cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25021990     EISSN : 25022105     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TEKTRIKA didekasikan untuk menjadi salah satu media publikasi dan diseminasi penelitian para akademisi, peneliti dan masyarakat umum dalam bidang keilmuan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik dan Elektronika. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung mulai tahun 2016 ini dan merupakan kelanjutan dari jurnal JURTEL yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997. Dengan demikian, topik yang dipublikasikan pada jurnal ini tentunya lebih luas cakupannya, yakni bidang Teknologi Elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2003)" : 8 Documents clear
ANALISIS DAN SIMULASI DYNAMIC MOVEMENT-BASED LOCATION-UPDATING SCHEME (MBLS) PADA JARINGAN KOMUNIKASI BERGERAK Ariati Diah Wardhany; Nurain Silalahi; Nachwan Mufti Adriansyah
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.217

Abstract

Dalam jaringan komunikasi bergerak, proses signaling yang bukan berasal dari sebuah panggilan juga mempengaruhi beban signaling pada jaringan. Proses signaling tersebut disebut non call related signaling. Pada dasarnya non call related signaling digunakan untuk memantau posisi Mobile Station (MS). Database yang efisien dan manajemen lokasi yang baik dibutuhkan untuk memenuhi kondisi pengguna yang semakin banyak dan dengan mobilitas yang semakin tinggi. Location updating dinamik merupakan suatu konsep location updating yang prosesnya dijalankan sesuai kelakuan pengguna, yaitu pergerakan pengguna dan pola datangnya panggilan kepada pengguna. Dynamic Movement Based Location Updating (MBLS) merupakan salah satu strategi location updating dinamik untuk mencapai pembebanan jaringan yang optimal. Beban optimal adalah jumlah beban location updating dan paging yang memberikan suatu nilai beban paling kecil. Dalam implementasinya, pengguna harus mempunyai suatu counter dalam terminal mobile-nya (MT) untuk menghitung jumlah sel yang sudah dilewatinya. Jika pengguna sudah mencapai batas/threshold sel yang harus dilewati, maka pengguna tersebut berinisiatif melakukan update lokasi ke sistem. Akan ditunjukkan juga metode location updating kombinasi yang merupakan gabungan dari dua skema dinamik yaitu gabungan pergerakan (movement) dan pewaktu (timer). Pada jurnal ini dapat diperlihatkan bahwa perubahan parameter-parameter kelakuan pengguna akan mempengaruhi beban location updating MBLS dan kombinasinya.Kata kunci : manajemen lokasi, location updating dinamik, call delivery, kode sel, non call related signaling
APLIKASI MESSAGE SERVICE GROUP A. Luthfi Pratama; Suyanto Suyanto; Fazmah Arif Yulianto
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.222

Abstract

Aplikasi Message Service Group (MSG) adalah suatu perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk mendistribusikan pesan Short Message Service (SMS) ke semua anggota yang terdaftar pada suatu grup tertentu. SMS Broadcast yang tersedia pada HP-HP yang diproduksi sejak awal tahun 2002 memiliki empat kelemahan. Pertama, tidak setiap HP memiliki memori yang cukup untuk menyimpan semua nomor telephone dari anggota grup. Ke-dua, tidak setiap anggota memiliki daftar nomor telepon yang sama dengan anggota grup yang lain. Ke-tiga, tidak adanya manajemen yang baik dalam setiap grup. Terakhir, tidak adanya aturan pengelompokan terhadap masing-masing grup. Aplikasi MSG, yang dibangun menggunakan device driver Gnokii, sistem operasi Linux, dan bahasa pemrograman Perl, berhasil mengatasi keempat kelemahan tersebut. Hasil simulasi, menggunakan kartu prabayar SimPATI, menunjukkan rata-rata waktu pengiriman sebuah pesan SMS adalah 6,7 detik. Pengiriman pesan-pesan SMS secara serentak membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan pengiriman secara satu per satu. Pengiriman 5 buah SMS secara satu per satu membutuhkan waktu 59,7 detik, sedangkan pengiriman secara serentak hanya membutuhkan waktu 38,74 detik.
KONSEP BARU SISTEM WAKTU-NYATA DAN ALGORITMA PENJADWALAN EDELF (EARLIEST DEADLINE EARLIEST LIVELINE FIRST) Fazmah Arif Yulianto; Kuspriyanto Kuspriyanto
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.218

Abstract

Paper ini menawarkan konsep baru dalam memodelkan sistem waktu-nyata, dengan memasukkan liveline disamping deadline yang merupakan ciri model konvensional. Hal ini dilakukan karena pada kenyataannya, sebagian sistem waktu-nyata tidak hanya dibatasi oleh batas waktu maksimal, tapi juga dibatasi oleh batas waktu tercepat dalam penyajian respon. Dengan adanya liveline, maka beberapa hal harus turut pula disesuaikan, antara lain : strategi waktu pemrosesan data dan penyajian respon serta algoritma penjadwalan proses. Dengan berasumsi bahwa sistem waktu nyata terdiri dari dua modul, yakni : calculator dan actuator, maka diperkenalkan strategi tanpa jeda dan strategi dengan jeda antara eksekusi dua modul tersebut. Algoritma penjadwalan yang dimodifikasi adalah EDF (Earliest Deadline First) menjadi EDELF (Earliest Deadline Earliest Liveline First). Dengan menggunakan contoh kasus, diperlihatkan bahwa EDELF memberikan performansi rata-rata yang lebih baik dibanding EDFKata kunci : sistem waktu nyata, liveline, EDELF
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI SISTEM RADIO OVER FIBER ANTARA MENGGUNAKAN RADIO TO OPTIC DIRECT CONVERSION DAN IM/DD Helmi Setiawan; Erna Sri Sugesti; Suwandi Suwandi
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.219

Abstract

Jurnal ini mengevaluasi sistem radio over fiber (ROF) menggunakan radio-to-optic direct conversion (ROC) bertingkat, baik ROC/heterodyne detection (HD) maupun ROC/ self heterodyne detection (SHD). Sistem ROF menggunakan intensity modulation/direct detection (IM/DD) bertingkat berdasarkan parameter carrier to noise ratio (CNR). Optimalisasi nilai optical modulation index (OMI) yang dilakukan pada sistem ROF menggunakan ROC bertingkat, karena performansi CNR dari sistem dengan OMI yang identik kurang baik. Dengan menggunakan metoda optimalisasi OMI, CNR sistem ROC/HD dan ROC/SHD lebih besar 18 dB dan 15 dB dari sistem IM/DD untuk bandwidth sinyal RF sebesar 150 MHz dan jumlah Radio Base Station (RBS) yang terkoneksi (N) = 20. Sedangkan untuk bandwidth sebesar 50 MHz dan N = 20, CNR sistem ROC/HD dan ROC/SHD lebih besar 20 dB dan 17 dB.Kata kunci: radio over fiber, radio-to-optic direct conversion, heterodyne detection, self heterodyne detection
DATA MINING DENGAN ALGORITMA APRIORI PADA RDBMS ORACLE Dana Sulistiyo Kusumo; Moch. Arief Bijaksana; Dhinta Darmantoro
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.215

Abstract

Data mining merupakan proses analisis data menggunakan perangkat lunak untuk menemukan pola dan aturan (rules) dalam himpunan data. Data mining dapat menganalisis data yang besar untuk menemukan pengetahuan guna mendukung pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini akan dibahas Association Rule sebagai salah satu fungsi data mining yang diimplementasikan menggunakan Algoritma Apriori. Akan dianalisis pula dua teknik penghitungan support di candidate generation pada Algoritma Apriori, yakni : K-way dan 2 Group-By pada tiga sampel dataset dengan atribut transaksi id dan item. Pada penelitian ini terlihat bahwa permasalahan penghitungan support di candidate generation merupakan bottleneck dari Algoritma Apriori dimana perbaikan Algoritma Apriori ditekankan pada candidate generation dan efektivitas dari Algoritma Apriori. Penelitian ini dilakukan pada RDBMS Oracle dengan memanfaatkan tools TKPROF untuk mengukur performansi query berdasarkan operasi I/O pada penghitungan support di candidate generation. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode support counting K-way lebih baik daripada Two Group-by.Kata Kunci : Data Mining, Association Rule, Algoritma Apriori, candidate generation, K-way, 2 Group-By
ANALISIS KINERJA SISTEM BLUETOOTH PADA PHYSICAL LAYER UNTUK KOMUNIKASI SUARA TANPA KABEL Robby Aris Cahyadi; Nachwan Mufti Adriansyah
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.220

Abstract

Kehadiran beberapa teknologi radio seperti Bluetooth dan W-LAN IEEE 802.11b yang beroperasi pada pita frekuensi 2,4 GHz akan menimbulkan interferensi sinyal yang berakibat menurunnya kinerja secara signifikan ketika tergelar di lingkungan yang sama atau berdekatan. Pada penelitian ini akan didesain sistem physical layer pada protokol Bluetooth yang meliputi radio layer dan baseband layer. Dari model tersebut, kinerja Bluetooth pada physical layer dianalisis untuk komunikasi suara dengan jenis paket HV1, HV2 dan HV3, yaitu pada hubungan antara mobile phone dengan headset. Dari evaluasi terhadap kinerjanya terlihat sistem dapat mencapat syarat batas maksimum BER 10-3 untuk komunikasi suara digital pada kanal AWGN. Kata kunci: Bluetooth Physical Layer, paket HV1-HV2-HV3, GFSK Frequency Hopping, CDMA, interferensi IEEE 802.11b
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MESIN QUERY UNTUK XML Thomas Hans; Winang Sari Pradani; Dhinta Darmantoro
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.216

Abstract

Salah satu kekuatan XML (Extensible Markup Languange) adalah pada fleksibilitasnya dalam menyatakan beragam jenis informasi dari beragam sumber. Untuk mengoptimalkan memanfaatkan kemampuan XML, diperlukan mekanisme yang memungkinkan ekstraksi, seleksi, integrasi, dan transformasi dari informasi yang disimpan dalam bentuk XML. Kemampuan dalam melakukan query pada sumber data XML menjadi semakin penting seiring dengan semakin populernya XML, dimana akan semakin banyak informasi yang akan disimpan, dipertukarkan, dan disediakan dalam bentuk tersebut. XQuery [2] adalah suatu bahasa query untuk XML yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Bahasa ini diharapkan dapat menjadi bahasa query standar untuk XML. Penelitian ini bertujuan membuat suatu mesin query bernama XQEngine yang mampu memproses dan mengeksekusi bahasa XQuery. Tidak semua fitur bahasa XQuery akan didukung. Ada beberapa bagian dari bahasa XQuery yang tidak diimplementasikan. Ada pula bagian yang diimplementasikan dengan mengalami penyesuaian. Walaupun XQEngine tidak mendukung semua fitur bahasa XQuery, namun dari uji analisa kasus penggunaan, dapat dilihat bahwa XQEngine mampu menangani jenis-jenis query yang esensial. XQEngine dibangun menggunakan C++Builder® dengan platform Windows™. Versi awal dibangun pada platform Linux dengan bahasa pemrograman Java™.Kata Kunci : XML, mesin query, XQuery, XQEngine
PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT PANCAR-TERIMA FM-DIRECT SEQUENCE SPREAD SPRECTRUM PADA FREKUENSI 40 MHz Andi Andriana; Heroe Wijanto; Budianto Budianto
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.221

Abstract

Penelitian ini telah menghasilkan perangkat pancar-terima FM-DSSS (Frequency Modulation – Direct Sequence Spread Spectrum). Pemancar meliputi LPF 4 kHz, proses modulasi FM Pita Sempit berlebar pita 8 KHz pada frekuensi pembawa 40 MHz, sinyal pembawa termodulasi frekuensi mengalami penebaran ke lebar pita 2 MHz oleh sinyal kode acak semu, daya pemancar 1,37 Watt. Sedangkan perangkat penerima FM-DSSS meliputi pre-amplifier, balance modulator, Phase Lock Loop (PLL) dan penerima FM Super-heterodyne konversi ganda pada frekuensi IF 455 kHz. Processing Gain sistem ini diperoleh sebesar 261,1 atau 24,16 dB. Dari hasil pengujian, sistem FM-DSSS ini mampu bekerja pada lingkungan jamming setelah menurunkan levelnya dengan cara menebarkan pada bandwidth cukup lebar.Kata kunci : sistem transceiver FM-DSSS, FM Pita Sempit, PLL, penerima FM super-heterodyne

Page 1 of 1 | Total Record : 8