cover
Contact Name
dhona indah kiswari
Contact Email
jurnalmai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
ISSN : 25991701     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur (JSTA) merupakan suatu jurnal ilmiah yang diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia yang mempublikasikan hasil penilitian maupun pemikiran pada semua aspek budidaya (hewan dan tanaman) dalam lingkungan perairan tawar, payau dan asin baik secara alami maupun terkontrol. JSTA diterbitkan 2 kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan satu volume dan 2 nomor.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
KAJIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS NON SPESIFIK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) Pratama, Arbi Fadjri; Tarsim, Tarsim; Susanti, Oktora
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.311 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam program industrialisasi perikanan budidaya dan merupakan komoditas unggulan untuk ekspor produk perikanan budidaya. Dampak dari peningkatan budidaya tersebut yaitu kualitas lingkungan yang menurun sehingga menyebabkan timbul beberapa penyakit pada udang. Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dan bahan kimia lainya, namun dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan resistensi terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak daun kelor terhadap imunitas non spesifik udang vannamei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-februari 2018 dengan menggunakan empat perlakuan yang diterapkan yaitu perlakuan A (0 mg/L ekstrak daun kelor), B (20 mg/L ekstrak daun kelor), C (30 mg/L ekstrak daun kelor) dan D (40 mg/L ekstrak daun kelor). Parameter yang diuji yaitu total hemocyte count, aktivitas fagositosis dan indeks fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor sebagai imunostimulan dapat meningkatkan respon imun udang vannamei dan konsentrasi terbaik adalah perlakuan D (40 mg/L ekstrak daun kelor).
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy) Anti, Ussy Tri; Santoso, Limin; Chondro Utomo, Deny Sapto
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.562 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang penambahan tepung daun kelor pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan gurami menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Metode yang digunakan yaitu menambahkan komposisi tepung daun kelor (0%, 2%, 4%, dan 6%) ke dalam pakan komersial yang telah dihancurkan, kemudian pakan tersebut dicetak kembali/ repelleting. Feeding rate (FR) yang digunakan yaitu 5% dengan pemberian pakan tiga kali sehari . Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan harian, konversi pakan, retensi protein, kelangsungan hidup dan kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata (P<0,05) penambahan tepung daun kelor pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan gurami. Perlakuan 4% merupakan komposisi penambahan tepung daun kelor yang optimum pada pakan gurami, karena memiliki performa pertumbuhan terbaik yaitu laju bobot mutlak (37,9 ± 1,27 g), pertumbuhan harian (0,47 ± 0,18 g/hari), konversi pakan (2,35 ± 0,13), retensi protein (39,37 ± 4,78%).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Tembakau (Nicotiana tobacum) sebagai Bahan Anestesi terhadap Kondisi Hematologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Arlanda, Revilarita; Tarsim, Tarsim; Chondro Utomo, Deny Sapto
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.545 KB)

Abstract

Ekstrak tembakau merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai bahan anestesi dalam kegiatan transportasi  ikan. Tembakau mengandung senyawa flavonoid nikotin yang dapat menekan aktivitas ikan selama dilakukannya transportasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018 di Laboratorium Peikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak tembakau (Nicotiana tabacum) terhadap komponen hematologi ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem transportasi kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 konsentrasi ekstrak tembakau yaitu 0 ml/l, 1,6 ml/l, 6,3 ml/l dan 25,1 ml/l. Parameter uji yang diamati meliputi toksisitas ekstrak tembakau, waktu kecepatan pemingsanan, lama pulih sadar, kadar hematologi meliputi nilai hematokrit, total eritrosit, total leukosit, total monosit, total neutrofil, total limfosit, survival rate, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tembakau memberikan pengaruh terhadap benih ikan nila setelah dilakukannya transportasi, konsentrasi 6,3 ml/l dan 25,1 ml/l menyebabkan kadar hematologi pada benih ikan nila melebihi dari kisaran optimum. 
Studi Pengurangan Amonia pada Pendederan Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) dengan Sistem Resirkulasi Alem, M. Derry Belva; Effendi, Eko; Wardiyanto, Wardiyanto; Sarwono, Hidayat Adi
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.588 KB)

Abstract

Ammonia merupakan salah satu parameter yang penting selama proses budidaya ikan. untuk mengurangi jumlah ammonia, salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode resirkulasi. Keberhasilan metode resirkulasi sangat dipengaruhi oleh penggunaan filter. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis filter yang berbeda terhadap reduksi ammonia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL. Parameter yang diukur selama penelitian adalah konsentrasi ammonia. Pengukuran dilakukan pada saluran inlet dan outlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh filter yang berbeda mampu mereduksi ammonia. Filter yang bekerja lebih baik adalah filter arang dengan kemampuan reduksinya 0,076 mg/l
Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Baung (Mystus nemurus) di Sungai Way Kiri Desa Panaragan Kabupaten Tulang Bawang Barat Yudha, Rio Anggria; Putri, Berta; Diantari, Rara
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.128 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian perairan untuk budidaya ikan baung sistem karamba di Sungai Way Kiri, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 - Januari 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengamatan kualitas air yang meliputi parameter fisika (kecepatanarus, suhu, kedalaman, dan kecerahan) serta kimia (DO, pH, TAN, dan BOD). Selanjutnya dilakukan evaluasi kesesuaian perairan dengan menitikberatkan pada nilai kualitas air sesuai dengan ikan yang akan dibudidayakan menggunakan metode analisis matching dan scoring. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran kualitas air di Sungai Way Kiri menunjukkan rerata untuk  kedalaman 19,22 m, DO 6,89 mg/L, kecerahan 25 cm, suhu 28,32 oC, kecepatan arus 0,225 m/dt, pH 6,10, TAN 0,548 mg/L dan BOD 5,57 mg/L. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perairan Sungai Way Kiri sangat sesuai untuk dilakukan budidaya ikan baung (Mystus nemurus).
Pengaruh Suhu yang Berbeda terhadap Daya Tetas dan Perkembang Embrio Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) Naskuroh, Nurul Zikra; Tarsim, Tarsim; Hudaidah, Siti
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.913 KB)

Abstract

Suhu berpengaruh signifikan terhadap daya tetas dan larva ikan. Suhu tinggi dapat mengganggu aktivitas enzim, suhu rendah dapat mempengaruhi metabolisme telur  dan menghambat proses penetasan pada telur dan perkembangan larva.  .Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu  terhadap hasil daya tetas, perkembangan embrio dan lama waktu penetasan telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan(25 ℃, 26℃, 27 ℃ dan 28 ℃) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi perkembangan embrio telur, daya tetas telur, dan lama waktu penetasan telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik rgam dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nytaa Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap  daya tetas telur, dan lama waktu penetasan telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas tertinggi dengan nilai 93% pada suhu 26℃ , kelangsungan dan lama waktu penetasan telur tercepat dengan nilai 12,93 jam pada suhu 26℃.
Pengaruh Warna Wadah Terhadap Perubahan Warna Kuda Laut (Hippocampus comes) di BBPBL Lampung Manullang, Mitri Merli; Diantari, Rara; Wijayanti, Henni
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.68 KB)

Abstract

Kuda laut (Hippocampus sp)  memiliki daya tarik pada warna, intensitas cahaya dari alam diduga sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat kecerahan kuda laut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna wadah yang digunakan untuk pemeliharaan kuda laut apakah dapat berpengaruh pada tingkat kecerahan warna kuda laut. Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan.Perlakuan A (wadah biru sebagai kontrol), B (wadah transparan), C (wadah merah) dan D (wadah hitam). Pengukuran tingkat kecerahan dengan M-TCF dan AHP dilakukan 7 hari sekali selama 30 hari masa pemeliharaan. Perlakuan C (wadah merah) menunjukkan hasil yang baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Perlakuan wadah berwarna merah memberikan hasil berbeda nyata terhadap perubahan warna kuda laut.
Aplikasi Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Terinfeksi Penyakit White Feces Disease (WFD) Helda, Yeni; Harpeni, Esti; Supono, Supono
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.538 KB)

Abstract

Udang vaname merupakan komoditas unggulan di bidang perikanan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan yang timbul dari kegiatan budidaya udang yaitu serangan penyakit. Jenis penyakit yang sedang marak adalah adalah White Feces Disease (WFD). Secara umum udang yang terserang penyakit WFD mengalami pertumbuhan yang abnormal dan kematian. Timbulnya penyakit sering dikaitkan oleh keberadaan bakteri Vibrio spp. serta faktor lingkungan yang buruk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk penanggulan penyakit ini yaitu penggunaan ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa.L) dengan cara perendaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan ekstrak daun ketapang dengan berbagai konsentrasi 10, 20, 30%. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun ketapang sebagai bahan alami yang mampu digunakan untuk penanggulangan penyakit WFD pada udang vaname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun ketapang sebanyak 30% dengan metode perendaman mampu meningkatkan nilai SR (Suvival Rate), serta adanya penurunan total koloni bakteri Vibrio dibandingkan tanpa pemberian ekstrak daun ketapang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8