cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Hubungan Peran Keluarga dan Religiusitas dengan Perilaku Seks Pra Nikah pada Remaja dyah ayu wulandari; welia rahmawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.174 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.16

Abstract

Latar Belakang : Hasil survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam Dakosta dkk (2014) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi pernah menggugurkan kandungan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan peran keluarga dan religiusitas dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMA Muhammadiyah Kudus Kelas XI Tahun Ajaran 2016 / 2017 sebanyak 104 siswa. Besar sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 83 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionet Stratified Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian : Peran keluarga sebagian besar adalah baik sebanyak 55 responden (66,3%). Religiusitas sebagian besar adalah baik sebanyak 65 responden (78,3%). Perilaku seks pranikah sebagian besar adalah ringan sebanyak 80 responden (96,4%). Ada hubungan peran keluarga dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Ada hubungan religiusitas dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Saran : Pihak sekolah dapat bekerjasama dengan instasi kesehatan untuk memberikan penyuluhan mengenai informasi atau bahaya perilaku seks pranikah pada remaja dengan tujuan pembentukan konsep diri remaja yang baik dalam menanggapi fenomena-fenomena negatif  keremajaan, seperti pendalaman pengetahuan tentang bahaya seks bebas, pendidikan tentang bagaimana mengambil keputusan yang baik dalam menghadapi berbagai macam masalah keremajaan.
Perbedaan Lama Pelepasan Tali Pusat Bayi Baru Lahir dengan Benang Tali dan Umbilical Cord Clem Dewi Mayang Sari; Eka Nining Setyawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.609 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.133

Abstract

Lamanya pelepasan sisa tali pusat bervariasi, yaitu dalam waktu 3 hari, 5 hari, 7 hari, bahkan ada yang sampai 2 minggu. Semakin lama pelepasan tali pusat menunjukkan lamanya waktu yang digunakan untuk penyembuhan luka akibat pemotongan tali pusat, yang berarti semakin terbukanya menimbulkan infeksi pada bayi. Banyaknya faktor yang mempengaruhi lepasnya sisa tali pusat salah satuny yaitu cara pengikatan tali pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir dengan menggunakan benang tali dan umbilical cord clem di BPM Mulyani. Penelitian ini merupakan jenis penilitian Pra Experiment dengan rancangan post test only design dengan pendekatan waktu retrospektif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengumpulan dari data catatan medis pasien di BPM Mulyani dengan jumlah sampel adalah 30 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemutusan tali pusat dengan umbilical cord clem rata-rata memiliki waktu pengelepasan talipusat 4.20 hari. Pemutusan tali pusat dengan benang tali pusat rata-rata memiliki waktu pengelepasan talipusat 7.27 hari. Terdapat perbedaan lama pelepasan tali pusat umbilical cord clem dengan benang tali pusat di BPM Mulyani dengan nilai p-value 0,000. Kata Kunci: Pengikatan; benang tali ; umbilical cord clem THE DIFFERENCES OF LONG RELEASE NEWBORN UMBILICAL CORD USING YARN AND UMBILICAL CORD CLEM ABSTRACT The duration of the rest of the umbilical cord varies, ie within 3 days, 5 days, 7 days, and some even up to 2 weeks. The longer the release of the umbilical cord indicates the length of time spent on wound healing due to umbilical cord cut, which means that the opening of the infection is more likely to infect the infant. The number of factors that affect the release of the rest of the umbilical cord is a way of binding the umbilical cord. The purpose of this research is to know the difference of old umbilical release on newborn by using string thread and umbilical cord clem at BPM Mulyani. This research is a type of Pre Experiment research with post test only design design with retrospective time approach. Data collection techniques by collecting data from medical records of patients in BPM Mulyani with the number of samples is 30 patients. The results showed that umbilical cord clem rupture had an average of 4.20 days of wheel release time. Halting of the umbilical cord with an average umbilical cord has a 7.27 day thoracic removal time. There is a difference of umbilical cord clem release length with umbilical cord in BPM Mulyani with p-value 0,000 Keywords:  Umbilical cord; yarn; umbilical cord clem
Pengetahuan Ibu tentang Kartu Menuju Sehat (KMS) Mempengaruhi Pertumbuhan Balita Arum Meiranny
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.105 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.98

Abstract

ABSTRAK Ibu yang memiliki Balita kurang memperhatikan KMS untuk memantau pertumbuhan Balita, sehingga pertumbuhan anak kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang KMS dengan pertumbuhan Balita. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah analitis, dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah ibu Balita di Wilayah RW V Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, dengan jumlah sampel 47 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Uji analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak ibu Balita yang kurang mengetahui tentang KMS (63,8 %). Kurangnya pengetahuan tersebut mengakibatkan banyaknya Balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan (80,9 %). Analisis Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang KMS dengan pertumbuhan Balita (p = 0,007), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang KMS dan pertumbuhan Balita di Wilayah RW V Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Saran bagi ibu agar lebih memperhatikan kualitas pertumbuhan Balitanya, bagi Posyandu, dapat memaksimalkan pelaksanaan sistem 5 meja, dan bagi petugas kesehatan dapat memberi motivasi bagi kader untuk dapat memberikan informasi tentang KMS dan mengatur jadwal pelaksanaan Posyandu, sehingga memungkinkan para ibu untuk dapat mengantar Balitanya ke Posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan; Kartu Menuju Sehat (KMS); Pertumbuhan Balita  MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT ROAD TO HEALTH CHART (RHC) INFLUENCE THE GROWTH OF CHILDREN  UNDER FIVE AGES ABSTRACT Mothers who have child under five ages giving less attention to Road to Health Chart (RHC) as the controlling media of children growth under five. This  research was done with the purpose to know the corelation beetwen mother’s level of knowledge about RHC with the growth of children under five ages. This research was conducted by analythical research with cross sectional approach. Population used mother of children under five ages at administrative unit V of the Kalipancur Village Ngaliyan Subdistrict Semarang City with  47 samples. Sampling technique used by this research was quota sampling. Analysis test using by univariate and bivariate analysis which uses Chi Square. The result of this research indicated that there were still many mother of children under five ages which unknown concerning RHC (63,8 %). The lack knowledge regarding such matter caused many children under five ages shall not having normal with growth (80,9 %). Chi Square analysis shows that there was a corelation between mother’s level of knowledge about RHC with the growth of child under five ages (p = 0,007), so it could be concluded that there was a corelation between mother’s level of knowledge about RHC with the growth of child under five ages. Suggestion particularly to mother of children under five ages was give greater concern to  the growth quality of their under five children, to the integral health post that it could maximized the implementation of five tables system, and for the health service personal to giving a  motivation to the cadres, so that they could shale appropriate information concerning RHC and arrange their schedule for appliying or visiting the integral health post and enable mother to carry their children to that place her self. Keywords: Knowledge, Road To Health Chart (Rhc), The Growth Of Children  Under Five Ages
Motivasi Bidan dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Grace Esti Cahyani; putri kusuma wardhani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.719 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.63

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat Kesehatan masyarakat, 22% kematian bayi baru lahir yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama dapat dicegah melalui IMD. IMD diyakini mampu mengurangi risiko kematian balita hingga 22% namun pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa sudah dilaksanakan oleh para Bidan walaupun tidak dilakukan selama satu jam penuh (antara 30 menit sampai satu jam). Tujuan Penelitian: untuk mengeksplorasi motivasi bidan dalam pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (indeph interview). Teknik pengambilan sampling dengan teknik  purposive sampling. Jumlah partisipan sebanyak 3 orang bidan di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa. Hasil: Hasil wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang pengetahuan IMD, prinsip IMD, keuntungan IMD berfokus pada ibu dan bayi, adanya faktor pendukung IMD dari pelatihan dan sosialisasi serta dukungan keluarga, faktor penghambat sangat kecil karena budaya dan adat istiadat yang masih ada di suatu desa. Kesimpulannya motivasi Bidan tentang pelaksanaan IMD sudah baik, namun masih ada penghambat dari adat istiadat dan budaya. Kata kunci: Motivasi; Bidan; Pelaksanaan IMD.  MIDWIFE MOTIVATION IN THE IMPLEMENTATION OF EARLY INITIATION OF BREASTFEEDING IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS AMBARAWA Abstract Background: Infant Mortality rate (IMR) is one of important indicator in determining the level of public health, 22% of newborn deaths that occurred in the first month can be prevented through the EIB. EIB is believed to reduce the risk of infant mortality by 22%. The implementation of EIB in Puskesmas Ambarawa already carried out by the midwives although not conducted for one hour (between 30 minutes to one hour). Purpose: The purpose of this study was to explore the motivation of midwives in the implementation of the EIB in Puskesmas Ambarawa. Method: A qualitative method which uses indepth interview was conducted in this study. Sampling technique that uses was purposive sampling technique. The participants of the study were three midwives in Puskesmas Ambarawa..Result:  The result of the study based on indepth interviews in participants show that the knowledge of EIB, principle of EIB, the benefit of EIB are focused on mothers and babies. The supporting factors of EIB derived from training, sosialization and family suport. Several inhibitting factors occured because of culture and customs that still exist in the village. The conclusionis that midwives motivation about the implementation of EIB has been good, but there is an obstacle that derived from traditions and culture. Keyword : Motivation, Midwife, Implementation of the EIB
Persepsi Ibu Terhadap Persalinan Dengan Dukun Bayi Di Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang Rose Nurhudariani; Minkhatul Maula
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.539 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.54

Abstract

Latar Belakang: AKI dan AKB merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam mendeskripsikan tingkat pembangunan manusia di suatu negara dari sisi kesehatan masyarakatnya. Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah tahun 2012 sebesar 116,34 per 100.000 kelahiran hidup, di Puskesmas Watukumpul Persalinan dengan nakes  dari bulan januari sampai  agustus  2015 adalah  60  ibu bersalin sedangkan persalinan dengan non nakes sebanyak  34  ibu bersalin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi ibu bersalin, faktor-faktor yang mempengaruhi dan dukungan keluarga ibu bersalin dengan dukun bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan 3 ibu bersalin dengan dukun bayi dan  triangulasi suami partisipan, tokoh agama, bidan desa dan dukun bayi Desa Tundagan. Hasil: Hasil wawancara mendalam pada partisipan sudah mengetahui tentang persalinan dengan dukun bayi. Pertolongan persalinan dengan dukun bayi yang masih tradisional yaitu jika bayi sudah lahir cara memotong tali pusar dengan silet dan melahirkan placenta dengan cara di perut ditekan supaya placenta bisa keluar. Semua ibu bersalin setuju persalinan dengan dukun bayi dan semua keluarga mendukung ibu bersalin dengan dukun bayi.Pihak puskesmas lebih sering melakukan penyuluhan bagaimana pentingnya bersalin dengan tenaga kesehatan di Desa Tundagan. Kata Kunci : Persepsi; Ibu bersalin;  Dukun bayi.Daftar Pustaka : 38 (2002-2013) MOTHER PERCEPTIONS OF CONFINEMENT by TRADITIONAL HEALTH PRACTITIONAR  IN TUNDAGAN VILLAGE ABSTRACT Background: AKI and AKB constitute one of aspect that very important to described level of human development in a country from social sanitary side. The number of mother death in Center of Java on 2012 in the  amount of 116.34 per 100.000 birth of life, in Watukumpul health center. The confinement by midwife since January until August 2015 amount of 60 maternity. Meanwhile, the confinement without a midwife amount of 34 maternity. Purpose: The purpose of this research is  to explore perception of mothers about the factors that influencing and support mother maternity by midwife. Method: This research was using qualitative method with phenomonology approach. Data accumulation technique with visceral interview, 3 mothers maternity by midwife and triangulation participant husband, religion personage, midwife in Tundagan village. Result: Result of visceral interview into participant had known already about confinement with a midwife. Aid of confinement by a midwife that still traditional namely if baby was born, the way to cutting an umbilical cord is using razor blade and give birth of placenta by belly pressed, so the placenta can be out. All of mother maternity agree with confinement by midwife, and all of family were support it. The health  center more often do counseling how important maternity with health workers or midwife in Tundagan village. Key word: Perception; Mother Maternity; MidwifeBibliography: 38 (2002-2013)
Manfaat Hipnoterapi Spiritual dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) Siti Khuzaiyah; Nur Chabibah; Milatun Khanifah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.687 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.151

Abstract

Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) adalah ujian kompetensi lulusan diploma III kebidanan untuk mendapatkan surat tanda registrasi bidan (STR). UKBI dilaksanakan dalam rangka mendapatkan kompetensi lulusan bidan yang sama di seluruh Indonesia.  Persiapan  dalam menghadapi ujian ini sering kali membuat stress dan kecemasan tingkat tinggi. Hasil studi pendahuluan terhadap 10 lulusan bidan menunjukkan bahwa 8 (80%) Mengalami kecemasan menjelang UKBI. Tujuan  Penelitian ini untuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengnalisis pengaruh spiritual hipnoterapi terhadap kecemasan bidan fresh graduate menjelang Uji Kompetensi Bidan Indonesia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif quasi experimental dengan pendekatan pretest-postets design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lulusan bidan 2017 (fresh graduate) prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan sejumlah 57 orang. Data kecemasan diukur dengan instrument DT-MAS (The Taylor Minensota Anxiety Scale). Teknik analisis data yang akan digunakan adalah dengan uji univariat dan bivariate dengan menggunakan paired ¬t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual hipnoterapi mampu menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa bidan fresh graduate menjelang UKBI dengan p-value 0,011 dan CI 0.432-3.217. Kata Kunci: spiritual hipnoterapi, kecemasan, uji kompetensi, bidan, UKBI
Akupresure Sanyinjiao Point Mampu Menurunkan Intensitas Nyeri Dismenorhea Primer Heni Wijayanti; Selviana Selviana
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.158 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.196

Abstract

Dismenore adalah rasa sakit yang dirasakan oleh wanita ketika mesntruasi. Dismenore disebabkan oleh pelepasan berlebihan prostaglandin yaitu prostaglandin F2 alfa dari sel endometrium uterus. Banyak pengobatan dismenore yang telah berkembang di masyarakat baik terapi farmakologis maupun terapi non-farmakologis.Salah satu terapi non-farmakologis adalah akupresur.Akupresur adalah penggunaan teknik sentuhan / kontak untuk menyeimbangkan saluran energi dalam tubuh atau Qi.Sanyinjiao Point adalah salah satu titik acupoint atau titik pertemuan limpa, hati dan saluran ginjal yang terletak dilimpa meridian.Tujuan : Mengetahui pengaruh Akupresur Terapi Sanyinjiao Point Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Primer di SMAN 11 Semarang.Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan one group pre-test – post-test Design, populasi remaja putri yang mengalami dismenore sebanyak 35 orang. Teknik Sampling yang digunakan adalah accidental. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian 35 responden yang mengalami nyeri dismenorea pre intervensi dengan terapi akupresure Sanyinjiao Point mengalami nyeri berat 20 (57,1%) responden dengan nilai rata-rata 3,57 dan post intervensi hampir seluruhnya adalah nyeri sedang sebanyak 21 (61.1%) responden dengan nilai rata-rata 2.71 dengan p = value 0,000 (p<0,05). Simpulan: Ada pengaruh terapi akupresur Sanyinjiao Point terhadap intensitas nyeri dismenorea primer di SMAN 11 Semarang. Kata kunci : Akupresure Sanyinjiao Point; Dismenorea
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Infeksi Cacing Oxyuris Vermicularis pada Siswa Kelas 1 SDN Kemijen 02 Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang dewi mayang sari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.945 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.71

Abstract

Latar Belakang : Infeksi cacing merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan menyebabkan kurang gizi dan gangguan kognitif, dengan anak-anak sekolah biasanya mengalami beban penyakit terberat. Infeksi cacing Oxyuris Vermicularis juga dapat menyebabkan vulvitis akibat reaksi terhadap telur-telur cacing yang diletakkan di tempat ini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing oxyuris vermicularispada siswa kelas 1 SDN Kemijen 02 Kelurahan Kemijen Kota Semarang. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas 1 SDN Kemijen 02 Kelurahan Kemijen Kota Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan jumlah 40 responden. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden sebagian besar terinfeksi cacing Oxyuris Vermicularis yaitu 22 (55%) anak dan sebagian besar mempunyai perilaku kebiasaan personal hygiene kurang baik yaitu 20 (87,0%) anak. Dari hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing Oxyuris Vermicularis (ρ value = 0.000). Untuk pihak sekolah dam masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Serta untuk puskesmas dapat melakukan deteksi dini untuk infeksi cacing dengan melakukan pemeriksaan cacing secara teratur. Personal Hygiene; infeksi cacing Oxyuris Vermicularis  AbstractWorm infection is a major public health problem and cause malnutrition and cognitive impairment, with school children usually experience the heaviest burden of disease. Oxyuris vermicularis worm infections can also cause vulvitis due to a reaction to the worm eggs are laid in this place. This research will aims to determine the correlation of personal hygiene with the prevalence of worm infections oxyuris vermicularis pada first grade students of SDN 02 Kemijen Village Kemijen Eastern District of Semarang. Research design that used analytic survey with cross sectional approach. Respondents who is the subject of this study were all students in grade 1 SDN Kemijen 02 Sub Kemijen Eastern District of Semarang Semarang. Sampling using total sampling technique with a number of 40 respondents. Research result shows that of the 40 respondents largely Oxyuris vermicularis worm infected at 22 (55%) of children and most have personal hygiene habits of behavior is not good that 20 (87.0%) children. Of Chi-Square test results showed no significant relationship between personal hygiene with a prevalence of worm infections Oxyuris vermicularis (ρ value = 0.000). The school community is expected to implement the dam habit Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). As well as to public health center can do for the early detection of worm infection by examining worms regularly. Key word : Personal Hygiene; worm infections Oxyuris Vermicularis
Persepsi tentang Perilaku Seksual Pra Nikah di SMA Setia Budhi Kota Semarang Siti Nur Umariyah Febriyanti; Rose Nurhudhariani; Risa Rahmatin Syamsuddin
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.078 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.59

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah masa peralihan masa kanak-kanak ke masa dewasa mulai 14-20 tahun. Masa remaja merupakan masa kritis seseorang yang dihadapkan pada berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan menyangkut moral, etik, agama, salah satu resiko yang bisa terjadi adalah perilaku seksual pra nikah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengetahuan, penyebab dan akibat perilaku seksual pra nikah pada siswi SMA Setia Budhi Semarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sampai data mengalami saturasi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil : Persepsi remaja tentang perilaku seksual pra nikah yaitu ciuman dan berhubungan intim, penyebab terjadinya yaitu karena adanya kebebasan dan izin dari orang tua untuk berpacaran tanpa adanya pengarahan dan pemantauan dari orang tua dan keluarga, sehingga dampaknya dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan dan putus sekolah, kurangnya pengetahuan dan informasi yang didapatkan remaja tentang perilaku seksual pra nikah sehingga pacaran dan melakukan perilaku seperti ciuman, pelukan dan meraba daerah payudara sudah dianggap biasa. Saran: Pihak sekolah diharapkan meningkatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar melakukan program kesehatan reproduksi remaja secara rutin di tiap SMA berupa penyuluhan. Kata Kunci : Pengetahuan; Perilaku seksual; Pranikah; Remaja THE PERCEPTIONS OF PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR AT SETIA BUDHI HIGH SCHOOL SEMARANG ABSTRACT Background : The adolescents is the transition period from child to adult. between 14 to 20 years old. The adolescents is the critic time for someone who faces threat and problem, because they have sensitive and troubled character in morality, ethic and religion. One of the risk is the premarital sexual behavior. Purpose : To explore the knowledge, the causes and consequences of premarital sexual behavior of female students at Setia Budhi High School Semarang. Method of The Research : This research used qualitative method with ethnographic approach. The sampling of this research used purposive sampling until data experiencing saturation. The data collection technique was interview. Result : The perceptions of premarital sexual behavior are kissing and having sex. The causes because the parents gave permission freely to make a date without any briefing and monitoring. It can make unwanted pregnancies and the female students can be dropout from school. Because of the less of the students knowledge and information about premarital sexual behavior, they usually make a date by doing kissing, cuddling and touching breast freely considered normal. Suggestion : This research is hoped that the school management can improve the cooperation with public health office and public health service in creating the continuing program about reproduction health like health education. Keywords: Knowledge; Sexual behavior; Premarital;  Adolescents;
Manfaat Asuhan Counter-Pressuer dalam Mempercepat Persalinan Kala II Durrotun Munafiah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.302 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.148

Abstract

Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks sehingga janin turun kedalam jalan lahir. Nyeri selama proses persalinan merupakan kondisi yang fisiologis. Namun, jika dibiarkan nyeri dapat mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, kecemasan dan menimbulkan stress yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah yang membawa oksigen ke rahim sehingga terjadi penurunan kontraksi rahim yang akan menyebabkan memanjangnya waktu persalinan. Salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara non-farmakologi yaitu counter-pressure. Mengetahui pengaruh asuhan counter-pressure pada persalinan multipara terhadap lama kala II di RSUD KRMT Wongsonegoro. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode true eksperimen menggunakan rancangan post test control group design. Sampel penelitian sebanyak 36 ibu bersalin multipara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling. Analisis menggunakan uji Independent sample t-test. Rata-rata lama kala II pada kelompok kontrol adalah 34.56, rata-rata lama kala II pada kelompok eksperimen adalah 21.00. Uji Independen sample t-test menunjukkan bahwa ada  perbedaan lama kala II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai p-value 0.000 (p < 0,05). Ada pengaruh asuhan counter-pressure pada ibu bersalin multipara terhadap lama kala II. Kata kunci : Counter-pressure; lama kala II

Page 1 of 16 | Total Record : 152