cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25021990     EISSN : 25022105     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TEKTRIKA didekasikan untuk menjadi salah satu media publikasi dan diseminasi penelitian para akademisi, peneliti dan masyarakat umum dalam bidang keilmuan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik dan Elektronika. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung mulai tahun 2016 ini dan merupakan kelanjutan dari jurnal JURTEL yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997. Dengan demikian, topik yang dipublikasikan pada jurnal ini tentunya lebih luas cakupannya, yakni bidang Teknologi Elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
INTERKONEKSI IPv6 DENGAN IPv4 MENGGUNAKAN DSTM (DUAL STACK TRANSITION MECHANISM) Dody Setiawan; R. Rumani M. R. Rumani M.; Nyoman Bogi A. K.
TEKTRIKA Vol 9 No 1 (2004)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v9i1.235

Abstract

Dual Stack Transition Mechanism (DSTM) menyediakan metoda yang memungkinkan host IPv4 dapat berkomunikasi dengan host IPv6 dengan menggunakan IPv4-over-IPv6 Tunnel. Penelitian ini akan mempelajari mekanisme kerja, implementasi DSTM, serta pengujian kinerjanya. Hasil analisis menunjukkan peningkatan waktu tempuh paket pada proses pengiriman data melalui jaringan IPv6 ke IPv4 dan sebaliknya akibat proses enkapsulasi ataupun dekapsulasi datagram IP.Kata kunci: IPv4, IPv6, DSTM, Tunneling, IPv6 Tunnel Broker, Delay FTP, ping dan Iperf
CORE NETWORK EPC REDIMENSIONING 4G LTE DI WILAYAH REGIONAL SULAWESI Vika Oktavia; Nachwan Mufti Adriansyah; Hafidudin .
TEKTRIKA Vol 2 No 2 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.2 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i2.1678

Abstract

Core network dibutuhkan sebagai penyedia content layanan kepada user. Proses dimenssioning core network 4G LTE di wilayah regional Sulawesi dengan melakukan studi kasus di PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) hingga tahun 2022. Pada jaringan 4G LTE dengan CSFB diperlukan minimum elemen jaringan 9 MSS, 2 HSS, 5 S/PGW, dan 5 MME. Untuk dimensioning interface dapat mengetahui bandwidth minimum yang harus disediakan. Interface control plane terdiri dari S6a, S11, S10, S1-MME, S5/S8 memerlukan 0,4015 Gbps dan kebutuhan bandwidth interface user plane terdiri dari S5/S8 user plane, S1-U dan SGi adalah 20,075 Gbps. Dari hasil dimensioning element dan interface jaringan menghasilkan topologi jaringan EPC yang dapat diimplementasisan di wilayah regional Sulawesi. Untuk membentuk sistem yang handal dari segi teknikal dan biaya dengan topologi full connection mesh menggunakan pooling sistem. Penentuan link transport dari EPC menghasilkan dua skenario topologi planning core. Sehingga, infrastruktur topologi tersebut dapat menguntungkan baik dari sisi pelanggan maupun operator. Sehingga untuk biaya infrastruktur core network berbanding dengan efisiensi bandwidth yang disediakan dengan memilih rekomendasi link transport untuk skenario yang kedua.
SISTEM KONTROL UMPAN BALIK UNTUK ALIRAN TCP PADA ROUTER SUATU JARINGAN KOMPUTER Adiwijaya Adiwijaya; Roberd Saragih; Bambang Riyanto T.
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.226

Abstract

Perkembangan jaringan komputer yang pesat saat ini disertai pula dengan berbagai permasalahannya. Salah satunya adalah masalah kongesti. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol yang dapat mendeteksi kehilangan paket dan menginterpretasikan kehilangan tersebut sebagai indikasi telah terjadi kongesti pada jaringan. Makalah ini membahas tentang penghindaran kongesti dengan menggunakan mekanisme Active Queue Management (AQM). Langkah pertama yang dilakukan adalah membangun model matematika perilaku aliran TCP. Selanjutnya, menganalisis model tersebut sehingga masalah AQM dapat dipandang sebagai masalah kontrol umpan balik. Akhirnya, dengan menggunakan aproksimasi Padé untuk masalah delay, kontrol umpan balik disimulasikan dengan menggunakan pengontrol proporsional–integral–turunan (PID) sebagai pengontrol AQM.Kata Kunci : kontrol umpan balik, AQM, kontrol kongesti end-to-end, aproksimasi Padé, pengontrol PID
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM SMART LIGHTING BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN AKTIVITAS DI DALAM RUMAH Fidelis Surya Putranta; Rendy Munadi; Yoseph Gustommy Bisono
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1659

Abstract

Dewasa ini, smart lighting menjadi sebuah teknologi yang layak digunakan untuk menunjang produktivitas. Smart lighting sendiri menggunakan lampu LED yang dipadukan dengan sensor. Sensor merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Dalam penelitian ini digunakan sensor LDR sebagai pendeteksi tingkat intensitas cahaya di dalam ruangan. Sensor tersebut mendeteksi keadaan cahaya di ruangan dan menyesuaikan dengan tingkat intensitas cahaya yang direkomendasikan, kemudian dilakukan pengiriman informasi ke lampu LED untuk menyala dengan menggunakan sebuah mikrokontroler (Arduino). Pada sistem ini, sensor terhubung dengan jaringan dalam sebuah Wireless Sensor Network. Data dari sensor node dikirimkan ke coordinator node secara nirkabel menggunakan XBee kemudian dikirimkan ke server untuk diolah dan dipantau. Informasi server dapat diakses, dipantau dan dikendalikan menggunakan perangkat mobile maupun komputer dengan akses jaringan internet. Dari hasil pengujian terhadap XBee, semakin jauh jarak sensor node dengan coordinator node maka delay akan semakin besar. Sementara throughput akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya. Pada pengujian server, delay pada proses monitoring lebih kecil daripada delay pada proses controlling. Sedangkan throughput monitoring lebih besar daripada throughput controlling. Sistem memiliki reliability sebesar 95,17% dan availability sebesar 95,4%.
SISTEM KENDALI ANTI SWAY OVERHEAD CRANE Mohammad joko Akbar
TEKTRIKA Vol 1 No 2 (2016): TEKTRIKA Vol.1 No.2 2016
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i2.1751

Abstract

Persaingan yang ketat dalam bidang industri membuat banyak perusahaan berlomba-lomba berinovasi untuk meningkatkan produktivitas pabriknya. Salah satunya dalam hal mobilitas alat berat, yaitu pengoperasian crane. Sway merupakan permasalahan yang kerap timbul pada saat pengoperasian crane. Sway adalah ayunan dari beban yang ditimbulkan saat motor crane melakukan percepatan atau perlambatan. Pengoperasian crane yang aman dan terkendali merupakan sesuatu yang diingikan oleh perusahaan.Anti Sway Overhead Crane merupakan suatu inovasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang berlatar belakang alat berat dalam pengoperasian crane. Anti Sway Overhead Crane merupakan prototipe yang menggunakan sistem anti sway dalam mengatasi sway yang terjadi pada saat pengoperasian crane. Sistem anti sway dirancang dengan metode sistem kendali Proportional Derivative. Sistem anti sway ini memanipulasi pergerakan arah motor berdasarkan sway yang terjadi pada beban. Kecepatan motor juga diatur berdasarkan besar sudut sway. Sistem kendali Proportional Derivative akan mempercepat rise time dan settling time sistem.Pengujian yang dilakukan adalah pengujian pengoperasian prototipe crane dengan kondisi tanpa sistem anti sway dan dengan sistem anti sway. Pada dua kondisi ini akan dilihat perbedaannya. Pada pengujian yang dilakukan, terlihat terdapat perbedaan waktu osilasi yang terjadi. sistem anti sway bekerja dengan baik dalam mengurangi waktu osilasi yang terjadi pada beban. Hal ini membuktikan bahwa sistem mempercepat kestabilan benda pada saat sway terjadi.
ANALISIS ALGORITMA HANDOVER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ADAPTASI MOBILITAS DI LTE PADA KERANGKA SON (SELF OPTIMIZING NETWORK) Fadilah Rahman; Nachwan Mufti A.; Tody Ariefianto W.
TEKTRIKA Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i1.240

Abstract

Long Term Evolution (LTE) adalah suatu teknologi 4G yang memiliki tingkat mobilitas handover yang tinggi sampai kecepatan 350 km/jam. Namun, aktualnya ada beberapa permasalahan handover, yaitu Radio Link Failure (RLF) dan efek ping-pong. Kedua permasalahan ini terjadi karena pengaturan parameter control handover pada eNodeB yang kurang tepat, sehingga mengakibatkan kegagalan handover dan pingpong handover. Pada LTE Release 9, 3GPP memperkenalkan konsep Self Optimizing Network (SON) melalui metode Mobility Robustness Optimization (MRO). Pada penelitian ini dilakukan proses analisis terhadap algoritma handover inter-eNodeB melalui interface X2 untuk sistem LTE. Sistem tersebut menggunakan metode optimisasi MRO sehingga dapat mengetahui jumlah dan probabilitas kegagalan handover dan pingpong handover dari yang diujikan pada kecepatan tertentu di daerah dense urban, urban, dan rural. Penelitian ini menghasilkan nilai referensi threshold untuk diimplementasikan pada setiap jenis daerah. Pada daerah dense urban, nilai threshold referensi parameter handover yaitu HOM = 5 dB dan TTT = 640 ms. Untuk daerah urban, nilai threshold parameter handover yang ditawarkan yaitu HOM = 4 dB dan TTT = 640 ms. Sedangkan, daerah rural memiliki nilai HOM = 3 dB dan TTT = 256 ms.Kata Kunci: Long Term Evolution, handover, Radio Link Failure, Self Optimizing Network, Mobility Robustness Optimization
HMM-BASED MODEL FOR DANCE MOTIONS WITH POSE REPRESENTATION Nurfitri Anbarsanti
TEKTRIKA Vol 1 No 2 (2016): TEKTRIKA Vol.1 No.2 2016
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v1i2.1744

Abstract

This paper presents a model for human dance motions based on hidden markov model. The whole dance is defined as sequences of several finite distinct gestures. Dance gestures are cast as hidden discrete states and phrase of dance as a sequence of gestures. In order to map the skeleton motion data to a smaller set of features, an angular skeleton representation of the human pose is also designed, for recognition robustness under noisy input of 3D sensor. A pose of dance is defined by this angular skeleton representation which can be quantified based on range of movement for discrete hidden markov model.
OPTIMASI K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK SISTEM KLASIFIKASI KONDISI KATARAK Yunendah Nur Fuadah; Rita Magdalena; Steven Palondongan; Nor Kumalasari
TEKTRIKA Vol 4 No 1 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.1 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i1.1832

Abstract

Deteksi dini kondisi katarak merupakan solusi untuk mengendalikan peningkatan jumlah kebutaan yangdisebabkan oleh katarak. Dalam penelitian ini, dilakukan optimasi metode Gray Level Co-Occurrence Matrix(GLCM) dan K-Nearest Neighbor (K-NN) untuk klasifikasi kondisi citra mata menjadi kondisi normal, katarakimatur dan katarak matur. Pada tahap ekstraksi ciri digunakan metode GLCM, parameter yang berpengaruhpada tahap ini adalah jarak antar piksel (d), sudut (q), dan fitur statistik. Pada tahap klasifikasi, fitur ciri daritahap ekstraksi ciri diklasifikasikan oleh K-NN, parameter yang diuji pada tahap ini adalah nilai k dan persamaanperhitungan jarak yang digunakan yaitu Euclidean, Minkowski, Chebychev dan City Block. Berdasarkan hasilpengujian diperoleh akurasi pengujian sebesar 93,33 % dengan menggunakan parameter yang paling optimalyaitu d= 2, q= 135, nilai k=5 dengan persamaan jarak Euclidean dan Minkowski.
PENGGESER FASA MIKROSTRIP 90 DERAJAT UNTUK AIRPORT SURVEILLANCE RADAR (ASR) S-BAND Yustina Wahyu Andika; Levy Olivia Nur; Yuyu Wahyu
TEKTRIKA Vol 3 No 1 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.1 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i1.2215

Abstract

Pada jurnal ini dirancang sebuah microstrip passive phase shifter berbentuk meander coupled- line yang dapat di implementasikan untuk menggeser fasa sejauh 90 sehingga dapat memudahkan dalam sistem pengarahan antena. Antena dirancang di atas substrat FR-4 dengan nilai permitivitas relatif 4.6 pada frekuensi S-Band (3 GHz), yaitu frekuensi yang digunakan pada Airport Surveillance Radar yang berfungsi untuk memantau pergerakan pesawat saat masuk, keluar atau hanya melintasi wilayah bandara tertentu. Metode yang digunakan adalah Schiffmans phase shifter sebagai acuan perancangan. Pada jurnal ini, direalisasikan microstrip passive phase shifter dengan return loss untuk S11 sebesar -14.7 dB dan pada S22 sebesar -14.6 dB. Sedangkan nilai fasanya senilai 97.22 untuk S12 dan 92.56 untuk S21.
PERANCANGAN SURAT TANDA NOMOR KENDARAAN ELEKTRONIK MENGGUNAKAN SMART CARD DAN SECURE ACCESS MODULE M Amin Haris; Junartho Halomoan; Estananto Estananto; Fernando Hasudungan
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2226

Abstract

Keamanan merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan pada berkas-berkas penting. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) merupakan salah satu berkas berharga yang paling sering digunakan hampir setiap hari. Oleh karena itu dibutuhkan sistem keamanan ekstra pada STNK dibanding sistem konvensional saat ini. Smart card adalah salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi hal tersebut. Smart card dapat menyimpan datadata pada STNK seperti pajak, informasi kendaraan, informasi kepemilikan, dan lain-lain. Untuk meningkatkan keamanannya, digunakan Secure Access Module (SAM) yang memiliki fitur otentikasi dan algoritma kriptografi. Dengan demikian, usaha pengambilan data pada smart card secara ilegal dapat dicegah. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pada STNK yang lebih baik dibanding sistem konvesional saat ini.

Page 7 of 15 | Total Record : 145