cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2016)" : 9 Documents clear
Pengembangan Kawasan Pecinan Menjadi Kawasan Wisata di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru Chandra, Denni; Asteriani, Febby; Zaim, Zaflis
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.981 KB)

Abstract

Di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Senapelan terdapat banyak potensi obyek wisata. Fenomena dilapangan menunjukkan bahwa potensi obyek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Potensi-potensi obyek wisata yang dimiliki Kecamatan Senapelan ini, hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak positif serta hasil yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dalam pengembangan potensi obyek wisata Kecamatan Senapelan agar dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dilapangan, kuisioner dan wawancara. Kuisioner dilakukan terhadap para wisatawan yang berkunjung, sedangkan wawancara dilakukan terhadap pejabat pemerintah terkait dan juga para tokoh masyarakat di Kecamatan Senapelan, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata tersebut dilakukan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Senapelan merupakan kawasan wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan obyek wisata tersebut. Dari faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan beberapa strategi untuk mengembangkan potensi wisata ini, diantaranya adalah peningkatan sarana dan prasarana di kawasan wisata Pecinan dan pembangunan sarana prasarana obyek wisata.
Analisis Stabilitas Lereng Sungai Kampar Terhadap Gelincir di Desa Simpang Kubu dengan Metode Simplified Bishop Zainuri, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni; Yanti, Gusneli
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.033 KB)

Abstract

Desa Simpang Kubu merupakan salah satu desa yang berada di daerah kawasan bantaran sungai Kampar yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kondisi tebing sungai, ada yang sudah diberi perkuatan dan ada yang masih alami. Kondisi tebing sungai yang masih alami mengalami pengikisan secara terus-menerus, sehingga makin lama jarak tebing sungai dengan daerah permukiman dan fasilitas umum semakin dekat. Jika hal ini tidak menjadi perhatian dan dibiarkan terus-menerus oleh pengambil kebijakan maka daerah permukiman masyarakat dan fasilitas umum tersebut akan hilang, ikut terkikis dan terbawa oleh longsor. Karena itu perlu dipertimbangkan untuk membangun pengaman tebing. Masalah penelitian adalah analisis stabilitas lereng sungai Kampar di desa Simpang Kubu dengan metode Simplified Bishop sehingga bidang gelincir dapat ditentukan secara akurat. Tempat penelitian adalah bantaran sungai Kampar yang berada di desa Simpang Kubu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus 2015, berakhir pada bulan Januari 2016. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan kemudian dianalisis dengan memakai formulasi yang digunakan pada metode Simplified Bishop maka diperoleh kesimpulan bahwa bidang gelincir untuk lereng sungai Kampar yang berada di Desa Simpang Kubu berberntuk busur dengan jari-jari (R) 10 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,78 mendekati nilai yang diisyaratkan.
Crash Program Proyek Revitalisasi SDN 107 Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Retno, Deddy Purnomo
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.001 KB)

Abstract

Revitalisasi SDN 107 Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru bertujuan agar sekolah tersebut menjadi lebih baik dari segi bangunannya. Dengan dilakukannya revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih nyaman di sekolah baik bagi para guru maupun murid. Dalam setiap revitalisasi suatu bangunan, adakalanya pekerjaan menghadapi kendala-kendala. Salah satunya jika terjadi keterlambatan dalam suatu pelaksanaan pekerjaan. Padahal waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan salah unsur penting yang sangat terkait dengan biaya pelaksanaan, apabila terjadi keterlambatan pekerjaan akan terjadi pula penambahan anggaran biaya pekerjaan. Jika dalam suatu pelaksanaan pekerjaan terjadi keterlambatan, maka perlu dilakukan percepatan (Crash) pada beberapa aktivitas proyek. Hal ini dilakukan agar hasil yang diinginkan dapat terwujud dengan baik pada batas waktu yang telah ditetapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai berapa besar waktu dan biaya yang diperlukan jika dilakukan Crash Program, serta alternatif yang digunakan pada Revitalisasi SDN 107 kecamatan Rumbai kota Pekanbaru, agar mencapai efisiensi dan optimalisasi pada pekerjaan tersebut. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa waktu dan biaya yang digunakan. Dalam penelitian ini digunakan dua alternatif, yaitu dengan menggunakan metode kerja lembur dan metode penambahan tenaga kerja baru. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil pemendekkan durasi dilakukan selama 24 hari kerja pada 7 kegiatan pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis. Penambahan anggaran dengan metode kerja lembur sebesar Rp. 255.242.500,00 (19,48% dari total anggaran proyek) dengan metode penambahan tenaga kerja baru sebesar Rp. 167.370.000,00 (12,28% dari total anggaran proyek) Dari kedua metode yang ditinjau didapat bahwa metode penambahan tenaga kerja lebih efisien dalam hal pembiayaan.
Pengaruh Bentuk Penampang Terhadap Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Pancang Berdasarkan Data Uji Penetrasi Standar Yoga, Asri Sepri; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.347 KB)

Abstract

Fondasi tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan baja, yang digunakan untuk meneruskan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah didalam massa tanah. Fondasi tiang pancang lazimnya dikerjakan dalam bentuk penampang persegi, segitiga, dan cincin (spoon pile). Sedangkan kita ketahui bahwa masih banyak bentuk penampang lain yang bisa digunakan untuk pekerjaan fondasi tiang pancang. Apakah penampang persegi, segitiga dan cincin (spoon pile) memiliki kapasitas dukung ultimit yang lebih besar atau lebih efisien dibanding dengan berbagai bentuk yang belum diterapkan sebagai penampang fondasi tiang pancang. Untuk membuktikan hipotesa ini maka peneliti melakukan penelitian kapasitas dukung tiang pancang terhadap bentuk penampang. Penelitian ini menggunakan metode statis dengan data SPT (standar penetration test) pada proyek pembangunan Rumah Sakit EKA HOSPITAL Jln Soekarno Hatta - Pekanbaru Riau, yaitu dengan formula Mayerhoff. Pemilihan bentuk penampang pada penelitian ini dilakukan berdasarkan teori sampling yaitu Non Probability Sampling. Bentuk penampang yang diteliti adalah persegi, lingkaran, persegi delapan, cincin, dan segitiga, dengan kedalaman pemancangan adalah 18 m untuk masing-masing penampang dengan luasan yang sama. Dari hasil penelitian yang dilakukan, jika diurutkan bentuk penampang tiang pancang yang memiliki kapasitas dukung ultimit yang paling besar adalah penampang cincin, segitiga, persegi, persegi delapan dan yang terakhir adalah penampang lingkaran. Dan untuk hasil analisis penurunan tiang tunggal yang terjadi pada masing – masing penampang keseluruhannya aman terhadap penurunan izin tiang tunggal dimana penurunan yang terjadi lebih kecil dari penurunan yang diizinkan.
Studi Pengembangan Kawasan Perkotaan di Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai Astuti, Puji
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.305 KB)

Abstract

Kecamatan Dumai Barat berdasarkan letak administrasi, sistem pergerakan transportasi serta kegiatan sosial, memiliki potensi yang besar dan signifikan untuk berkembang. Perkembangan yang diperkirakan berjalan baik diantaranya pada sektor ekonomi (perdagangan dan jasa) dan sektor pertanian. Secara geografis Kecamatan Dumai Barat terletak pada pusat Kota Dumai. Kecamatan Dumai Barat juga menghubungkan pergerakan transportasi yang menguhubungkan Kota Dumai dengan pusat industri, pusat pemerintahan, kawasan perkantoran, kawasan pergudangan, serta perusahaan-perusahan besar berskala nasional yang terletak di kecamatan lainnya. Secara langsung maupun tidak langsung kecamatan ini akan mendapatkan keuntungan dari segi kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan kondisi eksisting, kebijakan dan isu pengembangan, kondisi fisik dasar, guna lahan, serta sarana dan prasana, dan pengunaan lahan serta memberikan arahan bagi pengembangan kawasan perkotaannya. Berdasarkan penelitian, Kecamatan Dumai Barat mempunyai suatu keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh wilayah lain untuk pengembangan wilayahnya. Kondisi topografi, hidrologi dan geologi Kecamatan Dumai Barat sangat signifikan untuk pengembangan bagi kegiatan permukiman dan pertanian. Pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Dumai Barat tetap mengacu pada kecenderungan perkembangan saat ini, dan gejala pertumbuhan kawasan permukiman pada kawasan-kawasan potensial sebagai akibat terstimulasi oleh program pembangunan pemerintah kota. Pengembangan kawasan perkantoran dan pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Dumai Barat dilakuan dengan mempertimbangkan fungsi Kecamatan Dumai Barat didalam rencana tata ruang wilayah.
Perbandingan Analisis Struktur dan Efisiensi Biaya Struktur Slab on Pile Menggunakan Metode Precast Half-Slab dan Metode Monolite, Serta Kombinasi Mutu Beton Slab on Pile (Studi Kasus Jembatan Perawang) Kurniawan, Mahadi
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.163 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa struktur Slab on Pile jembatan bentang panjang dengan menggunakan metode Precast Half-Slab baik dari segi teknis maupun efisiensi struktur pekerjaannya. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk memperkenalkan perkembangan teknologi bidang Teknik Sipil yang berorientasi pada metode kemudahan pekerjaan dilapangan sehingga pekerjaan Slab on Pile jembatan bentang panjang dapat berjalan efektif dan efisien. Studi kasus pada penelitian ini adalah proyek pembangunan Jembatan Perawang, Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau. Diharapkan penelitian ini akan memberikan manfaat sebagai bahan referensi untuk penggunaan metode Precast Half-Slab pada pekerjaan Slab on Pile atau plat lantai jembatan bentang panjang. Penelitian ini dilakukan pada Slab on Pile dengan panjang 40 m. Tiap satu segmen plat berukuran panjang 4,44 m, lebar 3 m dan tebal 0,25 m. Mutu beton yang digunakan adalah K-500 dan K-400. Selanjutnya metode Precast Half-Slab ini dibandingkan dengan pekerjaan Slab on Pile dengan menggunakan metode Monolite pada proyek pembangunan Jembatan Perawang. Analisa teknis struktur dilakukan terhadap plat dan balok. Pada metode Precast Half-Slab ini diperhitungkan mekanisme tulangan angkat dan mekanisme sambungan plat yaitu shear connector. Sedangkan analisa efisiensi struktur dilakukan terhadap waktu dan biaya. Hasil analisa menunjukkan bahwa pekerjaan Slab on Pile dengan menggunakan metode Precast Half-Slab ini ditinjau dari aspek teknis jauh lebih efektif dibandingkan dengan metode Monolite karena dalam pekerjaannya tidak membutuhkan shoring sebagai perancah dan bekisting untuk mencetak plat betonnya. Efisiensi waktu pekerjaan metode Precast Half-Slab adalah sebesar 175% dibandingkan dengan metode Monolite. Sedangkan efisiensi biaya pekerjaan metode Precast Half-Slab adalah sebesar 18,80 %. Namun untuk lebih ekonomis lagi dikombinasi mutu beton pada plat yaitu mutu beton K-500 untuk plat precast dan mutu beton K-400 untuk plat cast-in-situ dengan efisiensi biaya sebesar 22,80 %.
Analisa Perbandingan Biaya Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Pada Jalan Maredan Provinsi Riau Ramdhani, Fitra
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.032 KB)

Abstract

Jalan Maredan merupakan jalan lintas yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Siak Sri Indrapura di Provinsi Riau. Jalan Maredan ini dimulai dari ruas jalan Simpang Beringin Km. 25+100 sampai Simpang Jembatan Sultan Syarif Hasim Km. 55+100 (Maredan) yang merupakan akses jalan yang dapat mempercepat jarak tempuh antara kota Pekanbaru dengan kota kabupaten Siak Sri Indrapura. Biaya konstruksi perkerasan Jalan Maredan untuk ruas dari Simpang Beringin Km. 25+100 sampai dengan Km. 37+650 sepanjang 12.45 Km, dibiayai dengan sumber dana APBD Provinsi Riau melalui Dinas PU Provinsi Riau dengan sistem pelaksanaan kontrak tahun jamak (Multi Years) dan menggunakan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement). Sementara itu, dari Simpang Jembatan SSH Km. 52+650 sampai dengan Simpang Pos Maredan Km. 45+600 sepanjang 7 Km, dibiayai dengan sumber dana APBD Kabupaten Siak Sri Indrapura Tahun Anggaran 2013 dengan menggunakan konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement). Berdasarkan analisa biaya pada awal konstruksi, bahwa Jalan Maredan dengan panjang jalan 7.000 meter dan lebar 7 meter diperoleh biaya konstruksi perkerasan lentur sebesar Rp. 24.549.455.527,00 dan konstruksi perkerasan kaku sebesar 39.009.602.650,57. Jadi, biaya konstruksi perkerasan lentur lebih hemat sebesar Rp. 14.460.147.123,57 atau sebesar 37,07%. Sedangkan untuk biaya pemeliharaan rutin dan berkala untuk kedua jenis konstruksi perkerasan sampai dengan umur 20 tahun, diperoleh untuk perkerasan lentur sebesar Rp. 111.840.000.356,80 dan perkerasan kaku sebesar Rp. 70.526.795.327,58. Jadi pada umur konstruksi jalan 20 tahun, biaya konstruksi jalan perkerasan kaku lebih hemat sebesar Rp. 41.313.205.029,21 atau 36,94% dari perkerasan lentur.
Evaluasi Perencanaan Struktur Kuda-kuda Baja Gedung Kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Suhajri, Afti; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.158 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perencanaan struktur kuda-kuda baja gedung kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kuda-kuda tersebut memiliki bentang yang cukup besar yaitu 21,6 m dengan jarak antar kuda-kuda 7,2 m. Bentangan yang besar akan memberikan pengaruh yang besar juga terhadap pembebanan yang akan dipikul oleh kuda-kuda dan lendutan yang akan terjadi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan profil tersebut dalam memikul beban-beban yang ada dan untuk mengetahui seberapa besar lendutan yang terjadi, apakah telah memenuhi persyaratan. Penggunaan bahan yang efisien akan berpengaruh terhadap biaya yang akan dikeluarkan, sehingga akan dilakukan juga penelitian untuk mengetahui sejauh mana efisiensi dari profil tersebut. Pembebanan yang dipikul oleh kuda-kuda gedung kargo Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akan dihitung sesuai dengan ketentuan PPIUG 1983 dengan faktor beban sesuai dengan SNI 03-1729-2002. Metode yang digunakan dalam analisa gaya dalam dan lendutan pada kuda-kuda portal gable adalah metode matrik kekakuan langsung untuk sistem portal 2 dimensi. Untuk pengecekan terhadap profil baja dan sambungan digunakan SNI 03-1729-2002 yang mengacu pada metode LRFD (Load and Resistance Factor Design). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa profil CNP 125.50.20.3,2 yang digunakan pada gording mempunyai kekuatan yang cukup dalam memikul beban-beban yang ada dengan sisa kekuatan sebesar 12,23%, tetapi lendutan yang terjadi masih terlalu besar melebihi lendutan izin yaitu 3,42 cm > 3 cm lendutan izin. Untuk profil WF 350.175.7.11 yang digunakan pada kuda-kuda cukup kuat dalam memikul beban-beban yang ada dengan sisa kekuatan profil sebesar 48,93% pada profil balok dan 60,55% pada profil kolom. Lendutan vertikal yang terjadi pada kuda-kuda adalah sebesar 0,55 cm < 9 cm lendutan izin, dan lendutan horizontal sebesar 0,03 cm < 0,2 cm lendutan izin. Profil yang digunakan di lapangan masih terlalu boros jika dibandingkan dengan profil alternatif dengan perbedaan berat sebesar 16,73%. Hasil analisa profil alternatif, profil WF 346.174.6.9 untuk balok rafter didapat sisa kekuatan sebesar 33,18%, dan profil WF 175.175.7,5.11 untuk kolom sebesar 20,66%, sehingga profil alternatif pun masih cukup kuat memikul beban-beban yang ada.
Analisa Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index (Pci) Studi Kasus : Jalan Soekarno Hatta Sta. 11 + 150 s.d 12 + 150 Mubarak, Husni
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.033 KB)

Abstract

Analisa Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI)(Studi Kasus: Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 11+150 s/d 12+150) sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi, dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan perkerasan jalan. Beban lalu lintas yang tinggi menyebabkan banyak terjadi kerusakan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kondisi perkerasan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+600 s/d 13+000. Penelitian dilakukan secara visual dengan metode Pavement Condition Index. Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+150 s/d 12+150 dengan panjang 1.0 km dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 100 x 7 m per segmennya. Masing-masing segmen di evaluasi dengan mengukur dimensi, identifikasi jenis dan tingkatan kerusakannya untuk mendapatkan nilai PCI. Hasil analisa menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi antara lain Retak Buaya (Alligator Crack), tambalan (patching), Pengausan Agregat, Retak Kotak, dan Lubang. Nilai PCI rata-rata untuk Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Sta. 10+150 s/d 12+150 adalah 46.10 yang dikategorikan dalam kondisi Cukup (Fair), sehingga perlu suatu penanganan serius dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan menjadi lebih parah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9