh 1 ml/L, Perlakuan C, Konsentrasi minyak sereh 2 ml/L, Perlakuan D, Konsentrasi minyak sereh 3 ml/L. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah tingkah laku ikan selama pembiusan, masa induksi dan masa sedatif serta kelangsungan hidup. Hasil dari pengamatan menunjukan minyak sereh cukup efektif untuk memingsankan benih ikan ringau (Datnioides mescrolepis)  untuk pengangkutan sistem tertutup. Hal ini dikarenakan Minyak sereh merupakan minyak atseri yang banyak mengandung senyawa geraniol sitronelol mampu menurunkan tingkat metabolisme ikan dengan cara membuat ikan pingsan atau menenangkan ikan. Senyawa tersebut berperan penting dalam mekanisme anestesi melalui jaringan pernapasan. Kata kunci : minyak sereh, anestesi, ikan ringau
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda cirtifolia) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KANIBALISME BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE BIOENKAPSULASI Muhammad Teguh Selvyan; Hastiadi Hasan; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.229 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak buah mengkudu yang optimal untuk menguragi tingkat kanibalisme benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu ekstrak buah mengkudu  Perlakuan A kadar ekstrak mengkudu 0 mg/l, Perlakuan B kadar ekstrak mengkudu 5 mg/l, Perlakuan C kadar ekstrak mengkudu 10mg/l, Perlakuan D kadar ekstrak mengkudu 15 mg/l, Perlakuan E kadar ekstrak mengkudu 20 mg/l. Variabel yang diamati dan dianalisa adalah : Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukan Kadar ekstrak mengkudu sebanyak 10.7 mg/l adalah kadar ekstrak mengkudu terbaik untuk mengurangi kanibalisme dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang. Kadar optimal untuk menambah kelangsungan hidup benih  ikan lele sangkuriang adalah 10.7 mg/l. Dalam pemanfaatan ektrak mengkudu untuk perendaman pakan ikan lele berupa cacing tubifex, disarankan agar menggunakan ekstrak mengkudu yang optimal sebanyak 10.7 mg/l agar pemanfaatan senyawa scopoletin dalam ekstrak mengkudu didalam tubuh ikan berlangsung secara maksimal untuk mengurangi kanibalisme benih ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Buah Mengkudu, Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air
PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN OODEV DALAM PAKAN TERHADAP DIAMTER TELUR DAN TINGKAT KEBUNTINGAN PADA INDUK IKAN BIAWAN (HELOSTOMA TEMMINCKII) mizan mizan; tuti puji lestari; hastiadi hasan; . farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.151 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1017

Abstract

Menurunnya populasi ikan biawan di alam akibat kerusakan lingkungan habitat dan penangkapan berlebihan merupakan ancaman bagi kelestarian ikan ini, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis terbaik tepung kunyit dan hormon oodev dalam peningkatan ukuran diameter telur dan tingkat kebuntingan ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A 0% kunyit per kg pakan+Oodev 0 ml/kg, B perlakuan 3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 0,5 ml/kg C3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 1 ml/kg sedangkan variable pengamatan tingkat kebuntingan, waktu maturasi, diameter telu,r pertambahan bobot mutlak , tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan A tanpa kunyit dan Oodev memilik nilai diameter telur  terendah dengan rata 0.74 mm-0.85 mm untuk perlakuan B dengan diameter rata-rata 0.82 mm- 0.88 mm nilai hasil pengukuran diameter telur  tertinggi pada perlakuan C dengan rata-rata 0.81 mm-0.90 mm. Demikian juga pada tingkat kebuntingan terbaik pada perlakuan B dan C dengan persentasi 100% artinya mengalami siklus matang gonad lebih cepat dari perlakuan A yang tidak diberikan hormon dalam masa pemeliharaan 4-8 minggu.
KERAGAMAN GENETIK IKAN KELABAU PADI (Osteochilus schlegeli Blkr) ASAL PERAIRAN UMUM KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN ANALISIS KARAKTER MORFOMETRIK Novita Ratnasari; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.548 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.489

Abstract

Ikan kelabau padi merupakan ikan asli kalimantan yang potensial untuk dikembangkan.  Penelitian keragaman genetik ikan kelabau padi bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik ikan kelabau padi yang berasal dari perairan umum Kalimantan Barat berdasarkan karakter morfometriknya. Pengukuran morfometrik dilakukan dengan analisis Component Analysis (PCA) atau komponen utama,serta hubungan kekerabatan interpopulasi dianalisis berdasarkan jarak genetik dengan program SPSS versi 17 yang disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil analisis dendogram menyebutkan bahwa stok populasi ikan kelabau dapat dibagi menjadi dua yaitu stok populasi asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) dan Sungai Melawi (Melawi) serta stok populasi asal Sungai Sekayam (Sanggau) dan Sungai Kapuas (Kubu Raya). Nilai koefisien keragaman tertinggi di peroleh asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) 10.77%, Sungai Kapuas (Kubu Raya) 10.43%, Sungai Melawi (Melawi) 9,24% dan Sungai Sekayam (Sanggau) 6.89%.Kata kunci: kelabau padi, truss morfometrik, Kalimantan Barat
TINGKAT SERANGAN EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus) YANG DIBUDIDAYAKAN DALAM KARAMBA DI SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK Suhardi .; Eka Indah Raharjo; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.261 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.228

Abstract

Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan, salah satunya adalah ektoparasit. Kerugian akibat infeksi ektoparasit memang tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme pathogen lain seperti virus dan bakteri, namun menurut Scholz (1999) infeksi Ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme pathogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat serangan ektoparasit pada ikan patin yang dibudiayakan dalam karamba di sungai Kapuas Kota Pontianak. Data yang didapat baik prevalensi dan intensitas serta data pendukung lainnya dianalisa secara diskriptif dan dibahas  dengan pendekatan berdasarkan literatur yang relevan. Hasil penelitian di empat stasiun sekitar sungai kapuas Pontianak ditemukan 2 jenis parasit yang dominan menyerang ikan patin yaitu, Ichthyopthyrius multifiliis dan dan Dactylogyrus sp.Kata kunci : ektoparasit, patin, KJA Sungai Kapuas Pontianak 
FREKUENSI PEMBERIAN CACING TUBIFEX SP YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) rilo al fikri; Eka Indah Raharjo; Eko Prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.011 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.931

Abstract

Ikan semah (Tor douronensis) tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian cacing tubifex yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan semah yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari B, frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari C, frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari D, frekuensi pemberian pakan 8 kali sehari. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup.Rata-rata pertumbuhan bobot dan panjang mutlak adalah perlakuan C (1,237±0,015) dan (2,970±0,062).Tingkat kelangsungan hidup 100%.
PENGGUNAAN MEDIA YANG BERBEDA DALAM MENINGKATKANPERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN ARWANA SILVER ( Osteoglossum bicirroshum ) DIFFERENT USE OF MEDIAIN INCREASING GROWTHAND SURVIVAL RATE SEED ARWANA SILVER FISH (Osteoglossum bicirroshum) Ulil Amri; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.703 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui media budidaya yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan arwana silver. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di BBI (Balai Benih Ikan) Klansin Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3  ulangan dengan wadah antara lain adalah perlakuan A (wadah kolam terpal), B (wadah bak semen), dan C (wadah fiberglass). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahPertumbuhan Berat Mutlak, Pertumbuhan Panjang Mutlak, Efesiensi Pakan, Kelangsungan Hidup Larva, dan Parameter Kualitas Air. Hasil dari pengamatan menunjukanpenggunaan wadah bak fiberglass  dapat meningkatkan pertumbuhan berat benih, pertumbuhan panjang benih, nilai efesien pakan, dan kelangsungan hidup benih. Hal ini dikarenakan penggunaan bak fiber sangat berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang masuk hingga ke dasar bak. Semakin kuat intensitasnya maka respon ikan semakin tinggi dalam hal mencari makanan.Perbedaan intensitas ini menyebabkan ikan memberikan respon yang berbeda pada setiap perlakuan dan pertambahan berat ikan disebabkan padat tebar yang rendah sehingga tidak terjadi persaingan terhadap ruang gerak dan makanan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kata kunci : Kolam Terpal, Bak Semen, Wadah Fiberglass,Pertumbuhan Berat, Pertumbuhan Panjang, Kelangsungan Hidup,  BenihArwana Silver
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN Hastiadi Hasan; eko prasetio; Siti Muthia
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.405 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.698

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat di alam dengan jumlah besar akan tetapi ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi kehidupan ikan relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor.Usaha budidaya perikanan saat ini semakin berkembang, mulai dari keragaman jenis komoditas hingga teknologi budidayanya serta pemanfaatan tempat atau lahan budidaya. Salah satu wilayah perairan Kalimantan Barat yang belum termanfaatkan secara optimal dari segi perikanan yaitu sungai Ambawang yang merupakan anak dari sungai Landak yang bermuara di sungai Kapuas.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Sungai Ambawang  Kecamatan Sungai Ambawang Kabupatan Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yang dilakukan dalam 4 titik lokasi pengambilan sampel. Sedangkan analisis sedimen dan plankton dilakukan dilingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung maupun hasil uji laboratorium didapat nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-280 C, kecerahan 11-15, kecepatan arus 0,30-0,61 m/det, nilai TSS 60 – 70 mg/ L, nilai TDS 60-70 mg/L, DO 3 – 4,5 mg/L, nilai pH 3,3 – 4,6. Hasil analisis skoring masing-masing stasiun saat pasang yaitu di stasiun 1senilai 65 masih tergolong sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya sedangkan pada stasiun 2, stasiun 3 danstasiun 4 senilai 63 digolongkan tidak sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya. Skor saat surut yaitu padastasiun 1dan stasiun 2 senilai 59, pada stasiun 3 dan stasiun 4 senilai 54. Dan semua stasiun tersebut tidak sesuai digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Rata-rata hasil analisis kesesuaian kualitas air di sungai Ambawang menunjukan bahwa perairan tersebut tidak sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai media budidaya perikanan secara langsung di lapangan. Kata Kunci: Analisis, parameter air, kelayakan perairan

Page 2 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue