cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
ISSN : 22529462     EISSN : 26231204     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal (E-ISSN 2623-1204) (P-ISSN 2252-9462) adalah jurnalilmiah (e-journal) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun). Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian tentang ilmu kesehatan dengan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan. Setiap artikel yang masuk, akan melewati proses review menggunakan double blind review, arrtinya penulis tidak mengetahui siapa yang mereview dan reviewer tidak mengetahui siapa penulis artikel.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
STUDI FENOMENOLOGI: POLA ASUH ORANGTUA PADA PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) USIA PRA SEKOLAH Atika Dhiah Anggraeni; Arif Hendra Kusuma
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.89

Abstract

ADHD adalah suatu kondisi yang sering terjadi pada anak yang dimanifestasikan dengan kurang perhatian, impulsif, dan hiperaktifitas yang tidak sesuai dengan perkembangan.. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada pembelajaran motorik halus anak hiperaktif usia pra sekolah di Ellian Center Purwokerto. Metode yang digunakan adalag kualitatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, bersifat eksploratif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian seluruh orang tua yang memiliki anak hiperaktif di Ellian Center Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menjelaskan pola asuh yang diterapkan dalam mengasuh anaknya yang hiperaktif termasuk dalam tipe pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Pengaruh pola asuh demokratis yaitu akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya. Selain itu orang tua memberikan stimulasi perkembangan motorik halus anak hiperaktif dengan membantu anak menggambar dan menulis.
HUBUNGAN RIWAYAT PAPARAN PESTISIDA DENGAN KEJADIAN GOITER PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLUWUT KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Bibit Nasrokhatun Diniah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.90

Abstract

Tingginya penggunaan pestisida dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, keracunan dan terakumulasi pada produk pertanian, sehingga berdampak buruk terhadap kesehatan. Pestisida menyerang sistem syaraf, hati, perut, sistem kekebalan dan keseimbangan hormonal. Kabupaten Brebes sebagai produsen bawang merah terbesar di Indonesia terdapat ± 700 merk pestisida dan merupakan daerah endemis GAKI. Prevalensi goiter tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Kluwut, sebesar 107 anak positif goiter (68,6%). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat paparan pestisida dengan kejadian goiter pada anak sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Pengambilan sampel dengan metode random sampling dengan 45 kasus dan 45 kontrol. Analisis data menggunakan Chi-square dengan Convidence Interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kebiasaan bermain anak (p=0,302;OR=3,89), keterlibatan anak dalam kegiatan pertanian (p=0,408;OR=1,86), penggunaan APD (p=0,697;OR=0,739), keberadaan bawang di dalam rumah (p=0,82;OR=1,23), keberadaan pestisida di dalam rumah (p=0,83;OR=1,2), personal hygiene anak setelah terlibat dalam kegiatan pertanian (p=0,59;OR=0,51). Terdapat hubungan antara keterlibatan anak dalam kegiatan membersihkan bawang (p=0,01;OR=3,89), mengikat bawang (p=0,037;OR=4,74), dan personal hygiene anak setelah bermain (p=0,04;OR=3,06). Variabel keterlibatan anak dalam kegiatan membersihkan bawang, mengikat bawang, dan personal hygiene anak setelah bermain berpengaruh terhadap kejadian goiter. Upaya meminimalisasi dampak pajanan pestisida dengan menggunakan APD saat terlibat pertanian dan melakukan personal hygiene dengan benar.
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENCEGAHAN HIV-AIDS DI SMK KORPRI MAJALENGKA Ruri Astari; Eri Fitriyani
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.93

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Majalengka setiap tahun meningkat, pada tahun 2001-2015 ada 114 kasus, terjadi peningkatan 153 kasus pada tahun 2017 menjadi 267 kasus. Salah satu pendekatan pendidikan kesehatan yang efektif pada remaja untuk mencegah maraknya kasus HIV/AIDS yaitu dengan metode Peer Education (pendidikan sebaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV-AIDS di SMK Korpri Majalengka. Penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasinya adalah siswa kelas I di SMK Korpri jumlah sampel 83 siswa dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji t-berpasangan. Hasil penelitian pengetahuan menunjukkan sebagian kecil (19,3%) remaja sebelum peer education berpengetahuan baik dan lebih dari setengahnya (61,4%) remaja sesudah peer education berpengetahuan baik. Hasil penelitian sikap menunjukkan kurang dari setengahnya (43,3%) sikap remaja sebelum peer education positif dan lebih dari setengahnya (55,4%) sikap remaja sesudah peer education positif. Terdapat pengaruh peer education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV-AIDS . Pentingnya pihak sekolah untuk mengoptimalkan OSIS dengan mengadakan seminar, diskusi remaja dengan metode peer education di bawah bimbingan guru BK serta perlunya memanfaatkan mading untuk penyebarluasan informasi tentang pencegahan HIV/AIDS pada remaja.
PENGALAMAN PENGGUNAAN SIMPLe SEBAGAI APLIKASI MANAJEMEN DIRI UNTUK PENDERITA BIPOLAR DISORDER Nur Wulan; Rona Cahyantari Merduaty; Rr Tutik Sri Hariyati
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.95

Abstract

Penanganan bipolar sangat memerlukan intensitas dukungan optimal di waktu yang tepat, namun jarak dan biaya terkadang menjadi kendala. Self-monitoring and psychoeducation in bipolar patients with a smart-phone application (SIMPLe) merupakan aplikasi berbasis smartphone dengan pendekatan psikoedukasi untuk untuk manajemen diri pada penderita bipolar disorder yang mudah dan hemat biaya. Kajian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis mengenai efektifitas dan kepuasaan penggunaan aplikasi SIMPLe dalam pengobatan bipolar disorder. Artikel ini dirancang dengan menggunakan desain literature review dengan sumber literatur yang didapatkan dari database science direct, proquest dan scopus. Penggunaan aplikasi SIMPLe selama tiga bulan atau lebih terbukti efektif dalam menekan angka kekambuhan. Pengguna aplikasi merasa puas dengan konten yang berada di dalam aplikasi. Penambahan konten aplikasi seperti rencana krisis pribadi di kasus kekambuhan, menambah peristiwa stres pribadi dalam grafik suasana hati, variasi yang lebih besar dari pesan psikoedukasi dan label suasana hati interaktif menjadi harapan pengguna dalam pembaharuan aplikasi berikutnya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MINDFULNESS APP BERBASIS SMARTPHONE UNTUK MENGURANGI STRES Eli Saripah; Hanny Handiyani
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.97

Abstract

Stres merupakan penyebab banyak penyakit di masyarakat modern. Pengurangan stres berbasis mindfulness merupakan salah satu cara mengurangi tingkat stres yang dialami oleh seseorang. Karena meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan preventif terhadap stres, maka penting untuk mengembangkan strategi dalam mengelola stres pada smarthphone. Mindfulness dapat diintegrasikan ke dalam praktik terapi untuk mengurangi stres. Pelatihan berbasis bukti mampu mengurangi stres menggunakan mindfulness App pada smarthphone. Kajian ini betujuan untuk meninjau dan menganalisis secara sistematis mengenai efektivitas penggunaan mindfulness App untuk mengatasi stres. Metode kajian ini dirancang sebagai literature review dengan mengumpulkan literatur yang didapatkan dari database Scopus, ProQuest, dan Wiley Online Library. Uji coba ini menunjukkan bahwa meditasi mindfulness terpandu singkat yang disampaikan melalui smartphone dan dipraktikkan beberapa kali per minggu dapat meningkatkan hasil yang terkait dengan pengurangan stres dan kesejahteraan kerja, dengan efek yang berpotensi bertahan lama.
KESIAPAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT (SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT) UNTUK BERMITRA DENGAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Rossi Suparman; Ade Saprudin; Cecep Heriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.98

Abstract

Pelayanan kesehatan dalam Pelaksanaan JKN di Indonesia terdiri dari Promotif, Preventif, kuratif dan rehablitiatif, namun pada pelaksanaannya pelayanan promotive dan preventif oleh FKTP belum dilaksanakan secara optimal, salah satunya disebakan karena tidak tersedia Tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keshatan Masyarakat (SKM) dapat bermitra dengan FKTP untuk melaksanakan upaya promotive dan preventif dengan persyatakan tenaga kesehatan masyarakat harus siap melaksanakan kemitraan sebagai implementasi prakatik kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini tidak tersedia data tentang kesiapan tenaga kesehatan masyarakat untuk bermitra dengan FKTP. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesiapan Tenaga Kesehatan Masyarakat/SKM yang mandiri untuk bermitra dengan FKTP di Kab. Kuningan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 80% responden tidak memiliki STR, sebanyak 85% belum menjadi anggota IAKMI, 90% tidak memiliki pengalaman bermitra dengan FKTP. Sebanyak 100 persen SKM siap bermita dengan FKTP dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya. Simpulan bahwa sebagain besar tidak memiliki STR, bukan anggota IAKMI, pengetahuan baik, tidak memiliki pengalaman bermitra dan memiliki kepercayaan diri. Saran diharapkan SKM meningkatkan kompetensi untuk mendapatkan STR dan tergabung dalam orgnisasi profesi IAKMI dan bagi IAKMI dan AIPTKMI harus menyusun panduan praktik kesehatan masyarakat dan kemitraan dengan FKTP sebagai bagian dari praktik mandiri kesehatan masyarakat.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASCARIASIS (CACINGAN) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIWULUH KABUPATEN BREBES TAHUN 2019 Rosmalia Kamil
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.101

Abstract

Cacingan merupakan kondisi di dalam tubuh manusia terdapat cacing. Cacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian. Cacingan bisa terjadi pada orang dewasa namun lebih banyak kejadian terjadi pada usia anak-anak. Hal ini dapat disebabkan anak yang kurang menjaga kebersihan diri terutama pada saat mereka sedang bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang ascariasis (cacingan) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang cacingan pada balita di Wilayah Puskesmas Siwuluh. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian 50 responden ibu yang mempunyai balita, menunjukkan pengetahuan responden dikategorikan berpengetahuan baik sebanyak 9 responden (18%), Cukup sebanyak 13 responden (26%), dan kurang 28 responden (56%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh berpengetahuan kurang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk data awal
PENGARUH USIA TERHADAP HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KECEMASAN KETIKA MENJALANI TERAPI HEMODIALISA BAGI PARA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUNINGAN JAWABARAT Aditiya Puspanegara
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.102

Abstract

Para penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin, rata-rata sudah memahahami bahwa penyakit yang dideritanya bersifat ireversibel (ginjalnya tidak akan berfungsi seperti seperti dulu lagi), dan hal tersebut akan menimbulkan kecemasan pada pasien. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan analisis untuk mengetahu faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kecemasan pasien penderika GGK yang menjalani terapi hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional, alat statistic yang digunakan dalam penelitan ini adalah Chi-Square Complex. Sampel didalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di rumah sakit yang berada di Kabupaten Kuningan Jawabarat yang berjumlah 89 pasien. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah mekanisme koping, dan usia sebagai variabel confounding. Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa (0,000). Ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pada usia kategori dewasa akhir (0,005), dan juga ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pada usia kategori dewasa akhir (0,002). Menurut pendapat peneliti variabel usia berhubungan dengan lamanya pasien berobat (menjalani terapi), pasien yang sudah berobat dalam jangka waktu lama, lebih bisa mengatasi kecemasanya dibandingkan pasien yang baru menjalani pengobatan. Perawat perlu memperhatikan (menganalisis) dampak fisiologis akibat terapi hemodialisa, edukasi berkesinambungan terhadap pasien dan keluarga pasien dengan mengunakan berbagai media, perlunya penerapan berbagai macam tehnik relaksasi terutama dengan menggunakan pendekatan spiritual agar kecemasan pasien dapat berkurang.
DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI KABUPATEN KUNINGAN Fitri Kurnia Rahim; Rusisska Rusisska
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.103

Abstract

Diseluruh dunia, sekitar 162 juta balita mengalami kejadian stunting Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui bagaimana hubungan determinan sosial kesehatan dengan kejadian stunting. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah balita yang berumur 24-59 bulan di wilayah Kabupaten Kuningan. Adapun besar sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 94 orang dengan ratio 1:1. Sehingga jumlah sampel sebanyak 188 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan alat ukur tinggi badan microtoise. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat (uji chi-squre) dan logistik berganda sederhana. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar anak stunting memiliki ibu dengan latar belakang pendidikanya < SMP. Anak balita yang memiliki ibu dengan latar belakang pendidikan < SMP 2,74 kali berisiko mengalami kejadian stunting dibandingkan anak yang memiliki ibu dengan latar belakang pendidikan > SMP. Latar belakang pendidikan ibu merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Latar belakang pendidikan ibu merupakan prediktor yang signifikan dengan kejadian stunting. Perlu adanya peningkatan upaya promosi kesehatan tentang gizi anak serta kesehatan kehamilan pada ibu balita. Pembentukan komunitas literasi kesehatan pada masyarakat perempuan perlu ditingkatkan.
DETERMINAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD 45 KUNINGAN PERIODE TAHUN 2018-2019 Evi Soviyati; Toto Sutarto Gani Utari; Putri Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i1.140

Abstract

Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita, dan merupakan peringkat kedua penyebab kematian perempuan. Laporan Rumah Sakit Dharmais, 70% wanita yang datang sudah dengan stadium lanjut, sisanya 30% terdiagnosis pada stadium I atau II (pasien dalam usia 25-80 tahun). Tujuan penelitian adalah mengetahui determinan kejadian kanker payudara di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Periode Tahun 2018-2019. Jenis penelitian yang survey analitik dengan pendekatan survey case control, menggunakan data sekunder dengan jumlah total sampel 30 orang. Analisis data menggunakan Chi-Squrae. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga faktor yang diteliti, terdapat dua faktor yang berhubungan dengan kasus kanker payudara, yaitu faktor umur dengan p value 0,001 dan pendidikan dengan p value 0,034. Sedangkan faktor riwayat keluarga dinilai tidak berhubungan karena memiliki p value 0,767. Diharapkan lebih meningkatkan akses sumber informasi bagi para pendidik dan atau bidan. Hal ni bertujuan agar adanya perhatian yang lebih terhadap masalah kanker payudara sebagai salah satu penyebab faktor risiko kematian kanker tertinggi kedua pada wanita. Sehingga bisa direncanakan strategi-strategi untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara dan komplikasi dari keadaan tersebut.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada More Issue