cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25021990     EISSN : 25022105     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TEKTRIKA didekasikan untuk menjadi salah satu media publikasi dan diseminasi penelitian para akademisi, peneliti dan masyarakat umum dalam bidang keilmuan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik dan Elektronika. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung mulai tahun 2016 ini dan merupakan kelanjutan dari jurnal JURTEL yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997. Dengan demikian, topik yang dipublikasikan pada jurnal ini tentunya lebih luas cakupannya, yakni bidang Teknologi Elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
PENGENALAN JENIS SERAGAM LORENG TNI MENGGUNAKAN KOMBINASI ECCENTRICITY DAN METRIC Hertiana Bethaningtyas; Hasbi Naufal; Gama Wisnu Fajarianto
TEKTRIKA Vol 2 No 2 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.2 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i2.1667

Abstract

Seragam militer sebagai identitas sebuah negara memiliki ciri khusus warna atau corak tertentu. Identifikasi ciri tersebut dapat dilakukan dengan analisa pengolahan citra digital. Salah satu metode pengenalan seragam militer yang banyak digunakan adalah menggunakan Hue Color Histogram. Namun, metode ini kurang tepat digunakan ketika ada intensitas cahaya terhadap objek yang akan mempengaruhi distribusi nilai warna. Sehingga objek yang berbeda akan terdeskripsi sama akibat memiliki komposisi warna yang sama. Paper ini mengusulkan metode kombinasi eccentricity dan metric dimana kelebihan dari metode ini adalah nilai eccentricity dan metric dari suatu objek tidak akan berubah walaupun posisi objek dilakukan perputaran sudut. Objek citra yang digunakan adalah Jenis Loreng Seragam TNI. Hasil pengujian dari 80 data citra loreng didapat akurasi 87.5% dan akurasi dengan data citra loreng lain menghasilkan nilai akurasi 92.1% menunjukkan metode yang diusulkan kompetitif.
ANALISIS KINERJA SISTEM BLUETOOTH PADA PHYSICAL LAYER UNTUK KOMUNIKASI SUARA TANPA KABEL Robby Aris Cahyadi; Nachwan Mufti Adriansyah
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.220

Abstract

Kehadiran beberapa teknologi radio seperti Bluetooth dan W-LAN IEEE 802.11b yang beroperasi pada pita frekuensi 2,4 GHz akan menimbulkan interferensi sinyal yang berakibat menurunnya kinerja secara signifikan ketika tergelar di lingkungan yang sama atau berdekatan. Pada penelitian ini akan didesain sistem physical layer pada protokol Bluetooth yang meliputi radio layer dan baseband layer. Dari model tersebut, kinerja Bluetooth pada physical layer dianalisis untuk komunikasi suara dengan jenis paket HV1, HV2 dan HV3, yaitu pada hubungan antara mobile phone dengan headset. Dari evaluasi terhadap kinerjanya terlihat sistem dapat mencapat syarat batas maksimum BER 10-3 untuk komunikasi suara digital pada kanal AWGN. Kata kunci: Bluetooth Physical Layer, paket HV1-HV2-HV3, GFSK Frequency Hopping, CDMA, interferensi IEEE 802.11b
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MOTION DETECTOR PENGONTROL AKSI KURSOR MOUSE MENGGUNAKAN METODE COLOR TRACKING Derry Aditiya; Budhi Irawan; Muhammad Nasrun
TEKTRIKA Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i1.252

Abstract

Perangkat input komputer yang semakin berkembang menghadirkan bentuk interaksi baru dalam memberikan perintah kepada komputer. Hal ini berawal dari perangkat keyboard, lalu ditambah dengan perangkat mouse sebagai pointing device pada GUI (Graphical User Interface). Saat ini interaksi dengan komputer menggunakan gerak tubuh manusia adalah teknologi input terbaru. Dengan menggunakan teknologi ini, interaksi dengan komputer dirasa menjadi lebih atraktif. Sistem pendeteksi gerak dapat dibangun menggunakan perangkat sederhana, seperti webcam pada komputer untuk bisa melakukan pendeteksian gerak berdasarkan optik/citra. Dalam implementasinya, deteksi gerak berdasarkan citra bisa menggunakan beragam metode yang salah satunya adalah color tracking. Dengan menggunakan color tracking, pengamatan gerak akan tertuju hanya pada objek dengan intensitas RGB yang telah ditentukan. Aplikasi ini menyajikan bentuk interaksi baru antara pengguna dengan komputer menggantikan beberapa fungsi perangkat mouse, yaitu memindahkan posisi kursor mouse, klik, dan menahan klik.Kata Kunci: motion detector, mouse, color tracking, Java Media Framework
PENGARUH LAJU ALIRAN UDARA TERHADAP HAMBATAN TERMAL HEAT SINK UNTUK PENDINGIN ELEKTRONIK Tri Ayodha Ajiwiguna
TEKTRIKA Vol 1 No 2 (2016): TEKTRIKA Vol.1 No.2 2016
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i2.1748

Abstract

Pengukuran hambatan termal dari lima jenis geometri heat sink berbeda untuk keperluan pendingin elektronik dilakukan pada penelitian ini. Sistem alat uji hambatan termal yang dibuat terdiri dari modul termoelektrik sebagai sumber panas, stainless steel sebagai material rujukan, dan kipas untuk memvariasikan laju aliran udara. Temperatur udara, bagian bawah dan atas material rujukan diukur dengan menggunakan termokopel tipe T. Laju aliran udara diatur sehingga memiliki nilai dari 0.06 sampai dengan 0.16 m3/s. Disipasi kalor diukur dengan menghitung laju aliran kalor konduksi yang terjadi pada material rujukan. Dari pengukuran tersebut, hambatan termal dari masing-masing heat sink kemudian dihitung dan dibandingkan dengan berbagai nilai laju aliran udara. Dari hasil yang didapatkan secara umum bahwa semakin besar laju aliran udara mengakibatkan menurunnya hambatan termal dari heat sink
SIMULASI DAN ANALISIS PERFORMANSI DARI PROTOKOL ROUTING BERBASIS POSISI GPRS DAN GyTAR UNTUK VEHICLE COMMUNICATION PADA VEHICULAR AD HOC NETWORK (VANET) Irma Nurlita Dewi; Rendy Munadi; Leanna Vidya Y.
TEKTRIKA Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i1.243

Abstract

Vehicular Ad hoc Network (VANET) merupakan konsep subset dari Mobile Ad hoc Networks (MANET) sebagai teknologi yang memungkinkan komunikasi Inter Vehicle Communication (IVC) dan Roadside-toVehicle (RVC).VANET dikarakteristikkan dengan membangun jaringan ad hoc yang dibentuk dari nodenode berupa kendaraan bermobilitas tinggi yang dibatasi dengan aturan lalu lintas sehingga pergerakannya disesuaikan dengan pola tertentu, tidak seperti MANET yang pergerakannya bisa random tanpa ada batasan. Dengan demikian, protokol routing konvensional berbasis topologi pada MANET dinilai tidak cocok untuk VANET. Protokol routing berbasis posisi sepeti GPSR dan GyTAR dinilai cocok untuk VANET. Hal ini tak lain karena aspek dinamika topologi pada VANET yang dapat berdampak nyata pada analisis protokol routing. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa GyTAR unggul pada skenario lingkungan perkotaan dilihat dari seluruh parameter end-to-end delay, packet delivery ratio, packet loss dan normalized routing overhead yang lebih baik dari GPSR dengan rata-rata nilai masing-masing, yakni 2,294 ms, 0,958, 4,19%, dan 0,482. Sementara pada skenario lingkungan jalan tol GPSR lebih unggul dibandingkan GyTAR dengan rata-rata nilai end-to-end delay, packet delivery ratio, dan packet loss sebesar 2,639 ms, 0,920, dan 7,923%; namun dengan perolehan NRO yang lebih kecil oleh GyTAR, yakni sebesar 1,725.Kata Kunci: VANET, MANET , GPSR, GyTAR, IVC, SUMO
KINERJA SISTEM CHAOTIC DIGITAL CDMA DENGAN MODULASI QUADRATURE CHAOTIC SHIFT KEYING Asep Permadi; Hadi Suwastio; Suyatno Suyatno
TEKTRIKA Vol 9 No 1 (2004)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v9i1.234

Abstract

Salah satu definisi chaos adalah “sebuah keteraturan tanpa periodisitas”[10]. Salah satu sifat dari chaos adalah unpredictable atau tidak dapat di prediksi. Salah satu dari aplikasi chaos ini adalah digunakannya sinyal chaos pada teknik spreading code pada CDMA. Dengan teknik ini diharapkan tingkat keamanan dari sinyal informasi yang di tebar menjadi lebih tinggi. Teknik spreading code dengan menggunakan chaos ini sering disebut (CD)2MA atau Chaotic Digital Code Divission Multiple Access. Penelitian yang sudah dilakukan adalah teknik (CD)2MA dan dimodulasikan dengan menggunakan teknik modulasi VMSK (Very Minimum Phase Shift-Keying) yang mempunyai efisiensi bandwidth cukup efektif, namun proses demodulasinya sangat sulit sebab harus mengunakan filter kristal dengan delay group yang besar. Penelitian ini akan mencoba menggabungkan sistem (CD)2MA dan memodulasikannya dengan QCSK (Quadrature Chaotic Shift Keying). Dasar pemikiran QCSK adalah modulasi QPSK yang mempunyai performansi hampir sama dengan BPSK tetapi mempunyai efisiensi BW yang lebih baik. QCSK mempunyai efisiensi Bandwidth yang lebih baik yaitu setengah dari sistem DCSK. Hal ini diharapkan dapat mengimbangi sistem (CD)2MA yang menghasilkan lebar bandwidth yang cukup lebar.Hasil yang diharapkan adalah performansi dan efisiensi bandwidth sistem lebih baik atau sama dengan performansi yang dihasilkan dari sistem (CD)2MA yang dimodulasikan dengan modulasi VMSK.Kata kunci: Chaos, (CD)2MA, QCSK, VMSK, MAI, Processing Gain
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN ALGORITMA GREEDY UNTUK OTOMATISASI RUMAH Putri Suryani Juwita; Erwin Susanto; Junartho Halomoan
TEKTRIKA Vol 2 No 2 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.2 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i2.1677

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia, dimana setiap aktivitas tidak terlepas dari energi listrik. Persediaan energi listrik semakin terbatas karena berasal dari sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Maka untuk menjaga persediaan energi listrik, perlu dilakukan upaya yang dapat menunjang persediaan energi listrik secara optimal. Salah satunya dengan membuat otomatisasi rumah. Sistem otomatisasi ini diperlukan untuk memberikan kenyamanan, kemudahan, efisiensi energi dan keamanan. Otomatisasi rumah dengan pengaturan daya diharapkan menjadi solusi terbaik untuk menekan pemakaian energi. Pada penelitian ini penulis merancang dan mengimplementasikan algortima Greedy pada suatu prototipe. Pengaturan penggunaan energi listrik didasari dari permasalahan Knapsack 0/1 yang penggunaannya dibatasi sehingga menghasilkan nilai optimum. Peralatan listrik dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) berdasarkan penjadwalan yang menyesuaikan dengan biaya awal. Data yang masuk akan tersimpan dalam database sehingga pengguna dapat memantau, meninjau, serta mengontrol sistem melalui komputer atau dapat diakses melalui internet. Sebagai hasil dari penelitian ini tercipta sistem untuk manajemen daya dengan menggunakan algoritma Greedy. Sehingga membuat sistem otomatisasi rumah untuk mengendalikan peralatan listrik yang dibatasi dengan biaya tertentu. Dari hasil pengujian diperoleh waktu penjadwalan untuk menyalakan atau mematikan lampu didapatkan rata-rata 0,296 detik. Serta hasil pengujian akurasi manajemen daya algoritma Greedy mendekati 100%.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TRANSPORT PROTOCOL PADA WIRELESS LAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DCF DAN DCF I Gusti Ngurah Dwi Mulyartha; Nurain Silalahi; Nyoman Bogi A. K.
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.225

Abstract

EEE 802.11 adalah protokol standar yang digunakan pada wireless LAN dan memiliki Medium Access Control (MAC) layer yang mendukung pengiriman data tak sinkron (asynchronous) untuk jaringan wireless baik pada infrastructure network dan ad hoc network. MAC menggunakan dua metode akses yaitu Point Coordination Function (PCF) dan Distributed Coordination Function (DCF), dimana DCF dikembangkan menjadi DCF+. Penelitian ini mensimulasikan ad hoc Network menggunakan perangkat bantu Borland Delphi dan dari hasil simulasi dianalisa performansi dari MAC dengan membandingkan parameter Throughput, Delay, Goodput dan Fairness antara metode DCF dan DCF+.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DIRECTIONAL FEATURE EXTRACTION DAN SUPPORT VECTOR MACHINES UNTUK MENERJEMAHKAN KATA DENGAN PENGENALAN HURUF HIRAGANA DALAM BAHASA JEPANG KE BAHASA INDONESIA BERBASIS ANDROID Fardilla Zardi Putri; Budhi Irawan; Umar Ali Ahmad
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1658

Abstract

Pada era global ini menguasai bahasa selain bahasa Indonesia merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus dimiliki setiap orang. Banyak orang berkunjung ke negara lain untuk melakukan banyak kegiatan seperti bekerja, belajar, bahkan berlibur. Salah satu negara yang banyak dikunjungi adalah negara Jepang. Negara Jepang memiliki bentuk huruf yang berbeda dengan huruf latin pada umumnya. Untuk mempelajari bahasa Jepang tersebut dibutuhkan pemahaman dengan huruf-hurufnya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, pengenalan karakter atau sering Optical Character Recognition (OCR) merupakan salah satu aplikasi teknologi pada bidang pengenalan karakter atau pola dan kecerdasan buatan sebagai mesin pembaca. Pada penelitian ini, akan dirancang sebuah aplikasi penerjemah kata dalam bahasa Jepang berbasis Android dengan memanfaatkan prinsip dasar OCR dengan menggunakan metode Directional Feature Extraction dan Support Vector Machine. Pengujian yang dilakukan memberikan hasil terbaik pada nilai akurasi yang dicapai dengan menggunakan metode Directional Feature Extraction dan Support Vector Machine adalah 85,71%. Pada penelitian ini, menggunakan 104 data latih. Hasil pengujian Beta atas empat poin, yaitu tampilan aplikasi, waktu respons sistem, ketepatan penerjemahan, dan manfaat aplikasi menunjukkan aplikasi dapat diklasifikasikan baik.
PERANCANGAN MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) PADA SISTEM PENDULUM TERBALIK Cahyantari Ekaputri
TEKTRIKA Vol 1 No 2 (2016): TEKTRIKA Vol.1 No.2 2016
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i2.1753

Abstract

Model Predictive Control (MPC) memiliki ide dasar untuk menghasilkan nilai masukan suatu proses sebagai solusi masalah optimisasi yang real-time. Optimisasi tersebut dilakukan berdasarkan pada pemodela suatu sistem. MPC digunakan untuk mengatasi masalah kendali multivariable yang memungkinkan ada lebih dari satu variable yang cukup signifikan terhadap proses.Kelebihan MPC adalah dapat bekerja secara efektif saat menghadapi batasan-batasan (constraints) dari aktuator. Kelemahan dari MPC adalah perhitungan yang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemrosesan data dibandingkan pengendali lain. Tulisan ini membahas mengenai aplikasi MPC pada sistem pendulum terbalik.Tahapan yang dilakukan dimulai dari pemodelan sistem, perancangan sistem menggunakan MATLAB, simulasi perancangan menggunakan MATLAB dan analisis hasil. Setelah tahapan tersebut disimulasikan, dapat dilihat bahwa pengendali MPC yang dirancang dapat mengembalikan batang pendulum ke titik seimbangnya saat diberi gangguan.

Page 5 of 15 | Total Record : 145