cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VIII D SMP PGRI 5 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Suantika, I Gede Dedyk; Sumerta, I Ketut; Santika, Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.005 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan latihan double leg bound. Double leg bound adalah latihan yang dilakukan dengan cara meloncat kedepan dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan double leg bound dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pretestand post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 62 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 32,660 dan rata-rata tes akhir yaitu 39,087. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 32,927 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,193. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 0,267 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan double leg bound pada kelompok perlakuan dengan pelatihan alternate leg bound pada kelompok kontrol sebesar 0,894 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan double leg bound dan alternate leg bound sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledah otot tungkai.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DENGAN MODEL RESIPROKAL PADA SISWA KELAS VIII A SEMESTER I SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Sukama, I Nengah
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.414 KB)

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP PGRI 1 Denpasar  di Kelas VIII A  yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan masih sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A  semester I SMP PGRI 1 Denpasar dengan model pembelajaran resiprokal. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Resiprokal dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A  semester I SMP PGRI 1 Denpasar. Ini terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus awal 68,18 setelah diterapkan model pembelajaran resiprokal pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 72,35 dan pada Siklus II nilai rata-rata naik menjadi 77,83. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran  Resiprokal dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A  semester I SMP PGRI 1 Denpasar.
PELATIHAN LARI SPRINT JARAK 20 METER 5 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA ATLETIK SMP NEGERI 4 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Antara, Wisnu; Yasa, Putu Merta; Suarjana, Nyoman
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.468 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa daya lari sprint siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi dalam melakukan kegiatan olahraga khususnya dalam pertandingan dan perlombaan belum menunjukkan hasil yang maksimal, oleh karena pelatihan lari sprint terhadap siswa sering diabaikan, bahkan pelatihan yang dilakukan oleh siswa kurang berorientasi pada sepuluh komponen biomotorik yang menentukan prestasi olahgara di sekolah sehingga nampak lari sprint siswa kurang memuaskan. Dari hal itu dilakukan pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan 10 repetisi 2 set terhadap kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016. Jumlah populasi 30 orang siswa, semua populasi digunakan sebagai sampel. Dengan teknik undian sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I sebanyak 15 orang yang diberi Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan kelompok II sebanyak 15 orang yang diberi pelatihan Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 10 repetisi 2 set.
PELATIHAN SPRINT 30 METER DENGAN BEBAN 1 KG DIPINGGANG 4 REPETISI 3 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 3 BANJARANGKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Kuntala, I Wayan; Ardana, A.A. Gd.; Santika, IGP. Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 5 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.535 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari seluruh siswa putra kelas VII SMPNegeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 36 orang didapat dengan rumus pocock. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kecepatan lari 100 meter yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan ujit-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil ujit-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kecepatan lari 100 meter berbeda bermakna (p < 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan lari 100 meter dan menyatakan hipotesis alternatif diterima. Untuk hasil post-test kedua kelompok tidak ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set lebih baik daripada sprint 30 meter 4 repetisi 3 set dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter siswaputra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017.
KORELASI PANJANG TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP DAYA UKM MAHASISWA PUTRA FPOK IKIP PGRI BALI FPOK IKIP PGRI BALI Widiantari, Ni Luh Gde
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.725 KB)

Abstract

Dari hasil pengamatan di lapanagan menunjukan bahwa UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali, Khususnya pada cabang olahraga bola voli masih belum mampu meraih prestasi yang optimal. Bertitik tolak dari latar belakang masalah tersebut di atas maka peneliti memberi judul”Korelasi Panjang Tungkai dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Daya Ledak UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh korelasi panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional. Populasi target yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 orang Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Dari jumlah tersebut diambil 30 orang Mahasiswa sebagai populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh dimana banyak anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 30 orang Mahasiswa. Pengukuran ini dilaksanakan di GOR Lumintang Denpasar. Waktu pengukuran selama dua hari. Pengukuran panjang tungkai dengan Atropometer dalam satuan centi meter (cm), pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan Leg Dynamometer dalam satuan kilogram (kg), dan pengukuran daya ledak otot tungkai menggunakan Jump Md dalam satuan centi meter (cm). Data dikumpulkan melalui tes dan pengukuran, serta analisis menggunakan analisis statistik. Sebelum merumuskan kesimpulan sebagai hasil akhir dari suatu penelitian, maka perlu dilakukan pengujian taraf signifikan dengan rumus R. Berdasarkan analisis perhitungan didapat niali (r) dalam penelitian ini adalah x1y = 0,523, x2y= 0,706, x1x2= 0,376, x1x2y= 0,376. Dengan menggunakan taraf signifikan 5% maka di dapat Db senilai 28, sedangkan r tabel seniali 0,374 yang berarti korelasi dalam penelitian ini signifikan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada korelasi panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak UKM Mahasiswa Putra FPOK IKIP PGRI Bali, sehingga hipotesis nol yang diuji ditolak dan hipotesis atletrnatif yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
PENGUKURAN TINGKAT KADAR LEMAK TUBUH MELALUI JOGGING SELAMA 30 MENIT MAHASISWA PUTRA SEMESTER IV FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2016 Santika, I Gusti Putu Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.006 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan olahraga, kita harus memperhatikan banyak faktor terutama berkaitan dengan berat badan tubuh. Berat badan yang bertambah biasanya disebabkan oleh faktor yang tidak asing lagi bagi kita yaitu lemak. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah “Untuk mengetahui  tingkat kadar lemak tubuh yang terjadi dengan pemberian jogging selama 30 menit”. Berdasarkan persentase rerata perubahan kadar lemak tubuh sesudah pelatihan selama 6 minggu untuk kelompok perlakuan 3,8% kadar lemak menurun sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil 0,6% kadar lemak menurun, ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan terbukti lebih efektif menurunkankadar lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan jogging selama 30 menit memang terbukti dapat menurunkan kadar lemak tubuh. Disarankan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin menurunkan kadar lemak agar melakukan jogging selama 30 menit setiap hari.
PENGARUH PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL MEGANDONG SAMBUK TERHADAP KEMAMPUAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI MAHASISWA PUTRA FPOK SEMESTER V KELAS A TAHUN 2015 Prananta, I Gusti Ngurah Agung Cahya
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.918 KB)

Abstract

Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Salah satu permainan Olahraga tradisional adalah Megandong Sambuk. Permainan Gandong-Gandongan biasanya dilakukan untuk menghukum pemain kalah. Menurut kesepakatan, setiap pemain yang kalah wajib menggendong pemain lawan yang menang. Permainan Megandong sambuk bukan permainan menjalankan hukuman, tetapi plalian yang berdiri sendiri. Bentuk permainan itu adalah menggendong seorang pemain di punggung. Pemain yang digendong diumpamakan serabut kelapa atau sambuk. Hubungan antara penggendong dan yang digendong adalah roang (kawan sekelompok), bukan lawan. Permainan tradisional ini berpengaruh terhadap kekuatan otot tungkai. Jadi penulis membuat penelitian yang berjudul Pengaruh Permainan Olahraga Tradisional Megandong Sambuk Terhadap Kemampuan Kekuatan Otot Tungkai Mahasiswa Putra FPOK Semester V Kelas A Tahun 2015. Telah dilakukan penelitian Randomized Pre and Post Test Kontrol Group Design pada 20 orang sampel yang dipilih secara acak sederhana pada mahasiswa putra FPOK Semester V Kelas A Tahun 2015. Sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 11 orang. Setelah itu diadakan pelatihan selama 6 minggu dimana pada sehari sebelum pelatihan diambil data observasi awal dan sehari setelah pelatihan diambil data observasi akhir. Data hasil observasi awal dan akhir diolah menggunakan perangkat lunak komputer SPSS. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa perbedaan rerata kekuatan otot tungkai kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pelatihan memiliki nilai p < 0,05. Hal ini berarti pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah pelatihan secara bermakna. Dengan demikian permainan megandong sambuk meningkattan kekuatan otot tungkai. Untuk pelatih olahraga prestasi bisa menggunakan pelatihan ini sebagai selingan pelatihan meningkatkan kekuatan otot tungkai. Untuk peneliti lain diharapkan meneliti olahraga tradisional yang lain supaya budaya Indonesia tidak pudar.
PENGARUH PELATIHAN MENENDANG BOLA KE DINDING DENGAN KAKI BAGIAN DALAM JARAK 15 METER 10 REPETISI 3 SET DAN 15 REPETISI 2 SET TERHADAP KETEPATAN MENENDANG BOLA KE GAWANG DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA EKSTRAKURIKULER SISWA SDN 1 YEHKUNING Pranata, I Kadek Yudha
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.853 KB)

Abstract

Pelatihan menendang bola dalam permainan sepak bola sangat penting diberikan karena tendangan arah ke gawang sangatlah penting dalam sebuah permainan sepak bola. Beberapa metode pelatihan yang dapat meningkatkan ketepatan tendangan adalah melalui latihan tersebut diantaranya adalah pelatihan menendang bola ke dinding dengan kaki bagian dalam jarak 15 meter 10 repetisi 3 set dan 15 repetisi 2 set. Dalam hal ini penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan menendang bola ke dinding dengan kaki bagian dalam jarak 15 meter 10 repetisi 3 set terhadap ketepatan tendangan ke gawang; (2) pengaruh pemberian pelatihan menendang bola ke dinding dengan kaki bagian dalam jarak 15 meter 15 repetisi 2 set terhadap ketepatan tendangan ke gawang; (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan 10 repetisi 3 set dan pelatihan 15 repetisi 2 set terhadap ketepatan tendangan ke gawang. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest ketepatan tendangan ke gawang dengan menggunakan gawang yang berisikan petak skor. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 19. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pemberian pelatihan 10 repetisi 3 set berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan tendangan ke gawang sebesar 35,32%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung, (3,534) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (2) Pemberian pelatihan 15 repetisi 2 set berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan tendangan 40,58%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung (7,465) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (3) Terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok 10 repetisi 3 set, 15 repetisi 2 set dan kontrol terhadap ketepatan tendangan ke gawang ekstrakurikuler sepak bola SD Negeri 1 Yehkuning. Hasil anova menyatakan nilai Fhitung (5,647) > nilai Ftabel (3,35), berarti hipotesis teruji kebenarannya. Perhitungan post hoc menyatakan bahwa pelatihan 15 repetisi 2 set memberikan hasil yang lebih baik terhadap ketepatan tendangan ke gawang. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan menendang bola ke dinding dengan kaki bagian dalam jarak 15 meter 10 repetisi 3 set dan 15 repetisi 2 set berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan tendangan ke gawang.
PELATIHAN PLIOMETRIK NAIK TURUN BOX SETINGGI 40 CM 5 REPETISI 8 SET MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRA BOLA VOLI SMAN 2 MENGWI Widiantari, Ni Luh Gede; Indrawathi, Ni Luh Putu
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 5 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.779 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pliometrik Naikturun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set meningkatkan kekuatan otot tungkai peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi dalam peneltian ini adalah peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi sebanyak 60 orang. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok kontrol berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan menendang bola 4 repetisi 8 set dan kelompok perlakuan berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan pliometrik naik turun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set. Data yang telah terkumpul di analisadengan rumus t-test. Berdasarkan taraf signifikansi 5%, didapatkan bahwa pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set kelompok kontrol dengan pelatihan Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set pada kelompok perlakuan dengan nilai (p = 0,028) p<0,05, yang menunjukan perbedaan yang bermakna hasil tes akhir antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kelompok perlakuan dengan rata-rata peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan 4,9 kg dengan persentase peningkatan 5,23% dan kelompok kontrol mengalami peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan rata-rata 0,1 kg dengan persentase peningkatan 0,118% maka didapatkan hasil bahwa pelatihan Pliometrik Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set lebih baik dari pada latihan sesuai dengan pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set di dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi.
TINGKAT PENYIMPANGAN KETENTUAN HUKUM TENTANG PRAKTEK PENYERAHAN OBAT (DISPENSING) OLEH TENAGA MEDIS PADA TEMPAT PRAKTEK PRIBADI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016 Widnyana, I Made Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.696 KB)

Abstract

Berdasarkan ketentuan Pasal 63 ayat (1) Undang- Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan “pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi (obat) harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Tenaga kefarmasian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dikatakan meliputi apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker. Berdasarkan ketentuan tersebut selain tenaga kefarmasian tidak dilegalkan melakukan pekerjaan kefarmasian termasuk dalam hal ini penyerahan obat kepada pasien, kecuali hal tersebut dilakukan oleh tenaga medis di daerah terpencil yang tidak ada Apoteknya. Namun realitanya, tenaga medis melakukan praktek penyerahan obat di Kota Denpasar yang secara ketentuan bukan merupakan daerah terpencil, sehingga dapat dikatakan tenaga medis telah melakukan penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Tingkat penyimpangan penyerahan obat oleh tenaga medis pada tempat praktek pribadi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan analisis ketentuan hukum, serta penentuan sample dengan metode tabel Isacc dan Michael di kota Denpasar berkisar 66,37%. Dispensing oleh tenaga medis tertinggi diamati terjadi di kecamatan Denpasar Barat.

Page 3 of 41 | Total Record : 406