cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 409 Documents
Analisis Tingkat Keterampilan Dasar Bermain Bulu Tangkis pada Atlet Usia 13-15 tahun PB Tri Star Karanganyar Sholeh, Muchhamad
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i1.4411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan Bulu tangkis pada PB Tri Star Karanganyar. Penelitian Ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 atlet dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 atlet yang menggunakan teknik purposive sampling sesuai penetuan kriteria. Teknik pengumpulan data menggunakan pengambilan data mengunakan instrument tes keterampilan dasar bermain Bulu tangkis. Analisis data penelitian ini menggunakan norma untuk menentukan kategori tingkat ketrampilan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Keterampilan Bulu tangkis di PB Tri Star karanganyar masuk dalam kategori “kurang” sebesar 3,33% (1 Atlet), baik sebesar 23,33% ( 7 Atlet), sedang sebesar 30,00% (9 Atlet), kurang sebesar 43,33% (13 Atlet), kurang sekali sebesar 0,00% (0 atlet).
Analisis Ekstrakurikuler Olahraga terhadap Karakter Siswa di SMP Darul Ilmi Banyuwangi Afif, Muhammad; Santoso, Danang Ari; Setiabudi, Moh. Agung
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i1.4417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrakurikuler olahraga terhadap pembentukan karakter siswa di SMP Darul Ilmi Banyuwangi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif, penelitian ini melibatkan 84 siswa populasi dengan 22 siswa kelas VII-A putra sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 31 item terkait ekstrakurikuler olahraga dan 31 item terkait karakter siswa, yang diukur dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (70,6%) terlibat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga, dengan rata-rata skor 102 yang tergolong tinggi. Karakter siswa juga menunjukkan hasil yang positif, dengan rata-rata skor 99, mengindikasikan bahwa banyak siswa memiliki karakter yang baik. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang kuat (r = 0,78) dan signifikan (p = 0,001) antara keterlibatan dalam ekstrakurikuler olahraga dan pembentukan karakter siswa. Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa olahraga dapat membentuk nilai-nilai moral seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan karakter positif, tantangan seperti keterbatasan fasilitas, motivasi individu yang rendah, dan pengelolaan program yang kurang optimal masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan peningkatan variasi kegiatan olahraga, pelatihan bagi guru pembimbing, dan dukungan fasilitas yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas program ekstrakurikuler olahraga dalam pembentukan karakter siswa.
Efektivitas Integrasi Life Skills dalam Olahraga untuk Mencegah Bullying di Kalangan Remaja Suardika, I Kadek; Kadir, Suprianto; Duhe , Edy Dharma Putra; Haryanto, Arief Ibnu; Prasetyo, Agung; Alamri, Sakina
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i2.4680

Abstract

Bullying di kalangan remaja merupakan masalah sosial yang berdampak serius pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan prestasi akademik. Korban bullying sering mengalami kecemasan, depresi, dan rendahnya kepercayaan diri, sementara pelaku cenderung mengembangkan perilaku agresif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model integrasi life skills melalui olahraga dalam mencegah bullying di kalangan peserta didik. Metode yang digunakan adalah Quasi-Experiment dengan desain Matching-only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri dari remaja usia 14–18 tahun di Gorontalo, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (olahraga berbasis life skills) dan kelompok kontrol (olahraga konvensional). Pengukuran menggunakan Life Skills Scale for Sport (LSSS) yang dianalisis dengan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi life skills dalam olahraga secara signifikan meningkatkan empati, pengendalian emosi, dan kerja sama tim, sehingga dapat mengurangi perilaku bullying. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pendidikan karakter berbasis olahraga di sekolah.
Perbandingan Waktu Reaksi Perlombaan Sport Climbing Nomor Speed World Record pada Kelas Nasional dan Internasional Wijaya, Ananda Atma; Supriatna, Eka; Sastaman, Putra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i2.4693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu reaksi dan hasil waktu akhir pada olahraga panjat tebing khususnya di nomor speed WR pada kelas nasional dan international. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menganalisis video final pertandingan kelas nasional pada kejuaraan Panjat Tebing Walikota Tanggerang tahun 2023 dan pertandingan kelas international pada kejuaraan Piala Dunia IFSC di Salt Lake City, AS tahun 2024. Menggunakan sample atlet pada pertandingan final pertandingan kelas nasional pada kejuaraan Panjat Tebing Walikota Tanggerang tahun 2023 dan pertandingan kelas international pada kejuaraan Piala Dunia IFSC di Salt Lake City, AS tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan rekaman video pertandingan pada saat pertandingan final yang menjadi juara 1 dan 2 pada kejuaraan nasional Panjat Tebing Walikota Tanggerang tahun 2023 dan kejuaraan international Piala Dunia IFSC di Salt Lake City, AS tahun 2024, selanjutnya di analisis menggunakan aplikasi kinovea. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada waktu reaksi, pada kelas nasional lane A 164ms sedangkan lane B 273ms, walaupun pada lane A nasional memiliki waktu reaksi yang cepat dibandingkan dengan lane B nasional namun pada pertandingan ini dimenangkan oleh lane B nasional, dengan hasil akhir lane A nasional 5,723ms dan lane B nasional 5,625ms. Hal ini membuktikan bahwa memiliki waktu reaksi yang cepat bukan menjadi faktor utama dalam memenangkan perlombaan. Ada faktor pendukung kesuksesan dalam melakukan pemanjatan, bukan hanya waktu reaksi yang cepat melainkan teknik pemanjatan yang baik menjadi faktor utama dalam keberhasilan pemanjatan. Pada kelas international lane A 197ms sedangkan lane B 229ms, lane A memiliki waktu reaksi yang cepat dan teknik pemanjatan yang baik sehingga dapat dengan mudah memenangkan pertandingan apabila dibandingkan dengan lane B yang memiliki waktu reaksi lambat dan teknik pemanjatan yang kurang sempurna sehingga menyebabkan terjadi kesalahan dengan hasil akhir lane A international 4,893ms dan lane B international 6,711ms.
Studi Etnografi : Analisis Fear of Missing Out (FoMO) Masyarakat dalam Partisipasi Mengikuti Trampoline Dance Fitness Dwijayanti, Karlina; Rima Febrianti; Ciendy Priskila Jati
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i2.4784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dalam partisipasi masyarakat mengikuti Trampoline Dance Fitness melalui pendekatan etnografi. FoMO merupakan kondisi psikologis ketika individu merasa cemas atau takut tertinggal dari pengalaman sosial yang dianggap penting oleh orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner yang telah divalidasi dan terbukti reliabel kepada 120 responden wanita yang mengikuti kegiatan Trampoline Dance Fitness, baik melalui klub kebugaran maupun saat pelaksanaan Car Free Day. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Trampoline Dance Fitness yang dikaitkan dengan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) secara umum berada pada kategori cukup, berdasarkan rata-rata nilai dari keseluruhan 30 item pernyataan yang dianalisis. Ditinjau dari masing-masing aspek, social exclusion anxiety, peer influence, fitness participation motivation, dan self-presentation and validation masing-masing berada dalam kategori cukup, dengan rata-rata nilai antara 3,22 hingga 3,27. Sementara itu, aspek social media engagement dan participation behavior termasuk dalam kategori baik, dengan rata-rata masing-masing sebesar 3,563 dan 3,405. Secara keseluruhan FoMO Masyarakat dalam Partisipasi Mengikuti Trampoline Dance Fitness memiliki 30 item pernyataan dan diperoleh rata-rata sebesar 4,9195 yang termasuk ke dalam kategori cukup. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketergantungan terhadap media sosial dan keterlibatan aktif dalam aktivitas turut memperkuat kecenderungan FoMO, meskipun beberapa aspek psikososial lainnya menunjukkan pengaruh yang sedang. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam Trampoline Dance Fitness tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi fisik, tetapi juga oleh dinamika sosial yang kompleks.
Apakah Asupan Gizi Makro Mahasiswa Olahraga Telah Sesuai ? Samodra, Y. Touvan Juni; Maksum, Henry; Akbar, Ridho Juli; Riri, Anastasia Natalia; Deo, Klaudius
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v11i2.5067

Abstract

Asupan gizi makro bagi mahasiswa olahraga sangat penting mengingat perkuliahan teori dan praktek setiap minggunya. Kekurangan asupan gizi makro akan berdampak kurang baik terhadap keberhasilan belajar. Pemenuhan gizi makro setidaknya menjadi cerminan pengetahuan dan praktek nyata dari penerapan ilmu gizi secara individu. Penting untuk diketahun ketercukupan yang terjadi sebagai salah satu refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemehunan asupan gizi makro pada mahasiswa. Sampel penelitian ini mengambil sampel 29 mahasiswa Pendidikan kepelatihan olahraga FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Pengambilan data dipergunakan pengisian food activity recall, selama 3 hari. Analisis dengan menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemenuhan giz makro karbohidra ternyata berstatus 59% belum terpenuhi, 31% terpenuhi dan 10% berlebih. Protein berstatus 21% belum terpenuhi, 42% terpenuhi dan 37% berlebih dan yang terakhir Lemak 42 belum terpenuhi, 34% terpenuhi dan 24% berlebih. Sehingga kisaran persentase kurang terpenuhi antara dengan rerata kasar berkisar 40% gizi makro belum terpenuhi dan selebihnya telah terpenuhi dan bahkan berlebih, terutama protein mengalami kelebihan yang cukup besar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat memberikan saran untuk menjaga asupan gizi makro, makan bukan hanya sekedar kenyang. Kedua perlu ditingkatkan kesadaran kandungan nilai nutrisi yang masuk dengan pemahaman terhadap perhitungan yang dilakukan, software seperti nutrie survey dapat sebagai salah satu yang direkomendasikan.
Survei Analisis Pola Tidur Atlet Cabang Olahraga Futsal di Madrasah Tsanawiyah 2 Pontianak Dwiraka, Muhammad Azdi; Perdana, Rahmat Putra; Sastaman B., Putra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 12 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v12i1.5432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola tidur atlet cabang olahraga futsal dan hubungannya dengan performa serta kesehatan atlet. Futsal merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang menyebabkan kelelahan fisik dan psikologis, sehingga pemulihan melalui tidur yang cukup menjadi sangat penting. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel atlet futsal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak dengan karakteristik berjenis kelamin laki-laki berjumlah 30 orang, menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis dengan deskriptif persentase menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% responden memiliki kualitas tidur yang baik, sedangkan 43% mengalami kualitas tidur buruk. Kualitas tidur yang buruk berpotensi menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti stres dan kecemasan, serta berdampak negatif pada kinerja atlet. Faktor gaya hidup, pola makan, stres, kelelahan, dan lingkungan juga mempengaruhi pola tidur atlet. Oleh karena itu, pengelolaan pola tidur yang optimal dan penerapan praktik sleep hygiene sangat penting untuk menjaga kesehatan, kebugaran, serta performa atlet futsal secara menyeluruh. Disarankan agar atlet futsal menjaga durasi tidur malam sekitar 8-10 jam dan tidur siang 30 menit hingga 1 jam, serta edukasi mengenai manajemen tidur dan stres agar performa dan kesehatan mental tetap terjaga.
Dampak Pola Tidur terhadap Daya Tahan Fisik Atlet Syahendra, Wanda; Supriatna, Eka; Yosika, Ghana Firsta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 12 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v12i1.5661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara polatidur dan daya tahan fisik atlet. Kurang tidur dapat terjadi penurunan daya tahan fisik dan peforma pada atlet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan strategi penelusuran artikel melalui database PubMed dengan kata kunci “Sleep Pattern and Endurance” yang sesuai dengan metode PRISMA. Kriteria yang dipakai berbahasa inggris yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020-2024) dan dapat di akses secara gratis. Ditemukan 300 artikel, pembatasan pencarian untuk 5 tahun terakhir ditemukan 156, ditambah dengan pembatasan artikel ditemukan sebanyak 100 artikel, kemudian dilakukakan pembatasan kembali dalam tema Sleep Pattern and Endurance ditemukan sebanyak 28. Kecocokan abstrak dengan tema ditemukan sebanyak 28 artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan Mendeley reference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas dapat meningkatkan daya tahan fisik, membantu memulihkan tubuh, serta menjaga performa atlet baik saat latihan maupun saat kompetisi. Sebaliknya, jika kekurangan tidur, dapat menyebabkan kelelahan berlebih, memicu gangguan mental, serta meningkatkan resiko terserang penyakit kardiovaskular. Dengan demikian, melakukan latihan fisik dengan teratur, dan menjaga pola tidur dengan baik menjadi faktor kunci dalam menjaga performa atlet.
Pengembangan Model Latihan Sepak Takraw Adaptif untuk Meningkatkan Keterampilan Servis pada Atlet Disabilitas Fisik Hanafi, Moh; Muhyi, Muhammad; Utamayasa, I Gede Dharma
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 12 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v12i1.6014

Abstract

Di lapangan masih banyak pelatih yang belum memiliki pedoman latihan adaptif yang terstruktur dan berbasis riset, khususnya pada olahraga Sepak Takraw. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan model latihan Sepak Takraw adaptif dalam meningkatkan keterampilan servis pada atlet disabilitas fisik. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih diterapkannya latihan Sepak Takraw konvensional yang kurang mempertimbangkan keterbatasan fisik atlet disabilitas, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas teknik servis, motivasi latihan, dan partisipasi atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 10 atlet Sepak Takraw disabilitas fisik yang berada di bawah binaan National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur. Produk yang dikembangkan berupa model latihan Sepak Takraw adaptif, panduan pelaksanaan latihan, serta rubrik penilaian keterampilan servis yang mencakup aspek kontrol bola, akurasi, kecepatan, dan konsistensi. Validasi produk dilakukan oleh ahli olahraga disabilitas, ahli Sepak Takraw, dan ahli pendidikan jasmani. Uji coba terbatas dilaksanakan melalui empat sesi latihan untuk menilai efektivitas dan keterterapan model di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan servis, angket respons atlet, dan wawancara pelatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan Sepak Takraw adaptif yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan mampu meningkatkan keterampilan servis atlet disabilitas fisik secara nyata. Selain peningkatan aspek teknis, model ini juga berdampak positif terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif atlet selama latihan. Dengan demikian, model latihan Sepak Takraw adaptif ini dinilai efektif, aplikatif, dan berpotensi menjadi rujukan pembinaan olahraga disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.