Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 2 (2018)"
:
10 Documents
clear
Hubungan Psychological Capital dan Orientasi Kewirausahaan pada Mahasiswa yang Berwirausaha
Lala Septiyani Sembiring;
Vivi Amalia
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.267 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102210
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan orientasi kewirausahaan mahasiswa yang berwirausaha. Sampel penelitian sebanyak 229 orang. Alat ukur yang digunakan ialah Psychological Capital Quessionaire (PCQ) dikembangkan oleh Luthans, Youssef, dan Avolio (2007) yang terdiri dari 20 aitem dan Individual Entrepreneurial Orientation quessionaire ( IEO scale) yang dikembangkan oleh Bolton dan Lane (2012) yang terdiri dari 10 aitem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Psychological Capital berhubungan positif secara signifikan dengan orientasi kewirausahaan (r = 0.460, p = 0.000).
Efektifitas REBT Mengatasi Kecemasan Orang Tua terhadap Masa Depan Anak Retardasi Mental
Vivi Rianti;
Ike Febriany Dharmawan
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.259 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102215
Kelahiran anak dengan kondisi keterbelakangan mental tentu saja bisa membuat orang tua sedih. Rasa sedih melihat kondisi anak seperti itu akan mudah memunculkan pemikirin yang irasional tentang kondisi anak mereka terutama dengan masa depan anak mereka kelak. Hal itu membuat kecemasan didalam diri orang tua semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas rational emotive behavior therapy (REBT) mampu mengatasi kecemasan orang tua terhadap masa depan anak yang mengalami retardasi mental. Metode yang digunakan adalah dengan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang ibu yang memiliki anak retardasi mental. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan serangkaian tes psikologi. Hasil penelitian menunjukkan kalau REBT mampu menurunkan kecemasan orang tua terhadap masa depan anak yang mengalami retardasi mental.
Gambaran Agresivitas Anggota Brimob Pasca Ekspedisi Papua
Mohamad Fakhri;
Kasman Jaati
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.489 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102211
Beratnya tugas anggota Brimob menanggulangi konflik dengan intensitas tinggi yang acapkali memerlukan agresivitas untuk menghadapi pelaku kriminal yang meyisakan dampak psikologis (seperti agresivitas) ketika pulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mixed method yaitu integrasi antara metode kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data mengenai agresivitas dilakukan dengan memberikan tes kepribadian 16PF (16 Personality Factor) ditinjau dari faktor E, L dan Q4. Penelitian ini melibatkan 135 subyek secara keseluruhan, kemudian dipilih 5 subyek untuk dianalisa lebih mendalam. Hasil menunjukkan bahwa kelima subyek memiliki agresivitas yang tinggi khususnya pada dimensi fisik dan verbal, memililiki kontrol diri yang rendah dan kecenderungan untuk bersikap bermusuhan pada orang asing.
Pelatihan Pendidikan Seksual untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Seksualitas Anak pada Guru Di Kab. Tanah Datar
Yuninda Tria Ningsih
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.642 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102216
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang seksualitas anak kepada guru SD diKab. Tanah Datar. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan uji t diketahui bahwa ada peningkatan pengetahuan guru tentang pendidikan seksual sebelum dan sesuah dilakukan pelatihan. Artinya, pelatihan pendidikan seksual mampu meningkatkan pengetahuan guru tentang pendidikan seksual untuk anak. Sebelumnya, peserta tidak memahami apa itu pendidikan seksual. Ketidaktahuan ini terlihat dari jawaban atas pertanyaan narasumber yang belum tepat seperti kata “seks” masih dianggap negatif, alat kelamin tidak diberi nama sesuai nama yang sebenarnya, dan keputusan guru memisahkan siswa laki-laki dan perempuan saat menyampaikan informasi tentang alat reproduksi serta mengajarkan pendidikan seksual kepada siswa adalah sesuatu yang tabu. Namun setelah diberikan pengetahuan tentang pendidikan seksual, guru-guru mengubah pandangan mereka yang selama ini belum tepat dan pengetahuan mereka tentang seksualitas anak menjadi meningkat sehingga guru mau untuk mengajarkan pendidikan seksual terhadap anak.
Kontrol Sosial pada Remaja yang Mengakses Cybersex
Nila Anggreiny;
Septi Mayang Sarry
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.982 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102212
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai kontrol sosial pada remaja yang mengakses cybersex serta gambaran perilaku cybersex di kota Padang. Subjek pada penelitian ini berjumlah 496 orang remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria remaja yang memang sudah pernah mengakses cybersex. Instrumen penelitian mengunakan kuesioner kontrol sosial dan skala cybersex. Selanjutnya, sampel penelitian yang sudah dianalisis, sebanyak 26 remaja yang masuk ke kategori beresiko dan beresiko tinggi akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperdalam hasil penelitian. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran cybersex pada remaja di Kota Padang termasuk kategori beresiko. Berdasarkan aspek kontrol sosial yang muncul pada remaja mengakses cybersex di kota Padang, mereka memiliki kedekatan dengan orang lain di sekitar mereka namun tidak mencapai kelekatan (attachment). Pada umumnya, remaja yang masuk kategori beresiko ini menolak peraturan, sering melanggar dan tidak jera dengan adanya hukuman dari guru dan orang tua.
Hubungan Otonomi dalam Pengambilan Keputusan Karir terhadap Kebimbangan Karir pada Mahasiswa Strata-1 di Kota Padang
Zulian Fikry;
Gumi Langerya Rizal
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (531.158 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102217
Mahasiswa berada pada masa pra-dewasa yang menuntut kemandirian dalam mengambil keputusan penting dalam kehidupan. Mahasiswa yang sedang menempuh Strata-1 dalam mempersiapkan pilihan karir masa depan dapat mengalami kebimbangan karir. Kebimbangan karir merupakan kondisi dimana individu tidak mampu memutuskan jenis karir yang sesuai dengan dirinya. Proses pengambilan keputusan karir dapat dipengaruhi banyak faktor namun individu dapat memilih karir masa depan berdasarkan keinginan dari dalam diri yang disebut otonomi dalam pengambilan keputusan karir. Penelitian korelasional yang bertujuan untuk menguji hubungan otonomi dalam pengambilan keputusan karir terhadap kebimbangan karir mahasiswa Strata-1 di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Strata-1 (N= 242) dari beberapa universitas di kota Padang.
Studi Kasus Wanita Bekerja Menjelang Masa Melahirkan
Adiyanti Adiyanti;
Nanda Nanda
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.549 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102208
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali informasi yang berasal dari subjek dengan kriteria wanita bekerja yang sedang memasuki masa kehamilan denngan usia di atas 30 minggu. Subjek dalam penelitian ini adalah Wanita yang masih aktif bekerja atau tidak mengambil cuti hamil minimal 1,5 bulan sebelum tanggal persalinan yang ditentukan oleh dokter, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengkaji bagaimana kehamilan dapat mempengaruhi produktivitas pada wanita yang bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam subjek yang telah diwawancarai menunjukkan bahwa tidak ada kendala yang berarti dalam bekerja pada saat mereka mendekati masa kelahiran sekalipun. Para subjek mengungkapkan bahwa dukungan lingkungan penting dalam menjalani kehidupan kantor. Latar pendidikan subjek juga turut berpengaruh dalam memotivasi subjek tetap bekerja menjelang persalinan.
Attachment Pasangan yang dijodohkan di Kurai Limo Jorong Bukittinggi
Rida Yanna Primanita
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.631 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102213
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran attachment pasangan yang dijodohkan di Kurai Limo Jorong, Sumatera Barat, Indonesia. Jenis penelitian ini kuantitatif, jumlah partisipan 73 orang, terbagi atas 38 partisipan pada tahun 2006 dan 35 orang pada tahun 2018. Karakteristik partisipan: suami/ istri yang berusia antara 25 – 40 tahun; usia perkawinan <10 tahun; pernikahan pertama; memiliki anak; min. lulusan SLTA/ sederajat. Pengumpulan data menggunakan skala adult attachment yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji beda chi square test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara attachment pasangan yang dijodohkan di Kurai Limo Jorong pada tahun penelitian 2006 dan 2018 (p>1). Hasil lain menunjukkan peningkatan jumlah pasangan yang anxious attachment (39.47% di tahun 2006 menjadi 62.85% di tahun 2018). Sedangkan pasangan yang secure attachment berkurang (50% di tahun 2006 menjadi 28.57 di tahun 2018).
Pengaruh Pelatihan Keterampilan Dasar Berjalan Kaki Terhadap Perilaku Menyeberang Jalan Anak
Duryati Duryati
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.366 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102209
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan keterampilan dasar berjalan kaki terhadap perilaku menyeberang jalan anak. Anak-anak merupakan korban yang sangat rentan mengalami kecelakaan. Hampir 18% dari kecelakaan lalu lintas melibatkan pejalan kaki kelompok usia 14 tahun dan lebih muda. Simulasi menggunakan jalan buatan dengan prinsip Applied Behavior Analysis (ABA) yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat meningkatkan perilaku menyeberang jalan anak yang aman. Instrumen yang dipakai untuk mengambil data adalah observasi perilaku menyeberang jalan anak. Subyek penelitian terdiri dari 30 orang anak berusia 5-6 tahun yang dipilih dari TK Yayasan Sultan Agung Yogyakarta. Pemilihan secara random dilakukan untuk membagi subjek kedalam kelompok kontrol (15 anak) dan kelompok eksperimen (15 anak). Data dianalisis dengan teknik statistik analisis varian campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan dasar berjalan kaki memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan perilaku menyeberang jalan anak sebesar 78%, yang mengindikasikan bahwa perilaku menyeberang jalan anak menjadi lebih aman setelah mengikuti pelatihan.
Perbedaan Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Ideologi Gender pada Istri yang Bekerja
Tesi Hermaleni
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.911 KB)
|
DOI: 10.24036/rapun.v9i2.102214
Tingginya angka kasus perceraian dengan gugat cerai mayoritas dilakukan oleh istri yang bekerja merupakan indikasi dari rendahnya kepuasan pernikahan. Salah satu faktor dominan dalam kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja adalah adanya kesesuaian peran dengan harapan, dan hal ini akan terbentuk dengan baik jika mereka memiliki gender ideology yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja dan perbedaan kepuasan pernikahan ditinjau dari gender ideology pada istri yang bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif komparatif dengan teknik analisis data yang akan digunakan adalah teknik T- test. Populasi penelitian ini adalah wanita yang sudah menikah dan bekerja diwilayah sumatera barat. Sampel penelitian diambil melalui teknik cluster sampling. Instrumen peneltian yang digunakan adalah skala kepuasan pernikahan dan skala ideology gender.Subjek penelitian berjumlah 58 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan pernikahan ditinjau dari ideologi gender pada istri yang bekerja dengan signifikansi p= 0,013. Kepuasan pernikahan yang lebih tinggi dimiliki oleh istri bekerja dengan ideologi gender jenis egaliter.