cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020" : 12 Documents clear
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrom di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2016 Simson Sinuhaji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10309

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) remains a confusing and disabling condition present in 3.8% of the general population. CTS is the most frequent form of median nerve entrapment, and accounts for 90% of all entrapment neuropathies. This review aims to provide an overview of these general conditions, with an emphasis on the pathophysiology seen in CTS. The clinical presentation and risk factors associated with CTS are discussed in this paper. Also a variety of diagnostic methods were explored, including nerve conduction studies, ultrasound, and magnetic resonance imaging. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a common work-related disorder caused by repetitive movements and long-term fixed positions that can affect nerves, blood supply to the hands and wrists. Carpal Tunnel Syndrome is a neuropathy of the median nerve in the carpal tunnel at the wrist precisely below the retinaculum flexor. This syndrome occurs due to a rise in pressure in a narrow tunnel that is bounded by carpal bones and rigid carvi tranversum ligaments that trap the median nerve (Rambe, 2004). Given the existence of muscle weakness, disruption in activity due to joint stiffness, can be done with exercise therapy in the form of resisted exercise to increase muscle strength and functional ability of the hand. Keywords: carpal tunnel syndrome; median nerve; entrapment neuropathy; pathophysiology and diagnosis ABSTRAK Kejadian Carpal tunnel syndrome ( CTS ) terjadi sekitar di 3,8% dari populasi umum. CTS adalah bentuk paling sering dan dari jerat saraf median, dan menyumbang 90% dari semua neuropati jebakan.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang kondisi umum ini, dengan penekanan pada patofisiologi yang terlihat dalam CTS. Presentasi klinis dan faktor risiko yang terkait dengan CTS dibahas dalam makalah ini. Juga brebagai metode diagnosis dieksplorasi, termasuk studi konduksi saraf, USG, dan pencitraan resonansi magnetik. CTS merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan gerakan berulang ulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi saraf, suplai darah ketangan dan pergelangan tangan. CTS merupakan neuropati terhadap nervus medianus di dalam carpal tunnel pada pergelangan tepatnya di bawah fleksor retinakulum. Sindrome ini terjadi akibat kenaikan tekanan dalam terowongan yang sempit yang dibatasi oleh tulang-tulang carpal serta ligament carvi tranversum yang kaku sehingga menjebak nervus medianus. Mengingat adanya kelemahan otot, gangguan dalam beraktifitas akibat kekakuan sendi, dapat dilakukan dengan terapi latihan yang berupa resisted exercise untuk meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional tangan. Kata kunci: carpal tunnel syndrome; saraf median; neuropati jebakan; patofisiologi dan diagnosis
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORHEA PRIMER PADA SISWI MA AL-IKHLAS KAIRATU Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/10301

Abstract

The problem of human waste disposal is a major problem because of human waste (feces) is a source of multi-complex disease spread. The research design used in this study was a pre-experimental study. From a total of 81 respondents, the results showed that the pre-test showed that respondents with good knowledge were 23 people (28.4%) and respondents with sufficient knowledge were 58 people (71.6%). Meanwhile, the post-test results of good knowledge were 73 people (90.1%), and respondents with sufficient knowledge were 8 people (9.9%). Based on the results of the nonparametric Wilcoxon test who experienced a decrease in knowledge by 3 people and whose knowledge increased as many as 53 people and their knowledge remained as many as 25 people with a significant value of 0.000. From the result of this research can be this study shows that there is a significant change in the level of knowledge before and after the interview. Keywords : latrine; health education ABSTRAK Masalah pembuangan kotoran manusia merupakan masalah yang pokok karena kotoran manusia (feces) adalah sumber penyebaran penyakit multikompleks. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental. Dari total 81 responden didaptkaan hasil bahwa pre test menunjukan bahwa responden dengan pengetahuan yang baik sebanyak 23 orang (28,4%), dan responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 58 orang (71,6%) sedangkan post test di dapatkan bahwa pengetahuan responden yang baik sebanyak 73 orang (90,1%), dan responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 8 orang (9,9%) berdasarkan hasil uji nonparametrik Wilcoxon yang mengalami penurunan pengetahuan sebanyak 3 orang dan yang pengetahuannya meningkat sebanyak 53 orang dan yang pengetahuannya tetap sebanyak 25 orang dengan nilai 0,000 (P < 0,05). Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kata kunci: jamban; health education
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Eny Pemilu Kusparlina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10310

Abstract

Dental caries is a dental health problems that tend to be interpreted as cavities, where as teeth with white spots or brown can be said to have caries. Dental caries affects many children because the children do not understand the importance of maintaining healthy teeth. The purpose of this study was to identify factors associated with the incidence of dental caries in children in kindergarten Al Hidayah I Manisrejo village. This type of research is descriptive and correlation with cross-sectional design approach. The population is a kindergarten student and the student's mother Al Hidayah I Manisrejo A group numbering 37 pairs of mothers and children. Sampling technique using total sampling as many as 37 pairs. Using descriptive analysis and bivariate frequency distributions using chi square. The results showed that students with family socio economic level quite as many as 15 respondents (42.9%), mother's education level students with basic education by 30 respondents (85.7%), students with high levels of cariogenic food consumption by 28 respondents (80 %), students with poor brushing habits by 30 respondents (85.7%), and students who suffer from dental caries by 30 respondents (85.7%). There is a significant relationship between socio-economic level of families with children the incidence of dental caries (X2 11 181, p 0.004), a significant correlation between the level of maternal education with incidence of dental caries children (X2 20 572, p 0.001), a significant correlation between the level of consumption cariogenic diet with the incidence of dental caries (X2 23 333, p 0.001), and there is a relationship between tooth brushing habits with incidence of dental caries (X2 35.000, p 0.001). Keywords: caries; socio economic; education; cariogenic foods; brushing habits ABSTRAK Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cenderung diinterpretasikan sebagai gigi berlubang, padahal gigi dengan bercak putih atau coklat pun bisa disebut menderita karies. Karies gigi banyak diderita oleh anak -anak dikarenakan anak -anak belum memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak di TK Al Hidayah I Manisrejo. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah siswa dan ibu siswa TK Al Hidayah I Manisrejo kelompok A berjumlah 37 pasang ibu dan anak. Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 pasang. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat sosial ekonomi keluarga cukup sebanyak 15 responden (42,9%), siswa dengan tingkat pendidikan ibu pendidikan dasar sebanyak 30 responden (85,7%), siswa dengan tingkat konsumsi makanan kariogenik tinggi sebanyak 28 responden (80%), siswa dengan kebiasaan menyikat gigi buruk sebanyak 30 responden (85,7%), dan siswa yang menderita karies gigi sebanyak 30 responden (85,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan kejadian karies gigi anak (X2 11.181, p 0,004), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi anak (X2 20.572, p 0,001), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (X2 23.333, p 0,001) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies gigi (X2 35.000, p 0,001). Kata kunci: karies; sosial ekonomi; pendidikan; makanan kariogenik; menyikat gigi
Efektifitas Tembaga (Cu) Sebagai Desinfektan Alternatif Terhadap Kematian Bakteri Escherichia Coli Dalam Air Bersih Vincentius Supriyono; Sunaryo Sunaryo; Siti Surasri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10307

Abstract

Descreased of clean water for rural communities in developing countries remains a major concern both nationally and locally. Contaminated of Clean water cause water-borne diseases such as diarrhea, which often leads to death, and primarily threaten of children who are most vulnerable. Therefore, it is necessary to intensify research efforts on water purification techniques of distribution line, it is necessary to do research, which in the case of research on the effects of Copper (Cu) to death of Escherichia coli (E. coli) bacteria as indicators of water contamination. This study aimed to determine the effect of Copper (Cu) to death E. coli. Measurements were made to kill power to E. coli based on variations in weight of each 4 gram, 5 gram, 6 gram and 7 gram by comparing death of E. coli before and after treatment. This type of research used in this study was a pre-experimental, design with Non-Equivalent Control Group Design, to analyze the variation effect levels of Copper (Cu) as an alternative disinfectant against to death of E. coli bacteria in clean water. Results of the study can be expressed as follows: for the weight variation of 4 gram, showed the death rate of 1.4 E. coli bacteria or 97.90% effectiveness. Variations weight 5 grams, death rate of 1,23 or 86,01% effectiveness. 6 gram and 7 gram death rate of 1.43 or 100% effectiveness. Based on statistical test with Anova, figures obtained p-value of 0.00 α (0.01) means that there was not differences in the effect. The variation between 4 grams to 6 grams p-value = 0.003 < α (0.01) also there was differences in the effect. The variation of 4 gram to 7 grams obtained figures p-value = 0.003 α (0.01); 5 gram to 7 grams obtained figures p-value = 0.018 > α (0.01), 6 gram to 7 grams figures p-value = 0.018 > α (0.01), there was not differences in the effect. Both descriptive and statistical test the were influence of Copper (Cu) in killing E. coli bacteria in clean water, necessitating further research in order to gain the power to kill the most effective, with a weight gain of Copper (Cu) affixed in clean water, but the levels remain below required quality standard of WHO are 2 ppm. Keywords: alternative disinfectant; clean water; death of escherichia coli bacteria ABSTRAK Penurunan air bersih bagi masyarakat pedesaan di negara berkembang tetap menjadi perhatian utama baik secara nasional maupun lokal. Air bersih yang tercemar menyebabkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare yang seringkali mengakibatkan kematian, dan terutama mengancam anak-anak yang paling rentan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intensifikasi upaya penelitian teknik penjernihan air jalur distribusi, maka perlu dilakukan penelitian, yaitu dalam hal penelitian tentang pengaruh Tembaga (Cu) terhadap kematian bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai penyebab kematian sebagai indikator pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tembaga (Cu) terhadap kematian E. coli. Pengukuran daya mati terhadap E. coli dilakukan berdasarkan variasi berat masing-masing 4 gram, 5 gram, 6 gram dan 7 gram dengan membandingkan kematian E. coli sebelum dan sesudah perlakuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental, dengan desain Non-Equivalent Control Group Design, untuk menganalisis variation effect levels tembaga (Cu) sebagai disinfektan alternatif terhadap kematian bakteri E. coli di air bersih. Hasil penelitian dapat dinyatakan sebagai berikut: untuk variasi bobot 4 gram, menunjukkan tingkat kematian 1,4 bakteri E. coli atau efektivitas 97,90% Variasi bobot 5 gram, tingkat kematian 1,23 atau efektivitas 86,01%, kematian 6 gram dan kematian 7 gram tingkat efektivitas 1,43 atau 100% Berdasarkan uji statistik dengan Analisis Varian diperoleh angka p-value = 0,00 α(0,01) artinya tidak terdapat perbedaan pengaruh. Variasi antara 4 gram sampai dengan 6 gram p-value = 0,003 α (0,01), 6 gram hingga 7 gram angka p-value = 0,018> α (0,01), tidak terdapat perbedaan pengaruh. Baik uji deskriptif maupun statistik pengaruh tembaga (Cu) dalam membunuh bakteri E. coli di air bersih, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar mendapatkan daya bunuh yang paling efektif, dengan penambahan berat tembaga (Cu) yang ditempelkan bersih. air, tetapi kadarnya tetap di bawah baku mutu yang dipersyaratkan WHO yaitu 2 ppm. Kata kunci: desinfektan alternatif; air bersih; bakteri Escherichia coli
GAMBARAN PENGETAHUAN PENYELAM PERSONIL ANGKATAN LAUT DENGAN PELAKSANAAN SOP DI LANTAMAL AMBON Ira Sandi Tunny
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10303

Abstract

Efforts to optimize the management of marine resources, are needed human resources skilled in the field of marine, especially diving activities. Along with technological advances, humans try to create diving equipment in the form of breathing aids, wetsuits and other tools that support when doing dives to reduce the risk of diarrhea. The dives that are often experienced by divers need serious attention. This study aims to find out the knowledge picture of naval personnel divers with the implementation of SOP in Ambon Lantamal in 2018. This research is a descriptive study with observational analytic methods. The sample of this study was determined by using a total sampling method which amounted to 20 people. The instrument used is a questionnaire. The results in this study found that 60% who had a sufficient level of knowledge while 40% had a good level of knowledge in the implementation of diving SOP in Ambon Lantamal. From these results it can be concluded that the knowledge of LANTAMAL Ambon naval personnel with the application of the Standard Operational Procedure (SOP) category is sufficient. Keywords: divers; SOP; knowledge ABSTRAK Upaya mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya laut, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang kelautan khususnya kegiatan penyelaman. Seiring dengan kemajuan teknologi, manusia berusaha menciptakan alat selam berupa alat bantu pernapasan, pakaian selam serta alat lainnya yang mendukung pada saat melakukan penyelaman untuk mengurangi resiko timbulnya penyakit akibat penyelaman. Penyakit penyelaman yang sering dialami oleh para penyelam membutuhkan perhatian yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai gambaran pengetahuan penyelam personil angkatan laut dengan pelaksanaan SOP di Lantamal Ambon Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional analitik. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa 60% yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sedangkan 40% memiliki tingkat pengetahuan baik dalam pelaksanaan SOP penyelaman di Lantamal Ambon. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan personil angkatan laut LANTAMAL Ambon dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) kategori cukup. Kata kunci: penyelam; SOP; pengetahuan
Factors That Influence Non-Compliance with Lung TB Patients in OAT Consumption in Bula Health Center Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10304

Abstract

Lung TB is an infectious disease caused by a bacterial form (bacilli) known as Mycobacterium tuberculosis Zopf. based on the WHO Global TB Report 2018, it is estimated that the incidence of pulmonary TB in Indonesia reaches 842 thousand cases with a mortality rate of 107 thousand cases. This study aims to find out what factors are associated with non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT in Bula Health Center in 2020. This study uses a quantitative approach with a cross-section research design. Sampling is done by total sampling where the total sample size is 35 people, research instruments using questionnaires and data processed by SPSS program, and data analysis using chi-square with a significance level of 0.0. The results in this study are obtained a significant relationship between non-compliance with knowledge (p = 0.025), there is no significant relationship between non-compliance with education (p = 0.455), drug side effects (p = 0.815), and the role of PMO (p = 0.711). From these results, it can be concluded that knowledge can influence non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT while education, side effects of drugs, and the role of PMO does not affect non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT. Keywords: pulmonary tuberculosis; non-compliance ABSTRAK Penyakit TB Paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis Zopf. Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, diperkirakan insiden TB paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dengan angka mortalitas 107 ribu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT di Puskesmas Bula Tahun 2020. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah sampel sebanyak 35 orang, Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan data diolah dengan menggunakan program SPSS. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,0. Hasil dalam penelitian ini yaitu diperoleh ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pengetahuan (p=0,025), tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pendidikan (p=0,455), tidak ada hubungan yang signifikan antara ketidakpatuhan dengan efek samping obat (p=0,815), dan tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan peran PMO (p=0,711). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT sedangkan pendidikan, efek samping obat dan peran PMO tidak mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT. Kata kunci: TBC paru-paru; ketidakpatuhan
Analisis Pemberian ASI Eksklusif pada Program Gizi di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2018 Melva Saragi; Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10305

Abstract

Background: Provided exclusive breast-feeding is acknowledged highly purely, means in this case is a baby shall be fed at least for 6 months without any additional meal or other water drink. It is surely exclusive bread-feeding must be provided during 6 months for recognized contained the worthy nutrition to baby in aged 6 months. A baby as fed with ASI bread-feeding need not any additional meal or water drink such as sugar, juice or drinking water for 6 months. Objectives: The objective of this study is to analyze providing ASI exclusive breast-feeding is fed bases to the existence of HR, budget, facilities, public service, planning, empower in field, assessment, controlling, and supervision. Methods: In this research involved 4 people as informants they are Head of health center locally, program person in charge, KIA/KB program coordinator, and included 1 mother. The result indicated that HR specifically on ASI exclusive program there not available, unfortunately seen there was no special budget provided for ASI exclusive program. Noted that shortage facilities, there was no public service executive properly as required, not encouraged to involve public participated as due to, without budget planning, encouragement and implementation was so poor, there was no assessment as standard to program progress, there was no supervision outside building. For any control as required mainly only to specific planning and noted a few program specifically for mother of baby. It was suggestible to Head of health center and coordinator to specific program ASI exclusive breast-feeding usually prepare own program of planning routine on feeding of breast as required, and encourage to give a routine counseling in make internal supervision, and give valuable advices. Keywords: breast-feeding; health center; public services ABSTRAK Pendahuluan: ASI Eksklusif adalah menyusui bayi secara murni, yang dimaksud murni adalah bayi yang diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman yang lain. ASI Eksklusif harus diberikan selama 6 bulan karena ASI menyediakan nutrisi terbaik dan lengkap untuk bayi berusia 6 bulan. Bayi yang diberi ASI Eksklusif tidak diberikan makanan dan minuman tambahan seperti air gula, jus buah atau air putih selama 6 bulan. Tujuan: untuk menganalisis pemberian ASI Eksklusif dilihat berdasarkan SDM, Anggaran, sarana, pelayanan,masyarakat, perencanaan, penggerakan pelaksanaan, penilaian, pengawasan, dan pengendalian. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, Informan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang yaitu Kepala Puskesmas, penanggung jawab program, pelaksana program KIA/KB dan 1 orang ibu bayi, Analisis kualitatif dianalisis secara reduksi, tampilan data dan verifikasi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa SDM khusus untuk program ASI Eksklusif tidak ada, tidak ada anggaran khusus untuk program ASI Eksklusif, kurangnya sarana prasarana, pelayanan belum dijalankan secara keseluruhan, peran masyarakat masih kurang, tidak ada perencanaan secara khusus, penggerakan dan pelaksanaan masih kurang, penilaian ada berdasarkan pencapaian program, pengawasan di luar gedung tidak ada dan pengendalian yang akan dilakukan adalah membuat perencanaan khusus dan anggaran khusus serta membuat program khusus pembinaan ibu/sasaran. Kesimpulan: Belum berjalan dengan baik program ASI Eksklusif karena belum ada petugas khusus untuk ASI Eksklusif dan kurangnya perhatian dari pimpinan. Kata kunci: pemberian; ASI eksklusif; pusat kesehatan masyarakat
Terapi Latihan Pada Motor Delayed Akibat Hipotiroid di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Tahun 2016 Tuty Swarni Sinaga
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10311

Abstract

Motor delay is a condition that effects body functions or structure, and make limitation physical activities such as crawling, walking, grabbing or daily activities and may limit the participation and physical activites in children. One of the factors causing motor delayed is the hypothyroid hormone. Thyroid hormone has a vital role in the growth, metabolism, and regulation of body fluids. Thyroid hormone deficiency cause growth failure, and mental retardation. Early detection of motor delay can be done by using Denver Development Screening Test (DDST). This test is done with the purpose to follow the process of child development, to overcome early if found development delay. Physiotherapy is needed to deal with delays in motor development. Therapeutic exercise is one of the modalities of physiotherapy in motor improvement using body movement exercises either actively or passively. Keywords: motor delay; hypothyroid; therapeutic exercise ABSTRAK Motor delay adalah kondisi yang mempengaruhi fungsi tubuh atau stuktur, dapat membatasi aktivitas fisik seperti merangkak, berjalan, meraih atau aktivitas sehari-hari dan dapat membatasi partisipasi dan aktivitas fisik pada anak. Salah satu faktor yang menyebabkan motor delayed adalah hormon hipotiroid. Hormon tiroid memiliki peran vital dalam pertumbuhan, metabolisme, dan pengaturan cairan tubuh. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan, juga dapat mengakibatkan keterbelakangan mental pada penderitanya. Deteksi dini keterlambatan motorik dapat dilakukan dengan menggunakan DDST II (Denver Development Screening Test). Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengikuti proses perkembangan anak, dan mengatasi secara dini bila ditemukan keterlambatan perkembangan. Fisioterapi diperlukan untuk menangani keterlambatan perkembangan motorik. Terapi latihan adalah salah satu modalitas fisioterapi dalam proses perbaikan motorik dengan menggunakan latihan- latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. Terapi latihan yang diberikan oleh fisioterapi pada anak dengan hormon hipotiroid, diharapkan dapat memberikan kemajuan perkembangan pada anak tersebut sehingga dapat mencapai tingkat perkembangan yang seoptimal mungkin sesuai dengan usia anak. Kata kunci: motor delay; hormon hipotiroid; terapi latihan
Implementasi Pembelajaran Metode Seven Jumps Berbasis Model Theory Of Planned Behavior (TPB) Dalam Pencegahan Perilaku Seksual Pada Remaja Putri Dwi Purwanti; Suparji Suparji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10306

Abstract

Background: Sexual behavior is increasingly prevalent in teenagers with various consequences, one of which is teenage pregnancy. The impact of pregnancy, namely family disgrace, social exclusion, unwanted pregnancy sometimes ends in abortion which can lead to death, sexually transmitted disease HIV-AIDS. Lack of nformation and misconceptions about sexual behavior that they get from various media, try and have bad consequences. Various methods are used to provide understanding to adolescents, one of which is by learning the seven jumps method, learning based on problems by paying attention to several background aspects that influence the occurrence of this behavior. This study aims to develop a learning method of the seven jumps based on Theory of Planned Behavior (TPB) on the prevention of sexual behavior in young girls at SMK Dr. Soetomo Surabaya. Methods: This type of research was analytic observational, with cross sectional design. The population of the research was that of class XII and class XI girls at SMK Dr. Soetomo Surabaya, with a population size of 320. The sample size in the study was determined by the Rule of the Thumb formula, the sample size was 210 students. The independent variable in this research were seven jumps; theory of planned behavior and prevention of sexual behavior was the dependent variable. Collecting data using a questionnaire. Descriptive data analysis and inferential analysis with PLS (Partial Least Square) (factor loading ≥0.5 and t >1.96) Results: There was an influence of Social Factors on Perceived Behavior Control, Personal factors on Attitude Toward Behavior, Personal factors on Perceived Behavior Control, Personal Personal factor towards Subjective Norms, Information factor on Attitude Toward Behavior, Information factor on Perceived Behavior Control, Attitude Toward Behavior against seven jumps, Perceived Behavior Control against Seven Jumps, Subjective Norm against Seven Jumps, Seven Jumps on Intention of Sexual Behavior (t ˃1.96), and there was no influence of social factors on Subjective Norms, Social factors on Attitude Toward Behavior Information on Subjective Norms (t ≤1.96) Conclusion: background variables personal factors, social factors and information factors adhere to the three variables attitude behavior control, subjective norm and Perceived behavior control, while the three variables will affect the implementation of the seven jumps method, and the seven jumps will affect the intense prevention of sexual behavior. Keywords: seven jumps; theory of planned behavior; prevention of sexual behavior ABSTRAK Latar belakang: Perilaku seksual makin marak di lingkungan remaja dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya, salah satu nya adalah kehamilan remaja. Kurangnya informasi dan pemahaman yang salah tentang perilaku seksual yang mereka dapat dari berbagai media, mencoba dan berakibat buruk. Berbagai metode dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para remaja, salah satunya dengan pembelajaran metode seven jumps, belajar berdasarkan masalah dengan memperhatikan beberapa aspek latar belakang yang mempengaruhi terjadinya perlaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran metode seven jumps berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) terhadap pencegahan perilaku seksual pada remaja putri di SMK dr Soetomo Surabaya. Metode: Jenis penelitian analitik observasional, desain cross sectional. Populasi penelitian remaja putri kelas XII dan kelas XI di SMK dr Soetomo Surabaya, besar populasi 320. Besar sampel dalam penelitian ditentukan dengan rumus Rule of the Thumb, besar sampel 210 siswa. Variabel independen dalam peneliian ini adalah seven jumps; theory of behavior planned dan pencegahan perilaku seksual merupakan variabel dependen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara deskriptif dan analisis inferensial dengan PLS (Partial Least Square) (faktor loading ≥ 0.5 dan t > 1.96). Hasil: ada pengaruh faktor sosial terhadap perceived behavior control, faktor personal terhadap attitude toward behavior, faktor personal terhadap perceived behavior control, faktor personal terhadap subjective norm, faktor information terhadap attitude toward behavior, faktor information terhadap perceived behavior control, attitude toward behavior terhadap seven jumps, perceived behavior control terhadap seven jumps, subjective norm terhadap seven jumps, seven jumps terhadap intention perilaku seksual (t ˃ 1.96), dan tidak ada pengaruh faktor sosial terhadap subjective norm, faktor sosial terhadap attitude toward behavior information terhadap subjective norm (t ≤ 1.96) Kesimpulan: variabel latar belakang faktor personal, faktor sosial dan faktor informasi berpengaruh terhadap ke tiga variabel attitude behavior control, norma subyektif dan perceived behavior control, sedangkan ke tiga variabel tersebut akan mempengaruhi pelaksanaan metode seven jumps, dan seven jumps berpengaruh terhadap intense pencegahan perilaku seksual. Kata kunci: seven jumps; theory of behavior planned; pencegahan perilaku seksual
Analysis of Delays in Providing Outpatient Medical Record Files At the Ikur Koto Padang Health Center Yulia Fitriani; Dicho Zhuhriano Yasli; Dian Novita; Pujita Azura
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10312

Abstract

The process of providing a record file starts from the patient registration process to the file distribution process. The initial survey conducted at Puskesmas Ikur Koto Padang for the provision of files was often late which took ≥ 10 minutes. The purpose of this study was to analyze the delay in providing outpatient medical record files at Puskesmas Ikur Koto Padang. The research was conducted at Puskesmas Ikur Koto Padang on July 6 to 13, 2019. This type of research is qualitative with a phenomonological approach. The research was conducted by in-depth interviews with 1 head of administration, 1 medical record coordinator and 2 medical record officers, using voice recorder based on interview guidelines that have been made. Analysis of data processing using Collaizi. The results showed that the provision of outpatient medical record files at Puskesmas Ikur Koto Padang often experienced delays where there was a lack of medical record personnel in the filling section, unavailability of manual logbooks for medical record files/ tracer exits and lack of training to provide medical record files. The conclusion in this study is the delay in providing files is due to the lack of officers in the filling department, the absence of tracers and the absence of training in the provision of medical record files. Researcher's suggestions are expected to the Puskesmas to add officers who specialize in filling. It is hoped that training should be held on the provision of medical record files so that officers can be faster and in accordance with the predetermined time standards. Keywords: provision of files; outpatient ABSTRAK Proses penyediaan berkas rekam dimulai dari proses pendaftaran pasien sampai dengan proses pendistribusian berkas. Survei awal yang dilakukan di Puskesmas Ikur Koto Padang untuk penyediaan berkasnya sering terlambat yang memakan waktu ≥ 10 menit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa keterlambatan penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Ikur Koto padang. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ikur Koto Padang pada tanggal 6 sampai 13 Juli Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomonologi penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 1 orang kepala Tata Usaha, 1 orang Koordinator rekam medis dan 2 orang petugas rekam medis, dengan menggunakan alat perekam suara berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat. Analisis pengolahan data menggunakan Collaizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Ikur Koto Padang sering mengalami keterlambatan dimana kurangnya tenaga rekam medis dibagian filling, belum tersedianya buku catatan petunjuk keluar berkas rekam medis/ tracer dan kurang adanya dilakukan pelatihan untuk penyediaan berkas rekam medis. Kesimpulan pada penelitian ini adalah keterlambatan penyediaan berkas dikarenakan kurangnya petugas dibagian filling, tidak adanya tracer dan tidak adanya pelatihan dalam penyediaan berkas rekam medis. Saran peneliti diharapkan kepada Puskesmas untuk menambahkan petugas yang berkhususkan di bagian filling. Diharapkan perlu diadakan pelatihan-pelatihan tentang penyediaan berkas rekam medis agar petugas dapat lebih cepat dan sesuai dengan standar waktu yang telah ditentukan. Kata kunci: penyediaan berkas; rawat jalan

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue