cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Makna Puisi Kotoba (言葉) Karya Tanikawa Shuntaro: Analisis Semiotika Riffa Terre Nina Alia Ariefa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.845 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.202

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk untuk menemukan makna dalam puisi Kotoba karya Tanikawa Shuntaro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika dari Michael Riffaterre, yang meliputi proses pembacaan heuristik, lalu pembacaan hermeneutik berupa pencarian hipogram potensial, yang dilanjutkan dengan analisis matriks, model, dan hipogram aktual yang mengarah pada tujuan akhir penelitian ini yaitu penemuan makna pada puisi ini. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa tanda yang ada dalam puisi Kotoba karya Tanikawa Shuntaro memusat pada sebuah makna yaitu ‘ikatan’ yang terepresentasi dari kata kotoba yang bermakna ‘kata’. Kata Kunci – Puisi, Kotoba, Shuntaro Tanikawa, semiotika, RiffaterreAbstract - This research aims to find meaning in Kotoba poetry written by Shuntaro Tanikawa. The theory used in this research is the semiotics of Michael Riffaterre, which includes the aspects of heuristic and hermeneutic reading, the analysis of potential hipogram, which is followed by the analysis of the matrix, the model, and the actual hipogram that lead to the ultimate goal of this research which is the discovery of the meaning of this poetry. The results show that the sign in this poetry focuses on a meaning which is 'bond'. This meaning is represented from kotoba word which means ' word' . Keywords - Poetry, Kotoba, Shuntaro Tanikawa, semiotics, Riffaterre.
Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Konsep Diri Terhadap Kemampuan Mengajar Guru Taman Kanak-Kanak Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.018 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.207

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara kedua variabel bebas (kecerdasan emosi dan konsep diri) dengan variabel terikat (kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak). Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh guru Taman Kanak-Kanak se-Kecamatan Larangan Tangerang (jumlah guru sebanyak 310 orang). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi (X1) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak (Y), koefisien korelasi antara kecerdasan emosi (X1) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak sebesar 0, 32. Melalui uji-t diperoleh thit sebesar 2,48 lebih besar dari pada ttab sebesar 1,67 sehingga koefisien korelasi (ry1) dinyatakan signifikan. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X2) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak, koefisien korelasi antara konsep diri X2 dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak (Y) sebesar 0,48. Melalui uji-t diperoleh thit sebesar 3,98 lebih besar dari pada ttab sebesar 1,67 sehingga koefisien korelasi (ry2) dinyatakan signifikan. (3) Koefisien korelasi ganda secara bersama-sama antara kecerdasan emosi dan konsep diri dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak diperoleh (Ry12) sebesar 0,48. Pengujian signifikansi melalui uji F diperoleh Fhit sebesar 8,00 lebih besar dari pada Ftab sebesar 3,18 sehingga koefisien korelasi ganda (Ry12) dinyatakan signifikan berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi dan konsep diri secara bersama-sama semakin tinggi juga kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi dan konsep diri semakin rendah juga kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak.Kata Kunci - Kecerdasan Emosi, Konsep Diri, Kemampuan Mengajar Guru TK Abstract - This study aims to find out about the relationship between the two  independent variables(emotional intelligence and self-concept) with the dependent variable(the ability of teachers to teach kindergarten).The population in this study is the entire kindergarten teacher as Tangerang District Larangan(the number of teachers as much as310 people).The results of this study concluded that: (1) There is a significant relationship between emotional intelligence(X1) with the ability to teach a kindergarten teacher(Y), the coefficient of correlation between emotional intelligence(X1) with the ability to teach a kindergarten teacher (Y) at 0,32. Through the t-test of 2.48 obtained t-calculate is greater than-table correlation coefficient f1.67 (ry1) expressed significant. (2 )There is a significant relationship between self-concept (X2) with the ability of teachers to teach kindergarten, the correlation coefficient between self-concept X2 with the ability to teach a kindergarten teacher(Y) at 0,48. Through the t-test of 3.98 obtained Thit is greater than that-table correlation coefficient of 1.67(ry2) expressed significant. (3)The coefficient of multiple correlation jointly between emotional intelligence and self-concept and ability to teach a kindergarten teacher was obtained (Ry12) of 0.48. Testing the significance of F-calculate obtained through the F-test of 8.00 greater than 3.18 so F-table for multiple correlation coefficient(Ry12) revealed a significant means that the higher the emotional intelligence and self-concept together the higher the ability of teachers to teach kindergarten as children.Conversely, the lower the self-concept of emotional intelligence and the lower the ability of teachers to teach kindergarten.Keyword – Emotional Intelligence, Self Concept, Teaching Skills Kindergarten Teachers
Peran Neurolinguistik dalam Pengajaran Bahasa Tri Budianingsih
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.282 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.203

Abstract

Abstrak-Pertama kali peneliti mengetahui peran neurolinguistik dalam pengajaran bahasa sempat mengalami kebingungan dalam memahami peran tersebut, karena penamaan yang terdengar asing bagi peneliti yang belum pernah didengar sebelumnya, tapi setelah peneliti memahami dan mengetahuinya peneliti mulai tertarik dalam penerapannya di dalam kelas dalam proses belajar mengajar. Metode ini sangat menerapkan pemahaman bahasa dalam otak kanan dan otak kiri manusia, memahami bahasa sasaran atau bahasa asing dengan menggunakan otak kiri atau otak kanan, hal ini dapat diketahui dalam makalah ini. Dari uraian tersebut dapat didefinisikan bahwa Neuro Linguistic Programming merupakan sebuah model yang memprogram interaksi antara pikiran dan bahasa (verbal dan nonverbal) sehingga dapat menghasilkan pikiran dan perilaku yang diharapkan. Kata Kunci: Neurolinguistict, Language Teaching, Right Brain and Left Brain Abstract - The first time researchers know the role of neurolinguistics in language teaching was confused in understanding the role, because the naming that sounds unfamiliar to researchers who have never heard before, but after researchers understand and find out researchers began to be interested in the application in the classroom in the learning process.  This method greatly applies the understanding of language in the right brain and the human left brain, understand the target language or foreign language using the left brain or right brain, this can be known in this paper. From the description can be defined that Neuro Linguistic Programming is a model that program the interaction between the mind and language (verbal and nonverbal) so as to generate thoughts and behaviors that are expected. Keywords: Neurolinguistik, Pengajaran Bahasa, Otak Kanan dan Otak Kiri
Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. AE Andri Hadiansyah; Rini Purnamasari Yanwar
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.588 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.204

Abstract

Abstrak - Untuk dapat mencapai hubungan yang sinergis, perusahaan harus dapat memperhatikan pola kinerja karyawannya. Karyawan yang bermutu dan dapat menghasilkan kinerja yang tinggi adalah karyawan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. Peran yang sangat vital dalam mewujudkan prestasi kinerja seorang karyawan adalah dirinya sendiri. Bagaimana dia memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi untuk dapat memberikan pengaruh positif pada lingkungannya. Karyawan yang memiliki pemikiran yang luhur mengenai pekerjaannya dapat bekerja dengan tulus. Suatu pandangan dan sikap terhadap kerja dikenal dengan istilah etos kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji teoritik mengenai pengaruh etos kerja terhadap kinerja karyawan PT. AE. Untuk menguji pengaruh variabel etos kerja terhadap kinerja karyawan digunakan analisis regresi linear berganda dengan menyebar 132 kuesioner pada karyawan PT. AE. Setelah dianalisis didapat hasil R square 0.724 dengan signifikansi (p<0.05), yang berarti etos kerja memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 72.4%. Kata Kunci: Etika Kerja, Performa Kerja  Abstract - To be able to achieve a synergistic relationship, the company should be able to notice employee performance. Employees who are qualified and able to produce high performance is needed by the organization. A very vital role in realizing the achievement of the performance of an employee is himself. How does he have the spirit and high work ethic to be a positive influence on the environment. Employees who have lofty thoughts about the job can work sincerely. An outlook and attitude towards work is known as the work ethic. This study aims to perform a theoretical test on the effect of the work ethic on the performance of employees of PT. AE. To test the effect of variables on the performance of the employee's work ethic multiple linear regression analysis was used, by spread 132 questionnaires to employees of PT. AE. Having analyzed the results obtained R square 0.724 with 0.000 significance (p <0.05), which means the work ethic significant influence on employee performance amounted to 72.4%. The dominant aspect of the work ethic that effect the performance is the view of work is trustworthy. Keywords: Work ethic, Employee performance
Harapan Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Radhiya Bustan; Nurfadilah Nurfadilah; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.931 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.205

Abstract

Abstrak - Orang tua masa kini, terutama yang berada di kota besar  semakin dihadapkan pada tantangan yang sulit dalam mengasuh dan mendidik anak karena orangtua tidak hanya menghadapi tantangan yang timbul seiring dengan perkembangan anak dalam setiap siklus kehidupannya (Carter & McGoldrick dalam Craig,1986), tapi juga harus berjuang menghadapi kondisi politik, sosial dan ekonomi yang berpotensi besar melemahkan kemampuan mereka untuk memberikan dukungan yang tepat untuk anak-anak (Evans, Judith L, 2006).  Para orangtua, khususnya orangtua yang memiliki anak usia dini memiliki banyak cara untuk mengoptimalkan peran pengasuhan mereka, salah satunya adalah dengan melibatkan asisten rumah tangga, baby sitter, ataupun dengan keluarga mereka yang lain. Akibatnya, hal ini juga mempengaruhi peran serta orangtua dalam pendidikan anak di dalam lembaga pendidikan pun menjadi berkurang meskipun banyak dari mereka yang mengetahui bahwa pendidikan anak usia dini yang pertama dan  utama terletak pada orangtua. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian mengenai harapan orangtua terhadap pendidikan keorangtuaan. Peneliti memilih untuk fokus kepada ayah dan ibu yang bekerja serta memiliki anak usia dini (2-6 tahun) saja karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat pesat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Kuesioner dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk pertanyaan tertutup dan dilengkapi dengan pertanyaan terbuka untuk memperoleh informasi yang perlu diperdalam. Penelitian ini dilakukan di PAUD Al Azhar Pusat dengan populasi penelitian sejumlah 289 orang. Sementara yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 30 orangtua murid TK Al Azhar Pusat yang terdiri dari Toddler, Play Group, TK A, dan TK B.Pengolahan data hasil survey yang dilakukan kepada 30 orang responden yang terdiri dari Ibu (86,7%), ayah (6,7%) dan wali (6,7%) ini menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut : 33% kegiatan Pelatihan yang paling mungkin dilakukan, diskusi kelompok kecil dengan pakar  (17%), dilibatkan sebagai pendamping guru (13%) dan talkshow (7%). Abstract – These days parents, especially the one who lives in a big city, often faced with big challenges in caring and nurturing their children. The challenges not only about development problem as the children grown up (Carter & McGoldrick dalam Craig,1986) but also about politics, social and economy which affected the parenting’s capabilities become weaken (Evans, Judith L, 2006). Parents, especially who has preschooler children, have strategies to optimizing the parenting’s role, one of them is  by involving household assistance, baby sitter, or extended family. As the result, these also affected their involvement in children education eventhough most of them have known that parents are children’s first and primary caregiver.Those backgrounds has led us, as researchers, to do a research about Parents’s Hope in Parenting’s education. Research target are dual worker spouse who has children about 2-6 years old. Researcher choose the early childhood stage because on this stage chidren has a spurt growth and development. This survey research, is a quantitative research, which has closed questions and complimentary with open question to get deeper information The survey questions asked the parents to choose what kind of topics and forms of parenting program that they hope to be held in the earlychildhood institution. The research took place in centre Al Azhar which has total population 289 people. Data processing of this survey is descriptive analysis and has involved 30 parents  from kindergarten, toddler, and playgroup in centre Al Azhar which consist of  mothers (86,7%), fathers (6,7%) and others (6,7%) as the respondents. The findings shown that 33% of the parents are hoping for training activity, 17% hoping for small discussion group with experts, 13% hoping for collaboration with teacher’s role, and 7% hoping to have a talkshow. Keywords: Parents hope, parenting early childhood children, early childhood education
Kesadaran dan Pengetahuan untuk Penanganan Awal Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga PAUD Pesanggrahan Jakarta Siti Rahmawati; Masni Erika Firmiana; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.125 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.206

Abstract

Abstrak - Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini sudah semakin tersebar di seluruh Indonesia. Begitu pentingnya PAUD, sehingga menjadi salah satu tujuan penting dalam pembangunan di Indonesia. Seperti tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan (Abdurrachman, 1994:2) termasuk juga anak-anak. Tidak hanya anak-anak yang berada dalam kondisi normal, bahkan juga anak yang memiliki keterbatasan atau biasa disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sayangnya belum semua pendidik PAUD memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali dan menangani ABK dengan benar. Untuk perlu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut.Suran & Rizzo (dalam Mangunsong, 2008:3) menyatakan bahwa anak yang tergolong luar biasa atau memiliki kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan berbeda dalam beberapa dimensi yang penting dari fungsi kemanusiaannya. Intervensi sosial didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk membantu orang per orangan atau kelompok, atau keluarga, atau komunitas dalam konteks kehidupan sosial (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Model evaluasi Kirkpatrick adalah model evaluasi pelatihan yang menggunakan empat level dalam mengkategorikan hasil-hasil pelatihan. Empat level tersebut adalah level reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil. (1959, dalam  Kirkpatrick, 2006)Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan model evaluasi pelatihan KirkPatrick, dan pre-post treatment. Sebelum pelaksanaan pelatihan, para peserta akan diberikan pre-test dan setelah kegiatan, para peserta akan mengerjakan post test. Sumber datanya adalah para pendidik PAUD dalam lingkungan HIMPAUDI Kecamatan Pesanggrahan yang mengikuti kegiatan pelathan ini. Berdasar hasil Pre dan Post test diketahui bahwa persentase mean pre test adalah 68,78%, artinya nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum pelatihan adalah adalah 68, 78, sementara diperoleh hasil post test sebesar 90,68 % yang berarti bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta setelah pelatihan adalah 90,68. Hal ini berarti materi yang diberikan dapat diterima dengan sangat baik oleh peserta, terlihat dari peningkatan persentase rata-rata pengetahuan pre test – post testKegiatan pelatihan ini dapat disimpulkan berjalan dengan baik. Untuk kegiatan selanjutnya, diharapkan bisa melakukan semua tahapan dari KirkPaatrick, mempertimbangkan kalender akademik PAUD dan dilakukan dalam skala yang lebih besar dan bertahap. Kata Kunci  – Training, Pendidikan Anak Usia Dini, Guru Pendidikan AUD, Anak Berkebutuhan Khusus Abstract - Early Childhood Education Institutions (PAUD) is now increasingly spread throughout Indonesia. Once the importance of early childhood, so it becomes one of the important goals in development in Indonesia. As stated in the 1945 Constitution article 31 stating that every citizen is entitled to education (Abdurrachman, 1994: 2) as well as children. Not only children who are in normal condition, even children who have limitations or so-called Children with Special Needs (ABK). Unfortunately not all PAUD educators have the basic knowledge and skills to recognize and handle the crew properly. To need training to improve the knowledge and skills.Suran & Rizzo (in Mangunsong, 2008: 3) states that children who are extraordinary or have special needs are children who are significantly different in some important dimensions of their humanitarian function. Social intervention is defined as an act aimed at helping an individual or group, or family, or community in the context of social life (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Kirkpatrick's evaluation model is a training evaluation model that uses four levels in categorizing training outcomes. These four levels are the level of reaction, learning, behavior and results. (1959, in Kirkpatrick, 2006).The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity. The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity.Based on the results of Pre and Post test it is known that the mean pre test percentage is 68.78%, meaning that the average score of participants' knowledge before the training is 68,78 while the post test result is 90.68% which means that the mean participants' knowledge after training is 90.68. This means that the material given is very well received by the participants, as evidenced by the increase in the average percentage of pre - test - post test knowledgeThis training activity can be concluded to run well. For subsequent activities, it is expected to perform all stages of KirkPaatrick, consider the academic calendar of early childhood and be done on a larger and gradual scale. Keywords - Training, Early Childhood Education, Early Childhood Teacher, Special Needs Children
Productivity and Blocking dalam Sistem Morfologi Bahasa Arab Zaqiatul Mardiah; Ahmad Khorin Junaedi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.831 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.201

Abstract

Abstrak - Bahasa Arab adalah bahasa yang produktif, berdasarkan pada akar dan pola, dan sistem kata dan paradigma. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap produktivitas formasi kata baru dalam bahasa Arab. Namun, dalam menggambarkan produktivitas, ada faktor pemblokiran yang berfungsi sebagai penghalang produktivitas. Penelitian ini menjelaskan dan menjelaskan bentuk atau pola yang keberadaannya diblokir oleh bentuk lain yang tidak mengikuti pola standar.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan dalam analisis data. Temuan dianalisis berdasarkan teori yang relevan. Ringkasan dari temuan tersebut adalah tujuan penelitian ini. Teori tentang qawaidul I'lal dari Al Ghulayaini (1994) dan Sulaiman (1995), di nahwu al asri, digunakan sebagai teori referensi dalam penelitian ini, sedangkan data diambil dari majalah Alo Indonesia edisi 104.Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa Arab memiliki 7 jenis bentuk atau perubahan pola yang melanggar aturan wazan. Perubahan pola semacam ini menjadi faktor pembatas bagi generasi pola sebenarnya. Memang, pola ini adalah pola yang sering digunakan secara produktif. Dalam istilah bahasa Arab, pola tersebut dikenal sebagai qawa idul I'lal. Mereka adalah (1) i`la: l bi al-qalb, ada dalam 124 kata, (2) i`la: l bi al-hadf, ada dalam 56 kata, (3) i'la: l bi al-taskin adalah dalam 9 kata, (4) i`la: l bi al-naql ada dalam 21 kata, (5) i`la: l bi al-naql wa al-qalb ada dalam 27 kata, dan (6) i`la : l bi al-naql wa al-hadf, ada dalam 10 kata, dan juga (7) 'i`la: l bi al-naql wa al-qalb wa al-hadf ada dalam 1 kata. Kata Kunci – Kata dan Paradigma, Morfologi, Produktivitas, Pemblokiran, I’lal Abstract - Arabic is a productive language, based on root and pattern, and word and paradigm system. In relation to it, this research aims to reveal the productivity of new word formation in Arabic. However, in describing the productivity, there is a blocking factor that serves as a barrier for the productivity.  This reseach describes and explains the forms or patterns whose existence are blocked by other forms which do not follow a standard pattern.This research is a library research which use qualitative approach. The descriptive methods are used in the data analysis. Findings are analyzed based on the relevan theory. The summary of the findings are the goal of this study. Theory about qawaidul I’lal from Al Ghulayaini (1994) and Sulaiman (1995), in nahwu al asri,  are used as a reference theory in this study, while the data are drawn from Alo Indonesia magazine 104 edition. The results of analysis reveal that Arabic has 7 type of form or pattern change that violate the apply wazan rules. These kinds of pattern change become a block factor for the generation of the true pattern. Indeed, these patterns are the one that are frequently used in a productive way. In Arabic term, those pattern are well known as qawa-idul I’lal. They are (1) i`la:l bi al-qalb, exist in 124 words, (2) i`la:l bi al-hadf, exist in 56 words, (3) i`la:l bi al-taskin is in 9 words, (4) i`la:l bi al-naql is in 21 words, (5) i`la:l bi al-naql wa al-qalb is in 27 words, and (6) i`la:l bi al-naql wa al-hadf, exist in 10 words, as well as (7) 'i`la:l bi al-naql wa al-qalb wa al-hadf is in 1 word. Keywords -  Word and paradigm, morfologi, productivity, blocking, I’lal

Page 1 of 1 | Total Record : 7