Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 1 (2015)"
:
8 Documents
clear
PENCIPTAAN ADAM DALAM NARASI HADIS
Andi Marjani
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.65 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1314
Adam as. tercipta dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh unsur-unsur tanah sehingga keturunannya berpotensi memiliki warna kulit yang berbeda dan karakter yang berbeda. Hanya satu hadis yang menjelaskan bahwa setelah Adam as. dibentuk dari tanah, ia kemudian dibiarkan hingga kering. Di samping itu, hadis juga mengindikasikan bahwa manusia tidak mengalami evolusi dari satu bentuk/jenis makhluk ke bentuk/jenis yang lain, akan tetapi manusia hanya mengalami perubahan ukuran fisik saja. Proses penciptaan Adam as., mulai dari turab berubah menjadi tin, berubah menjadi hama’in masnun dan akhirnya menjadi salsal diberitakan oleh al-Qur’an, sehingga penggabungan informasi yang ditemukan dalam al-Qur’an dan hadis menguatkan tentang proses penciptaan tersebut. Jadi, teori evolusi yang selama ini diyakini sebagian orang sebagai hal yang benar masih membutuhkan penelitian lebih mendalam, karena nyatanya saat ini, teori tersebut masih sebuah penelitian yang belum mampu dibuktikan keabsahannya, bahkan kelemahan-kelemahan yang ditemukan semakin membuktikan akan kelemahan teori Charles Darwin cs.
PEMBENTUKAN KARAKTER AKHLAK KARIMAH DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN ALAUDDIN MELALUI PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAK
Audah Mannan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.98 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1308
Pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak dapat dipandang sebagai suatu wadah untuk membina dan membentuk tingkah laku mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). Pendidikan aqidah akhlak harus mendorong semua aspek tersebut ke arah pencapaian kesempurnaan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Pembentukan Karakter akhlak karimah di kalangan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi melalui pembelajaran akidah akhlak. Tujuan pendidikan Aqidah Akhlak untuk menanamkan dan meningkatkan keimanan mahasiswa serta meningkatkan kesadaran untuk berakhlak karimah. Kegiatan Pembelajaran merupakan upaya menciptakan suasana pedagogis dan antragogis yang kondusif sesuai dengan situasi dan kondisi untuk mencapai standar kompetensi Aqidah Akhlak yang lebih efektif, efisien dan menyenangkan. Pengaruh pendidikan aqidah akhlak dalam kehidupan dan membawa perubahan pada tingkah laku mahasiswa yang lebih baik dan bertanggung jawab terutama dalam pelaksanaan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Seorang dosen diharapkan mampu menguasai metode-metode pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa aktif di kelas. Metode ceramah memang sangat penting, namun jika tidak diimbangi dengan metode atau strategi yang lain akan menjadi sangat membosankan. Faktor penghambat dalam pembentukan Karakter akhlak karimah, terutama melalui pembelajaran Akidah akhlak di Fakultas Dakwah dan Komunikasi adalah: Kemampuan dasar para mahasiswa yang mengikuti kuliah Akidah akhlak sangat beragam. Kurangnya perhatian para mahasiswa terhadap masalah akhlak, Materi pembelajaran Akidah akhlak lebih banyak menekankan aspek kognitif, Kontrol terhadap mahasiswa di luar perkuliahan cukup sulit.
AL-JABIRI DAN KRITIK NALAR ARAB (Sebuah Reformasi Pemikiran Islam)
Nurlaelah Abbas
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.999 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1316
Al-Jabiri adalah seorang Filosof lahir di Figuib, sebelah selatan Maroko pada tahun 1936, dan pendidikannya dimulai dari tingkat Ibtidaiyah kemudian ia melanjutkan di sekolah menengah dari tahun 1951-1953 di Casablanca dan memperole Diploma Arabic high School setelah Maroko merdeka. Pendidikan filsafatnya dimulai tahun 1958 di Universitas Damaskus Syiria. Beliau dianggap sebagai pemikir Arab kontemporer, dan tokoh penganut aliran reformistik yang cenderung memakai metode pendekatan dekonstruktif dalam membaca turats dan modernitas. Kritik Nalar Arab oleh al-Jabiri disebabkan ketidak puasan hati membaca diskursus pemikiran Arab dalam masa seratus tahun yang lampau yang tidak menampakkan hasil yang difinitif, membawa pemikiran Arab ke arah yang dinamis dan modernis, sebagaimana yang terjadi di Barat. Al-Jabiri menawarkan tiga metodologi epistemologis yaitu bayani yang bersifat teks, irfani yang bersifat intuisi dan burhani yang bersifat rasional. Ketiga epistemologi tersebut di atas dipersiapkan oleh al-Jabiri sebagai solusi dalam menghadapi modernitas Barat
ZAKAT MAL DALAM KAJIAN HADIS MAUDHU’I
Muhammad Ali
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (939.46 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1310
Semua harta benda (mal) yang tumbuh dan berkembang wajib dikeluarkan zakatnya sebagai tanda pensucian harta dan menghindarkan seseorang untuk bergelimang dalam dunia materialis. kewajiban zakat dibebankan kepada muzakki yang tergolong kaya, berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dan zakat tersebut diperuntukkan lebih utama dan lebih awal kepada orang-orang fakir, kemudian menyusul kepada orang-orang miskin, amil, mu’allaf, hamba sahaya yang ingin merdeka, orang yang dililit hutang, yang berada di sabilillah, dan ibn Sabil. Setiap zakat mal yang dikeluarkan ada nishab dan haulnya. Nishab adalah kadar kuantitas harta dan haul adalah kadar batas waktu tertentu, bagi harta untuk dikeluarkan zakatnya. Termasuk zakat profesi untuk zaman sekarang nishab dan haulnya diqiyaskan (dianalogikan) kepada ketentuan zakat mal lainnnya yang telah ada nasnya dalam al-Qur’an dan hadis. Sebagai warga Indonesia yang baik, zakat dan pajak harus ditunaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebagai muslim.
Polemik Akal dan Wahyu dalam Lanskap Pemikiran Islam (Antara Rasionalisme vis a vis Fideisme)
Sabara Sabara
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.046 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1311
This thesis talks about epistemology case belongs to the usage of ratio and revelation in religion knowledge and polemic of the both otority in an History of Islamic Thought. Ratio is a faculty of epistemology that has relation with knowledge that can be reached by all people, there is no exception, in fact revelation is a spesiefic knowledge given by Faithfully Allah to His follower that exhibited in to Alquran. The motion about ratio and revelation in history of Islamic thought, is an eternal motion therefore it has appeared some various of thought and school in some thought of islam, they are aqidah, fiqih, and also sufism. Generally, the polemic between ratio and revelation in history of islamic thought appears two tendentions that opposite each other, they are rasionalism versus fideism. Rasionalism believes that mind has got otority in religion cases, the opposite fideism denies the role of mind in religion cases. The two of thought varieties, shown in some kinds of Islamic schools, not only sunni, but Syiah also.
ANALISIS TERHADAP DALIL-DALIL AL QUR’AN TENTANG EKSISTENSI TUHAN (Suatu Kajian Teologi Islam)
M. Bashir Syam
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.472 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1305
Tulisan ini adalah hasil penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik dalil-dalil Al-Qur’an tentang adanya Allah, terutama untuk mengetahuai system dan metode al-Qur’an dalam mengajak manusia berma’rifat kepada Allah. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research). Peneliti selain menggunakan perpustakaan pribadi, juga telah mengunjungi beberapa perpustakaan yang ada di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik system dan metode yang terdapat dalam al-Qur’an dalam mengajak manusia berma’rifat kepada Allah yakni melalui segi pemikiran filosofis dan ilmiah yakni menggunakan pendekatan rasional, intuitif dan empiris. Dari segi filosofis dimulai dari pemikiran yang sederhana sampai kepada masalah pemikirann yang rumit. Sedangkan dari segi ilmiahnya, al Qur’an mengajak manusia menggunakan panca indera untuk mengamati berbagai obyek ilmu pengetahuan, yang bertujuan untuk meyakinkan tentang adanya Allah yang menciptakan fenomena alam semesta dan mengaturnya dengan kekuasaan-Nya. Dalam hal ini antara lain manusia diarahkan untuk mengamati masalah astronomi, fisika, zoology, botani, meteorology dan masalah-masalah antropologi dan sosiologi.
AJARAN CINTA IQBAL
Andi Nurbaety
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.391 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1313
Teori cinta dalam pemikiran Islam menempati posisi penting sebagai salah satu elemen utama dalam perbincangan tentang relasi manusia baik dengan Sang Pencipta maupun dengan alam atau sesama mahluk lainnya. Seiring dengan perjalanan zaman, ajaran cinta, dengan karakter keuniversalan natural serta keintiman personal yang dimilikinya, semakin mendapatkan tempat dalam skala global dalam kaitannya dengan pemikiran tentang hakikat kemanusiaan. Salah seorang pemikir Islam yang menawarkan konsep cinta dalam kaitannya dengan hakikat kemanusiaan adalah Sir Muhammad Iqbal, yang sangat terpegaruh oleh Jalauddin Rumi, “the prophet of love.” Iqbal mengurai konsep cintanya dalam skema penyempurnaan diri menuju penyatuan abadi dengan Sang Khalik.
NASR HAMID ABU ZAYD DAN TEORI INTERPRETASINYA
Fikri Hamdani
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.236 KB)
|
DOI: 10.24252/aqidahta.v1i1.1307
Tulisan sederhana ini mendiskripsikan pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd tentang teori interpretasi/metode penafsiran terhadap al-Qur’an Pembahasan bersifat telaah diskriptif-analitik. Dalam metodenya, Nasr Hamid berusaha untuk mengungkap makna dan signifikansi (maghza) yang kemudian memunculkan makna “yang tak terkatakan”. Nasr Hamid membedakan ke tiga istilah tersebut. Makna adalah makna yang direpresentasikan oleh teks atau dalam artian bahwa membiarkan teks berbicara tentang dirinya sendiri. kemudian dari makna tersebut di dialogkan dengan kondisi/konteks yang mengitari seorang reader. Karena itu, makna sifatnya statis karena memuat makna tekstual historis (historical meaning), dan signifikansi sifatnya dinamis sesuai dengan horizon masing-masing pembaca.