cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
Burnout Perawat: Dampak Beban Kerja Dan Kurangnya Penghargaan Di Rsu Jenderal Ahmad Yani Zain Syafira, Jihan; Aprina, Aprina; Sunarsih, Sunarsih
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/w6npsk24

Abstract

Kasus burnout yang ditemukan pada 37,5% petugas kesehatan.Prevalensi burnout pada perawat 33,5%,. Prevalensi burnout padatenaga kesehatan paling banyak terjadi di Pulau Jawa (38,4%) dantenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit (28,6%). Berdasarkandimensi burnout, 48,2% petugas kesehatan mengalami kelelahanemosional sedang hingga tinggi, 51,8% depersonalisasi sedanghingga tinggi, dan pencapaian pribadi tinggi 96,9%. Faktor burnoutmeliputi beban kerja, lack of control, penghargaan, breakdown incommunity, treated fairly, dan stress kerja. Tujuan penelitianmengetahui hubungan beban kerja dan penghargaan terhadapburnout perawat di ruang instalasi bedah sentral dan ruang rawatinap bedah di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro ProvinsiLampung Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif, metode analitikdengan pendekatan cross sectiona. Jumlah sample yaitu 39responden. Menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory,kuesioner beban kerja, kuesioner penghargaan. Waktu penelitianfebruari 2024. Uji univariat didapatkan 21 responden (53,8%)mengalami burnout berat, 17 responden (43,6%) mempunyai bebankerja besar, 27 responden (69,2%) memiliki penghargaan rendah,dan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian inimenunjukkan adanya hubungan beban kerja terhadap burnoutperawat dengan nilai (p-value sebesar 0,007 (α < 0,05) dengan OR8.500 dan pengharagaan terhadap burnout perawat dengan nilai (p-value = 0,001< α (0,05) dengan OR 31.429. Saran kepada rumahsakit untuk memberi perhatian terhadap beban kerja dan jugapenghargaan perawat. Beban kerja perlu dikelola dengan baik agartidak berlebihan dan tidak memberi tekanan kepada perawat.Penghargaan perlu diberikan secara wajar proporsional kepadaperawat atas kinerja mereka. Demikian diharapkan tingkat burnoutpada perawat dapat diminimalisir.
Analysis of The Application of Kolcaba Theory in Patient Mr. S.S.M. with Post Percutaneus Coronary Intervention in The Intensive Cardiology Care Unit of the Prof. dr. R. D. Kandou Manado General Hospital Sibua, Israwati; Muliyadi, Muliyadi; Nurmansyah, Muhammad
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/678nqa38

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh koroner baik akibat endapan kolesterol maupun peradangan. Penyakit jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan sebelum dilakukan tindakan perawatan dan pengobatan, maupun setelah dilakukan tindakan medis, dalam hal ini percutaneus coronary intervention (PCI). Ketidaknyamanan yang dirasakan pasien post PCI berupa nyeri ringan di dada, suhu lingkungan yang dingin, prosedur tindakan dan beberapa keluhan yang mempengaruhi rasa nyaman pasien. Peneliti menemukan belum banyak penelitian tentang penerapan teory Kolcaba pada pasien post PCI. Tujuan umum: Penerapan teory Kolcaba pada pasien Tn.S.S.M. dengan memberikan bantalan hangat untuk meningkatkan kenyamanan post tindakan PCI. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan sampel pasien post tindakan PCI. Implementasi dilakukan selama 3 hari, dengan durasi pemberian kompres bantalan hangat selama 20 menit. Hasil: Tingkat kenyamanan pasien meningkat setelah pemberian bantalan hangat. Kesimpulan: Penerapan teori Kolcaba tentang kenyamanan pada pasien post PCI dapat menjadi terapi yang efektif dan mudah dalam meningkatkan kenyamanan pasien sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.
Kebisingan Di Sektor Informal : Studi Kasus Mesin Penghalus Bahan Makanan Di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Hairuddin, Miftah Chairani; Adiningsih, Ridhayani
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4ha3tq21

Abstract

Latar Belakang : Mesin penghalus atau penggiling menjadi salah satu penyumbang sumber kebisingan di Pasar. Mesin tentunya membutuhkan pekerja untuk dapat mengoperasikan mesin tersebut. Pekerja yang sering terpapar oleh suara yang ditimbulkan dapat menimbulkan gangguan pendengaran dari ringan hingga berat. Tujuan: Mengetahui tingkat kebisingan dan jenis kebisingan. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju pada tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang memiliki mesin penghalus bahan makanan di Kecamatan Mamuju yaitu 41 pedagang. Sampel dipilih dengan teknik total population sampling, yang berarti semua  populasi menjadi responden penelitian. Prosedur pengumpulan data untuk intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter, sesuai dengan standar SNI-7231-2009. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menentukan rata-rata dan distribusi karakteristik kebisingan. Hasil : Pengukuran intensitas kebisingan menunjukkan rata-rata 93,97 dB, 94,76 dB, dan 95,48 dB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar mesin menghasilkan kebisingan intermittent. Kesimpulan : intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh mesin penghalus makanan melebihi nilai ambang batas (NAB) sebesar 85 dB.
Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan Mempengaruhi Kepatuhan Melaksanakan Antenatel Care (Anc) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate Bahadar, jubeda; Nelawati Radjamuda; Agust Arthur Laya
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/cevm1271

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan setiap kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum dimulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesemas Kota Ternate. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 65 responden dan pengumpulan data mengunakan kuesioner.Metode analis mengunakan Analisa univariat. Dari hasil penelitian ditemukan sebagian besar pada tingkat pendidikan ibu hamil pendidikan rendah SD (36.9), Usia ibu hamil berada pada usia 20-35 tahun (58.5%), paritas ibu hamil berada pada primigravida (58.5%).Sebagian besar pada tingkat pengetahuan berada pada penegetahuan kurang (47.7%) sebagian besar pada kehadiran kunjungan hadir pada kunjungan Tidak Patuh (61.5%). Dari hasil diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan antenatal care (ANC) dengan nilai probabilitasnya (0,006)<sig_α=0,05. Kesimpulannya , pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ANC. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar dapat meningkatkan kepatuhan ANC dan kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. 

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue