cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Barometer
ISSN : 1979889X     EISSN : 25499041     DOI : -
Core Subject : Engineering,
BAROMETER diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang sejak 1998. Kemudian tidak ada penerbitan dan diterbitkan kembali pada Juli 2016 dengan Vol.01 No.01 . BAROMETER dicetak dalam bentuk hardcopy dengan ISSN. 1979-889X dan dalam bentuk softcopy dengan e-ISSN. 2549-9041. BAROMETER menerbitkan artikel ilmiah yang merupakan hasil-hasil penelitian, telaah ilmiah/kajian ilmiah/hasil pemikiran, dan analisis/pemecahan permasalahan di industri yang relevan dengan bidang ilmu teknik, dimana belum pernah dipublikasikan dimanapun. Artikel yang dikirimkan ke BAROMETER harus terbebas dari Plagiarism maupun Autoplagiarsm. BAROMETER bertujuan untuk mendorong penelitian dalam studi keteknikan dan artikel-artikel yang dimuat berhubungan dengan bidang teknik.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2020): Barometer" : 5 Documents clear
ANALISIS GETARAN TAPERED ROLLER BEARING PADA TURBINE PROPELLER SEBELUM DAN SESUDAH PELUMASAN (OLI & GREASE) DENGAN METODE BUMP TEST Muhammad Ikhsan; Subekti Subekti
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3764

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Tappered Roller Bearing Turbine Propeller yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik getaran yang dimiliki oleh tappered roller bearing tersebut sebelum dan sesudah pelumasan (oli & grease). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran Bump Test pada tiga posisi pengukuran yaitu sumbu X, Y dan Z. Alat ukur yang digunakan adalah FFT Analyzer (Ono SOKKI) dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak MATLAB. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa frekuensi pribadi yang muncul lebih dari satu posisi pengukuran dengan rentang frekuensi yang digunakan 1 – 100 Hz. Hal ini menunjukkan adanya modus getar global. Frekuensi pribadi yang selalu muncul pada setiap posisi pengukuran baik sebelum dan sesudah pelumasan (oli & grease) adalah 4, 12, 20, 28, 36, 44, dan 52 Hz. Frekuensi yang hanya muncul satu kali pada posisi pengukuran menunjukkan modus getar lokal. Berdasarkan hasil pengukuran juga didapatkan bahwa jumlah frekuensi pribadi yang paling banyak muncul baik sebelum dan sesudah pelumasan (oli & grease) yaitu pada posisi pengukuran sumbu Y dan yang paling sedikit muncul yaitu posisi pengukuran sumbu X.
EFEKTIVITAS EFEKTIVITAS LEMPUNG ALAM DAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT UNTUK ADSORPSI METILEN BIRU: LEMPUNG ALAM DAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT UNTUK ADSORPSI METILEN BIRU INDRI SUSANTI; Agus Santoso
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa lempung alam dan kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan komposit untuk adsorpsi metilen biru. Preparasi adsorben lempung alam dan kulit pisang dilakukan dengan cara yang sederhana. Lempung alam dan kulit pisang yang telah dipreparasi selanjutnya digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi zat warna metilen biru. Pengujian adsorpsi metilen biru pada material lempung alam dan kulit pisang dilakukan pada variasi massa adsorben 0,05; 0,10; 0,15; 0,20 dan 0,25 gram serta variasi waktu kontak 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Adsorbat yang digunakan pada proses adsorpsi adalah metilen biru 20 ppm sebanyak 20 mL. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi metilen biru optimum pada massa adsorben lempung alam dan kulit pisang masing-masing sebesar 0,20 gram. Sedangkan pengaruh waktu kontak menunjukkan nilai presentase metilen biru yang teradsorp optimum pada waktu 50 menit, yaitu 70,15% dengan lempung alam dan 68,55% dengan kulit pisang.
TEKNOLOGI FERMENTASI BIOETANOL DARI BERBAGAI BAHAN ORGANIK Bima Ardana Syeh; Alwan Khoiri; Hanny Dian Kharisma; Luluatun Anwari; Dessy Agustina Sari
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3810

Abstract

Bioetanol sangat dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Proses produksi bioetanol dilakukan melalui teknologi fermentasi dari berbagai bahan organik, karena kegiatan fermentasi bioetanol bertujuan untuk memanfaatkan bahan organik terutama limbah organik agar limbah tersebut tidak hanya menjadi limbah semata tetapi bisa menghasilkan bioetanol dengan teknologi fermentasi. Berbagai bahan organik telah difermentasikan seperti kulit pisang kepok, rumput gajah, rumput laut, biji durian, keladi liar, jerami padi, limbah tongkol jagung, air limbah cucian beras, dan tepung ampas tebu. Hasil yang didapat berbeda-beda sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi kandungan kadar etanol tersebut, seperti waktu fermentasi, penambahan starter, dan lokasi pengambilan sampel
RANCANG BANGUN SISTEM PENGHITUNG JUMLAH DAN MASSA BIJI KOPI BERBASIS MIKROKONTROLER PADA KONVEYOR SABUK Martinus Martinus; Mareli Telaumbanua; Meizano Ardi Muhammad; Adi Susilo
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3816

Abstract

Kebutuhan manusia semakin lama semakin meningkat, berkembang dan bervariasi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut industri membutuhkan suatu alat yang dapat mengontrol dan mengendalikan proses permesinan secara otomatis. Diantaranya industri yang memerlukan pengendalian kualitas secara otomatis adalah industri makanan dan minuman instan. Di Indonesia, industri minuman didominasi oleh hasil olahan minuman instan bubuk dan cair. Salah satunya minuman instan kopi, minuman kopi membutuhkan beberapa tahap pengolahan, salah satu yang terpenting adalah proses pemutuan biji kopi. Saat ini industri masih menggunakan tenaga konvensional yang memakan waktu, biaya, tenaga operator. Penentuan mutu dengan cara seperti ini mempunyai kelemahan dari sisi subyektivitas yang memungkinkan terjadinya kesalahan akibat kelelahan mata manusia terhadap contoh yang dianalisis. Untuk menanggulangi masalah tersebut perlu adanya mesin pemutuan biji kopi dengan sistem otomasi berdasarkan parameter besar dan kecilnya biji kopi. Dengan cara menghitung banyaknya biji kopi pada sampel 300 gram biji kopi. Penyelesaian rancang bangun ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu perancangan konveyor sabuk dan perancangan otomasi. Perancangan konveyor sabuk pemilah terdiri dari pemilihan konsep, desain rinci menggunakan aplikasi Solidwork dan proses pembuatan berdasarkan desain. Selanjutnya, perancangan otomasi menggunakan mikrokontroller Arduino Uno, sensor load cell dan sensor FC-51. Setelah peralatan sudah dipasang semua selanjutnya dilakukan pengujian didapatkan dari 300 gram biji kopi terhitung jumlah biji kopi yang bervariasi yaitu 907, 954, 976, 1007, dan 1036 biji kopi. Kemudian, ketinggian sensor yang optimal 6 cm dari permukaan belt conveyor dan kecepatan conveyor 1,52 m/menit agar pembacaan sensor FC-51 akurat.
Simulasi Proses Bending Arm Rear Brake dengan Variasi Kecepatan Pembebanan Terhadap Stress Material Menggunakan Ansys Reza Setiawan; Rieval Ade Putra; Vera Pangni Fahriani
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3819

Abstract

Proses pembuatan arm rear brake atau tuas rem belakang motor masih banyak ditemukan produk yang tidak sesuai dengan standar mutu. Kegagalan sering terjadi pada proses produksi bending 1. Faktor kegagalan proses Bending 1 disebabkan oleh kecepatan pembebanan material yang tidak sesuai atau pressure pembebanan yang terlalu besar. Simulasi analisis ini bertujuan untuk menentukan kecepatan pembebanan bending 1 pada arm rear brake jenis KWBA agar tidak mengalami tegangan lebih dan kerusakan material. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan tahapan studi literatur, studi lapangan, pembuatan desain, simulasi dan kesimpulan. Hasil simulasi menunjukan dari variasi kecepatan pembebanan 15, 20, dan 25 m/s pada proses Bending 1 didapatkan kecepatan pembebanan yang terbaik adalah 20 m/s dengan perbandingan maximum tegangan (stress) material dan tampilan visual material setelah diproses.

Page 1 of 1 | Total Record : 5