cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
IDENTIFIKASI MIKROFILARIA PADA PENDERITA FILARIASIS PASCA PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUM BALIBUNGA puasa, roni
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.629 KB)

Abstract

Latar belakang ; Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit nematoda yang tersebar di Indonesia. Penyakit ini jarang terjadi pada anak karena manifestasi klinisnya timbul bertahun-tahun kemudian setelah infeksi. Gejala pembengkakan kaki muncul karena sumbatan mikrofilaria pada pembuluh limfe yang biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun setelah terpapar parasit selama bertahun-tahun. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan Diethylcarbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Jika ditemukan mikrofilaril rate ? 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut. Dari data Kemeterian Kesehatan tahun 2010 Provinsi Maluku Utara termasuk pada daerah yang memiliki angka kesakitan akibat mikrofilaria patut menjadi perhatian, karena penyakit ini merupakan penyakit menular. Salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara yang harus menjadi perhatian akibat kesakitan filariasis adalah Kota Tidore Kepulauan. Pada tahun 2011 Kota Tidore menjadi daerah endemis filariasis dengan miccrofilarial rate diatas ? 1%, angka standar nasional menggambarkan daerah endemis filariasis. Tujuan ; tujuan penelitian adalah ; untuk memberikan gambaran mikrofilaria yang ditemukan pada sediaan darah penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara  Kota Tidore Kepulauan. Metode ; penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, dimana hasil dari identifikasi mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga akan digambarkan dalam bentuk jumlah orang dan presentase spesies. Hasil ; pemeriksaan mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan diwilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, dari 20  sampel darah responden yang diidentifikasi  tidak ditemukan mikrofilaria didalam darahnya. Kesimpulan ; dari hasil penelitian dapat dikatakan akan terjadi penurunan kasus filariasis, hal ini disebabkan sumber penularan atau penderita filariasis tidak ditemukan mikrofilariasis.
Penyelidikan Kejadian Luar Biasa Keracunan Permen Jari (Studi Kasus pada Sekolah Dasar di Kota Denpasar, Bali, Indonesia) Pitriyanti, Luh
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.597 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.171

Abstract

Abstrak Kejadian luar biasa (KLB) akibat keracunan makanan masih sering terjadi di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah akibat dari jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan KLB yang terjadi di salah satu sekolah dasar di Denpasar, Bali. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan KLB yang terjadi di salah satu sekolah dasar di Denpasar, Bali, berdasarkan adanya laporan lima siswa sekolah dasar yang mengalami gejala keraacunan yang sama pada tanggal 24 Oktober 2016. Wawancara dilakukan dengan petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota Denpasar, petugas surveilans Puskesmas, guru, murid dan penjual permen jari yang dicurigai sebagai penyebab terjadinya keracunan makanan. Gejala keracunan yang dialami kelima siswa adalah pusing dan mual, namun gejala mual paling berat dialami oleh siswa yang mengonsumsi permen jari dengan jumlah paling banyak dibandingkan siswa yang lain. Selang waktu dari mengonsumsi permen jari hingga timbulnya gejala adalah berkisar 20 hingga 35 menit. Berdasarkan hasil wawancara demgan kelima siswa, mereka mengonsumsi makanan yang bervariasi di kantin sekolah dan di rumah sebelum mengonsumsi permen jari. Dari berbagai jenis makanan tersebut hanya permen jari yang dikonsumsi oleh kelima siswa pada waktu yang sama. Berdasarkan wawancara dengan siswa lain pada sekolah yang sama menunjukkan terdapat riwayat (2-4 minggu sebelumnya) situasi yang sama dialami 3 dari 7 siswa yang mengonsumsi permen jari dengan merk yang sama. Kasus ini tidak dietahui atau tidak dilaporkan pada guru. Berdasarkan hasil uji laboratorium, permen jari yang dikonsumsi siswa mengandung bahan berhaya formalin sebesar 12,28 ppm yang tidak boleh ada pada makanan. Permen jari mengandung bahan berbahaya yaitu formalin. Sekolah dengan Puskesmas dan dinas kesehatan kota harus memiliki sistem pemantauan untuk mengendalikan makanan yang dijual di wilayah sekolah dan secara intensif melakukan kontak dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk melakukan pemeriksaan makanan, sesuai permintaan dan secara rutin.     Abstract Food intoxication is frequently occurs in Indonesia, where one of main cause is unhealthy food that being sold at the school area. A descriptive explorative study was conducted in one elementary school in Denpasar Bali, following the report of five school children who experience similar sypmtoms of intoxication in 24 October 2016. Several interviews was conducted to the surveillance staff of public health center and district health office, teachers, students, and the stall man. Symptoms of intoxicaton were dizziness and nausea, but there was one children who experience more severe nausea where he also consume more candys than others. Interval time from consumption with the symptoms is 20 to 35 minutes. Interviews with five students showed that they were having vary food, which were bought from school cantin or from home, before consuming the candy. Among all foods, only the finger candy was being consumed at relatively at the same time. Another interviews with other children at the same school showed that there were history (2-4 weeks before) of similar situation on 3 of 7 children who also consumed the same brand of the finger candy. These cases were not known or reported to the teacher. Based on laboratory examination, the finger candy being consume by students is containing formaline of 12.28 ppm which should be zero on food.  Finger candies contain hazardous materials such as formaline. School with guidance of public health center and district health office should have monitoring system to control food being sold at the school area; and intensively in contact with Food and Drug Administration office to conduct food examination, on demand and regularly.   
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Scabies Pada Santri Samosir, Kholilah
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.911 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.170

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit scabies umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren. Prevalensi scabies di Pondok Pesantren Darul Ma?arif Kabupaten Sintang tahun 2013 sebanyak 24 orang, mengalami peningkatan dari tahun ketahun menjadi 43 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian scabies. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan analitik dan desain cross sectional. Total populasi 439 santri. 90 santri sebagai sampel diambil dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan software statistik dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa 58,9% responden pernah menderita scabies. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian scabies (p=0,000), ada hubungan pengetahuan dengan kejadian scabies (p=0,005), ada hubungan sikap dengan kejadian scabies (p=0,021), ada hubungan praktik dengan kejadian scabies (p=0,015), ada hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies (p=0,018) dan ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies (p=0,006). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara variabel bebas dengan kejadian scabies.
KEBERLANJUTAN PENGARUH DODOL JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMERPADA SISWI KELAS 8 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU ( SMPIT) ALMULTAZAM KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2017 Jubaedah, Entin
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.169 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.130

Abstract

Dismenore Primer merupakan hal yang biasa terjadi terutama pada remaja. Hampir 90% remaja mengalami hal ini dan sekitar 50% perempuan di dunia mengeluhkan terjadinya dismenore primer. Jahe menjadi salah satu alternatif pereda nyeri. Jahe mengandung senyawa gingerol, shagaol dan zingeron yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan yang dapat meringankan nyeri. Dodol merupakan makanan khas Indonesia yang hampir semua kalangan menyukainya termasuk remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dodol jahe terhadap penurunan dismenore. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Uji statistik yang digunakan adalah univariabel, bivariabel dan multivariabel. Univariabel dengan mean, median nilai minumum dan maksimum. Bivariabel mengunakan uji wilcoxcon, mann whitney dan korelasi spearman. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMP IT Al-Multazam Kabupaten Kuningan berjumlah 82 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rerata intensitas nyeri haid sebelum dan setelah intervensi adalah 4,12 ; 0,90. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian dodol jahe dengan penurunan intensitas nyeri dismenore dengan nilai r value =0,00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jahe dapat menjadi salah satu alternatif komplementer dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore. Sarannya adalah untuk penelitian selanjutnya dapat mengkaji tentang adakah efek samping dari konsumsi jahe pada wanita yang sedang haid.
RANCANGAN KEBUTUHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KESIAPAN PENANGANAN KECELAKAAN SEHARI-HARI ANAK SEKOLAH DASAR Nugroho, Wasis
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.825 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.164

Abstract

Masalah kesehatan dan kecelakaan sehari-hari juga dapat terjadi di sekolah, dibutuhkan penguatan kebutuhan penanganannya, karena proses pertolongan pertama sangat penting. Anak usia sekolah mempunyai karakteristik senang bermain, aktif bergerak, dan senang bekerja kelompok. Kejadian kecelakaan sehari-hari di sekolah sering terjadi pada anak-anak dipengaruhi oleh kepribadian, cuaca dan tempat, kurangnya pengawasan, bebas melakukan kegiatan apapun, kelambanan yang disebabkan karena buruknya koordinasi otot anak, terlalu aktif, kurangnya pengendalian emosi atau sebagai bentuk pemberontakan anak. Pertolongan pertama di sekolah adalah upaya pertolongan dan perawatan pertama pada anak di sekolah dengan persediaan kelengkapan pertolongan pertama. Tujuan umum adalah mengetahui efektifitas dari rancangan kebutuhan pertolongan pertama pada kesiapan penanganan kecelakaan sehari-hari Anak Sekolah Dasar. Desain penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (Research & Development) sederhana dan untuk merancang kebutuhan pertolongan pertama. Lokasi pelaksanaan penelitian ini di 3 tempat Sekolah Dasar di Kota Ternate. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, pedoman wawancara dan check list observasi. Untuk membuktikan signifikansi perbedaan sistem kerja lama dan baru tersebut, perlu diuji secara statistik dengan Uji t-test. Hasil yang diperoleh adalah adanya perbedaan antara sistem kerja lama dengan yang baru dengan nilai signifikan >0.005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rancangan model kelengkapan pertolongan pertama yang baru dapat digunakan dalam kesiapan penanganan masalah kesehatan dan kecelakaan sehari-hari anak sekolah dasar di kota Ternate. Sistem penanganan pertama kecelakaan di sekolah dasar perlu di kembangkan menjadi Tas P3K yang dapat dibawa di lingkungan maupun luar sekolah menyesuaikan aktivitas. Perlunya sosialisasi dan pelatihan oleh pemerintah terkait sehingga penggunaan dan pemanfaatan sistem baru dapat berguna
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH I KOTA TERNATE TAHUN 2018 Lante, Nurdiana -
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.156 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.140

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan tanda remaja awal pada perempuan. Pergeseran usia menarche ke usia yang lebih muda, akan menyebabkan remaja putri mengalami dampak stress emosional. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa usia menarche di bawah 12 tahun berhubungan dengan risiko terkena kanker payudara, obesitas abdominal, resistensi insulin, penumpukan lemak dalam jaringan adiposa,  risiko penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Variasi saat timbulnya menarche dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah Berat badan. Dalam penelitian ini berat badan di ukur menggunakan parameter Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan IMT dengan usia Menarche.Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain studi cross sectional. Tekhnik sample yang digunakan adalah Total sampel sebanyak 34 siswi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2018 di SMP Muhammadiyah I Kota Ternate. Data penelitian diperoleh dengan wawancara dan pengukuran langsung terhadap Berat dan tinggi Badan remaja putri. Analisis statistic yang digunakan adalah korelasi bivariate pearson product moment untuk mengetahui sejauh mana hubungan indeks massa tubuh terhadap menarche.    
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN KULIT ALPUKAT (Persea americana) DENGAN DAN TANPA PEMANASAN Rantesalu, Agnes
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.074 KB)

Abstract

Saat ini diperlukan pengembangan proses yang ramah lingkungan untuk sintesis nanopartikel, dimana nanopartikel perak (AgNPs) yang disintesis dengan menggunakan ekstrak alpukat (Persea americana) sebagai material biologi untuk sintesis nanopartikel yang belum dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak kulit buah alpukat (Persea americana) dan mempelajari pengaruh suhu pada ukuran partikel AgNPs. Metode yang digunakan yaitu bioreduksi dengan menggunakan ekstrak kulit buah alpukat yang berperan sebagai agen pereduksi dengan mengamati spektrum absorpsi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Karakterisasi terhadap nanopartikel perak yang dihasilkan dilakukan dengan pengamatan perubahan warna, spektrum UV-Vis dan scanning electron microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan ion perak dapat direduksi oleh ekstrak kulit buah Persea americana, dan pada suhu sintesis 40 oC menghasilkan nanopartikel yang stabil. Ukuran partikel AgNPs yang diperoleh berdasarkan SEM  masing-masing untuk suhu 40  dan  27 oC  yaitu  50 sampai 200 nm  dan  100 sampai 600 nm.  Disimpulkan  nanopartikel perak yang disintesis pada suhu 40 oC dengan menggunakan ekstrak  kulit  buah alpukat (Persea americana) stabil.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS MEDAN AREA SELATAN Hidayah, Nurul
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.032 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.147

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pasien tentang penyakit TB paru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat prospektif dengan memberikan kuesioner kepada pasien TB paru yang berobat di puskesmas Medan Area Selatan. Responden yang dijadikan sampel adalah yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menghitung distribusi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan lama menderita TB) serta jawaban kuesioner yang mencakup (pengetahuan, sikap dan tindakan).  Hasil dari karakteristik responden yang paling banyak adalah berada pada usia dewasa (76,47%); laki-laki (82,35%); pendidikan SMA (64,71%); pekerjaan wiraswasta (64,71%); lama menderita TB<6 bulan (76,47%); penghasilan >Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 dan tidak berpenghasilan adalah sebesar 35,29%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan paling banyak berada dalam kategori cukup baik (64,71%), baik (88,24%), dan baik (70,59%) secara berturut-turut. Tingkat pengetahuan yang cukup baik dari pasien terhadap penularan, penyebab, pencegahan dan pengobatan TB paru di Puskesmas Medan Area Selatan diimplementasikan dengan sikap dan tindakan baik dari pasien.
Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Perilaku Hygiene Tentang Keputihan (Flour Albus) di Puskesmas Kalumpang Kota Ternate Tahun 2013 Djama, Nuzliati T; BSA, Amira
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.027 KB)

Abstract

Abstract : Knowledge relations of pregnant women with the hygiene behavior about flour albus in Puskesmas Kalumpang Ternate Oktober 2013 Whiteness or Flour Albus is an abnormal vaginal secretion in women. Many women are not aware that they regard whitish vaginal discharge as common and trivial. Survey of health workers at the Puskesmas Kalumpang Ternate Incidence of Flour Albus / Whitish in pregnant women and pregnant women about the knowledge of flour albus / whiteness, from 100% of pregnant women around 55% of women do not know flour albus / discharge is physiological and pathological. The purpose of this study is to reveal Knowledge relations of pregnant women with the hygiene behavior about flour albus in Puskesmas Kalumpang Ternate Oktober 2013. The study design was descriptive correlational, design is cross sectional survey, with 30 samples of working mothers. The statistical analysis use in this study was bivariate.The results Relations knowledge of pregnant women with the hygiene behavior about flour albus in Puskesmas Kalumpang Ternate Oktober 2013, Based on the results showed a significant association (p = 0.036 ). Based on the Knowledge relations of pregnant women with the hygiene behavior about flour albus in Puskesmas Kalumpang Ternate Oktober 2013, can be considered in an effort to increase knowledge and awareness of the importance of maintaining the cleanliness of the area of sex organs.
IDENTIFIKASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA FECES ANAK-ANAK MENGGUNAKAN METODE FLOTASI DI DESA NUSLIKO KECAMATAN WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Puasa, Rony Rony
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.595 KB) | DOI: 10.32763/jurnal kesehatan.v12i2.163

Abstract

Kecacingan merupakan masalah kesehatan yang tersebar luas baik di daerah tropis maupun subtropis. Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya sudah menyebar secara luas, baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu, dengan sanitasi buruk. Spesies utama yang banyak menginfeksi masyarakat adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing kait (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Desa Nusliko, Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah  merupakan daerah yang penduduknya masih memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang rendah, sehingga memungkinkan untuk terjadi penularan penyakit kecacingan. Tujuan Penelitian ;untuk mengidentifikasi  telur Soil Trasmitted Helmither menggunakan Metode Flotasi pada anak ? anak usia 6 ? 12 tahun. Metode Penelitian :  penelitian Deskriptif, dengan menggunakan metode pemeriksaan Flotasi, dengan jumlah sampel feces 40.                Hasil :  positif  telur cacing  Soil transmitted Helmith  pada 12 anak (30%) dan 28 anak (70%) negatif, sedangkan distribusi berdasarkan  spesies pada anak yang positif yakni ; Ascaris lumbricoides              6 anak (50 %), Trichuris trichiura 3 anak                 (25 %),  Mix (Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura )     2 anak (17 %) dan Mix (Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan hookwoom ) 1 anak (  8%).   Kesimpulan : positif  telur cacing  Soil transmitted Helmith  pada 12 anak (30%) dan 28 anak (70%) negatif

Page 8 of 39 | Total Record : 384


Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue