cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Di Sektor Minerba Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Arif Susanto; Syifa Hania; Nurseto Jati Wijoyo; Widianto Kurniawan; Wiyarta Wiyarta; Savitri Citra Budi; Yushasi Pane; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yzppp082

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan petunjuk teknis penerapan, penilaian, dan pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan Batubara (Minerba). Implementasi SMKP terutama pada petunjuk penilaian masih belum banyak dan secara seragam digunakan khususnya dalam memberikan gambaran budaya keselamatan (safety culture). Tujuan penelitian ini untuk melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap implementasi SMKP pada sektor industri pertambangan di Indonesia. Metode penelitian menggunakan systematic literature review yang mengadopsi kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil analisis terhadap dua jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga September 2024. Salah satu penelitian tidak dapat menggambarkan kondisi secara faktual sejauh mana SMKP ini telah diimplementasikan. Juga hasilnya tidak memberikan informasi tingkatan safety culture karena tidak menggunakan metode yang tepat untuk melakukan penilaian tingkat kinerja keselamatan pertambangan (KKP). Metode penilaian implementasi SMKP dapat disimpulkan mengadopsi model pendekatan budaya K3 sesuai Safety Maturity Level (SML) UK Coal Journey. Pendekatan budaya K3 tersebut terdiri atas 5 tingkatan yang sama yaitu tingkat dasar, tingkat reaktif, tingkat terencana, tingkat proaktif, dan tingkat resilien. Disarankan implementasi SMKP pada sektor industri pertambangan di Indonesia agar mengikuti Keputusan Direktur Jenderal Minerba Nomor 10.K/MB.01/DJB.T/2023
Membandingkan Pengaruh Ketahanan Pangan Terhadap Morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi Kurniawan; Made Kembar Sri Budhi; I Nyoman Mahaendra Yasa; Ni Made Tisnawati; Vicente Manuel Luis Guterres; Mince Angreyani; Ria Eliseba
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/papfgn22

Abstract

Menjaga kecukupan konsumsi pangan sangat penting untuk dapat hidup sehat dan produktif. Penelitian ini menawarkan bukti yang menjelaskan pengaruh ketidakcukupan konsumsi pangan dengan tambahan variabel penjelas seperti pertumbuhan PDB per kapita, pendidikan, akses hunian layak, merokok, dan unmet need pelayanan kesehatan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2017-2024. Bukti yang menarik menjelaskan ketidakcukupan konsumsi pangan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di  Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Pertumbuhan PDB per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Variabel  pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan  berpengaruh signifikan di Pulau Sulawesi. Akses hunian layak berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan merokok berpengaruh positif dan signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi  Unmet need pelayanan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan tidak berpengaruh signifikan  di Pulau Sulawesi.
Kebisingan Di Sektor Informal : Studi Kasus Mesin Penghalus Bahan Makanan Di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Miftah Chairani Hairuddin; Ridhayani Adiningsih
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4ha3tq21

Abstract

Latar Belakang : Mesin penghalus atau penggiling menjadi salah satu penyumbang sumber kebisingan di Pasar. Mesin tentunya membutuhkan pekerja untuk dapat mengoperasikan mesin tersebut. Pekerja yang sering terpapar oleh suara yang ditimbulkan dapat menimbulkan gangguan pendengaran dari ringan hingga berat. Tujuan: Mengetahui tingkat kebisingan dan jenis kebisingan. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju pada tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang memiliki mesin penghalus bahan makanan di Kecamatan Mamuju yaitu 41 pedagang. Sampel dipilih dengan teknik total population sampling, yang berarti semua  populasi menjadi responden penelitian. Prosedur pengumpulan data untuk intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter, sesuai dengan standar SNI-7231-2009. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menentukan rata-rata dan distribusi karakteristik kebisingan. Hasil : Pengukuran intensitas kebisingan menunjukkan rata-rata 93,97 dB, 94,76 dB, dan 95,48 dB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar mesin menghasilkan kebisingan intermittent. Kesimpulan : intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh mesin penghalus makanan melebihi nilai ambang batas (NAB) sebesar 85 dB.
Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan Mempengaruhi Kepatuhan Melaksanakan Antenatel Care (Anc) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate jubeda Bahadar; Nelawati Radjamuda; Agust Arthur Laya
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/cevm1271

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan setiap kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum dimulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesemas Kota Ternate. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 65 responden dan pengumpulan data mengunakan kuesioner.Metode analis mengunakan Analisa univariat. Dari hasil penelitian ditemukan sebagian besar pada tingkat pendidikan ibu hamil pendidikan rendah SD (36.9), Usia ibu hamil berada pada usia 20-35 tahun (58.5%), paritas ibu hamil berada pada primigravida (58.5%).Sebagian besar pada tingkat pengetahuan berada pada penegetahuan kurang (47.7%) sebagian besar pada kehadiran kunjungan hadir pada kunjungan Tidak Patuh (61.5%). Dari hasil diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan antenatal care (ANC) dengan nilai probabilitasnya (0,006)<sig_α=0,05. Kesimpulannya , pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ANC. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar dapat meningkatkan kepatuhan ANC dan kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. 
Program Latihan Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pada Lansia Dengan Sindrom Lokomotif: Systematic Review Dewi Srimauli Simorangkir; Etty Rekawati; Junaiti Sahar; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/k95vmw53

Abstract

Latar Belakang: Mobilitas fisik adalah aspek penting untuk menjaga kualitas hidup dan kemandirian lansia. Gangguan mobilisasi menjadi prediktor awal disabilitas fisik dan risiko jatuh. Locomotive syndrome (LS) umum terjadi pada lansia, mengakibatkan penurunan kemampuan sistem muskuloskeletal dan meningkatkan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Penting bagi perawat memberikan strategi latihan yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui jenis aktivitas fisik yang efektif meningkatkan kekuatan otot pada lansia dengan masalah lokomotif. Metode: Tinjauan sistematis digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel diperoleh dari beberapa database yaitu ScienceDirect, ProQuest, EBSCO, dan Pubmed dengan kata kunci “older adults” OR “elderly” OR “geriatrics” AND “locomotive syndrome” AND “exercise” OR “physical fitness” OR “physical activity” AND “muscle strength”. Protokol penelitian ini diterbitkan di PROSPERO (CRD42024613419). Hasil: Tiga penelitian didapatkan melaporkan efektivitas latihan fisik menunjukkan hasil positif dan signifikan dalam meningkatkan kekuatan otot lansia. Kesimpulan: Program latihan fisik yang terstruktur dan terintegrasi, yaitu kombinasi lokomotion training, aerobik, dan latihan berjalan kaki progresif efektif meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilisasi pada lansia dengan LS. Saran: agar perawat dan tenaga kesehatan lainnya merancang dan menerapkan program latihan fisik yang lebih komprehensif sebagai bagian dari perawatan rutin bagi lansia dengan LS. 
Implementasi Data Mining Untuk Memprediksi Pre-Eklampsia Dalam Kehamilan Menggunakan Algoritma C4.5 Dhita Aulia Octaviani; Dhias Widiastuti; Rizky Amelia; Abu Salam
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ps5qpj75

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator to see the success of maternal health efforts. Hypertension in pregnancy, including pre-eclampsia (PE), is the main cause of maternal death and is one of the pregnancy complications whose cases continue to increase. The development of technology and information can be utilized in the health sector. The data mining process can help determine pre-eclampsia status through pregnancy and childbirth medical record data. Purpose: identify PE risk factors using data mining analysis with the C4.5 algorithm. Method: Using the c4.5 algorithm to help determine the risk factors that most influence the incidence of pre-eclampsia with stages: data selection, data cleaning, data transformation, looking for data patterns, and evaluating results. Results: The results of the C4.5 algorithm indicate that a history of preeclampsia (PE) has a strong correlation with the occurrence of PE, with a value of 0.71, followed by a maternal history of hypertension and a family history of hypertension. Conclusion: Mothers without a history of PE but with a parity of >2 and obesity are likely to experience PE. Mothers with a history of hypertension/PE, a family history of hypertension/PE, a parity of >2, diabetes, and a birth interval of <2 years are likely to experience PE.
Skrining Senyawa Fitokimia Daun Kelakai (Stecnochlaena palustris) Asal Kalimantan Tengah Sebagai Alternatif Penyembuhan Luka Ida ayu oktari; Krisdiana Wijayanti; M.Choiroel Anwar
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/k1z88f50

Abstract

Latar Belakang: Tanaman Kelakai (Stecnolaena palustris) tanaman yang banyak ditenukan diseluruh wilayah Kalimantan Tengah. Habitat lahan basah, air tawar, dan semak belukar. Tanaman kelakai dikenal kalangan masyrakat adat kalimantan. Senyawa aktif daun Kelakai yang berperan dalam penyembuhan luka yaitu senyawa Flavonoid, fenol, tanin, Alkaloid sebagai penangkal bebas anti radikal. Tujuan Penelitian: Skrining dilakukan melihat potensi Daun Kelakai sebagai alternatif penyembuhan luka, dan digunakan dalam Pelayanan Kebidanan seperti Luka Perineum dengan jahitan, atau tanpa jahitan. Metode: Metode skrining fitokimia secara kualitatif reaksi warna. Hasil Penelitian: Tanaman Kelakai yang berasal dari Kalimantan Tengah Postive mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tanin. Kesimpulan: Senyawa aktif fitokimia yang terdapat di dalamnya membantu proses percepatan penyembuhan luka. Karena kemampuan antioksidan dan antibakteri pada kelakai yang terkandung dalamnya.
Efektivitas Berbagai Metode Aromaterapi Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Lansia: Systematic Review Suhaiba M. Nur; Junaiti sahar; Henny Permatasari; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/bhdqte19

Abstract

Latar belakang: Lansia sering mengalami gangguan tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka secara keseluruhan, di mana perubahan fisiologis dan psikologis yang terkait dengan penuaan memperburuk masalah ini. Faktor-faktor seperti kondisi kesehatan kronis dan efek samping obat dapat memperburuk masalah terkait tidur, yang mengakibatkan peningkatan kecemasan dan penurunan kesejahteraan di kalangan orang tua. Dalam konteks ini, aromaterapi telah muncul sebagai intervensi nonfarmakologis yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan dalam demografi ini. Tujuan:untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode aplikasi aromaterapi, termasuk inhalasi, aplikasi topikal, dalam meningkatkan kualitas tidur pada orang dewasa dan lansia.Metode :Menggunakan pendekatan systematic review melalui pencarian artikel yang disesuaikan terhadap rumusan pertanyaan penelitian dengan formula PICO pada database PubMed, Semantic Scholar, Proquest, ClinicalKey, Embase dan Proquest. Data disajikan berdasarkan rekomendasi PRISMA. Setelah penilaian rinci diperoleh 10  artikel yang memenuhi kriteria inklusi sehingga seluruhnya dimasukkan ke dalam review kerangka PICO diterapkan, dengan memeriksa literatur dari basis data seperti PubMed, Semantic Scholar, Proquest, ClinicalKey, Embase dan Proquest. Hasil: hasil penelitian menunjukan dari 10 artikel yang di inklusikan semuanya menunjukkan bahwa aromaterapi secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada lansia, dengan berbagai metode aplikasi, termasuk penggunaan diffuser, inhalasi langsung, dan aplikasi topikal. Kesimpulan:  Secara keseluruhan, aromaterapi merupakan pendekatan non-farmakologis yang bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam program kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan lansia.
Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Orang Tua  Dalam  Penanganan  Pertama Choking Pada Anak Usia Prasekolah Ruri Virdiyanti Ruri; Maulidah Maulidah; Lusiana Lusiana; Suhendra Suhendra
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/6gma2x94

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) tahun 2022 menyebutkan sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 sampai 5 tahun sering mengalami tersedak (choking). Choking merupakan salah satu situasi gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat khususnya pada anak-anak. Apabila kejadian tersedak tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan terjadinya kondisi kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua dalam penanganan pertama choking pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 40 orang dan menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu sikap orang tua. Instrumen pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil univariat didapatkan usia rata-rata dalam penelitian yaitu 30-40 tahun (55%), jenis kelamin perempuan (87,5%), pendidikan SMA (57,5%) dan sebagian orang tua bekerja (65%). Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman, terdapat korelasi positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua dalam penanganan pertama choking (ρ = [nilai koefisien korelasi], p = 0,001). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperlukan adanya peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama choking bagi orang tua dengan anak usia prasekolah melalui program di sekolah maupun di komunitas.
Pengembangan Sop Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Wahyu Ningsih Lase; Lismawati Pertiwi Waruwu
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/05cmmw68

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat saat ini, penangganan yang ideal diperlukan dalam proses pengobatan salah satu adalah pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif. Tujuan : Pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Metode : Jenis penelitian ini merupakan pengembangan (Research End Development). Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus tahun 2022 sebanyak 169 orang. Pemilihan sampel mengunakan Purposive Sampling, hasilnya 17 orang dijadikan sample penelitian ini. Pengumpulan data berupa data primer yaitu hasil validasi SOP dan sekunder yaitu data pasien diabetes melitus. Analisis data berupa uji validasi ahli instrumen dan konten dengan mengunakan uji Parametrik Pairet Sample Test. Hasil Penelitian : Pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif yang dilakukan memperoleh nilai signifikan p value 0,027 < 0,050. Kesimpulan : Berhasil dalam menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus setalah melakukan tindakan dengan perolehan 207 mg/dl. Oleh karena itu, pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif yang telah dikembangkan dapat diimplementasikan sebagai salah satu intervensi non farmakologi kepada penderita diabetes mellitus sebagai upaya meminimalkan peningkatan prevalensi penderita diabetes melitus.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue