cover
Contact Name
Lestari Lorna Lolo
Contact Email
thenextambition1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
thenextambition1@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL FENOMENA KESEHATAN
ISSN : 26211513     EISSN : 26563444     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Fenomena Kesehatan dibentuk dalam rangka mengembangkan peningkatan ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran yang berbasis evidence based. Jurnal Fenomena Kesehatan merupakan jurnal pendidikan kesehatan yang memuat naskah hasil penelitian dalam bidang kesehatan antara lain kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan dan bidang kesehatan yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada Bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Hubungan Status Imunisasi Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Sakit (1-5 Tahun) Deviani Fatimah; Harmawati Rustan
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di Negara berkembang maupun di Negara maju. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan kematian pada anak balita. Sehingga ISPA masih merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana hubungan status imunisasi dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita sakit (1-5 tahun) di Puskesmas Kolonodale Kabupaten Morowali Utara Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 50 orang. Analisis data yang digunakan dengan cross sectional pada tingkat kemaknaan adalah 95% (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh data, bahwa balita yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan imunisasi tidak lengkap sebanyak 34 orang (68,0%) sedangkan balita yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak 16 orang (32,0%), dan pada balita yang mengalami ISPA untuk pertama kali sebanyak 32 orang (64,0 %) dan ISPA berulang sebanyak 18 orag (36,9 %) Hasil uji statistik menunjukkan nilai p= 0,08 maka ada hubungan yang signifikan antara status imunisasi dengan kejadian ISPA pada Balita. Pada hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan status imunisasi dengan ISPA pada balita sakit (1-5 tahun), maka disarankan kepada petugas pelayanan kesehatan agar memberikan konseling, informasi dan edukasi (KIE) tentang manfaat imunisasi lengkap dalam mencegah berbagai penyakit, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan balita yang disebabkan oleh ISPA maupun penyakit lain.
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Cempae Parepare Warlinda Warlinda; Nurhasanah Nurhasanah
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernapasan Atas merupakan penyakit yang disebabkan oleh factor risiko yang terbagi dalam dua kelompok besar yaitu factor intrinsic dan factor eskstrinsik. Factor instrinsik meliputu umur, jenis kelamin, status giszi, berat badan lahir rendah, status imunisasi, pemberian ASI, dan pemberian vitamin A. factor ekstrinsik meliputi kepadatan hunian, populasi udara, tipe rumah, ventilasi, kelembapan, suhu, letak dapur, jenis bahan bakar, penggunaan obat nyamuk, asap rokok, penghasilan keluarga serta factor ibu baik pendidikan ibu, umur ibu, maupun pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita di wiliyah kerja puskesmas cempae parepare. Jenis penelitian ini adalah survey analitik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke puskesmas cempae parepare dan didiagnosa mengalami ISPA di wilayah kerja puskesmas Cempae Parepare sebanyak 49 orang balita. Hasil uji analisis diperoleh nilai p value 0,004 lebih kecil dari nilai 0,05 yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima atau terdapat hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA dan nilai p value 0,037 lebih kecil dari 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima atau terdapat hubungan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA. Disarnkan bagi ibu balita untuk secara rutin melakukan upaya pencegahan ISPA dirumah dengan membuka jendela, membersihkan ventilasi dan menghindari penggunaan obat nyamuk bakar yang tertutup
Hubungan Antara Usia Ibu Dengan Kejadian Hyperemesis Pada Masa Pandemi Covid di Rumah Sakit Sawerigading Kota Palopo Tahun 2022 Rezki Rezki; Devi Darwin; Rapika Rapika
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis Gravidarum didefinisikan sebagai kejadian mual dan muntah yang mengakibatkan penurunan berat badan lebih dari 5%, asupan cairan dan nutrisi abnormal, ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, ketonuria serta memiliki konsekuensi yang merugikan janin. Menurut Sandven (2010) mengatakan bahwa Hiperemesis Gravidarum juga bisa terjadi sebelum akhir minggu ke 22 kehamilan atau pada trimester II kehamilan (Nurul Isnaini, 2017). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian hyperemesis gravidarum di masa pandemi covid. Desain Penelitian yang digunakan penelitia adalah desain peneliti observasional analitik dengan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Maret-Mei 2022. Populasinya adalah semua ibu hamil yang dirawat inap di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Sawerigading dari 01 Maret – 30 Mei 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana dari seluruh sampel 238, yang memenuhi kriteria inklusi adalah 189 kemudian diambil sampai memenuhi jumlah sampel minimal yaitu 49 sampel. Data diolah dengan SPSS untuk selanjutnya dilakukan analisis hubungan antara usia ibu terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dimasa pandemic covid, dengan uji komparatif Chi Square. Analisis multivariat dengan metode regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap hiperemesis gravidarum. Hasil uji komparatif Chi Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu dan hiperemesis gravidarum dimasa pandemic dengan p=0,005.