cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019" : 10 Documents clear
MINUMAN JAHE HANGAT UNTUK MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NALUMSARI JEPARA Dyah Ayu Wulandari; Dwi Kustriyanti; Rofiatul Aisyah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.85 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.246

Abstract

Emesis gravidarum merupakan mual muntah yang terjadi selama kehamilan. Mual terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul malam hari. Data di Jawa Tengah keluhan mual muntah pada ibu hamil mencapai 40-60% dari total kehamilan. Rasa mual pada awal kehamilan dapat dikurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan memberikan minuman jahe hangat. Pemberian minuman jahe efektif dalam mengatasi mual muntah ibu hamil trimester I. Keunggulan jahe adalah kandungan minyak atsiri yang mempunyai efek menyegarkan dan memblokir reflek muntah, sedang gingerol dapat melancarkan darah dan saraf bekerja dengan baik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe hangat terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Nalumsari Jepara. Metode : Quasy Eksperiment dengan pendekatan Control Group Pre-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Nalumsari Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga besar sampel adalah 50 responden. Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : Uji Mann Whitney mendapatkan nilai p 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian minuman jahe hangat terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Nalumsari Jepara. Kata Kunci: jahe; emesis gravidarum
PEMANFAATAN BUKU KIA DALAM KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLAWI Sri Tanjung Rejeki; Tri Agustina Hadiningsih; Rina Febri Wahyuningsih
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.08 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.236

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam  menurunkan AKI, AKB dan mengurangi komplikasi selama kehamilan dengan  Penggandaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Diharapkan dengan adanya buku KIA dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan. Studi pendahuluan  dilakukan pada 10 ibu hamil dengan hasil sebagian besar ibu hamil hanya membawa buku KIA ketika melakukan pemeriksaan tanpa membaca isi  buku KIA dan 4 ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan ketika menjelang persalinan.Tujuan penelitian iniu ntuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Slawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 ibu hamil Trimester III dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 .Data dianalisis dengan menggunakan system komputerisasi SPSS dengan uji statistic Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan kunjungan ANC yang disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil trimester III karena nilai Asym. Sig sebesar 1,000(p value < 0,05). Ibu yang tidak memanfaatkan buku KIA belum tentu tidak melakukan kunjungan ANC. Kata kunci : buku KIA; ANC; ibu hamil
POLA MAKAN IBU HAMIL YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEK DI PUSKESMAS GABUS I KABUPATEN PATI Irfana Tri Wijayanti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.554 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.226

Abstract

Menurut WHO kejadian kurang gizi pada ibu hamil berkisar 20-48%. Kurangnya gizi pada ibu hamil  dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pola makan. Dari survey awal pada 10 ibu hamil yang KEK di wilayah kerja Puskesmas Gabus I diketahui bahwa terdapat 7 (70%) responden dengan pola makan buruk sedangkan 3 (30%) responden dengan pola makan baik. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis hubungan pola makan dengan Kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus I Kabupaten Pati.Jenis penelitian menggunakan analitik korelasi dengan metode penelitian survey. Pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 117 di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus I Kabupaten Pati. Sampel yang diambil 35 ibu hamil dengan menggunakan stratified random sampling. Uji statistic menggunakan chi square. Hasil penelitian diketahui 18 responden (51,4%) pola makan cukup, 23 responden (65,7%) tidak mengalami Kurang Energi Kronik (KEK). Hasil uji Chi Square diperoleh (X² hitung = 15,027dan pvalue = 0,001) yang berarti Ada hubungan antara pola makan dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus I Kabupaten Pati. Saran disampaikan kepada: Kepala Puskesmas Gabus I dapat  merencanakan progam penyuluhan maupun pendidikan kesehatan tentang memperbaiki gizi ibu hamil. Pada petugas kesehatan, memberikan pendidikan kesehatan tentang pola makan ibu hamil  Kata Kunci : pola makan, kurang energi kronik ABSTRACT According to WHO the incidence of malnutrition in pregnant women ranges from 20-48%. Lack of nutrition in pregnant women can be influenced by several factors, one of which is diet. From the initial survey of 10 SEZ pregnant women in the Gabus Health Center I, it was found that there were 7 (70%) respondents with poor diet while 3 (30%) respondents had a good diet. The purpose of this study was to analyze the relationship between eating patterns with SEZ events in pregnant women in the Gabus I Health Center Pati District. This type of research used analytic correlation with survey research methods with cross sectional time approach. The population in this study was 117 in the Gabus I Health Center Pati District. Samples were taken 35 pregnant women using stratified random sampling. Test statistics used chi square. The results of the study revealed that 18 respondents (51.4%) had enough diet, 23 respondents (65.7%) did not experience Chronic Energy Deficiency (SEZ). Chi Square test results were obtained (X² count = 15.027 and pvalue = 0.001) which means that there is a relationship between eating patterns with SEZs in the Gabus I Health Center Pati District. Suggestions submitted to: The head of the Gabus I Health Center can plan an extension program and health education about improving nutrition for pregnant women. For health workers, provide health education about the diet of pregnant women Keywords: diet, chronic energy lack
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP KONTRAKSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS SLAWI KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Ika Esti Anggraeni; Siti Erniyati Berkah Pamuji
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.693 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.247

Abstract

Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Kabupaten Tegal pada Tahun 2017. Berdasarkan hasil survei di Puskesmas Slawi tahun 2018, terdapat 30 ibu bersalin yang mengalami perdarahan postpartum. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah perilaku pencarian puting payudara ibu sesaat setelah bayi lahir. Melaksanakan IMD akan menstimulasi produksi hormon oksitosin secara alami. Hormon Oksitosin ini membantu uterus berkontraksi, sehingga dapat mengontrol perdarahan nifas.Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh IMD terhadap kontraksi uterus pada ibu nifas di Puskesmas Slawi. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang bersalin di Puskesmas Slawi periode bulan Januari-Desember tahun 2018 sebanyak 215 responden, dan sampel sebanyak 140 responden. Desain penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan case control. Berdasarkan perhitungan Chi Square dengan α = 0,05 diperoleh nilai p sebesar 0,029. Karena nilai p < α berarti secara statistik hasil pengujian signifikan, berarti ada hubungan antara variabel, dan hasil uji statistik pengaruh dengan Regresi Logistik, diperoleh nilai Sig. 0,029, berarti ada pengaruh antara variabel dengan R Square 0,034, berarti bahwa variabel IMD berpengaruh terhadap kontraksi uterus sebesar 3,4%. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan dan ada pengaruh IMD terhadap kontraksi uterus ibu nifas di Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal. Kata kunci : inisiasi menyusu dini;  kontraksi uterusTHE EFFECT OF EARLY INITIATION OF BREASTFEEDING TOWARDS UTERINE CONTRACTION FOR POSTPARTUM MOTHER AT PUSKESMAS SLAWI TEGAL REGENCY Hemorrhage is the main cause of maternal mortality in Tegal regency 2017. Based on the survey at Slawi District Health Centre, in January – December 2018, there were 30 women in labor with postpartum hemorrhage. Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is an act performed by the baby in finding mother’s nipple after born. IMD will stimulate oxytocin hormones helping uterine to get contraction and can control hemorrhage after labor. The study was aimed to analyze the effect of IMD towards uterine contraction for postpartum mother at Slawi District Health Centre. The population was women in labor at Puskesmas Slawi as 215 respondents; the sample was 140 women in labor, and performed or not performed IMD The research design applied case control study..Based on Chi Square with α = 0.05, p value was 0.029. It refused Ho; there was a relationship of those variables. The logistic regression described that Sig. value was 0.029; it showed an effect of those variables with R square of 0.034 stating IMD had an effect of uterine contraction as 3.4%. Therefore, there were a relationship and an effect of IMD towards uterine contraction of postpartum mother at Puskesmas Slawi. Keywords: early initiation of breastfeeding; uterine contraction 
ANALISIS DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL PREEKLAMPSIA DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Desi Sariyani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.212 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.229

Abstract

Eklampsia di Indonesia adalah penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Penyebab pasti terjadinya eklampsia belum diketahui, namun terdapat factor resiko yang mempengaruhi kejadian eklampsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, status gravida, dan usia kehamilan dengan kejadian eklampsia di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2015.Metode. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, data diambil dari data rekam medis RSI Sultan Agung kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklampsia sebanyak 103 yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil. Penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan eklampsia pada ibu hamil preeklampsia dengan p-value 0,001 < α 0,05, ada hubungan antara status gravida dengan kejadian eklampsia pada ibu hamil preeklampsia dengan p-value 0,001 < α 0,05, dan ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian eklampsia pada ibu hamil preeklampsia dengan p-value 0,001 < α 0,05. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu dengan usia <20 tahun menunda kehamilannya dan pada ibu hamil dengan usia >35 tahun diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan ANC (antenatal care) secara teratur kepada petugas kesehatan. Kata Kunci: usia, status gravida, usia kehamilan, preeklampsia, eklampsia
PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU PADA PROSES PERSALINAN DI BLUD RUMAH SAKIT KABUPATEN KONAWE Murti Wuryani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.735 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.248

Abstract

Asuhan sayang Ibu adalah asuhan yang saling menghargai budaya, kepercayaan dari keinginan sang ibu pada asuhan yang aman selama proses persalinan serta melibatkan ibu dan keluarga sebagai pembuat keputusan, tidak emosional dan sifatnya mendukung dan diharapkan dapat menurunkan angka kematian maternal dan neonatal. Berdasarkan studi pendahuluan di Ruang Bersalin BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe ditemukan data dari Januari sampai dengan Maret 2019 jumlah pasien bersalin yaitu 218 ibu, yang terdiri dari 92 ibu melahirkan normal dan 126 ibu melahirkan section caesarea (SC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan Asuhan sayang Ibu dengan proses persalinan ruang bersalin BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin berjumlah 68 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan Asuhan sayang Ibu dengan proses persalinan di Ruang Bersalin BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe (ρ= 0.000). Responden yang diberikan Asuhan sayang Ibu mempunyai kemungkinan 2,6 kali berisiko melahirkan normal di bandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan SC (RP=2,6 CI 95%). Diharapkan bidan dan calon bidan dapat lebih kompeten dalam melaksanakan prosedur pelaksanaan asuhan sayang ibu demi meningkatkan pelaksanaan asuhan sayang ibu pada ibu bersalin.Kata Kunci : asuhan sayang ibu ;proses persalinan
MOBILISASI DINI DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA PADA IBU POST PARTUM DI RS DEWI SARTIKA Irmayanti Irmayanti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.193 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.237

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah Salah satu cara penanganan komplikasi persalinan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada petugas kesehatan di Rumah Sakit Dewi Sartika, mobilisasi dini dilaksanakan pada semua pasien post operasi SC selama 1-7 hari. Petugas kesehatan menyatakan, hari 1-3 pasien masih takut untuk melakukan mobilisasi. Banyak pasien yang mau melakukan mobilisasi di hari kelima. Kurangnya kesadaran ibu melakukan mobilisasi dini memungkinkan penyembuhan luka terhambat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu post partum”. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Dari  33 sampel, proses penyembuhan luka section caesarea cepat sebanyak 19 (57.6%), lambat sebanyak 14 (42.4%) responden. Sedangkan mobilisasi dini baik sebanyak 21 (63.6%), mobilisasi dini kurang sebanyak12 (36.4) responden. Hasil analisis chi-square diperoleh ρvalue lebih kecil dari nilai ɑ (0,03<0,05).Terdapat hubungan antara Mobilisasi Dini dengan Proses Penyembuhan Luka Section Caesarea pada Ibu Post Partum di Rumah Sakit Dewi Sartika. kata kunci : mobilisasi dini; proses penyembuhan luka; sectio caesarea
MANFAAT BACK ROLLING MASSAGE TERHADAP PENGELUARAN ASI DI KLINIK ESTHI HUSADA HUSADA SEMARANG Dewi Mayangsari; Dedeh Rahma
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.805 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.245

Abstract

Back Rolling Massage merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.Back Rolling Massage dilakukan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam ibu akan merasa tenang, rileks, meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar.Tujuan penelitian : untuk mengetahui apakah ada manfaat Back Rolling Massage terhadap  pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada ibu nifas di klinik Esti Husada Kota Semarang.Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode Quasi Eksperiment. Desain penelitian menggunakan pretest-postteswith control group design.. pengambilan sampel dengan total sampel  sejumlah 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test Hasil : Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik paired t-test maka didapatkan nilai p value sebesar 0,002 (nilai probabilitas (p) >α(0,05)). Kesimpulan : bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah Back Rolling Massageterhadap pengeluaran ASI ibu nifas.  Kata kunci: back rolling massage; pengeluaran ASI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDAI KOTA KENDARI Puspita Adriani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.615 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.234

Abstract

Vitamin A adalah zat gizi yang paling esensial untuk pemulihan kesehatan dan kelangsungan hidup. Kekurangan Vitamin A akan meningkatkan kesakitan dan kematian, mudah terserang penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, pneumonia, dan akhirnya kematian. Survey pengambilan data awal di Puskesmas Kandai Kota Kendari Tahun 2016 dari 1.504 balita, yang diberikan Vitamin A sebanyak 1.250  (83,11%) dan tidak diberikan sebanyak 254 (16,89%). Tahun 2017 dari 1.624 balita, yang diberikan Vitamin A sebanyak 1.520 (93,60%) dan tidak diberikan sebanyak 104 (6,40%). Hal ini menunjukkan bahwa cakupan Vitamin A di Puskesmas Kandai belum mencapai target 100 %. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu balita yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1.714 orang. Sampel 30 orang, dengan teknik penarikan sampel secara accidental sampling. Hasil analisis bivariat, nilai p (0,001) < α (0,05) (pengetahuan), nilai p (0,015) < α (0,05) (pendidikan), nilai p (0,000) < α (0,05) (pekerjaan). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan pemberian Vitamin A pada balita (6-59) bulan. Kata Kunci : vitamin A; pengetahuan; pendidikan; pekerjaanFACTORS ARE RELATED GIVING VITAMIN A FOR INFANTS (6-59) MONTHS  AT KANDAI HEALTH CENTER KENDARI CITY  Vitamin A is the most essential nutrient for health recovery and survival. Vitamin A deficiency will increase pain and death, susceptible to infectious diseases such as diarrhea, pneumonia, pneumonia, and death. The initial data survey was collected at Kandai Health Center Kendari City on 2016, there were 1,504, Vitamin A was already given to 1,250 (83,11%) and there were 254 (16,89%) were not given. In 2017 there were 1,624 toddlers, who were given Vitamin A as many as 1,520 (93.60%) and not given 104 (6.40%). This shows that the coverage of Vitamin A at Kandai Health Center has not reached 100% of the target. Quantitative analytical with cross sectional approach is applied for this research. The population was all mothers of children under five who are in the working area of Kendari City Kandai Health Center in 2018, who are 1,714 people. Samples were 30 people, with sampling techniques used accidental sampling. The results of the bivariate Analysis study, p value (0.001) <α (0.05) (knowledge), p value (0.015) <α (0.05) (education), p value (0,000) <α (0.05) (occupation).cThe conclusion is that there is a significant relationship between knowledge, education and employment with the provision of Vitamin A in infants (6-59) months. Keywords: vitamin A; knowledge; education; occupation
KARAKTERISTIK ORANG TUA YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA GAJI DEMAK Endang Susilowati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.981 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.214

Abstract

Masa balita adalah masa yang paling hebat dalam tumbuh kembang, dimana terdapat periode transisi dari makanan bayi ke makanan orang. Masih ada 38,9% Balita di Indonesia yang masing mengalami masalah gizi, terutama Balita dengan tinggi badan dan berat badan (pendek – normal) sebesar 23,4% yang berpotensi akan mengalami kegemukan, Tujuan peneltian ini adalah mengetahui hubungan  karakteristik ibu dengan status gizi balita di Desa Gaji kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan waktu crosssectional, Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita usia 0 – 60 bulan sejumlah 80 orang dengan teknik total sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner yang berisi tentang karakteristik dan alat ukur berat badan serta tinggi badan untuk menegetahui status gizi balita.Uji statistic menggunakan chi square.Hasil penelitian terdapat hubungan antara umur ibu dengan status gizi balita (p value = 0,025), tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan status gizi balita (p value = 0,245), terdapat hubungan antara pekerjaan  ibu dengan status gizi balita(p value = 0,016), terdapat  hubungan antara pendapatan  keluarga dengan status gizi balita(p value = 0,000) Kata kunci : umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status gizi, balita. CHARACTERISTICS OF PARENTS RELATED TO THE NUTRITION STATUS IN GAJI VILLAGE DEMAK ABSTRACT Childhood is the most intense period of growth and development, where there is a transition period from baby food to people's food. There are still 38.9% of under-five-children in Indonesia who has nutritional problems and 23.4% have potential to become obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of mothers with nutritional status under-five-children in Gaji Village, Demak District. This research method used analytical survey method with cross-sectional approach. The sample in this study were all mothers who have children aged 0 - 60 months which is 80 people using the total sampling technique. The instrument was a questionnaire containing the characteristics and measuring instruments of weight and height to determine the nutritional status of children. Statistical tests had been done with chi square. The results of the study showed there is a relationship between maternal age and nutritional status of children (p value = 0.025), there is no correlation between maternal age and nutritional status of children (p value = 0.245), there is a relationship between the work of mothers and nutrition status (p value = 0.016)  , there is a relationship between family income and nutritional status (p value = 0,000). keywords: age, education, employment, income, nutritional status, under-five-children

Page 1 of 1 | Total Record : 10