cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 02 (2023)" : 5 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Sayur Sebagai Agen Dalam Pembuatan Beton Pulih Mandiri: Utilization of Vegetable Waste as an Agent in Self Healing Concrete Harmiyati; Syarif, Firman; Mildawati, Roza; Hasyim, Nanda; Iswanto
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).11477

Abstract

[ID] Beton merupakan bahan kontruksi yang terdiri dari campuran material seperti semen, agregat dan air serta bahan tambahan lainnya (additive). Saat ini penggunaan beton semakain meningkat karena beton merupakan bahan kontruksi yang memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah dalam proses pengerjaannya dan harga material penyusunnya relatif murah serta mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan pada fisik beton menggunakan campuran ekstrak limbah sayuran dan menganalisa pengaruh faktor nilai slump 10-30 terhadap nilai kuat tekan beton pada mutu beton self healing dengan metode yang digunakan untuk menghitung campuran beton (Mix Design) berdasarkan SNI 03-2834-2000.  Hasil nilai slump pada penelitian self healing concrete dengan nilai slump 10-30 mm pada beton varian ekstrak limbah sayuran 0% dan 3% memenuhi standar yaitu 20mm dan 30mm. Sedangkan pada varian 5%, 7% dan 9% tidak memenuhi standar yaitu 140mm, 220mm dan 200mm. Hasil kuat tekan beton pada      perendaman umur 28 hari pada pengadukan pertama dengan varian 0%, 3%, 5%, 7% dan 9% mengalami penurunan berturut-turut dari 37,40 Mpa, 28,76 Mpa, 25,01 Mpa, 20,30 Mpa, dan 20,14 Mpa. Untuk pengadukan kedua pada varian  0%, 3% dan 5% mengalami penurunan dari varian 0% yaitu 37,40 Mpa, 29,15 Mpa dan 22,15 Mpa, sedangkan varian 7% mengalami kenaikan yaitu 23,26 Mpa dan varian 9% mengalami penurunan yaitu 18,79 Mpa. Penglihatan secara visual pada beton yang diretakkan pada varian 3% dan 5% mengalami pemulihan di hari ke 14 dan hari ke 21, tetapi tidak dapat memulihkan retakan sepenuhnya pada beton. Sedangkan pada varian 7% dan 9% dapat memulihkan di hari ke 14 dan hari ke 10 hampir pulih sepenuhnya. Kata Kunci: Beton, Self Healing Concrete, Ekstrak Limbah Sayuran, Kuat Tekan,  Nilai Slump. [EN] Concrete is a construction material consisting of a mixture of materials such as cement, aggregate and water as well as other additives. Currently the use of concrete is increasing because concrete is a construction material that has several advantages, such as being easy to process and the price of the material being made is relatively cheap and easy to obtain. The purpose of this study is to determine changes in the physical concrete and analyze the effect of the slump value of 10-30 on the value of the compressive strength of concrete on the quality of self-healing concrete with the method used to calculate the concrete mix (Mix Design) based on SNI 03-2834- 2000. The results of the slump value in the self-healing concrete study with a slump value of 10-30 mm on the 0% and 3% vegetable waste extract variant concrete met the standards, namely 20mm and 30mm. While the 5%, 7% and 9% variants do not meet the standards, namely 140mm, 220mm and 200mm. The results of the compressive strength of concrete at 28 days of immersion in the first mixing with variants of 0%, 3%, 5%, 7% and 9% decreased from 37,40 Mpa, 28,76 Mpa, 25,01 Mpa, 20,30 Mpa and 20,14 Mpa. For the second mixing the 0%, 3% and 5% variants experienced a decrease from the 0% variant, namely 37,40 Mpa, 29,15 Mpa and 22,15 Mpa, while the 7% variant experienced an increase of 23,26 Mpa and variant 9% experienced a decrease of 18,79 Mpa. Visually the cracked concrete in the 3% and 5% variants recoveredon day 14 and day 21, but could not fully restore the cracks in the concrete. Whilethe 7% and 9% variants can recover on day 14 and day 10 almost fully recovered. Keywords: Concrete, Self Healing Concrete, Vegetable Waste Extract, Compressive Strength, slump value.
Pengaruh Penambahan Limbah Plastik Sebagai Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Pada Paving Block: The Effect of Addition of Plastic Waste as a Concrete Mix on the Compressive Strength and Water Absorbency of Paving Blocks mildawati, roza
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).7966

Abstract

[ID] Limbah plastik merupakan material yang sulit terurai oleh tanah sehingga keberadaannya sangat menganggu lingkungan sekitar. Salah satu cara pemanfaatan limbah plastik adalah sebagai bahan substitusi dalam pembuatan paving block. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan pasir sebagai bahan pembuatan paving block dengan penggunaan limbah plastik PP (PolyPropylene), tujuannya untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai kuat tekan dan daya serap air pada paving block. Penggunaan limbah plastik PP sebagai substitusi sebagian pasir dengan komposisi campuran 0%, 10%, 20% dan 30% dari berat pasir. Pembuatan paving block menggunakan cetakan berukuran 20x10x6 cm dan pengujian dilakukan setelah umur 28 hari dengan metode SNI 03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Nilai kuat tekan rata-rata paving block dengan penggunaan limbah plastik PP sebagai pengganti sebagian pasir mengalami penurunan setiap variasinya. Pada variasi 0% dan 10% didapat nilai kuat tekan sebesar 186,47 kg/cm2 dan 171,13 kg/cm2 yang keduanya masuk mutu B. Sedangkan paving block pada variasi 20% dan 30% didapat nilai kuat tekan sebesar 138,08 kg/cm2 dan 93,24 kg/cm2 yang masuk mutu C dan D. Penyerapan air paving block untuk variasi 0%, 10% dan 20% secara berturut-turut yaitu sebesar 4,89%, 7,42%, dan 9,57% yang masuk mutu B, C, dan D. Sedangkan variasi 30% sebesar 10,77% yang tidak masuk dalam mutu. Ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah penggunaan limbah plastik PP sebagai pengganti sebagian pasir maka semakin meningkat juga persentase penyerapan air dari paving block.   [EN] Plastic waste is a material that is difficult to decompose by the soil so that its existence is very disturbing to the surrounding environment. One way to use plastic waste is as a substitute for making paving blocks. This research was conducted to reduce the use of sand as a material for making paving blocks with the use of PP (PolyPropylene), the aim is to determine the effect of the compressive strength and water absorption value of paving blocks. The use of PP plastic waste as a partial substitute for sand with a mixture composition of 0%, 10%, 20% and 30% by weight of sand. Making paving blocks using molds measuring 20x10x6 cm and testing is carried out after 28 days of age using the SNI 03-0691-1996 method regarding concrete bricks (paving blocks). The value of the average compressive strength of paving blocks with the use of PP plastic waste as a substitute for some sand decreased with each variation. In a variation of 0% and 10% obtained the compressive strength of 186,47 kg/cm2 and 171,13 kg/cm2 are both in the quality of B. While the paving block the variation of 20% and 30% obtained the compressive strength of 138, 08 kg/cm2 and 93,24 kg/cm2 incoming quality C and D. the absorption of water paving blocks for a variation of 0%, 10% and 20% respectively in the amount of 4,89%, 7,42%, and 9,57% which entered the quality B, C, and D. While the 30% variation was 10,77% which did not enter the quality. This shows that the greater the use of PP plastic waste as a substitute for some sand, the greater the percentage of water absorption from the  paving blocks.   
Konsep City Marketing dalam Pengembangan Permukiman di Kawasan Pinggiran Kota Pekanbaru: The City Marketing Concept in Residential Development in the Suburban of Pekanbaru City asteriani, febby
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).10994

Abstract

[ID] Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian, dan minimnya ketersediaan lahan mengakibatkan pembangunan perumahan semakin bergeser ke arah pinggiran kota. Dalam mewujudkan pemerataan pembangunan permukiman diperlukan beberapa strategi untuk menarik masyarakat agar berminat membeli suatu hunian yang berada dipinggiran kota, dikarenakan masyarakat menyukai tinggal dipusat kota dengan berbagai fasilitas yang lengkap.  Luas Kecamatan Tampan dan Kecamatan Payung Sekaki merupakan dua kecamatan yang cukup luas di Pekanbaru ,yang banyak perumahan dibangun di daerah pinggiran kotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep city marketing dalam pengembangan permukiman kawasan pinggiran kota di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan melakukan observasi lapangan dan kuisioner terhadap 156 responden. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep city marketing dalam  pengembangan permukiman kawasan pinggiran kota perlu memperhatikan variabel yang paling berpengaruh. Variabelnya adalah : Penduduk 83%, Daya Tarik 82%,Iinfrastruktur 73, Citra Kawasan 70%.  Strategi yang perlu dilakukan adalah membangun perumahan yang disesuaikan dengan perekonomian masyarakat, menyediakan fasilitas umum maupun fasilitas khusus disekitar kawasan perumahan, meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan permukiman,menyediakan aksesibilitas transportasi umum yang mudah terjangkau dan memberikan keringanan dalam pembayaran kepada masyarakai baik pembayaran secara cash/kredit. [EN] The increasing needs of the community for housing and the lack of availability of land has made housing development increasingly shifthing towards to the suburban area. In realizing equitable settlement development, several strategies are needed to attrack people to be interested in buying a residence on the suburban area, because people like to live in the city core with complete facilities. Tampan dan Payung Sekaki are two largest subdistrict in Pekanbaru city, which many housing estate have been built in their suburbs. The purpose in this study is to determine the concept of city marketing in the development of suburban settlement in Pekanbaru. This study used mix method by conducting field observations and quitionaires to community respondents. The result of this study indicate that the concept of city marketing in the development of suburban settlements needs to pay attention to the most influential 4 variables, the variables are : Population 83%, Attraction 82%, Infrastructure 73%, Regional Image 70%. The strategy that needs to be concern is to buold housing that is adapted to the community’s economy, provide public facilities and special facilities around residential areas, increase the convenience and safety of residential areas, provide accessable public transportation and provide easy payments to the public, both cash and credit.    
Evaluasi Kelayakan Investasi Alat Berat Di Kalimantan Selatan: Feasibility Evaluation of Heavy Equipment Investment in South Kalimantan Lendra; Purwantoro, Almuntofa; Wibowo, Guswiem
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).12926

Abstract

[ID] Pembangunan di sektor konstruksi di Indonesia adalah salah satu alasan mengapa investasi peralatan alat berat mengalami peningkatan namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07% pada tahun 2020 akibat covid-19. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2020 berimbas perusahaan penyewaan alat berat salah satunya CV. BSN yang meyewakan alat berat seperti Bulldozer, Compactor, Excavator dan Motor Grader. Untuk menilai kelayakan investasi yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini bergantung pada lamanya periode pengembalian investasi, jumlah yang diinvestasikan, tingkat pengembalian, potensi menghasilkan keuntungan, dan titik impas, dan sensitivitas. Evaluasi tersebut dimaksud bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yang telah di laksanakan. Berdasarkan periode pengembalian yaitu selama 2 Tahun 176 Hari, nilai Profitability Index sebesar 6,105. Internal Rate of Return diperoleh 12,45%. Break Even Point  terjadi pada 2,46 Tahun pada saat itu pendapatan sebesar 2,46 tahun atau 2 tahun 218 hari pada pendapatan sebesar Rp. 98.784.716.825. Berdasarkan hasil Analisis sensitivitas mendapatkan hasil bahwa pemasukan naik 50% dan biaya pengeluaran turun 50% menghasilkan NPV yaitu Rp. 556.410.190.620 dinyatakan layak, IP dengan nilai 13,774 dinyatakan layak, dan IRR dengan nilai 12,43% dinyatakan layak sedangkan pemasukan turun 50% dan biaya pengeluaran naik 50% menghasilkan yaitu -Rp. 109.326.820.101 dinyatakan tidak layak, dan PI dengan nilai -1,510 dinyatakan tidak layak, dan IRR dengan nilai 12,33% dinyatakan layak. [EN] Development in the construction sector in Indonesia is one of the reasons why investment in heavy equipment has increased, but Indonesia's economic growth has contracted by 2.07% in 2020 due to Covid-19. Economic growth in Indonesia in 2020 will impact heavy equipment rental companies, one of which is CV. BSN rents out heavy equipment such as Bulldozers, Compactors, Excavators and Motor Graders. To assess the feasibility of the investment that has been carried out in this study depends on the length of the investment return period, the amount invested, the rate of return, the potential to generate profits, and the break-even point, and sensitivity. The intended evaluation aims to determine the feasibility of the business that has been implemented. Based on the payback period, which is 2 years 176 days, the Profitability Index value is 6.105. Internal Rate of Return obtained 12.45%. The Break Even Point occurs at 2.46 years at that time the income is 2.46 years or 2 years 218 days at an income of Rp. 98,784,716,825. Based on the results of the sensitivity analysis, it was found that income increased by 50% and expenses fell by 50% resulting in an NPV of Rp. 556,410,190,620 was declared eligible, IP with a value of 13,774 was declared feasible, and an IRR with a value of 12.43% was declared feasible while income decreased by 50% and expenses increased by 50% resulting in -Rp. 109,326,820,101 was declared inappropriate, and a PI with a value of -1.510 was declared inappropriate, and an IRR with a value of 12.33% was declared feasible.
Optimalisasi Alokasi Tenaga Kerja Menggunakan Resource Leveling: Optimizing Labor Allocation Use Resource Leveling Purwantoro, Almuntofa; Wawey Lagi To’unni, Attie; Aditama K. A. Uda, Subrata
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).14478

Abstract

[ID] Pekerjaan bersifat unik dalam kaitannya dengan aset material dan perangkat keras yang dapat diakumulasikan atau disimpan dan dimanfaatkan bila diperlukan. Dewan yang tidak bisa dibilang ideal merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi, khususnya kebimbangan yang diakibatkan oleh tidak konsistennya administrasi pembagian kerja. Untuk mengatasi permasalahan fluktuasi kerja yang tidak terlalu ideal, maka penjatahan kerja harus diseimbangkan. Asset night out merupakan salah satu metodologi yang dapat dimanfaatkan dan dijalankan. Penerapan ini diperlukan dalam upaya pembangunan untuk membatasi varians yang terjadi pada dewan ketenagakerjaan dengan memindahkan atau menunda pekerjaan non-dasar dalam float yang dapat diakses. Pemeriksaan ini melakukan investigasi dengan bantuan aplikasi Microsoft Project untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Pengujian yang diterapkan adalah melalui auto timetable dan manual timetable, dengan korelasi menggunakan teknik Burgers. Akibat dari investigasi ini adalah ketika dilakukan pemeriksaan penyesuaian dengan teknik aset night out dengan menggunakan auto plan, diketahui bahwa jangka waktu pengerjaannya adalah 92 minggu, tergantung pada penundaan dari jadwal yang telah ditentukan, tepatnya 53 minggu dan 40 pekerja. Hal ini dikarenakan sistem pemesanan paket otomatis terjadi karena paket yang diprogram telah diatur oleh sistem. Sementara itu, dengan menggunakan sistem penjadwalan manual (tambahan tenaga kerja), masa kerja ditetapkan 39 minggu, namun terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 4 orang mandor dan 5 orang petugas operator peralatan berat dengan jumlah 49 orang spesialis. Hasil korelasi menggunakan teknik Burgers menunjukkan bahwa rencana otomatis aset malam adalah hasil terbaik dengan jangka waktu yang semakin panjang. Kata Kunci: Fluktuasi, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule   [EN] Work in relation to materials and materials that can be accumulated or stored and utilized when required. Unfinished work is one of the problems that often occurs, especially anxiety caused by inconsistent administration of the division of labor. To overcome the problem of work fluctuations that are not too ideal, work rationing must be balanced. This application is necessary in development efforts to limit fluctuations that occur in n employment by moving or postponing non-basic work in accessible floats. This check is assisted by the Microsoft Project application to obtain more optimal results. Resource Leveling project period of 39 weeks and 40 workers. The test applied is through an auto schedule with the help of the Microsoft Project application. The result of this activity is that when an adjustment check was carried out using the auto schedule, it was found that the work period was 92 weeks, adrift of the delay from the plan schedule, which was 53 weeks and 40 workers. This is because the auto schedule scheduling system, occurs because the automatic schedule has been arranged by the system. Keywords: Fluctuation, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule

Page 1 of 1 | Total Record : 5