cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
ISSN : 22529462     EISSN : 26231204     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal (E-ISSN 2623-1204) (P-ISSN 2252-9462) adalah jurnalilmiah (e-journal) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun). Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian tentang ilmu kesehatan dengan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan. Setiap artikel yang masuk, akan melewati proses review menggunakan double blind review, arrtinya penulis tidak mengetahui siapa yang mereview dan reviewer tidak mengetahui siapa penulis artikel.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
HUBUNGAN KADAR EKSKRESI IODIUM URINE (EIU) DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH ENDEMIS GAKI Bibit Nasrokhatun Diniah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.168

Abstract

Permasalahan yang umumnya terdapat di daerah endemis GAKI adalah kejadian pembesaran kelenjar tiroid (gondok). Gondok merupakan salah satu manifestasi klinis dari kondisi GAKI. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya gondok tidak hanya keadaan defisiensi iodium saja, akan tetapi keadaan ekses iodium atau kelebihan asupan iodium pada seseorang dapat menyebabkan gondok. Ekses iodium yang terjadi secara terus menerus akan dapat mengganggu proses sintesis hormon tiroid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar EIU dengan kejadian gondok. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel merupakan anak usia sekolah (6-12) sebanyak 51 anak dengan teknik penentuan sampel purposive sampling. Pengukuran kadar EIU dengan metode laboratorium Ammonium Persulphate Digestion Method dan pengukuran kejadian gondok menggunakan metode palpasi. Sebanyak 51 anak (100%) memiliki kadar EIU diatas batas kecukupan (120 µg/dL);min 152 µg/dL; maks 284 µg/dL; mean 251,76 µg/dL, sebanyak 39,2% responden menderita gondok, meliputi grade 1 sebesar 37,2% dan grade 2 sebesar 2%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Ekskresi Iodium Urine (EIU) dengan kejadian gondok (p=0,743)
HUBUNGAN SIKAP TENTANG ALAT KONTRASEPSI PRIA DENGAN PARTISIPASI SUAMI MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN KEBONBARU KOTA CIREBON Maesaroh Maesaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.169

Abstract

Indonesia is one of the developing countries in the world with various types of problems faced, one of which is in the population sector, namely the high population growth. The family planning program has a strategic position in efforts to reduce the rate of population growth. Family planning participants are more dominated by women. Even though family planning is not only intended for women. Men also have an obligation to participate in the success of this program, so this study aims to determine the relationship between attitudes about male contraceptives and husband participation. This study used an analytical research method with a cross sectional approach, with a population of 1,022 people, and a sample size of 88 people. The analysis was performed using the chi-square statistical test. The results showed a relationship between attitudes about male contraception and the participation of husbands in using contraceptives in Kebonbaru Village, Cirebon City with a p value of 0.001 which is smaller than the alpha value of 0.05. It is hoped that men of childbearing age can increase their knowledge through direct information from health workers or social media so that they can increase knowledge about contraceptives so that their husbands can participate in the use of contraceptives.
DETERMINAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU MAWAR DESA KERTAYUGA KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Russiska Russiska; Fera Riswidautami Herwandar; Intan Mayadiningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.170

Abstract

Cakupan penimbangan balita di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 72,4%, Provinsi Jawa Barat didapatkan 89,9%, Kabupaten Kuningan didapatkan 99,7% dan Kecamatan Nusaherang didapatkan 59,6%, sementara itu di Desa Kertayuga mencapai 40,18%. Menurut informasi yang diperoleh dari Bidan hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, pekerjaan dan kesibukan orang tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan rendahnya cakupan penimbangan balita di Posyandu Mawar Desa Kertayuga Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Penelitian menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional, data primer dengan jumlah sampel sebanyak 49 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis sebagian ibu memiliki pengetahuan baik 69,4%, tidak bekerja 63,3%, tidak mendapat dukungan ayah 55,1%, dan tidak aktif melakukan penimbangan balita ke posyandu 55,1%. Hasil uji chi-square diperoleh (p=0,001) untuk pengetahuan dengan penimbangan balita, (p=0,019) pekerjaan dengan penimbangan balita, (p=0,001) dukungan ayah dengan penimbangan balita. Simpulan penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan dan dukungan ayah dengan penimbangan balita di Posyandu Mawar Desa Kertayuga Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada ibu untuk melakukan penimbangan balitanya ke Posyandu dan bidan dapat meningkatkan penyuluhan yang melibatkan ayah agar dapat mengetahui manfaat penimbangan balita ke Posyandu sehingga dapat memberikan dukungan kepada istrinya untuk pergi ke Posyandu menimbangkan anak.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU HAMIL DENGAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2020 Rossi Suparman; Ade Saprudin; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.172

Abstract

Periode kehamilan dan setelah melahirkan menempatkan ibu pada kondisi rentan terjadi perubahan emosi yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik, tingkat kecemasan dan sindrom post-partum ibu dengan risiko tinggi di Puskesmas Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sebanyak 60 orang ibu hamil dengan risiko tinggi di Puskesmas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HARS dan EPDS. Distribusi frekuensi variabel dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata ibu hamil berada pada usia produktif kehamilan yaitu: 27,6+5,7 tahun. Sebagian besar berpendidikan Sekolah Menengah Pertama dan ibu rumah tangga. Sebagian besar (96,7%) memiliki pendapatan di bawah UMR. Rata-rata waktu persalinan adalah 7,18+2,9 jam dengan sebagian besar persalinan secara normal. Sebagian besar responden memiliki kecemasan sedang (48,4%) dan penilaian tingkat depresi post-partum dengan kategori berat sebesar 83,3 %. Diperlukan asuhan kebidanan yang terintegrasi dengan kesehatan mental ibu hamil sehingga dapat menurunkan stresor dan memperbaiki kualitas kesehatan sampai setelah persalinan.
HUBUNGAN ANTARA SUMBER INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 1 CIBINGBIN TAHUN 2020 Ai Nurasiah; Ai Rizkiyani; Cecep Heriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.173

Abstract

Pernikahan dini pada remaja akan berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi diantaranya abortus, persalinan premature, anemia kehamilan, berat badan lahir rendah, kelainan bawaan, mudah terjadi infeksi dan kematian pada ibu. Data Kementrian Agama Kabupaten Kuningan pada tahun 2019 dari 32 kecamatan jumlah remaja yang melakukan pernikahan di usia kurang dari 19 tahun yaitu 74 orang terdiri dari remaja laki-laki dengan jumlah 31 orang dan remaja putri dengan jumlah 43 orang. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang resiko pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMAN 1 Cibingbin kabupaten kuningan tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dan rancangan penelitian crossectional. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian menggunakan teknik purposive, yaitu remaja putri kelas XII di SMAN 1 Cibingbin yang berjumlah 65 orang. Analsis data menggunakan analisis bivariat dan instrument yang digunakan dengan menggunakan kuesioner on line. Hasil analisis univariat diketahui bahwa dari 65 remaja putri sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 49,23%, sebagian besar remaja putri memiliki mendapatkan informasi langsung melalui guru sebanyak 53,84%, dan sebagian besar memiliki pengetahuan dari sumber informasi tidak langsung internet sebanyak 55,39%. Hasil analisis bivariate terdapat hubungan antara sumber informasi langsung dengan pengetahuan remaja dengan nilai p=0,007 dan tidak ada hubungan antara sumber informasi langsung dengan pengetahuan remaja dengan nilai p=0,624. Saran kepada SMAN 1 Cibingin agar dapat memberikan lebih banyak lagi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga remaja putri lebih paham tentang resiko pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi dan dapat menunda pernikahan diusia muda
SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA DARI KEBAKARAN DI RSUD KABUPATEN BEKASI Melia Listia Sari; Tatan Sukwika
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.184

Abstract

Sebagai fasilitas umum, gedung RSUD harus dapat mengidentifikasi dari potensi bahaya kebakaran, oleh karena itu diperlukan sistem proteksi kebakaran. Upaya sebenarnya adalah penerapan sistem proteksi kebakaran dengan prosedur, termasuk sistem proteksi aktif dan fasilitas penyelamat jiwa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan sistem proteksi aktif dan fasilitas penyelamatan jiwa serta keandalan keamanan bangunan terhadap kebakaran. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif untuk mengungkap peristiwa atau fakta dan keadaan yang terjadi sesuai dengan kondisi di lapangan. Sehingga dibutuhkan observasi dan wawancara langsung dengan informan untuk mendapatkan data. Hasil menunjukkan bahwa nilai kondisi penerapan sistem proteksi aktif sebesar 17,04%, nilai komponen fasilitas penyelamatan jiwa sebesar 23,25%, dan nilai keandalan keamanan gedung sebesar 87,48%. Kesimpulan secara keseluruhan bahwa komponen proteksi aktif, kondisi fasilitas penyelamat jiwa dan keandalan keselamatan kebakaran gedung menunjukkan nilai reliabilitas dalam kategori "B" Baik. Pada sub komponen sistem proteksi aktif belum semua saran tersebut diatas dimiliki atau terpasang di setiap gedung di RSUD. Oleh karena itu, ke depan secara bertahap, untuk antisipasi terjadinya kebakaran perlu dilengkapi sarana pendukung sistem proteksi aktif dan dilakukan commissioning test terhadap lift kebakaran.
EFEKTIVITAS HEALTHY DATES SEBAGAI SUPLEMEN KOREKSI PERTUMBUHAN BALITA STUNTING DI KOTA CIMAHI Teguh Akbar Budiana; Dini Marlina
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.185

Abstract

Stunting merupakan keadaan kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kurma merupakan salah satu buah dengan kandungan gizi lengkap yang dapat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi. Tujuan: Mengetahui efektivitas Healthy Dates (sari kurma) sebagai suplemen koreksi pertumbuhan balita Stunting di Kota Cimahi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuasi eksperimen dengan desain random sampling pretest dan post test control group design. Total sampel sebanyak 40 balita stunting usia 24-59 bulan perbandingan 1:1 (20 Healthy Dates : 20 Multivitamin) dengan menggunakan purposive sampling, diberi 5 ml setiap hari selama 3 bulan. Pendapatan dan pendidikan orang tua diambil menggunakan kuesioner,tinggi badan menggunakan microtoise, umur menggunakan bulan penuh, asupan zat gizi menggunakan recall 1x24 jam sebanyak 4 kali. Analisis menggunakan independent samples test, paired sample t-test, wilcoxon signed ranks test. Pendapatan keluarga 75% ≤UMK, 42.5% pendidikan ibu SMP, 37.5% pendidikan ayah SMA. Pada kelompok Healthy Dates rata-rata persentase asupan energy 54.12%, protein 91.16%, zink 56.09%, kalsium 69.55%. sedangkan kelompok multivitamin rata-rata persentase asupan energy 51.10%, protein 91.32%, zink 56.99%, kalsium 77.10%. Rerata Z-Score kelompok Healthy Dates sebelum perlakuan -2.62SD menjadi -2.30SD (p=0.001), rerata Z-Score kelompok multivitamin sebelum perlakuan sebesar -2.46SD menjadi -2.15SD (p=0.002). Rerata Z-Score akhir pada kelompok Healthy Dates 0.32±0.17, kelompok multivitamin 0.25±0.26 (p=0.147). Pada kelompok Healthy Dates terdapat koreksi tinggi badan lebih besar dibanding multivitamin.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS CIDAHU KECAMATAN CIDAHU KABUPATEN KUNINGAN Indrayani Indrayani; Linda Cahyani Rusmiadi; Anggit Kartikasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.199

Abstract

Balita merupakan kelompok usia yang paling menderita akibat kurang gizi dan jumlahnya dalam populasi cukup besar. Kuningan pada tahun 2018 ditemukan 3.551 kasus dengan gizi kurang (4,95%) dengan urutan tertinggi berada di Kecamatan Cidahu didapatkan 273 kasus gizi kurang (12,10%). Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi balita diantaranya pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan status gizi pada balita di wilayah UPTD Puskesmas Cidahu Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan data primer, jumlah sampel sebanyak 96 responden, teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling yaitu ibu balita yang berada di wilayah UPTD Puskesmas Cidahu Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan, analisa data menggunakan spearman rank. Hasil analisis univariat sebagian besar balita memiliki status gizi baik yaitu sebesar 83,3%, sebagian ibu balita memiliki pengetahuan baik yaitu sebesar 40,6% dan sebagian besar memiliki sikap positif yaitu sebesar 76,0%. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,006) dan sikap (p=0,003) dengan status gizi pada balita. Hasil penelitian pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi berhubungan dengan status gizi pada balita. Diharapkan Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuannya tentang asupan makan yang baik dengan menu gizi seimbang agar dapat meningkatkan dan mempertahankan status gizi anak balitanya.
KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN KESEHATAN TERDUGA TBC KE FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI JAWA BARAT Fitri Kurnia Rahim; Bibit Nasrokhatun Diniah; Lely Wahyuniar; Susianto Susianto; Aditiya Puspanegara; Hamdan Hamdan; Cecep Heriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.204

Abstract

Indonesia memiliki kasus terbanyak ke-2 didunia. Sebanyak 32% kasus TBC tercatat sebagai un-reach atau detected but un-notified. Berdasarkan kegiatan pemberdayaan investigasi kontak masih ada sekitar 54% terduga TBC yang tidak melakukan pemeriksaan TBC di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) setelah dirujuk. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pemeriksaan ke fasyankes adalah karakteristik individu terduga TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan karakteristik individu yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan ke fasyankes pada terduga TBC. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 426 responden. Sampel dalam penelitian ini bersifat probability sampling. Dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner online dengan google form Analisis yang digunakan adalah analisis chi-square dan multiple logistik berganda dengan nilai siginifikansi 95 %. Hasil penelitian menunjukan terdapat 56,6 % terduga TBC yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan (fasyankes). Sebagian besar terduga yang tidak melakukan pemeriksaan yaitu memiliki latar belakang pendidikan SMP (30,3 %) dan tidak bekerja (47,7%). Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan TBC ke fasyankes adalah pendidikan (OR: 1,981; 95 % CI: 1,181-3,325; p 0,010), pekerjaan (OR: 1,738; 95 % CI: 1,1140-2,681; p 0,010), dan suku (OR: 0,382; 95 % CI: 0,159-0,916; p 0,031). Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan pada terduga TBC adalah pendidikan, pekerjaan dan suku. Oleh karena itu, dalam program penemuan kasus perlu difokuskan pada masyarakat yang berlatar belakang pendidikan rendah, masyarakat yang tidak bekerja dan masyarakat yang berasal dari suku jawa.
PENGEMBANGAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN LEARNING OUTCOME MAHASISWA DI LAHAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN Hendi Rohendi; Ujeng Ujeng; Lia Mulyati
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.205

Abstract

Praktik klinik keperawatan merupakan elemen penting bagi pendidikan keperawatan. Penempatan yang berkualitas memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk pengembangan keterampilan, sosialisasi ke dalam profesi, dan menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dan tempat kerja. Pada kondisi pandemic ini seluruh mahasiswa tidak diperkenankan untuk melakukan praktik klinik keperawatan di rumah sakit untuk mengurangi risiko keterpaparan Covid 19, oleh karena itu pembelajaran dilakukan secara online dan offline di tatanan kampus. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menganalisis efektivitas model blended learning dalam praktik klinik keperawatan terhadap peningkatan learning outcome dan tingkat kepuasan mahasiswa program profesi Ners STIKes Kuningan pada departemen Keperawatan Medikal Bedah, dengan membandingkan metode pembelajaran Blended Klinik-Daring dengan metode PBL-Daring serta membandingkan capaian mahasiswa regular dan non regular. Capaian learning outcome dikategorikan tinggi, sedang dan rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pre dan post test. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa program profesi ners yang sedang melakukan praktik klinik keperawatan medikal bedah, sejumlah 60 orang. Two way anova dan post hoc test digunakan sebagai analisis lanjutan. Berdasarkan hasil analisis tes metode belajar Blended Preseptorship-Daring lebih efektif dalam pencapaian learning outcome keperawatan medikal bedah dengan N-G score 0.50 dibandingkan dengan pembelajaran Blended PBL-Daring dengan nilai F 5.36 dan nilai p 0.001< 0.05 yang menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pembelajaran di kelas mahasiswa reguler dan nonreguler dengan pembelajaran Blended Preseptor-Daring dan PBL-Daring, dan memiliki kekuatan hubungan sangat kuat R 0.822. Hasil kuesioner juga ditemukan tingkat kepuasan mahasiswa dengan pembelajaran blended learning baik dengan PBL maupun klinik merasa puas dan metode ini dapat menjadi solusi selama pembelajaran program profesi Ners di masa pandemi. Kata kunci; Blended learning, problem based learning, praktik klinik.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada More Issue