cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Implementasi Pembentukan Karakter Multikultural Santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo Ach Muzairi Amin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.841

Abstract

Artikel ini akan menguraikan tentang implementasi pembentukan karakter multikultural santri di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo. Pesantren ini menerapkan sistem pengajaran tradisional dan campuran dengan mengintegrasikan atau memadukan sistem kurikulum diniyah dengan sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Dengan latar belakang santri yang multikultural, pesantren terus berupaya melakukan langkah-langkah variatif mewujudkan SDM berkualitas, terutama dalam memformulasikan implementasi pembentukan karakter multikultural dari generasi ke generasi. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih dalam penelitian ini. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan triangulasi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pertama; perencanan pembentukan karakter multikultural santri di Pondok Riyadlus Sholihin direncanakan berdasarkan tujuan, visi dan misi pesantren yang jelas, serta terintegrasi dengan muatan kurikulum pesantren berbasis kitab salaf dalam semua proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kedua; implementasi pembentukan karakter multikultural dikalangan santri dilakukan secara masif dan intensif (istiqamah) melalui pendidikan formal dan non formal serta kegiatan ekstrakurikuler dan takhassus baik secara harian, mingguan, bulanan maupun tahunan. Hal inilah yang menjadi ciri khas terwujudnya karakter multikultural santri pesantren Riyadlus Sholihin. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dimaksudkan selalu menunjang penguatan religiusitas dan spiritualitas, serta selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter.
Transformasi Budaya Aswaja di Pesantren Aminatuz Zahroh
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.853

Abstract

Pesantren merupakan salah satu potret institusi penting dan merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga, yang sangat strategis dalam membentuk budaya.[1] Di antara nilai-nilai positif tersebut adalah nilai-nilai ahlus sunnah wal jamā’ah (Aswaja). Transformasi budaya pesantren berbasis Aswaja perlu dilakukan di tengah maraknya issu-issu nasional tentang salafisme, fundamentalisme, radikalisme dan terorisme. Salafisme nampak cenderung kearah fundamentalisme agama dan radikalisme agama, yang berujung pada wacana terorisme dalam Islam.[2] Sayangnya, proses transformasi budaya Aswaja di pesantren banyak mengandalkan pembiasaan dan kurang memperhatikan internalisasi dan institusionalisasi. Sebagai konsekwensinya, pengetahuan dan kompetensi mayoritas santri tentang Aswaja Nahdhiyyah, hanya sekedar amaliyah nya saja seperti istighātsah, tahlīl dan membaca al Qur’an surat yāsīn. Agenda permasalahan yang penting diperbincangkan adalah bagaimana realitas transfomasi budaya Aswaja di pesantren? Bagaimana respon internal dan eksternal pesantren terhadap transformasi tersebut? Bagaimana proses transformasi budaya Aswaja yang seharusnya dilakukan di pesantren? Tulisan ini berusaha menawarkan jalan keluar (way out) dari permasalahan tersebut
Majelis Taklim sebagai Transformator Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya pada Komunitas Muslimah Urban Triana Rosalina Noor; Isna Nurul Inayati; Maskuri Bakri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.797

Abstract

Salah satu wadah untuk menuntut ilmu agama Islam adalah majelis taklim, terlebih di era globalisasi yang mengarah pada kehidupan hedonisme, materialisme dan individualisme. Kegiatan majelis taklim tidak terikat waktu dan bisa dihadiri oleh semua lapisan masyarakat. artikel ini menggambarkan majelis taklim sebagai transformator pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya di masyarakat. Artikel ini adalah hasil riset yang dilakukan di Majelis Taklim Husnul Khotimah, Surabaya melalui pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumen dengan melibatkan lima orang secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan terjadinya proses pengembangan kelembagaan di Majelis Taklim Husnul Khotimah dari awal hanya sebagai lembaga pendidikan agama kelompok kecil warga menjadi sebuah lembaga yang lintas kawasan yang telah mengalami diversifikasi fungsi menjadi lembaga sosial melalui kegiatan-kegiatan filantropi dan pemberdayaan ekonomi melalui program bank sampah yang dicanangkan. Majelis taklim Husnul Khotimah juga berperan sebagai tempat silaturahmi antar sesama warga dan tempat pengembangan kreativitas para muslimah. Melalui majelis taklim terinternalisasi nilai-nilai sosial bermasyarakat yang baik seperti nilai kasih sayang, tolong menolong, tanggung jawab khususnya pada kondisi masyarakat kota yang majemuk.
Internalisasi Pendidikan Agama dalam Membentuk Masyarakat Madani Dinil Abrar Sulthani
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.813

Abstract

This paper discusses the phenomena and dilemmas of society that are selfish and ignore interactions with society. Sometimes the role of religious education is considered insignificant in overcoming every problem in society. Especially in eras of growing; information and technology, so that the internalization of the value of religious education is obscure. The purpose of this paper is to describe in full the concepts and values of religious education that are relevant to every condition of the era. Thus, the achievements of internalization of religious education can form civil society. This paper uses a literature study method, a qualitative approach with relevant references. The results of this paper state that religion can be a solution to every human problem. Religious education has an important position in every series of community activities. The conclusion of this paper is that civil society can be realized by internalizing the value of religious education; such as educational efforts, supervision, and friendship.
Analisis Pengelolaan Pendidikan Berbasis Nilai Pesantren Melalui Program Wajib Belajar Diniyah Jenjang SMP Negeri di Kabupaten Sumenep Khoirul Asiah; Ike Yuli Mestika Dewi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.741

Abstract

Artikel ini hendak memperoleh gambaran secara lebih detail tentang manejemen pengelolaan program wajib belajar pendidikan diniyah di Kabupaten Sumenep untuk jenjang SMP secara obyektif, serta model-model pelaksanaan yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan menengah. Artikel ini akan mengungkapkan dengan jelas karakteristik manejemen pengelolaan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan menengah di Kabupaten Sumenep, sehingga program ini bisa berdampak terhadap pengembangan karakter keagamaan anak didik. Artikel ini merupakan riset lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun temuan artikel ini adalah berupa program wajib belajar diniyah di Kab. Sumenep. Secara khusus, program dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan mengacu pada Peraturan Bupati Sumenep Nomor 15 Tahun 2016 yang kemudian diturunkan dalam bentuk juknis Pelaksanan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah. Sementara pada 2020, program ini diperkuat dengan penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep, nomor 4 Tahun 2020, tentang Pengelolaan Pendidikan Diniyah. Adapun pengelolaan program wajib diniyah, baik di SMPN 1 maupun SMPN 2 Sumenep, dilaksanakan dengan mengawinkan dua opsi yang memang ditawarkan dalam Juknis, yaitu dilaksanakan secara mandiri dan non mandiri. Baik antara pihak SMPN dengan mitra memiliki peran yang berbeda dan sama-sama memperkuat keberlangsungan program ini. Pihak sekolah fokus pada fasilitas dan sarana, sementara mitra fokus pada guru dan pembelajaran.
The Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Technological Pedagogical Content Knowledge antara MTs Billingual Muslimat dan MTs al-Muawwanah Hakka Ahmadia Mustawa; Munawir Munawir
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.859

Abstract

This research aims to analyze the perception of teachers in the 21st century in technological pedagogical content knowledge (TPACK). The method in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation instruments, interviews, and also surveys through the Googleform application. There were 12 informants in this study consisting of 6 Islamic teachers at MTs al-Muawwanah Sidoarjo and 6 Islamic teachers at MTs Billingual Muslimat NU Sidoarjo. The results of this study indicate that teachers who are in the school have perceptions with good categories in the use of the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) model. In this study also found that some of these teachers have problems in applying TPACK. The problem depends on the completeness of school facilities and infrastructure.

Page 1 of 1 | Total Record : 6