cover
Contact Name
Andri Permana Wicaksono
Contact Email
jurkes@polije.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkes@polije.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 25795783     EISSN : 23545852     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan merupakan media interdisipliner sebagai media komunikasi penyebarluasan informasi hasil penelitian dan ulasan di bidang kesehatan. Ruang lingkupnya meliputi bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Manajemen Pelayanan Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2018): Desember" : 6 Documents clear
Partisipasi Masyarakat Berdasarkan Motivasi Dalam Meningkatkan Cakupan D/S Posyandu di Wilayah Puskesmas Rambipuji, Kaliwates dan Arjasa Kabupaten Jember Jamhariyah Jamhariyah
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.58

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya partisipasi kunjungan posyandu dengan indikator D/S dibawah target SPM pada tahun 2016 di Wilayah Puskesmas Arjasa,Kaliwates dan Rambipuji Kab. Jember.pendekatan teori yang digunkaan pada penelitian ini adalah teori motifasi dari Herzberg. Tujuan penelitian ini menyusun model partisipasi masyarakat berdasarkan motifasi dalam meningkatkan cakupan D/S posyandu . Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Tokoh Masyaraat,tim  penggerak  PKK dan Kader yaitu sebanyak 220 orang. Besar sample untuk kepala desa,Tokoh Masyarakat,Penggerak PKK dengan total sample sejumlah 56 orang, sedangkan untuk kader diperoleh dengan  sampel 90 orang menggunakan   simple randome sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang diperguankan adalah uji fishers exact dengan bantuan program SPSS. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik pada kepala desa tim penggerak PKK, tokoh masyarkat dan kader posyandu dengan Cakupan D/S diwilayah Pusekesmas Arjasa, Kaliwates dan Rambipuji Kabupaten Jember. Solusi yang dapat dilakukan dari hasil penelitian, bidan perlu melakukan sosialisasi tupoksi kepala desa, tokoh masyarakat, tim penggerak PKK dan Kader dalam kegiatan posyandu, serta memberikan motivasi dengan model motivasi intrinsik dan ekstrinsik, yang dilengkapi dengan modul pembelajaran.
Optimalisasi Letter Of Death Information Melalui Redesain Form Di Rsia Muhammaddiyah Kota Probolinggo Sukma S Putri; Dony SH Putra; Hendro Prasetyo; Moh.Choirur Roziqin; Rindy U Malischa
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.59

Abstract

Formulir penyebab kematian dan surat keterangan kematian adalah pencatatan beberapa penyakit atau kondisi yang merupakan satu rangkaian perjalanan penyakit menuju kematian atau keadaan kecelakaan, kekerasan yang menyebabkan cedera dan berakhir dengan kematian. Formulir ini diberikan terhadap semua jenis penyebab kematian. Berdasarkan survey pendahuluan di RSIA Muhammdiyah Kota Probolinggo, petugas tidak melakukan penulisan informasi terhadap formulirtersebut tidak sesuai dengan pedoman pengisan formulir penyebab kematian dan surat kematian BLKRI. Desain formulir penyebab kematian belum menggunakan kertas yang sesuai standart dan belum adanya pengelompokan data mengenai jenis penyebab kematian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan redesain terhadap formulir penyebab kematian dan pembuatan formulir surat keterangan kematian di RSIA Muhamaddiyah kota probolinggo. Metode yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan Brainstoming. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa desain formulir penyebab kematian belum sesuai dengan standard dan kebutuhan pengguna yang dapat menyebabkan ketidaklengkapan pengisian serta terhambatnya pelaksanaan pemberian tindakan, oleh karena itu formulir penyebab kematian dan surat keterangan kematian yang baru, didesain dengan mempertimbangkan 3 aspek penting yaitu aspek fisik, aspek anatomi, dan aspek isi yang sesuai dengan standart dan kebutuhan pengguna. Sebaiknya dilakukan evaluasi formulir penyebab kematian dan surat keterangan kematian yang baru guna menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang bisa berubah dai waktu ke waktu. 
Tingkat Pengetahuan Kader Tentang Deteksi Dini Resiko Tinggi Ibu Hamil Dengan Perilaku Melapor Pada Tenaga Kesehatan Yuniasih Purwaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.60

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami, tetapi perlu perawatan diri yang khusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. karena itu kehamilan yang normalpun mempunyai resiko, namun tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu. Keadaan tersebut dinamakan faktor resiko.Pada tahun 2016 deteksi dini resiko tinggi ibu hamil oleh kader di Kabupaten Bondowoso mencapai 7,99 % dari target yang ada 10 %, sedangkan data yang diperoleh dari Puskesmas Wringin dengan jumlah kader 220 orang dan jumlah ibu hamil 625 selama kurun waktu 1 tahun (2016) pencapaian deteksi dini resiko tinggi ibu hamil 2,3 %. Maka dilakukan penelitian hubungan tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi ibu hamil dengan perilaku melapor pada tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2017.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan populasi menggunakan cross sectional 220 sample 65 kader, dengan mengunakan sample wilayah atau area probability sample. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dengan mengunakan kuisioner dengan katagori, baik, cukup, kurang dan perilaku melapor pada tenaga kesehatan dengan menggunakan lembar tulis dengan kategori melapor, sebagian melapor, tidak melapor. Kemudian data diolah dengan uji statistik Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan dengan kreteria baik 31 orang (48 %), kriteria cukup 34 orang (52 %) kriteria kurang 0 (0 %). Perilaku melapor pada tenaga kesehatan 49 orang (75 %) melaporkan semua kejadian 16 orang (25 %) melaporkan sebagian. Uji statistik dengan taraf signifikansi 0,05 di dapatkan hasil X2 hitung 3.790.899. Sedangkan X2 tabel chi square sebesar 3.481 maka ho ditolak dan ha diterima. Ada hubungan pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi ibu hamil dengan perilaku melapor dengan kekuatan hubungan 0,234749.Dari hasil penelitian berdasarkan jawaban dan perilaku melapor bahwa pengetahuan kader berpengaruh secara signifikansi (rendah/lemah tapi pasti) terhadap perilaku kader dalam melaporkan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil. Untuk itu perlu di pertahankan dan di tingkatkan lagi sehingga tidak ada ibu hamil resiko tinggi yang tidak terdeteksi. Kata kunci :  Pengetahuan, Kader Melapor, Deteksi Dini Resiko Tinggi Ibu Hamil
Perbedaan Pola Konsumsi Junk Food Food Pada Remaja Putri SMP Daerah Perkotaan Dan Pedesaan Terhadap Kejadian Menarche Dini Kustin Kustin
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.62

Abstract

Masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa merupakan masa pubertas. Kejadian yang penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat, timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, menarche dan perubahan psikis. Menarche terlampau dini dikaitkan dengan faktor risiko beberapa penyakit keganasan seperti terjadinya kanker ovarium, kanker payudara dan mioma. hiperplasia kolesistitis, insiden kanker uterus dan kanker payudara resiko terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2 saat dewasa. Tujuan dari penelitian ini menganalisis efek konsumsi junk food terhadap kejadian pubertas dini pada remaja putri di SMP daerah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan laboratorium menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one shot case study untuk sampel makanan yang paling sering dikonsumsi. Sampel penelitian adalah remaja putri yang duduk bangku SMP sejumlah 88 remaja dari SMP daerah pedesaan dan 88 remaja SMP daerah perkotaan Jember. Analisis data diolah menggunakan uji statistik regresi logistik tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna antara pola konsumsi junk food terhadap pubertas dini secara statistik p=0,000 < 0,05 baik untuk SMP daerah perkotaan maupun pedesaan.  Dari hasil laboratorium juga menunjukkan bahwa kandungan lemak dari makanan junk food rata-rata diatas 20%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kebiasaan mengkonsumsi, waktu konsumsi dan besarnya lemak yang dikonsumsi dari makanan junk food mempengaruhi kejadian pubertas dini pada remaja putri sedangkan frekuensi konsumsi tidak mempengaruhi kejadian pubertas diniKata kunci : pubertas dini, junk food, lemak
Analisis Faktor yang Berpengaruh Terhadap Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Jember Tahun 2018 Rossalina Adi Wijayanti; Dahlia Indah Amareta; Novita Nuraini; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Maya Weka Santi
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.46

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Propinsi Jawa Timur yang pada tahun 2016 menempati peringkat dua untuk Angka Kematian Ibu tertinggi. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Jember dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 sebanyak 43 kematian. Puskesmas memiliki peranan utama dan sangat vital dalam upaya penurunan AKI di Indonesia. Program-program kesehatan di Puskesmas yang difokuskan pada kegiatan preventif dan promotif dalam program Kesehatan Ibu dan Anak masih belum berjalan dengan maksimal. Menyusun upaya untuk menurunkan AKI melalui pelaksanaan manajemen program kesehatan ibu di Puskesmas yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan sampel berjumlah 34 Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan planning dan organizing telah dilakukan namun dalam kategori cukup, actuating dan controlling dalam kategori baik. Terdapat pengaruh yang signifikan pada faktor organizing, actuating dan controlling terhadap AKI. Rekomendasi yang diberikan adalah mempertahankan kegiatan peningkatan cakupan ibu hamil dan ibu bersalin, melengkapai job description masing masing pekerjaan, meningkatkan keterlibatan lintas sektor pada kegiatan promosi, mempertahankan kegiatan controlling. Perlu keterlibatan seluruh pihak dalam menurunkan AKI.
Kebutuhan Perancangan Sistem Screening Balita Sakit Berdasarkan Klasifikasi dan Penatalasanaan MTBS Ida Nurmawati; Feby Erawantini
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.18

Abstract

Angka kematian balita (AKBA) di Indonesia tahun 2015 sebesar 26,29 per 1000 kelahiran hidup. Target SDG’s angka kematian balita dapat menurun sebesar 25 per 1000 kelahiran pada tahun 2030. Salah satu upaya untuk menurunkan kematian balita adalah dengan deteksi sedini mungkin penyebab kematian balita. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi kebutuhan perancangan sistem screening balita sakit berbasis android. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam informasi tentang kebutuhan perancangan sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan brainstorming dan dokumentasi. Brainstorming dilaksanakan dengan melibatkan 2 bidan dan 2 perawat sebagai pengguna MTBS di Puskesmas. Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang bagan MTBS revisi 2015. Hasil penelitian diketahui bahwa petugas kesehatan membutuhkan aplikasi yang mampu mendeteksi balita sakit secara otomatis, kader kesehatan dapat diberdayakan dalam mendeteksi balita sakit dengan menggunakan sistem screening balita sakit, sistem screening balita sakit dapat membenatu penyelenggaraan MTBS-M. Memberikan pelatihan kepada kader kesehatan dalam melakukan deteksi balita sakit menggunakan bagan MTBS.

Page 1 of 1 | Total Record : 6