cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Pengaruh komposisi aditif sekam padi terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran keramik Sisnayati Sisnayati; Ria Komala; Retno Suryani
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i3.919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat membran keramik dengan penambahan bahan aditif sekam padi pada berbagai komposisi dan mempelajari pengaruh penambahan aditif tersebut terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran yang dihasilkan. Membran keramik dirancang berbentuk tube, dibuat dari campuran tanah liat, serbuk besi dan sekam padi dengan diameter dalam 5 cm, diameter luar 6 cm, ketebalan 1 cm dan panjang 25 cm. Membran keramik setelah dicetak terlebih dahulu, kemudian dikeringkan pada temperatur kamar selama 7 hari, selanjutnya disintering pada temperatur 900°C selama 9 jam. Membran yang diperoleh dianalisis morfologi permukaannya dengan analisis SEM-EDS dan analisis BET. Dari hasil uji SEM diperoleh bahwa semakin banyak penambahan sekam padi, pori yang terbentuk juga akan semakin banyak dan terlihat masih kurang seragam (asimetrik), berstruktur random dan terdistribusi merata di permukaan. Sedangkan dari hasil uji BET, semakin banyak sekam padi yang ditambahkan pada membran maka ukuran pori dan porositas membran akan semakin besar namun luas permukaannya akan semakin kecil. Membran yang memiliki ukuran pori yang paling kecil adalah membran yang memiliki komposisi 87.5% tanah liat, 10% aditif sekam padi dan 2.5% serbuk besi, yaitu 2,8 μm, dengan luas permukaan 45,38 m2/g dan porositas 35,95%.
Pembuatan membran komposit nilon-karbon aktif dengan variasi suhu dan waktu pengadukan Dita Auline Saragih; Nurul Qomariah; Abdullah Saleh
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i3.920

Abstract

Membran Komposit Nilon-Karbon Aktif merupakan modifikasi membran nilon dengan filler inorganic berupa karbon aktif. Modifikasi dalam proses pembuatan membran berupa variasi suhu pengadukan yaitu 20°C, 30°C, 40°C, dan 50°C dan variasi waktu pengadukan 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi operasi dalam pembuatan membran terhadap karakteristik membran komposit nilon-karbon aktif. Membran dibuat menggunakan metode inversi fasa dengan pelarut HCl 25%, tebal membran diseragamkan, waktu evaporasi 120 detik, waktu imersi dalam aquades selama 10 menit, dan waktu pengeringan membran 24 jam. Karakteristik mekanik dari membran dilihat melalui uji kuat tarik membran, dimana dari hasil pengujian didapatkan titik optimum berdasarkan nilai kuat tarik dan modulus elastisitas terbesar pada variasi suhu 30o C dan waktu pengadukan 2 jam yaitu 134,75 x106 kg/ms2 dan 1,347x108kg/ms2. Karakteristik struktural membran dilihat melalui uji porositas, dan analisa permukaan dengan menggunakan SEM. Berdasarkan uji porositas, dihasilkan membran dengan rata-rata persen porositas 70% dan tergolong hidrofil karena persen penyerapan air tinggi. Sedangkan melalui analisa SEM didapatkan karakteristik membran asimetrik dengan ukuran pori 2,7-3,5 mikrometer dan tergolong membran mikrofiltrasi.
Reduksi HCN di dalam singkong karet (Manihot glaziovii) dengan proses perendaman Muhammad Yerizam; M. Zaman; Agus Manggala
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i3.921

Abstract

Tepung Mocaf (modified cassava flour) adalah merupakan sejenis tepung yang dibuat dari ubi kayu, prinsip pembuatannya adalah dengan memodifikasi ubi kayu dengan mikrobia. Dengan dilakukannya penelitian untuk mendapatkan tepung mocaf dari bahan baku singkong karet ini diharapkan dapat menjadi alternatif selain tepung terigu untuk kehidupan sehari-hari masyarakat yang harganya jauh lebih murah. Penelitian ini memanfaatkan umbi beracun, yakni singkong karet (Manihot glazovii) sebagai bahan baku pembuatan tepung mocaf. Singkong karet (Manihot glazovii) memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 98,47% sehingga cocok untuk dijadikan bahan baku pembuatan tepung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman singkong dan pengaruh variasi perendaman dengan pengadukan terhadap reduksi HCN yang terkandung di dalam singkong selama proses perendaman singkong. Hasil yang diperoleh nantinya berupa tepung yang karakteristiknya menyerupai tepung terigu, pada setiap proses pengolahannya akan dilakukan pengujian terhadap kandungan HCN sehingga dapat diketahui hasil reduksi HCN yang terkandung didalam singkong karet.
Menghitung efisiensi dan losses cooling tower refinery perusahaan minyak goreng Tine Aprianti; Elysa Dellanti Priyantama; Faleria Irtha Tanuwijaya
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i3.922

Abstract

Unit Refinery dan Fraksinasi pada PT Wilmar Nabati Indonesia Pelintung merupakan unit produksi dalam proses pengolahan bahan baku agar dapat menjadi minyak goreng curah yang memiliki kemurnian yang tinggi. Free Fatty Acid (FFA) merupakan salah satu senyawa yang dapat mengganggu kemurnian dari minyak goreng tersebut. Dilakukan pemurnian dengan sistem sirkulasi dari Palm Fatty Acid Destilate yang telah diturunkan suhunya agar dapat membaawa sejumlah FFA teruapkan. Penurunan suhu dari PFAD ini berperan penting dalam kemurnian minyak dan dilakukan dengan pertukaran panas antara air dan juga PFAD tersebut. Didapatkan efisiensi cooling tower yang berfungsi mendinginkan air proses tersebut sebesar 88,1% serta air yang terbawa ke udara selama proses pendinginan dan juga yang terbuang sebesar 1386,3 m3 setiap harinya.
Pemanfaatan sabut kelapa menjadi bioetanol dengan proses delignifikasi acid-pretreatment Asyeni Miftahul Jannah; Tamzil Aziz
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 4 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa sebagai limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa tinggi belum termanfaatkan secara optimal secara ekonomi. Kandungan selulosa mencapai 44,44% menjadikan sabut kelapa sebagai potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternative dengan cara mengkonversikannya menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversikan sabut kelapa menjadi bioetanol dengan menggunakan larutan asam (H2SO4 dan CH3COOH) pada proses pretreatment dengan variasi konsentrasisebesar 1, 3 dan 5%. Kemudian dilakukan proses hidrolisa dengan menggunakan KOH 5% dan fermentasi dengan variasi waktu 3, 5, dan 7 hari menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar lignin paling banyak berkurang didapat dari sampel dengan pretreatment menggunakan larutan H2SO4 5% yang juga mampu menghasilkan kadar glukosa dan bioetanol terbesar dengan waktu fermentasi optimal selama 5 hari. Kadar bioetanol maksimum yang didapat sebesar 5,7768% v/v.
Modifikasi urea menjadi pupuk lepas lambat menggunakan fly ash batubara dan NaOH sebagai binder Muhammad Yerizam; Indah Purnamasari; Abu Hasan; Robert Junaidi
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 4 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan urea adalah memodifikasi urea menjadi pupuk lepas lambat. Urea dilapisi dengan fly ash-NaOH agar memperlambat pelepasan urea ke tanah dan air sehingga mengurangi dampak pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh komposisi, waktu pengadukan optimum, serta pengaruh panas dari ketiga komponen yaitu urea, fly ash batubara, dan NaOH dalam menghasilkan pupuk lepas lambat yang terbaik. Variable yang diamati adalahtemperatur pencampuran, jumlah komposisi urea-fly ash-NaOH, dan waktu release. Hasil menunjukkan bahwa fly ash dan NaOH dapat digunakan untuk melapisi urea. Urea yang dimodifikasi dibuat tanpa pemanasan, hasilnya padatan dan keras, serta release ke tanah dan air cukup lama dibandingkan urea biasa. Waktu release dari urea modifikasi ini lebih dari 15 jam dengan berat 1 gram, dan waktu release di air mencapai 16 menit.
Pengaruh penambahan air rebusan kecambah sebagai sumber nitrogen pada pembuatan bioetanol dengan bahan baku molase Rosdiana Moeksin; Afina Fadhilah; Adellia Indah Permata
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 4 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Molase merupakan limbah pabrik gula yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioetanol. Penelitian ini akan digunakan dua jenis molase dari Tuban di wilayah provinsi Jawa Timur dan daerah Kendal di wilayah provinsi Jawa Tengah. Molase akan difermentasi dengan menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisiae) dengan variasi waktu yaitu 1, 3 dan 5 hari dan penambahan air kecambah sebagai sumber nitrogen dengan berbagai variasi 0%(b/v), 30%(b/v) dan 60%(b/v). Proses pemisahan larutan fermentasi dan etanol yang terbentuk dilakukan dengan metode distilasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol sebesar 40,025%(v/v) dengan menggunakan metode massa jenis dan 50,0468%(v/v) dengan menggunakan metode analisa gas chromatography (GC).
Penurunan BOD, TSS, minyak dan lemak pada limbah cair pabrik kelapa sawit menggunakan proses aerasi plat berlubang Sisnayati Sisnayati; Dian S. Dewi; Rachmawati Apriani; Muhammad Faizal
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.559

Abstract

Seiring dengan meningkatnya produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia, maka akan menghasilkan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dalam jumlah yang besar pula. Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) akan menjadi masalah pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini dikarenakan LCPKS memiliki kandungan Biochemical Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), minyak dan lemak yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk mengurangi kadar BOD, TSS, minyak dan lemak yang terkandung dalam LCPKS ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu air bubbling terhadap penurunan konsentrasi BOD, TSS, dan minyak & lemak dalam LCPKS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode aerasi menggunakan kolom plat berlubang dengan mengalirkan udara ke dalam LCPKS dan tanpa menggunakan bahan tambahan lain. Variabel tetap yang digunakan adalah volume LCPKS sebanyak 7 L dan debit udara yang dimasukkan dalam LCPKS sebesar 5 Liter/menit sedangkan variabel proses yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan BOD, TSS, minyak dan lemak dan variabel perlakuannya adalah perubahan waktu operasi per hari selama 6 hari. Penurunan kandungan BOD terbesar terjadi pada hari ke-2 dengan persentase penurunan sebesar 95,5%. Penurunan kandungan TSS terbesar terjadi pada hari ke-4 dengan persentase penurunan sebesar 91,61%, sedangkan penurunan kandungan minyak dan lemak terbanyak terjadi pada hari ke-5, dengan persentase penurunan sebesar 69,14%.
Pengolahan limbah cair amonia pada industri pupuk secara mikrobiologis dengan bakteri petrofilik Moh Ikhwan AlKahfi; Yessi Astri Razikah; Enggal Nurisman
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 3 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i3.686

Abstract

Limbah cair industri pupuk mengandung amonia yang dapat membahayakan lingkungan, sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah cair amonia secara mikrobiologis memanfaatkan bakteri Brevundimonas diminuta yang mampu mendegradasi amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja B. diminuta dalam mendegradasi amonia dalam limbah cair industri pupuk. Pertumbuhan dan laju degradasi amonia oleh B. diminuta dipengaruhi oleh waktu pengamatan. Pengolahan limbah dilakukan pada alat airlift bioreactor pada kondisi 1 atm dan suhu 25oC dengan rasio inokulum sebanyak 5% dari air limbah total sebanyak 1L. Penelitian ini dilakukan dengan variasi laju alir aerasi 1,5; 3; 4,5 L/menit. Total waktu pengamatan selama 6 jam, dimana pengambilan sampel untuk analisa pH, Dissolved Oxygen, populasi bakteri, dan kadar amonia dilakukan pada waktu 0; 1,5; 3; 4,5; 6 jam. Air limbah awalnya mengandung amonia sebesar 2,94 mg/L. Hasil penelitian didapatkan laju degradasi amonia tertinggi setelah waktu pengamatan 6 jam adalah sebesar 40,14% ke angka 1,76 mg/L pada laju alir aerasi 3 L/menit.
Pengaruh waktu dan jarak elektroda pada pengolahan lindi dengan metode elektrokoagulasi-adsorpsi zeolit Trisnaawati Trisnaawati; Herry Purnama
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.714

Abstract

Banyaknya sampah yang menumpuk di TPA dapat mencemari air tanah karena adanya resapan dari sampah. Secara umum, lindi dicirikan oleh tingginya tingkat kebutuhan oksigen kimia (COD), total padatan tersuspensi (TSS), dan pH. Salah satu metode altenatif yang tepat dalam pengolahan air lindi agar kadar COD, TSS dan pH adalah metode elektrokoagulasi dan adsorpsi. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan lindi dengan metode elektrokoagulasi elektroda besi dan metode adsorpsi menggunakan adsorben zeolit. Elektrokoagulasi merupakan proses elektrokimia yang sangat dipengaruhi oleh berbagai variabel elektrokimia seperti potensial, jenis elektroda, waktu kontak, jarak elektroda, dan suhu. Proses elektrokoagulasi diuji dengan tegangan 30 volt dan elektroda besi. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan (30, 60, 90) menit waktu proses elektrokoagulasi dan (1, 1,5, 2) cm jarak elektroda. Setelah proses elektrokoagulasi, dilakukan proses adsorpsi menggunakan adsorben zeolit dengan massa 30 gram dan waktu adsorpsi 2 jam. Hasil pemrosesan diperiksa untuk nilai COD, TSS, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan proses elektokoagulasi-adsorpsi zeolit memiliki efisiensi removal kadar COD hingga 98,73% dan kadar TSS sebesar 99,54% dengan variasi waktu kontak 90 menit dan jarak elektroda 1 cm. Untuk nilai pH didapatkan hasil semakin lama waktu elektrokoagulasi-adsorpsi, semakin tinggi nilai pH yang didapat.