cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019" : 5 Documents clear
KASIH YESUS KRISTUS DI SALIB: Jawaban Tuntas atas Misteri Penderitaan Manusia Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.121 KB) | DOI: 10.54367/logos.v16i1.561

Abstract

Penderitaan berasal dari kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan yang terbatas dan dosa-dosa yang dilakukan manusia sendiri. Namun, penderitaan itu dikalahkan oleh kasih Yesus di salib. Dalam “kasih” Yesus, manusia akan menemukan dan memahami cakupan makna fundamental dan definitif dari penderitaan itu sendiri. Karena kasih, Dia memberikan rela tinggal bersama manusia yang menderita, memikul penderitaan manusia serta wafat di salib demi keselamatan manusia. Gereja dipanggil untuk masuk ke dalam kehidupan Yesus yang menderita dan wafat di salib karena kasih-Nya demi keselamatan umat manusia. Hanya dengan cara demikian, Gereja mampu menjelaskan dan bisa menjadi jalan keselamatan bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengimani Yesus Kristus sebagai Allah dan Penebus
DOA Jalan Menuju Kontemplasi Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.331 KB) | DOI: 10.54367/logos.v16i1.353

Abstract

Doa temasuk bagian integral, pusat dan essensi setiap agama. Sebagai homo religiosus, manusia memiliki tradisi menyangkut pemahaman, penghayatan dan cara berdoa. Di balik aktivitas berdoa, manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tidak sepenuhnya berada dalam kontrolnya. Manusia tergantung kepada YANG LAIN, yang oleh Rudolf Otto disebut mysterium tremendum et fascinosum (Misteri yang menggetarkan dan sekaligus menawan). Dalam tradisi Kristen, doa berakar dalam Kitab Suci. Perjanjian Baru, khususnya Injil, menceritakan Yesus sebagai pendoa. Secara khusus dituliskan momen istimewa ketika Yesus berdoa. Ia memilih tempat yang sunyi dan berdoa sepanjang malam. Yesus juga mengkritisi isi dan cara berdoa. Ia mengajarkan doa Bapa Kami yang menjadi salah satu doa pokok Gereja. Relasi personal dengan Allah Bapa-Nya mendasari setiap doa Yesus. Dalam artikel ini dipaparkan beberapa unsur penting dalam doa, yakni apa itu berdoa, cobaan saat berdoa, waktu dan sikap doa, cara berdoa dan menjadi doa. Gagasan tersebut diramu dari pemikiran sejumlah mistikus Kristen awal dan pandangan Bapa-bapa Gereja.
MELACAK PERAN AGAMA DALAM RUANG PUBLIK Gora, Redemptus B.
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.933 KB) | DOI: 10.54367/logos.v16i1.562

Abstract

Pemikiran Jurgen Habermas tentang masyarakat postsekular harus dimengerti juga dalam kaitannya dengan kebangkitan agama. Dalam masyarakat sekular, lewat proses modernisasi, agama didomestifikasi. Kini dalam zaman postsekular agama bukannya lenyap, sebaliknya justeru menunjukkan potensi semantiknya. Melihat peristiwa itu, Jurgen Habermas meyakini bahwa peran agama dalam ruang publik suatu negara hukum demokratis perlu diperhitungkan. Agama tidak cukup dipandang sebagai artefak kebudayaan yang usang. Penulis berusaha menguraikan bagaimana Habermas menimbang eksistensi dan peran agama itu dalam ruang publik
MERAYAKAN Šabbāt, HARI SABAT, TAHUN SABAT & TAHUN YOBEL Inspirasi Biblis Peduli Ekologi Stanislaus, Surip
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.256 KB) | DOI: 10.54367/logos.v16i1.563

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi telah memajukan perababan dan memberi kenyamanan hidup manusia. Di sisi lain keduanya telah menyulut dan memicu kerakusan manusia untuk mengeksploitasi alam dan melahirkan krisis ekologi. Masalah ekologis ini merupakan dampak negatif dari penggunaan ilmu dan teknologi yang tidak tepat guna. Merayakan Hari Sabat, Tahun Sabat dan Tahun Yobel sebagaimana telah dipraktekkan bangsa Israel dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk peduli ekologi. Šabbāt Allah (Kej 2:1-3) yang menjadi mahkota dari karya penciptaan dalam Kej 1:1-2:4a dan perkembangan selanjutnya dalam Kel 20:8-11 bukan semata-mata untuk keperluan-Nya sendiri, tetapi sebagai model bagi manusia yang harus menahan diri dari kerjanya dan membatasi diri dari sepak terjang kehidupannya. Dengan merayakan šabbāt manusia bukan saja beristirahat dari kerja tetapi juga beristirahat untuk menikmati sukacita atas segala pemberian Allah dan beribadat kepada-Nya. Norma-norma tentang Hari Sabat, Tahun Sabat dan Tahun Yobel menyajikan pengistirahatan, pembebasan dan pemulihan dari tindakan-tindakan yang eksploitatif baik terhadap tanah, orang dan budak maupun binatang, sehingga orang yang merayakannya dapat terinspirasi untuk peduli ekologi
MANIFESTASI THE SACRED PADA MASYARAKAT INDONESIA: Adisi Substitusi dan Sinkretisasi Antono, Yustinus Slamet
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.555 KB) | DOI: 10.54367/logos.v16i1.564

Abstract

Selain yang diajarkan dalam agama-agama resmi, setiap suku bangsa Indonesia juga memiliki keyakinan-keyakinan asli terkait dengan apa saja yang dianggap sakral (the sacred). Lebih dari itu adat-istiadat yang ditampakkan dalam upacara-upacara tradisional bisa dengan mudah dicari hubungannya dengan apa yang dianggap sakral itu. Artikel ini akan menampilkan beberapa manifestasi yang sakral dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya bisa merupakan substitusi (penggantian), adisi (tambahan) dan sinkretisasi (penyesuaian, penyelarasan). Untuk memperluas sudut pandang terhadap fenomena itu, dalam artikel ini akan dihadirkan gagasan-gagasan antropolog dan sosiolog yang mendalami masalah keagamaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5