Articles
Between Love and Marriage: Dilemma of Gay's Love (A Qualitative Study of Phenomenology in Gay People)
Gumi Langerya Rizal
International Conference of Mental Health, Neuroscience, and Cyber-psychology
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32698/25256
Being a life partner and having a family is one of the tasks of personal development in early adulthood, as well as a homosexual person or a gay person. Differences in sexual orientation and rejection in relation to the environment, family and religion, however, make the desire to get marry being a conflict in a gay person. In this study, the author highlights the phenomenon of the inner conflict between love and marriage that occurs in a gay person. The author reveals phenomenology to express the experience and psychological dynamics of a gay person who wishes to change and marry. The results showed that a person with homosexual has a great desire to change and marry. However, this desire is not a wish or a hope that is easy for a gay person to realize. Many experiences have been shared, views on his life, fears, conflicts and hopes that exist in him, which also encourage and complicate his desire to marry.
Hubungan Body Image dengan Self Confidence pada Remaja Overweight Yang Mengalami Body Shaming
Safitri, Suchi Fadhilah;
Rizal, Gumi Langerya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.1 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i3.717
Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan antara body image dengan self confidence pada remaja overweight yang mengalami body shaming. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah remaja overweight yang mengalami body shaming, dengan jumlah sampel sebanyak 125 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik puposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala body image yang berjumlah 33 butir pertanyaan dengan nilai reliabilitas sebesar 0,953 dan skala self confidence yang berjumlah 29 butir pertanyaan dengan nilai reliabilitas sebesar 0,842. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara body image dengan self confidence pada remaja overweihgt yang mengalami body shaming, dengan nilai koofesien korelasi (r) sebesar 0,0225 dan p=0,023 (p<0,05). Remaja overweight yang mengalami body shaming memiliki body image yang negatif dan self confidence yang tinggi.
Hubungan antara Parent Attachment terhadap Self Disclosure pada Middle Adolescent
putri, susan aulia;
Rizal, Gumi Langerya
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.13057/wacana.v13i2.208
Self Disclosure adalah pengungkapan tentang informasi diri yang dilakukan pada orang lain. Remaja yang memiliki kelekatan buruk dengan orangtua cenderung tidak ingin melakukan self disclosure, karena merasa tidak ada yang akan peduli dan dapat dipercaya untuk berbagi. Padahal self disclosure adalah aspek penting dalam perkembangan kemampuan sosial. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk melihat apakah terdapat korelasi parent attachment dan self disclosure pada remaja tengah di Kota Bukittinggi. Subjek penelitian ini merupakan 130 remaja tengah berusia 15-17 tahun yang diperoleh melalui teknik random sampling. Analisis data dengan bantuan IBM SPSS 25 menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil uji hipotesis memperoleh diperoleh nilai korelasi sebesar 0,525 dan signifikansi sebesar 0,000 artinya p < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antar kedua variabel. Semakin tinggi tingkat parent attachment maka akan semakin tinggi tingkat self disclosure, begitu juga sebaliknya.
HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DAN BODY DISSATISFACTION PADA WANITA YANG MEMILIKI KELEBIHAN BERAT BADAN (OVERWEIGHT)
Aina Nur Alifa;
Gumi Langerya Rizal
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/jp.15.2.110-119
Rasa tidak puas pada tubuh kerap dirasakan oleh sebagian besar wanita yang memili kelebihan berat badan (overweight). Ketidakpuasan tubuh (body dissatisfaction) tersebut kemungkinan dapat muncul karena tindakan membandingkan diri (social comparison) dengan objek yang dianggap sebagai standar kecantikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perbandingan sosial dan ketidakpuasan tubuh pada wanita yang kelebihan berat badan. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif koreasional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan sampel sebanyak 101 wanita kelebihan berat badan yang ada di Provinsi Bengkulu. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis produk momen pearson. Berdasarkan analisis produk momen pearson, ditemukan nilai r= 0,865 dan nilai P= 0,00 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan jika terdapat hubungan antara perbandingan sosial dan ketidakpuasan tubuh pada wanita yang kelebihan berat badan.
HUBUNGAN ANTARA INTIMATE FRIENDSHIP DENGAN SELF DISCLOSURE PADA MAHASISWA PENGGUNA WHATSAPP
Muhammad Nabil Rizal;
Gumi Langerya Rizal
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 16, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/jp.15.2.192-201
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self disclosure dan intimate friendship serta untuk mengetahui hubungan antara intimate friendship dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna WhatsApp. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan sampel 111 mahasiswa pengguna WhatsApp di Sumatera Barat. Analisis data menggunakan Analisis regresi linier berganda dan analisis tambahan menggunakan Independent sample T Test. Self disclosure pada mahasiswa pengguna WhatsApp cenderung rendah dan intimate friendship pada mahasiswa cenderung tinggi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hubungan antara intimate friendship dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna WhatsApp. Nilai R Square penelitian ini sebesar 0.505 yang berarti dimensi intimate friendship mempengaruhi self disclosure sebesar 50.5%. Analisis tambahan menunjukkan tidak terdapat perbedaan self disclosure dan intimate friendship ditinjau dari usia dan jenis kelamin.
STRATEGI SELF PRESENTATION PADA REMAJA PENGGUNA INSTAGRAM
Trisna Septia Ningsih;
Gumi Langerya Rizal
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/jp.15.2.172-181
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi yang dilakukan remaja dalam melakukan self presentation dan juga apakah terdapat perbedaan pada remaja dalam melakukan strategi self presentation berdasarkan tingkatan remaja. Karena masing-masing remaja memiliki strategi tersendiri dalam memperlihatkan dirinya di sosial media instagram. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitaif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan sampel sebanyak 121 remaja yang ada di kota Bukittinggi. Data pada penelitian ini dianalisis dengan mencari nilai mean dan standar deviasi, dan juga uji analisis kruskal wallis serta mann withney. Strategi ingratiation berada di kategori sedang, intimidation kategori tinggi, self promotion kategori sedang dan rendah, exemplication kategori sedang dan supplication kategori sedang. Hasil uji beda ditemukan hanya pada strategi exemplication yang terdapat perbedaan berdasarkan tingkatan remaja karena nilai (P)<0,05, yaitu antara remaja madya dengan remaja akhir.
PERBEDAAN ASERTIVITAS REMAJA MINANG DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA
Suci Asysyura;
Gumi Langerya Rizal
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/jp.15.2.120-130
Pada kondisi saat sekarang ini ditemukan banyak remaja yang sulit untuk asertif. Hal ini akan menimbulkan dampak yang cukup serius seperti, kecemasan sosial, ketakutan, dan kekhawatiran bahkan mengganggu kesehatan psikologis maupun fisik remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi asertivitas ialah pola asuh orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan asertivitas remaja Minang ditinjau dari pola asuh orang tua. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 153 orang remaja keturunan Minang yang berada di Sumatera Barat. Subjek dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji Kruskall-Wallis dan uji post-hoct Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam asertivitas remaja ditinjau dari Pola Asuh Orang tua (p=0,000, p<0,05), subjek dengan pola asuh authoritative ditemukan lebih asertif daripada subjek dengan pola asuh permissive, neglectful, dan authoritarian.
Body image terhadap self-confidence pada remaja putri yang menikah
Sherly Agustin;
Gumi Langerya Rizal
Cognicia Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v10i1.17605
This research is based ons a phenomenon related to married young women who experience changes in body image in Air Hangat Barat. Changes in the body image of married young women if they cannot accept it will have a negative impact, especially lack of confidence. This study aims to see the contribution of body image to self confidence in married young women. This study uses a correlational quantitative design. Subjects were taken using a purposive sampling technique with criteria for age at marriage 17-22 years, current age 17-22 years years in Air Hangat Barat. This study obtained 60 respondents. Data collection using a body image and self-confidence scale by distributing questionnaires then analyzed using a simple linear regression formula. The results showed that the value of r = 39.349 (p (p <0.05) means that there is a positive relationship between body image and self-confidence. The more positive the body image, the more positive the self-confidence and vice versa, the more negative the body image, the more negative the self-confidence. Keywords: body image, self confidence, young women married
Hubungan antara Parent Attachment dan Kompetensi Sosial pada Remaja Tengah di Sumatera Barat
widya febrina;
Gumi Langerya Rizal
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.13057/wacana.v13i2.213
Social competence is an individual’s skill or capacity that relates to other people and participates in a fun social context. One of the influences of social competence is the attachment between parents and children. Teens who have high attachment will have high social competence and vice versa. The purpose of this research is to see the relationship between attachment and social competence of adolescents in West Sumatra. Participants in this study were 150 adolescents aged 15-17 years. The technique used in this research is random sampling. The analytical method used is the person product moment correlation test with the help of SPSS 20.0 for windows. The results showed that the sign value was 0.00 (p
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL REMAJA DI KOTA PADANG
Gumi Langerya Rizal;
Putri Amelia Pratiwi
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 6, No 1 (2022): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v6i1.1310
Melakukan permainan game online adalah kegiatan yang mampu menimbulkan kesenangan. Namun Melakukan permainan game online dalam waktu lama dapat menimbulkan ketergantungan/kecanduan game online. Seseorang dengan kecanduan game online menggunakan sebagian besar waktu yang dimilikinya dengan bermain game dan fokus kepada smartphone yang digunakan sehingga waktu untuk berinteraksi secara sosial menjadi semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan kecanduan game online dengan keterampilan sosial remaja di Kota Padang. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelational terhadap 189 orang remaja dengan kriteria melakukan permainan game online lebih dari 4 jam perhari, bermain game online hampir setiap hari, gelisah dan mudah tersinggung jika tidak bermain game online, dan mengorbankan aktivitas sosial lainnya. Pengumpulan data menggunakan skala kecanduan game online yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,90 dan indeks validitas pada rentang 0,30 hingga 0,80. Sedangkan data keterampilan sosial dikumpulkan dengan menggunakan skala keterampilan sosial dengan nilai reliabilitas yaitu 0,92 dan indeks validitas berkisar 0,35-0,82. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kecanduan game online dengan keterampilan sosial (F=40,74; p<0,05).