cover
Contact Name
Doni Septian
Contact Email
doni.septian@stainkepri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
doni.septian@stainkepri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu
ISSN : 26567202     EISSN : 26556626     DOI : -
Jurnal Perada fokus pada kajian keislaman di kawasan Melayu. Kajian utama jurnal Perada meliputi: Studi Islam di Melayu: meliputi kajian Alquran dan tafsir, hadis, syariah, tarbiyah, dakwah, sosiologi agama, sejarah serta disiplin ilmu lain yang terkait kajian kawasan Melayu. Pemikiran Islam: meliputi kajian tentang pemikiran tokoh-tokoh Islam di Melayu. Kajian Kemelayuan: meliputi adat istiadat, sejarah, khazanah dan lainnya yang berkembang di Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
POLITICAL BUZZERS FROM ISLAMIC LAW PERSPECTIVE AND ITS IMPACT ON INDONESIAN DEMOCRACY Suud Sarim Karimullah; Arif Sugitanata; Aufa Islami
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v5i2.616

Abstract

This research aims to stabilize conductivity in society so that this study will look at the impact of political buzzers on the development of ongoing democracy in Indonesia from the Islamic law perspective. In addition, this research not only explores political buzzers' problems clearly but also seeks to provide critical and reflective notes on previous studies. This study uses a qualitative approach with the type of research used is virtual ethnography because this study examines the phenomenon of society with virtual-based new media through the literature analysis method as a data collection technique by applying a critical paradigm which is analyzed with the analytical-descriptive pattern. Then the results of this study state that the phenomenon of the political buzzer is considered to have created a hegemony that the way of doing politics with the mechanism of attacking each other or provoking is the right way of politics. Therefore, the behaviour carried out by political buzzers has violated the provisions of Islamic law. In addition, the political buzzer also destroys the political ideology of future generations and the development of democracy in Indonesia.
KRISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA Mochammad Harun Rosyid
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v5i2.618

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bahwasanya meskipun minat masyarakat terhadap acara tablig akbar atau pengajian sangat tinggi, tetapi pada dasarnya mereka meniatkan dalam acara tersebut bukan mencari ilmu, tapi mencari pahala tanpa memperdulikan siapa tokoh atau ustadz yang menjadi pembicara pada acara tersebut. Ada ustadz yang mengajarkan sebuah kebaikan dan ada juga yang menyebarkan sebuah kebatilan karena, awamnya jama’ah yang datang, sebuah kebatilan tadi menjadi sebuah pedoman yang merusak aqidah seorang muslim. Terutama pada zaman ini banyak sekali ulama yang bermunculan baik dari kalangan muda atau pun dari kalangan tua. Mereka menyebarkan syiar agama Islam baik tentang syariat seperti sholat, zakat dan puasa. Mereka berceramah di masjid-masjid dengan jama’ah yang banyak serta dari ceramah tersebut di upload ke media social sehingga seluruh rakyat Indonesia mengetahui siapa yang berceramah dan apa isi ceramhanya. Banyak yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an di selah ceramah ke masyarakat, ada yang merujuk kepada Ulama ada juga yang menafsirkan ayat dengan pandangannya sendiri seperti Gus Nur. Gus Nur dalam surah al-fatir ayat 28 menggambarkan sosok Ulama bukan hanya manusia melainkan hewan juga bisa disebut ulama jika dia takut kepada Allah SWT. Apakah orang awam atau gila bisa disebut ulama asalkan dia takut kepada Allah? Benarkah pemikiran Gus Nur itu mengenai makna ulama tersebut? Dalam tulisan ini akan membahas fenomena Imamah Mudilin ini dalam sudut filsafat tentang kebenaran pemikiran dan perkataan Gus Nur.
PARADIGMA KEILMUAN DAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA Nisa'atun Nafisah
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v5i2.653

Abstract

The current crisis in the world of Islamic knowledge and education has resulted in the scientific tradition becoming static, so that Islamic education has not shown its full role in creating an advanced civilization. Islamic education as a goal, tool for change, and social transformation should be directed to accommodate local culture and be future-oriented, namely religious and modern. In Ibnu Sina's view, education should aim to explore and develop the potential of students. The concept of Ibn Sina's thought that education is carried out in stages and given according to their expertise and in accordance with the characteristics: potential, interests and talents of students. Some of Ibn Sina's thoughts on education can and have become material for consideration in the implementation of education in Indonesia because the concept of education conveyed by Ibn Sina is in line with the values of Islamic teachings which originate from the Qur'an and Sunnah. By relevating Ibn Sina's thoughts today, it is hoped that education in Indonesia will develop and be able to achieve the goals of national education contained in the Law on the National Education System.
TITIK NOL ISLAM DI NUSANTARA: JEJAK SEJARAH ISLAM DI KOTA BARUS, TAPANULI TENGAH Khairun Nisa; Ismail Pane
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v5i2.675

Abstract

Barus merupakan sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Barus sudah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo sebagai tempat penyebaran islam pertama kali di Indonesia. Presiden RI juga menandatangani peresmian Tugu Titik Nol Islam Nusantara di Barus. Penetapan tersebut didasarkan atas kajian para peneliti, permintaan masyarakat, dan berbagai literature sejarah yang mengisyaratkan barus merupakan lokasi awal kali islam turun di Indonesia. Hal ini juga dapat dilihat dengan adannya peningalan-peninggalan Islam yang ada di Barus. Salah satunnya peninggalan situs makam Mahligai dan situs makam Papan Tinggi yang menyebarkan isalm diperkirakan pada abad ke-5 M. Namun dalam menetapkan Barus sebagai lokasi awal islam di nusantara menimbulkan perdebatan dari sejarawan dan masyarakat tertentu. Selama ini masyarakat menilai bahwa Aceh adalah lokasi islam pertama kali di Indonesia. Perdebatan mengenai masuknya Islam ini menjadikan penulis untuk perlu menggali lebih dalam mengenai jejak sejarah islam di kota Barus.
ANALISA KONTEKSTUAL HADIS MENUTUP AURAT TERHADAP BIDUANITA ORGEN TUNGGAL SEBAGAI BUNDO KANDUANG PADA PESTA PERKAWINAN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Muhammad Taufik
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v5i2.821

Abstract

Membuat pesta perkawinan menjadi semarak dan menarik perhatian para tamu, sudah menjadi budaya turun-temurun bahkan tidak ada agama besar yang melarangnya. Justru dianjurkan. Islam misalnya, adanya kata walimah dalam beberapa Hadis menunjukkan bahwa membuat pesta pernikahan dan semarak adalah hal yang dianjurkan. Namun masalah kerap terjadi, khususnya di daerah perkampungan, agar menarik, pesta pernikahan selalu disuguhi dengan penampilan para penyanyi, yang selalu wanita yang menjadi daya tariknya. Tidak jarang, para biduanita yang disewa oleh tuan rumah, mempertontonkan aurat agar menarik mata para manusia yang menontonnya. Apalagi, hal ini kerap terjadi di ranah Minang yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama dalam kadar yang setara. Tambahan lagi, julukan ranah Bundo Kanduang bagi Sumatera Barat juga menjadi beban adat yang harus dipikul dan dijaga. Penelitian, ini menganalisis teks hadis tentang menutup aurat secara kontekstual berdasarkan observasi lapangan di dearah Padang Pariaman dengan menjadikan biduanita sebagai objek penelitian.
KOLABORASI GEN Z DAN GEN X DALAM MENGELOLA MASJID NURUL FIRDAUS PADANG RANJAU JORONG BINJAI TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN Marh, Noor Fadli; Gusmawati, Rina
PERADA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Islam di Nusantara ditandai dengan berdirinya masjid sebagai episentrum kegiatan keagamaan di samping tempat ibadah. Dalam pembangunannya pada masa dahulu banyak diinisiasi oleh kerajaan pembangungannya berdekatan dengan pusat pemerintahan dan posisi masjid sekaligus berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan kerajaan. Dalam penelitian kali ini pengabdian berbasis riset dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Masjid Nurul Firdaus Padang Ranjau Jorong Binjai Nagari Tigo Kota Kabupaten Pasaman, informan penelitian menggunakan purposive sampling Gen Z Gen X dan Tokoh Masyarakat. Pendampingan yang dilakukan oleh Gen Z untuk mengaktifkan masjid sangat membantu gen X dalam menjalankan kegiatan. Sangat terasa sekali perkembangan di masjid setelah Gen Z turut serta dalam mengawal keberlangsungan kegiatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6