cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
The Impact of USAID IUWASH Program on Improving Clean Water and Proper Sanitation in North Sumatra Anastasya, Millenia Putri; Padmi, Made Fitri
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7688

Abstract

This study aims to analyze the impact of USAID IUWASH programme to the clean water, sanitation and hygiene problems in Indonesia especially in North Sumatera. The United States government country, through USAID distributes aid in the form of grants. This research applies a qualitative research method, the collected data were analyzed using international cooperation theory and Official Development Assistance concept. The results of this study found that the government of Indonesiaalso joined the USAID for increase the clean water, sanitation, and hygiene. The USAID IUWASH programme is effective in improving clean water, sanitation, andhygiene in North Sumatera, referring to the results of the data of USAID IUWASHand interviewee with Regional Manager USAID IUWASH of North Sumatera, headof facilities and infrastructure Bapperida of Simalungun, and local resident of North Sumatera
Penguatan Ekonomi Lokal Thailand Melalui Global Value Chain (GVC) Ekspor Buah Tropis Surya, Prayoga Adhi; Wijayati, Hasna; Widhiyoga, Ganjar
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7653

Abstract

GVC memberikan banyak keuntungan bagi negara yang menerapkan sistem tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara yang terlibat GVC, terutama bagi negara berkembang. Thailand memiliki potensi buah tropis yang sangat besar dan dapat memproduksi buah tropis dengan kualitas yang baik. Hal tersebut membuat ekspor buah tropis Thailand dalam penguatan GVC memiliki posisi yang relatif signifikan di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan ekonomi lokal Thailand melalui Global Value Chain (GVC) ekspor buah tropis pada tahun 2017-2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori perdagangan internasional serta konsep dari Global Value Chain (GVC) membahas partisipasi buah tropis Thailand Dalam GVC dan pengaruhnya terhadap penguatan ekonomi lokal. Hasil dari penelitian ini menunjukan GVC buah tropis Thailand memberikan pengaruh dalam produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Terlepas dari kendala yang ada, Thailand memegang posisi yang relatif signifikan dalam GVC buah tropisnya, terutama pada komoditas durian dan mangga. Melalui GVC dan adanya aktivitas ekonomi yang lebih intensif, buah tropis Thailand turut berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) negara Thailand di daerah produksi terbesarnya, serta menciptakan banyak lapangan kerja terutama bagi petani kecil. Hal tersebut juga didukung dengan adanya lingkungan kebijakan yang mendukung peningkatan perekonomian.  
Internasionalisasi Bahasa Indonesia: Upaya BIPA Dan Fenomena Penurunan Minat Bahasa Indonesia di Australia Tahun 2020-2024 Fithriana, Arin; Putri Karamina, Fadiah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7774

Abstract

 Internationalization of Bahasa Indonesia conducted to build a positive image of the country. One of the ways to achieve this is by implementing the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program. Australia is one of the countries that has many BIPA teaching institutions. However, there is a fluctuating phenomenon that tends to decrease the interest in learning Indonesian in Australia. Therefore, this research aims to find out how Indonesia's efforts to internationalize Indonesian language in Australia in 2020-2024 through the BIPA program. To achieve this goal, this research uses a qualitative approach in its analysis and will explain the results obtained in the form of descriptions using the liberalism paradigm with the concept of Internationalization and Nation Branding. The results show that the use of diaspora, the implementation of cultural and language promotion programs, the use of digital media and technology have been carried out by Indonesia. Seeing the fluctuating phenomenon tends to decrease interest in learning Indonesian that occurs in Australia. So the Internationalization of Indonesian language is still a form of potential soft power, so that it is important for the state to continue to make communication efforts in nation branding which will then gradually be able to build the image of the country. Keywords: BIPA, Nation Branding, Indonesia, Australia, Cooperation 
Digital Nomad Visa as a Development Instrument for Indonesian Tourism Diplomacy Damayanti, Christy; Nugroho, Agung Yudhistira; Rohmadiena, Qonitah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7762

Abstract

Visa Digital Nomad di Indonesia muncul seiring berkembangnya teknologi   informasi dan komunikasi. Terminologi digital nomad berasal dari para remote workers yang kebanyakan bekerja dalam sektor digital, di mana para pelaku remote workers dapat mengerjakan pekerjaan mereka dari mana saja, tanpa terikat ruang, sejauh tersedia jaringan digital. Para remote workers yang menyebut diri mereka sebagai digital nomad ini, biasanya akan tinggal di suatu wilayah yang memiliki daya tarik wisata. Hal ini didorong oleh kemampuan mereka untuk bekerja di mana saja, sehingga mereka bisa memilih tempat yang nyaman untuk bekerja sekaligus mengusung ide work-life balance. Tren pekerja digital nomad ini semakin menjamur di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Pemerintah Indonesia, dalam hal in Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melihat fenomena ini sebagai peluang bagi pengembangan pariwisata Indonesia dalam mengusung digital nomad tourism. Penelitian ini bertujuan meneliti bagaimana peran kebijakan Visa Digital Nomad sebagai instrumen pengembangan diplomasi pariwisata Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data-data yang telah telah dikumpulkan dan dipilih ini lalu akan diproses untuk diolah dalam tahap pengolahan data. Data yang paling relevan serta mampu mendukung penelitian akan diproses untuk dilakukan analisis sehingga didapatkan hasil penelitian yang paling sesuai. Data-data tersebut dianalisis dengan interpretasi menggunakan landasan teori yang dari landasan konseptual. Analisis data yang diperoleh lalu disajikan dengan disesuaikan pada tujuan dan perumusan masalah yang telah ditentukan dalam penelitian.Kata Kunci : Visa Digital Nomad, pariwisata, remote worker, diplomasi pariwisataAbstract The Digital Nomad Visa in Indonesia emerged along with the development of information and communication technology. The term digital nomad comes from remote workers who mostly work in the digital sector, where remote workers can do their work from anywhere without being bound by space, as long as a digital network is available. These remote workers, who call themselves digital nomads, will usually live in an area that has tourist attractions. This is driven by their ability to work anywhere, so they can choose a comfortable place to work while promoting the idea of work-life balance. This trend of digital nomad workers is increasingly mushrooming in various regions, including Indonesia, as the COVID-19 pandemic hits the world. The Indonesian government, in this case the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf), sees this phenomenon as an opportunity for the development of Indonesian tourism by promoting digital nomad tourism. This research aims to examine the role of the Digital Nomad Visa policy as an instrument for developing Indonesian tourism diplomacy. This research is qualitative. The data that has been collected and selected will then be processed in the data processing stage. The data that is most relevant and able to support research will be processed for analysis so that the most appropriate research results are obtained. These data were analyzed by interpretation using a theoretical basis based on a conceptual basis. The analysis of the data obtained is then presented in accordance with the objectives and problem formulation that have been determined in the research. Keywords: Digital Nomad Visa, tourism, remote workers, tourism diplomacy 
Diplomasi Koersif India Terhadap Pakistan Dalam Sengketa Wilayah Kashmir 2019-2020 Basir, Rosdiana
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7676

Abstract

Penelitian ini membahas konflik antara India dan Pakistan terkait wilayah Kashmir, fokus pada upaya diplomasi koersif India dalam mencabut hak istimewa Kashmir melalui Pasal 370 dan Pasal 35A pada tahun 2019. Diplomasi koersif merupakan tindakan mengancam dan memaksa untuk mencapai tujuan negara. Meskipun India menggunakan pendekatan ini untuk mengintegrasikan Kashmir ke dalam negaranya, konflik antara India dan Pakistan terus berlanjut sejak dekade 1940-an. Meskipun diplomasi koersif India memiliki peran signifikan dalam penyelesaian sengketa dengan Pakistan, konflik masih berlanjut karena Pakistan mendukung masyarakat Muslim Kashmir dan membawa isu ini ke forum internasional. Dengan demikian, diplomasi koersif India belum sepenuhnya berhasil menyelesaikan konflik Kashmir antara India dan Pakistan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5